Dosenku Pacarku (30)


"I always dream of you"

Mau Mendengar Lagunya, klik disini

I remember noticing you first/No one knew that I was looking at you
Kept a disguise for fear inside/You didn't feel it too

Couldn't tell you what it was you did/Your prescense made a standing
still in time
Taken by your stare, I said a Prayer/Someday you'll be mine

*Well someone was watching, someone was listending
Someone answered me/Now that I've found you I can't live without you
Baby...Oh Baby...

*) I'm always dreaming of you/You're on my mind, everywhere I go/And
baby don't you know
Just what my world's been going through/I try to stop my thoughts,
but that would be a lie
And I can't deny it's true/I'm always dreaming of you*

Nothing seems to matter anymore/Everyone I meet is not you (no one
compares to you)
Life's not the same/I don't complain, now that love feels true

Repeat *
=========== 29 =======
Ada satu yang kupinta darimu: " jangan menganggapku perempuan
pengemis cinta, dan, jangan membohongi dirimu." ( Bersambung)
======================
Bagai dalam permainan catur, aku dalam posisi babakbelur. Dia telah
membaca gaya permainanku. Susan hampir melahap habis semua "pion"
yang kumainkan. Benteng pertahananku hampir tumbang setelah melahap
buah kuda yang aku lupa memindahkannya. Kini aku posisi bertahan,
menjaga serangan lanjutan.

Aku perhatikan langkah kudanya siap menerjang benteng, berikutnya dia
akan menghajar"raja" dalam posisi terbuka. Dengan keterbatasan biji
catur yang aku miliki, aku akan mencermati langkah berikut.


Selama ini aku terlalu menganggap enteng strategi permainannya.
Sebelum terhempas, aku berusaha menghindar dari langkah berikut,
paling tidak aku berusaha "remis".

" Susan, malam telah larut, kamu butuh istrahat."
" Kini giliranmu mau mengusirku, dengan dalih kelemahan pisikku.
Tubuhku memang lemah, tetapi tidak dengan hatiku.?"

" Susan, kamu sangat lemah,istrahatlah dulu, besok boleh kita
lanjutkan bicara apa saja. Kalau Susan tidak keberatan, aku mau
menginap malam ini." ucapku sambil beranjak mengambil "chivas" untuk
pemanas tubuh.

" Susan, kubuatkan sedikit untuk mu.?"
" Nggak, terimakasih bang."
" Malam ini , aku mau putarkan lagu untuk mu."
" Untuk ku..? Kita punya hak yang sama untuk menikmatinya. Duduklah
dekatku, rasakan getar tubuhku, dia akan bertutur banyak, yang tak
dapat diurai dengan kata." balas Susan.

Tembang manis pilihanku, lirik demi lirik "membakar" dua hati yang
sedang kasmaran. " Zung....berbaringlah dalam pangkuanku, aku ingin
menatap wajahmu, aku ingin menatap hati lewat kebeningan matamu.
Barangkali disana masih ruang tempat menitipkan cintaku."

Aku juga tidak tahu, apakah masih ada tersisa setelah "cinta" itu
telah memporakporandakan masa silamku. Susan menarik tubuhku. Aku
merasakannya tanpa gejolak nafsu, dia hanya ingin mengekpresikan
kasih sayangnya.

" Zung..., rebahkanlah tubuhmu dipangkuanku. Aku akan bertutur banyak
malam ini. . Tubuhku telah kembali pulih setelah merasakan kehangatan
tubuhmu. Rebahlah, agar tubuhku pulih sempurna."

Aku bingung, yang beginian belum pernah kualami. Biasanya, pangkuanku
menjadi"terminal" wajah kekasih "melantunkan" kata-kata cinta yang
menggairahkan.

Juga, ketika menumpahkan kekesalan hati kekasih, ketika aku dianggap
tidak setia. Ah...bentengku sudah dimakan, tetapi "raja" akan terus
kugerakkan menghindar serangannya. Aku bertahan, aku tidak akan
merebah diatas pangkuannya, paling tidak aku berusaha"remis".

" Zung...ayolah sayang, rebahkan tubuhmu." ujarnya sambil menarik
tubuhku perlahan keatas pangkuannya. Sebelum aku"jatuh" dipangkuan,
aku beri dia "semangat"baru. Kini tak lagi mempersoalkan tubuhku
dipangkuannya.

" Ucapkanlah apa yang akan Susan tuturkan." ujarku setelah akhirnya
wajahnya terbaring dipangkuanku.

"Zung, aku kedinginan, baringkan aku dikamar tidurku."
Aku tidak lagi membiarkannyna berjalan, aku mengangkat tubuhnya dalam
pangkuanku, dia merebahkan kepalanya diatas pundakku hingga
kekamarnya.

"Selamat malam...selamat bermimpi indah."ucapku, sembari
meninggalkannya.
Susan menarik tanganku, " Zung..temani aku tidur." pintanya.

" Aku tak akan pernah mencemari tempat tidurmu. Terserah kamu bilang
apa."
" Zung, aku katakan hanya menemaniku tidur."
" Ok..tetapi aku tidak akan mau menemanimu ditempat tidur ini."

" Bawalah kemana abang mau. Aku ingin tidur bersamamu, tidak lebih
dari situ, hanya tidur. Zung...aku tidak akan mencemari dirimu,
percayalah padaku.

Aku juga bukan perempuan kotor. " ujarnya sambil menangis . Susan
membalikkan tubuhnya membelakangiku.
"Zung..aku bukan perempuan kotor...."ucapnya berteriak sambil
menangis keras.(Bersambung)

Los Angeles, September 16, 2008

Tan Zung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar