Dosenku Pacarku (23)


Marc Anthony - "You Sang to Me"

I just wanted you to comfort me/when I called you late last night you
see/i was fallin' into love.
oh yes, i was crashin' into love/oh of all the words you sang to
me/about life, the truth and bein' free yea/you sang to me, oh how
you sang to me

girl i live off how you make me feel/so i question all this bein'
real/cuz i'm not afraid to love/ for the first time i'm not afraid of
love

oh, this day seems made for you and me/and you showed me what life
needs to be/ yea you sang to me, oh you sang to me

*)all the while you were in front of me i never realized/i jus' can't
believe i didn't see it in your eyes/ i didn't see it, i can't
believe it

oh but i feel it/when you sing to me/how i long to hear you sing
beneath the clear blue skies/ and i promise you this time i'll see it
in your eyes/i didn't see it, i can't believe it/oh but i feel
it/when u sing to me

just to think you live inside of me/i had no idea how this could
be/now i'm crazy for your love/ can't believe i'm crazy for your
love/the words you said you sang to me/ and you showed me where i
wanna be/yea you sang to me, oh you sang to me
*)
=========== 23 ============
Ira tetap berdiri dan menatap mataku. Perlahan tangan kirinya
meletakkan pisau dan bawang kedalam laci dapur, sementara tangan
kanan memegang tanganku , erat dan gemetar. (Bersambung)
==========================
Hmm..adikku ini maunya apa, pikirku. Aku mencoba
menterjemahkan"vibratie" tangannya. Aku tatap matanya, sedikit redup.
Artinya..., berikan aku "sinar"...eh...tahe dasar lelaki
cap "padidit/tupai", heheh ... dari pada disebut bandit dan buaya.


"Abang, mau minum?" tanyanya membuyarkan ancang-ancangku.
" Kamu punya apa? tanyaku.

" Johny Walker" ukuran sedang, kemarin aku beli khusus untuk abang.
Belum apa-apa sudah impas, pikirku. Ira mengajakku kekamarnya," ayo
abang, kemarin Ira simpan dikamar."

Kembali Ira meraih tanganku, menuntun keruang tamu.Ira mengambil satu
gelas, "Abang saja yang minum, aku tidak biasa minum." ujarnya sambil
menuangkan ke gelasku.

" Ira, tidak usahlah, kalau hanya aku yang minum."
" Bang, aku nggak biasa minum. Pernah aku coba, langsung pusing."
" Coba lagi, dengan abang pasti aman, nggak pusing."
" Abang bisa saja, apa bedanya minum dengan abang atau sendiri.Yang
membuat pusing kan minumannya."

"Ok...sedikit saja, tanda awal persahabatan." bujuk ku.
" Jangan...bang...aku temanin abang sebentar. Ira minum teh saja."
" Simpan saja minuman ini, lebih baik kita minum air kelapa."
" Abang merajuk iya..." tanyanya . Ira bergerak mendekatiku.
"Tidak, lebih baik aku minum di discotik bersama perempuan lain,
sambil dengar lagu."

" Perempuan lain..? ibu dosen itu?.
" Oh..nggak lagi.Aku sudah "kasih talak tiga" dia."
" Hah...memang abang sudah menikah dengannya? Lagi ribut bang? Aku
punya kaset lagu-lagu seperti di discotik itu, abang suka lagu apa?"

" Dengar lagu, duduk dan minum sendirian...?"
" Iyalah ..aku temanin, aku minum sedikit saja..ya bang."
Ira meninggalkan aku sendirian setelah dia menenggak sedikit minuman
dari gelasku. Aku mau menambah minuman Ira ala Susan"mouth to mouth",
tapi takut dia meronta.

" Bang, aku selesaikan dulu masakanku biar kita makan." ujarnya
meninggalkan aku.
Sementara Ira memasak didapur, " johny walker " jalan terus
menelusiri tenggorokan ku. Pengaruh minuman mulai terasa, aku
baringkan tubuhku di sofa sederhana milik Ira.

"Bang...aku pusing." teriak Ira dari dapur. Ira jalan sempyongan
menuju ruang tamu. Segera kosongsong dia, kedekap tubuhnya.
"Ira mau tidur sebentar bang, " ujarnya.
Aku papah Ira kekamarnya. Ira kaget ketika tubuhnya kuangkat ke
tempat tidur." bang........."katanya lemah ketika tubuhnya keletakkan
ditempat tidur.

" Bang, bangunkan aku nanti sebelum pukul tujuh. Ira takut
ketiduran." ucapnya sebelum aku meninggalkan kamarnya.
" Ira, aku juga pusing berat nih. Aku juga takut ketiduran."
" Abang nakal, Ira dipaksa minum....akh...."

"Maaf Ira, abang pikir kamu berpura-pura." ucapku. Aku sentuh
bibirnya dengan lembut. Ira diam. Aku ulangi, masih tak berbalas,
tapi dia terus membiarkannya.

Hmm Ira....belum punya "jam terbang" pikirku, ingat pengalaman
beberapa tahun sebelumnya, ketika aku dan Magdalena saling "memberi"
tanpa sensasi, polos.

Aku melangkah keluar dari kamarnya, sebelum "berkarya" lebih jauh.
Aku baringkan tubuhku diatas sofa.
Ira dan Aku tertidur lelap, untung Sari datang sebelum pukul tujuh.

Sari menjerit kegirangan melihat aku ada diruang tamunya. Dia
merangkulku diatas sofa, " Bang....datang juga. Ira dimana, bang."?
Sari ketawa keras, ketika aku beritahu Ira teler. Sari berlari
kekamar Ira.

" Ira...kamu minum..? Sejak kapan kamu belajar minum..?" tanya Sari
" Abang Tan Zung paksa aku minum." jawabnya.
" Iya..bang?.Ira nggak pernah minum alkohol. Aku ...iya..sewaktu-
waktu." ucap Sari.

"Aku pikir Ira berpura-pura, aku sudah minta maaf kok." kataku
tertawa.
Sari mengingatkan Ira, waktunya berangkat kerja, "abang mandi dulu
biar kelihatan segar? " ujar Sari.

Ira menyerahkan handuk, "abang duluan mandi. Cepatan bang nanti kita
terlambat."
" Kenapa nggak mandi sama saja, biar jangan terlambat." ujarku nakal.
" Abang genit. Ayo.... abang duluan...nanti kita terlambat." desaknya
sambil menarik tanganku.
Sari tersenyum mendengar percakapan singkat antra aku dan Ira.

(Bersambung)

Los Angeles, September 10, 2008

Tan Zung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar