Dosenku Pacarku (48)


"When you look me in the eyes"

Mau dengar lagunya, klik disini....

If the heart is always searching/Can you ever find your home/I have
been looking for that someone
I'll never make it on my own /Dreams can't take the place and loving
you/There's gotta be a million reasons why it's true
(Chorus)
When you look me in the eyes/Tell me that you love me/Everything's
alright, /When you're right here by my side.
When you look me in the eyes/I catch a glimpse of heaven/I find my
paradise/When you look me in the eyes
(Verse 2)
How long will I be waiting/To be with you again/I'm gonna tell you
that I love you/In the best way that I can
I can't take a day without you here/You're the light that makes my
darkness disappear
(Chorus)
When you look me in the eyes/Tell me the you love me/Everything's
alright, /When you're right here by my side.
When you look me in the eyes/I catch a glimpse of heaven/I find my
paradise/When you look me in the eyes
(Bridge)
Moving on, I start to realize/I can reach my tomorrow /I can hold my
head up high/It's all because you're by my side
(Chorus) .........

================== 47 ===============
Dia mengusap kelopak mataku yang berurai airmata dengan kedua telapak
tangannya. Susan meluruskan kakiku di atas kedua pahanya sembari
mengurut telapak dan jari kaki ku. (Bersambung)
===================================

Susan bergegas ke tepian sungai, " sebentar, aku mau mengambil
handuk, abang kedinganan," ujarnya.
Susan melap seluruh tubuhku setelah dia membuka t-shirt yang aku
kenakan. Kembali Susan mengangkat kaki ku keatas pahanya sambil
mengurutnya.

"Ini akibat kenakalan abang," ujarnya menggoda sekaligus mengalihkan
rasa sakit ku.
Aku tertawa sambil meringis menahan rasa sakit, perih."Sebenarnya aku
bukan nakal, hanya Susan saja nggak dapat mengimbangi "permainanku".

Mestinya, ketika aku meninggalkanmu, Susan memanggilku dengan
nyanyian sambil memutar-mutar tubuhmu mengitari pohon, menengadahkan
tanganmu kearahku sambil menggoyangkan kepalamu dengan lirikan ekor
mata mu," gurauku lagi.

" Hahaha....maksud abang seperti film India? Ughhh...aku paling nggak
suka, film itu yang aku paling nggak suka, cengeng," balasnya
" Iya..inilah korban atas ke tidak sukaan mu itu, kaki terpelintir.
Bagaimana kalau sekarang Susan bernyanyi sambil mengurut kakiku,
supaya cepat pulih." ucapku tertawa.
*****
Susan mengangkat tubuh dari atas batu tempat aku duduk dan memapah ku
ke tepi sungai. Ibu Rukiah melihat ku berjalan tertatih-tatih
membelah aliran sungai, segera berlari menuju ke arah kami. Dia
membatu Susan memapah ku.

Rukiah berlari menuju rumahnya setelah membaringkanku di pinggir
sungai, " Susan, sebentar aku mau mengambil minyak urut kerumah,"
ucapnya.

"Susan, jangan biarkan Rukiah mengurut kaki ku, dia mengira kalau
kaki aku baru saja terkilir. Lebih baik Susan sendiri mengurutku,
sepertinya tangan mu " jodoh "dengan kakiku."

"Oalaah..bang, sudah kesakitan masih genit,"
" Biarkanlah aku genit dengan pacar ku. Susan setuju kalau aku genit
ke pada Rukiah.?"
Tanpa merasa risih, Susan mendekapku yang sedang terbaring dipinggir
kali, sambil menunggu ibu membawa minyak urut.

" Nggak bang, aku hanya bergurau, aku tak melarang apapun yang abang
perbuat, kecuali...."
" Susan, jangan kau umpan darah kemulut "singa lapar".
`Iya..bang, aku nggak akan mengumpan darah ke mulut singa. Aku
hanya "mengurbankan darah" kepada abang, juga jiwaku, semua aku
persembahkan hanya kepada abang."

" Ahh..Susan, sepertinya, bagi insan sedang jatuh cinta, tulang
lidah, lumat remuk di bakar api asmara."
" Andaikan tidak, manalah aku dan abang sampai kesini," ujarnya
sambil menindih tubuhku.

"Susan, awas orang sekitar. Apa kamu nggak malu ditonton orang
banyak.?
" Nggak, aku nggak peduli, aku nggak berbuat apa-apa kok. Masya aku
tak boleh mencium dan tidur-tiduran dengan calon suamiku.!"

" Tapi bukan disini tempatnya, lagi, aku sedang kesakitan."
"Bang, jangan cengeng, yang sakit kakinya bukan yang ini ," ucapnya
seraya memukulkan tangannya ke atas dada ku pelan.

Ibu Rukiah tiba dengan membawa satu botol kecil berisi minyak urut.
Susan, tidak membiarkan Rukiah mengoleskan minyak ke pergelangan
kakiku yang sedang"sekarat". "Biar aku yang mengoleskannya," ujar
Susan sambil meraih minyak dari tangan Rukiah.

Susan dan Rukiah memapahku ke rumah setelah mengoleskan minyak urut.
Mereka membaringkanku ke atas tempat tidur. " Ibu, tolong rebus air
untuk permandian abang," pinta Susan.

Tangan Susan kembali mengoleskan minyak sambil mengurut pergelangan
kaki ku. Rasa sakit terasa berkurang, Susan membiarkan ku tidur
beberapa saat, sementara dia tertidur dikursi disisi tempat tidur
dengan meletakkan wajahnya diatas telapak tangan kanan ku.

Susan tidak mendengar suara Rukiah memanggil dari luar kamar. Dia
terbangun ketika aku mengusap-usap wajahnya, " bangun, ibu Rukiah
memanggil mu."

Susan enggan bergerak dari kursi, kembali dia meletakkan wajahnya
diatas telapak tangan ku sembari menciuminya. Kembali suara ibu
Rukiah memanggil Susan dan memberitahu jika air panasnya telah
tersedia.

" Bang sebentar aku persiapkan permandian mu." ucapnya meninggalkan
ku.( Bersambung)

Los Angeles. Oct 9,2008
Tan Zung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar