Dosenku Pacarku (12)


"When I Need You"

When I need you/Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you/It's only a heart beat away

When I need love/I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love/Keeping me warm night and day

Miles and miles of empty space in between us/A telephone can't take
the place of your smile
But you know I wont be traveling forever/It's cold out, but hold out
and do like I do

When I need you/I just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you babe/It's only a heartbeat away

It's not easy when the road is your driver/Honey, that's a heavy load
that we bear
But you know I won't be traveling a lifetime/It's cold out but hold
out and do like I do
When I need you

When I need love/I hold out my hands and I touch love
I never knew there was so much love/Keeping me warm night and day

When I need you/Just close my eyes and I'm with you
And all that I so want to give you/It's only a heart beat away

http://www.youtube.com/watch?

================== 11==========
Susan mengecup bibir ku, "selamat malam, selamat bermimipi indah
honey " balasnya, sembari menarik selimut untuk kami berdua.
Ahh.....Susan, kenapa nggak habis-habisnya kau menggodaku? kata ku
dalam hati. (Bersambung)
==============================
AKU tak dapat menikmati tidur malam itu.Bahkan,hampir
saja "pertahananku" jebol mengarungi lembah kenistaan. Dengan bahasa
Inggeris yang cukup mengerti, Susan mengajak ku memenuhi hasratnya,"
One night stand ...?


" No way .!" Susan, aku sangat letih," jawab ku.
Hmmm...aku baru sadar, ketika Susan meneteskan airmatanya
karena "dahaga" yang tidak terpuaskan.? Huh....apalagi yang aku
miliki kalau "keutuhan" itupun harus ku korbankan dengan perempuan
yang telah bersuami?

Lho...sedang mabuk kok masih sadar rambu moral !? Iya...aku telah
terlatih bertahun-tahun dengan mantan pacarku. Kala itu, apapun dapat
aku dan mantan pacar lakukan di kamar ketika berdua hingga larut
malam. Tetapi, mantan pacarku Magdalena selalu menyadarkan ku.

Ketika " olah tubuh" mencapai puncak, kadangkala aku mau "nakal'.
Dengan lembut, kata ini meluncur dari mulut Magdalena, " bang,
jangan...!

Hingga hubungan kami yang berakhir tragis, ke "utuhan" itu masih kami
miliki, dan itu pula yang tersisa aku punya, hati dan pikiran telah
compang-camping. Sungguh, aku tak sudi kalau apa yang telah
ku "rawat" lama akan berakhir tragis malam ini dengan perempuan
bersuami pula.

Untuk mengobati hatinya yang kecewa, aku kecup bibirnya dan menghapus
manik-manik bening dikelopak matanya. Dia menatapku lama, matanya
redup sementara bibirnya dikatupkan masih menahan isak. Aku berusaha
membujuknya supaya kembali ke kamarnya.

" Zung........aku kedinginan." ujarnya.
Aku tahu arah permyataanya, segera kualihkan dengan tawaran minum
alkohol untuk pemanas tubuh. Susan menolak ketika ku tawarkan minuman
alkohol itu.
****
Malam semakin larut, aku dan Susan tak tahan menahan rasa kantuk,
kami terlelap hingga menjelang siang. Pembantu perempuan
berunglangkali mengetuk pintu kamarnya, dia tidak tahu kalau Susan
sedang "merantau" di kamar sebelah, dengan ku. Susan mencubit pahaku
ketika membangunkannya, "Nyonya...nyonya...bangun, Iyem, ketuk pintu
kamar mu"

" Good morning tuan Tan Zung." ucapnya sambil mengelus pipiku.
" Good morning madame ." jawab ku.

Sebelum "bab" berlanjut, aku segera melompat dari tempat tidur. Susan
tertawa melihat tingkahku, segera dia menyusul.
" Tunggu dulu, aku mengambil handuk untuk tuan Tan Zung."
Dari percakapan "pendahuluan" pagi ini, hatiku sedikit lega,
urusan "dahaga"nya yang tidak terpuaskan tadi malam telah
terlupakan , berarti, hari ini urusan skripsiku bakal tuntas, pikir
ku.

Baru saja menanggalkan pakaian yang aku kenakan, aku mendengar
ketukan pintu memanggil namaku. Oaalaah...bu dosen ku genit amat.
Ketukan tak berhenti," iya bu..... tunggu," jawabku dari dalam sambil
melilitkan handuk ketubuhku yang hampir telanjang.

Aku membuka sedikit pintu kamar mandi, melongok dari selah pintu yang
terbuka, " mau mandi sama?' tanyaku bercanda.
" Husst...kamu genit." ujarnya sambil menjewer telingaku.
Oh...syukurlah, kamu sudah bertobat pikirku.
" Ganti t-shirtnya bang," ujarnya sambil menyerahkan t-shirt
berlogo "UCLA" ( Bersambung)

Los Angeles, August 29, 2008

Tan Zung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar