<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454</id><updated>2012-02-17T00:54:05.283+07:00</updated><category term='Teologi'/><category term='Produk Telekomunikasi'/><category term='Humor'/><category term='Kisah Sahabat'/><category term='Lirik Lagu'/><title type='text'>~simsontampubolon~</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>106</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-300788669352487151</id><published>2009-12-04T10:29:00.002+07:00</published><updated>2009-12-04T10:32:49.388+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi'/><title type='text'>Tuhan itu Baik Kepada Semua Orang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SxiCz8JMBsI/AAAAAAAAAWE/bkLjydNE5vU/s1600-h/santa23.gif"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 115px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SxiCz8JMBsI/AAAAAAAAAWE/bkLjydNE5vU/s200/santa23.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411218781115254466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang ..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(bdk. Mzm. 145:9a)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari yang terkasih,&lt;br /&gt;segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam suasana kebahagiaan Natal sekarang ini, kembali Tuhan menyapa dan mengingatkan kita umat-Nya untuk merayakan Natal ini dalam semangat kedamaian, kebersamaan dan kesahajaan. Dengan mengucap syukur sambil melantunkan kidung Natal dan doa, kita merenungkan, betapa baiknya Tuhan dalam kehidupan kita! Ia yang telah lahir bagi kita manusia, adalah juga Dia yang telah menebus dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah, Bapa kita. Dengan demikian, Ia menyanggupkan kita untuk hidup bersama, satu sama lain dalam damai Natal itu. "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya"[1]. Kabar Gembira Natal itulah yang harus kita hayati dan wujud-nyatakan di dalam kehidupan kita bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema Natal kita tahun ini adalah: "Tuhan itu baik kepada semua orang." Tema ini hendak mengingatkan kita, bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia menurut gambar dan citra-Nya[2]. Allah adalah Allah bangsa-bangsa[3]. Ia tidak hanya mengasihi Israel saja, tetapi juga Edom, Mesir, bahkan semua bangsa-bangsa. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia".[4] Allah mengasihi dunia dan manusia yang hidup di sana dan manusia diperintahkan-Nya untuk mengolah dan menaklukkannya.[5] &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kelahiran Yesus Kristus adalah bagi semua orang, maka umat Kristiani pun hidup bersama dan bagi semua orang. "Semua orang" adalah siapa saja yang hidup dan bertetangga dengan kita, tanpa membeda-bedakan, sebagaimana Allah, Bapa di surga, juga menyinarkan matahari-Nya dan menurunkan hujan-Nya kepada semua orang tanpa membeda-bedakan.[6] Di dalam interaksi kita dengan sesama, pemahaman ini meliputi semua bidang kehidupan. Yesus Kristus memerintahkan, agar kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri.[7] Itulah hakikat inkarnasi Ilahi di dalam diri Yesus Kristus yang adalah Manusia bagi orang lain. Kelahiran Yesus Kristus mendasari relasi kita dengan orang lain. Maka kita menjalin relasi dengan sesama, tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dalam semangat inilah kita merayakan Natal sambil merefleksikan segala peristiwa yang telah kita lalui di tahun 2009 seperti misalnya Krisis Ekonomi Global, Pemilihan Umum, Aksi Terorisme sampai dengan Bencana Alam yang melanda beberapa wilayah Tanahair kita. Segala peristiwa tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa menyadari kebesaran Tuhan dan membuat kita rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan itu baik, karena Ia memampukan kita melewati semua peristiwa tersebut bersama sesama kita manusia. Maka Natal ini juga hendaknya memberikan kita hikmah dalam merencanakan hari esok yang lebih baik, bagi manusia dan bagi bumi tempat tinggalnya. Manusia yang diciptakan sebagai puncak dan mahkota karya penciptaan Allah, tidak bisa dilepaskan dari dunianya. Sungguh, "Tuhan itu baik bagi semua orang dan penuh rakhmat terhadap segala yang dijadikan-Nya".[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kala merayakan peringatan kelahiran Yesus Kristus, Tuhan kita, kami mengajak seluruh umat Kristiani setanah-air untuk bersama-sama umat beragama lain menyatakan kebaikan Tuhan itu dalam semangat kebersamaan yang tulus-ikhlas untuk membangun negeri tercinta kita. Sebagai bagian integral bangsa, umat Kristiani di Indonesia adalah warganegara yang secara aktif turut mengambil bagian dalam upaya-upaya menyejahterakan bangsa, karena kesengsaraan bangsa adalah kesengsaraan kita dan kesejahteraan bangsa adalah kesejahteraan kita juga. Dengan pemahaman solidaritas seperti itu, umat Kristiani juga diharapkan turut melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang baru Negara ini, demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata, termasuk juga demi terwujudnya upaya memulihkan keutuhan alam ciptaan yang menjadi lingkungan hidup kita. Merayakan Natal sebagai ungkapan penerimaan kedatangan Yesus Juruselamat, haruslah juga menjadi awal perubahan sikap dan tindakan untuk sesuatu yang lebih baik. Kedatangan Yesus bagi semua orang melalui karya-Nya, dahulu telah dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis dengan memaklumkan perubahan sikap dan tekad ini[9], baik melalui pewartaannya maupun melalui peri-hidupnya sendiri. Hal itu membuat mereka yang dijumpainya dan mendengar pewartaannya bertanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"[10] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karena itu, melalui pesan Natal ini, kami mengajak seluruh umat Kristiani:&lt;br /&gt;a.. untuk senantiasa menyadari kebaikan Tuhan, dan dengan demikian menyadari juga panggilan dan perutusannya untuk berbuat baik kepada sesamanya[11]. Kita dipanggil bukan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, sehingga kita dikalahkan oleh kejahatan, melainkan untuk mengalahkannya dengan kebaikan[12], supaya dengan melihat perbuatan baik kita di dunia ini, orang memuliakan Bapa yang di surga[13].&lt;br /&gt;• untuk melibatkan diri secara proaktif dalam berbagai upaya, terutama yang direncanakan oleh Pemerintah dalam program-program pembangunan manusia seutuhnya. Kita juga dipanggil untuk terlibat aktif bersama dengan gerakan-gerakan atau apsirasi-aspirasi lain, yang mempunyai keprihatinan tulus, untuk mewujudkan masyarakat majemuk yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keikhlasan dan solidaritas memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. untuk ikut terlibat aktif dalam menyukseskan program-program bersama antara Pemerintah dan masyarakat demi keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, tetapi juga antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya. Dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan dan keutuhan ciptaan, umat Kristiani hendaknya tidak hanya menjadi pelaku-serta saja, tetapi juga menjadi pemrakarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Saudara-saudari seiman yang terkasih, marilah kita berdoa juga bagi Pemerintah kita yang baru, yang dengan demokratis telah ikut kita tentukan para pengembannya, bersama dengan seluruh jajarannya dari pusat sampai ke daerah-daerah, agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Itulah yang diamanatkan oleh Undang-undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah pesan kami. Selamat Natal 2009 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2010. Tuhan memberkati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, November 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama&lt;br /&gt;PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA&lt;br /&gt;DI INDONESIA (PGI) (KWI)&lt;br /&gt;Pdt. Dr. A.A. Yewangoe Mgr. M.D.Situmorang OFMCap.&lt;br /&gt;Ketua Umum Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. R. Daulay Mgr. A. Sutrisnaatmaka MSF.&lt;br /&gt;Sekretaris Umum Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;[1] Luk. 2:14.&lt;br /&gt;[2] Bdk. Kej.1:26.&lt;br /&gt;[3] Bdk. Mzm. 47:9-10.&lt;br /&gt;[4] Yoh 3:16-17.&lt;br /&gt;[5] Bdk Kej. 1:38.&lt;br /&gt;[6] Bdk. Mat 5:45.&lt;br /&gt;[7] Bdk. Mat. 22:39.&lt;br /&gt;[8] Mzm. 145:9.&lt;br /&gt;[9] Bdk. Mrk. 1:4; Luk. 3:3.&lt;br /&gt;[10] Bdk. Luk. 3:10.&lt;br /&gt;[11] Luk. 6:33; Gal. 6:9.&lt;br /&gt;[12] Bdk. Rom 12:21.&lt;br /&gt;[13] Bdk Mat. 5:16; 1Ptr. 2:12.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-300788669352487151?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/300788669352487151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2009/12/tuhan-itu-baik-kepada-semua-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/300788669352487151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/300788669352487151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2009/12/tuhan-itu-baik-kepada-semua-orang.html' title='Tuhan itu Baik Kepada Semua Orang'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SxiCz8JMBsI/AAAAAAAAAWE/bkLjydNE5vU/s72-c/santa23.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2655285675016109546</id><published>2009-03-03T08:38:00.005+07:00</published><updated>2009-03-03T08:52:06.448+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Teologi'/><title type='text'>Partangiangan (Ibadah) Tempat Kampanye ? Ngak Lah Yauuuu….</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SayLN48uiOI/AAAAAAAAAVo/uTyj1LzeqYw/s1600-h/let+the+church.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 92px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SayLN48uiOI/AAAAAAAAAVo/uTyj1LzeqYw/s200/let+the+church.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308771131504625890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Partangiangan (Ibadah) Tempat Kampanye ? Ngak Lah Yauuuu…&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;St. Simson Tampubolon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat minum bandrek dimalam hari bersama seseorang yang saya hormati dan seorang sahabat saya, saya dikejutkan dengan rencana akan datangnya seorang Caleg dari partainya Esbeye ke partangiangan Wyik  (lingkungan) yang akan kami adakan pada hari Rabu yang akan datang. Sambil menarik rokok kesenanganku, aku diam seribu bahasa menanti mendengarkan penjelasan tujuan caleg yang bukan anggota jemaat wyik kami, ingin hadir di tempat ibadah di lingkungan kami sementara (yang saya tahu) caleg tersebut hampir tidak pernah mengikuti partangiangan di wyiknya. Katanya, tujuannya meminta doa agar dirinya dapat kembali duduk di parlemen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karena dalam penjelasan tersebut hanya dikatakan meminta doa, saya tawarkan, bagaimana bila caleg tersebut tidak perlu hadir di partangiangan wyik kami dan kami akan mendoakannya dan bila pun harus hadir dalam partangiangan tersebut, caleg dimaksud tidak boleh berbicara apalagi membagi-bagikan kartu nama atau apapun bahan-bahan peraga alat kampanyenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tawaran saya tersebut tidak menarik dan menanyakan apa alasan menolaknya. Tentu saja, saya menjelaskan bahwa  Eforus HKBP GHM Siahaan almarhum saat HKBP ditekan untuk memberi dukungan kepada kekuatan politik yang sangat berjaya di masa pemerintahan Orde Baru pernah mengatakan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Let The Church be The Church&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Biarlah gereja tetap gereja yang netral tidak berpihak kepada partai tertentu dan menjaga jarak kepada partai politik. Kedua, dari dulu juga Undang-undang melarang hal itu !. Dalam Undang-undang yang berlaku saat ini, yakni UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, dan DPRD dan Peraturan KPU No. 19 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD, dilarang untuk melakukan kampanye di tempat ibadah (Pasal 84 UU No.10/2008 dan Pasal 26 (1) h, Peraturan KPU No. 19/2008). Dalam UU dan Peraturan tersebut, jelas didefinisikan bahwa Kampanye Pemilu adalah kegiatan peserta pemilu untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program peserta pemilu termasuk mengajak memilih seseorang atau partai tertentu. Bagi saya, kedatangan kami setiap Rabu malam ke rumah-rumah jemaat untuk melakukan partangiangan bahwa rumah tersebut adalah tempat ibadah atau ‘memindahkan’ gedung gereja ke rumah jemaat. Jadi jelaslah melakukan kampanye di partangiangan, walaupun setelah ibadah ditutup tidak diperkenankan. Berita bahwa Panwaslu Kota Medan pada tanggal 8 Februari 2008 lalu melaporkan dua caleg perempuan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta satu orang fasilitator ke Poltabes Medan karena dituduh melakukan kampanye di tempat ibadah di salah satu rumah  pada saat perwiridan (&lt;a href="http://harianmandiri.wordpress.com/2009/02/09/panwaslu-medan-polisikan-caleg-perempuan-ppp/"&gt;http://harianmandiri.wordpress.com/2009/02/09/panwaslu-medan-polisikan-caleg-perempuan-ppp/&lt;/a&gt;), memperjelas pemahaman saya bahwa ‘kampanye’ ditempat peribadatan (walau dilakukan dirumah-rumah) merupakan pelanggaran !.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penjelasan tersebut, kedua rekan saya minum bandrek tadi, memahami dan menyetujui bahwa kedatangan seseorang caleg pada partangiangan tidaklah perlu didukung. Dan kami sepakat untuk menjadi bahan pembahasan di sermon hari Selasa yang akan datang. Walau konsekwensi dari tidak diperkenankannya caleg tersebut akan berdampak juga bagi sahabat kami satu kumpulan yang juga merupakan seorang caleg akan terkena dampak dari ketidak setujuan saya tersebut. Maaflah, saya tidak pernah melihat sentimen perkerabatan atau karena tidak senang kepada seseorang untuk menyatakan pendapat. &lt;br /&gt;Sayang, saya memang tidak pernah bisa tepat waktu untuk Sermon yang selalu dimulai pukul 16.30 karena pekerjaan saya harus menuntut pulang secepat-cepatnya pukul 17.30. Kehadiran saya di Sermon tersebut hampir tidak berguna karena telah ditetapkan kedatangan seorang Caleg ke partangiangan diperbolehkan. Namun saya belum patah arang. Sebelum sermon ditutup, saya minta izin untuk berbicara sebentar, dan saya menggugat  keputusan yang telah ditetapkan untuk mengizinkan seorang caleg untuk berkampanye di partangiangan Wyik dengan menyampaikan alasan-alasan di atas. Seorang rekan saya Sintua, yang  pada periode pemilu lalu melakukan ‘kampanye’ (sebagaimana definisi di atas) tidak sepakat dengan perkataan saya. Pertama, kegiatan tersebut bukanlah kampanye menurutnya dan juga mencontohkan bahwa Pimpinan HKBP pun telah melakukannya dengan mengumpulkan warga jemaat yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif untuk di doakan. Oleh karena itu, bila ada yang tidak setuju dengan hal kebijakan pimpinan HKBP tersebut, dipersilakan untuk keluar dari HKBP. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, himbauan atau saran untuk keluar dari HKBP,  saran kekanak-kanakan dan juga mengada-ada tersebut tidak akan pernah saya hiraukan. Terserahlah, kalau mengatakan kegiatan itu bukan kampanye, saya mengartikan yang mengatakannya tidak memahami definisi kampanye yang dimaksudkan oleh perundang-undangan. Kedua, walaupun kegiatan pengumpulan Caleg dengan alasan untuk didoakan inipun saya kurang setuju, namun setahu saya, dalam acara tersebut, para caleg hanya hadir dan paling banter didaulat datang kedepan dan tidak berbicara untuk mengajak  memilih dirinya atau partai tertentu atau tidak diperkenankan berkampanye. Disamping itu, sebagai manusia tentu saja, pimpinan memungkinkan membuat kebijakan yang kurang tepat dan kita tidak harus keluar dari organisasi tersebut. Bahkan kita harus menjadi bagian dari reformasi menuju kebenaran. Bukan malah keluar !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau diskusi yang tidak kondusif tersebut berakhir dengan tidak mengubah keputusan sebelumnya, yakni membolehkan seorang caleg ‘berkampanye’ dalam suatu partangiangan, namun diakhir diskusi, saya mengatakan, akan melaporkan ke KPU atau ke  Panwaslu, bila seseorang ‘nekat’ berkampanye di partangiangan wyik atau lingkungan kami. Kalau di wyik lain yang tidak saya lihat ya terserah saja.&lt;br /&gt;Kita menganut azas pemisahan negara dan agama. Partai adalah partai. Gereja adalah gereja. Partai (yang didalamnya banyak orang Kristen) jangan menganggap diri sebagai gereja. Sebaliknya: gereja juga jangan jadi partai atau onderbouw partai, termasuk yang memakai label dan simbol kristen. Kalau mau berpartai silakan. Kalau ingin jadi anggota parlemen atau bupati atau sekalian Presiden baik-baik saja. Tapi mari sama-sama jangan jadikan gereja sebagai kenderaan atau kuda tunggangan. Oleh karena itu, saya mengajak semua warga gereja dan Majelis gereja, bersatu hati dan kukuh menjaga independensi gereja ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai bahasa Eforus GHM Siahaan mendiang: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Let the Church be the Church. Let the priest  be the priest&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Bahasa bataknya: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;paloas ma huria tongtong gabe huria&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Horas !!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2655285675016109546?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2655285675016109546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2009/03/partangiangan-ibadah-tempat-kampanye.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2655285675016109546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2655285675016109546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2009/03/partangiangan-ibadah-tempat-kampanye.html' title='Partangiangan (Ibadah) Tempat Kampanye ? Ngak Lah Yauuuu….'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SayLN48uiOI/AAAAAAAAAVo/uTyj1LzeqYw/s72-c/let+the+church.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-7084862779876214327</id><published>2009-02-12T14:08:00.001+07:00</published><updated>2009-02-12T14:10:37.119+07:00</updated><title type='text'>"Vox Populi Vox Dei"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SZPLYFWiDzI/AAAAAAAAAVE/botnqxZFgN4/s1600-h/pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 72px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SZPLYFWiDzI/AAAAAAAAAVE/botnqxZFgN4/s200/pemilu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301804800959188786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 24/PUU-IV/2008 yang membatalkan ketetentuan penetapan calon terpilih melalui nomor urut dalam UU No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu, pada Pasal 214 menjadi berdasarkan suara terbanyak, disambut hangat banyak kalangan khususnya masyarakat. Rakyat dapat menentukan siapa wakil yang dikehendaki dalam parlemen. Vox populi vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan.&lt;br /&gt;Mekanisme dengan sistem suara terbanyak patut diberi apresiasi karena telah mengembuskan angin segar bagi demokrasi kita. Sistem nomor urut yang selama ini dinilai sarat dengan muatan KKN –sering kali dalam proses penentuan nomor urut terjadi politik uang-, tergantung kedekatannya dengan partai tinimbang dengan masyarakat atau konstituennya. Yang akhirnya, kader partai yang  duduk di legislatif cenderung sangat loyal kepada pengurus partai tinimbang pemilih yang menjadi konstituennya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Disatu sisi, sistem berdasarkan suara terbanyak akan menumbuhkan kompetisi antara caleg parpol yang berbeda maupun sesama caleg dalam satu partai. Dengan sistem suara terbanyak, semua caleg mendapat kesempatan sama untuk menjadi caleg terpilih. Terpilih atau tidaknya caleg tergantung bagaimana caranya caleg meraih simpati pemilih. Bagaimana mumpuninya dan bagaimana caleg dapat menjelaskan perjuangannya nantinya dengan baik ke masyarakat pemilih. Kapasitas dan integrasi caleg diuji. &lt;br /&gt;Mekanisme suara terbanyak memang lebih demokratis, kompetitif, dan memenuhi rasa keadilan dibandingkan nomor urut. Namun, penerapan sistem ini, disamping dapat menyebabkan saling jegal antarcaleg baik yang berbeda partai maupun antarcaleg yang berasal dari satu parpol. Persaingan ini bisa menjadi tidak sehat dan meninggalkan kaidah-kaidah etika. Disisi lain, penerapan sistem suara terbanyak, dapat menimbulkan ketidakpastian hukum (legal uncertainty). Pada UU No. 10 tahun 2008 Pasal 218, calon terpilih anggota DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota dapat diganti dengan calon dari daftar calon lain pada daerah pemilihan yang sama berdasarkan surat keputusan pimpinan partai politik yang bersangkutan. Ketidak jelasan kesepakatan internal partai dapat menjadi celah terjadinya kepentingan partai atau praktek KKN. Bila ini terjadi maka kesepakatan partai lebih tinggi dari kekuatan hukum undang-undang.&lt;br /&gt;Terlepas dari persoalan-persoalan di atas, saat ini masyarakat lebih jeli dan cerdas, memilih siapa yang akan menjadi wakilnya duduk di parlemen. Walau, masyarakat tetap menerima  kehadiran  dan menerima pemberian caleg namun masyarakat tetap apatis menanggapi janji yang diucapkan dan tawarkan. Apalagi bila selama ini sejumlah caleg yang sudah pernah duduk di parlemen kurang dikenal pemilihnya karena terlalu sibuk di kegiatan lain atau di kegiatan partai, akhir-akhir ini mendadaki berlomba-lomba mengejar popularitas mendatangi para konstituennya.&lt;br /&gt;Persoalannya adalah siapa yang berhak menyandang sebutan wakil rakyat yang terhormat ? Bagaimana memilih 100 orang wakil rakyat di Provinsi Sumatra Utara dan bagaimana memilih 50 orang wakil rakyat di Kota Medan. Perkara ini tentu tidak mudah. Ditambah lagi, kiprah para caleg belum pernah dikenal masyarakat dan rekam jejak sebagian mereka tidak banyak diketahui. Berbagai peringatan pernah kita dengar, ketika hendak memilih sesorang. Jangan memilih kucing dalam karung, jangan memlihih politikus busuk dan lainnya. Hal ini bisa terjadi karena masyarakat tidak mengenal caleg dengan baik. Konsekwensi ini dapat mendorong pemilihan caleg akan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) atau primordial, juga politik uang. Kalau ini yang terjadi, kita tidak akan dapat menghadirkan wakil rakyat yang berkualitas dan memikirkan rakyatnya. Artinya, kita akan  sulit mengharapkan perubahan yang kita harapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau sebagian dari caleg tidak kita ketahui rekam jejaknya dan mendadak sibuk mencari popularitas dengan terjun langsung mengenalkan diri ke masyarakat pemilih, setidaknya,kualitas para caleg dapat tercermin dari spanduk, stiker atau baliho yang mereka pasang. Bila melihat berbagai alat peraga kampanye, mulai dari spanduk, baliho yang marak bertebaran diberbagai tempat saat ini di kota Medan, dan juga stiker serta kartu nama para caleg yang diberbagai pertemuan akan kita terima, kita akan kesulitan menemukan ada kata-kata cerdas yang menjadi visi dan misi dari caleg tersebut. Dimana, yang seharusnya, alat peraga kampanye tersebut berisikan visi, misi &amp; program  caleg yang bersangkutan, tidak hanya simbol-simbol atau tanda gambar peserta pemilu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa diskusi dengan para caleg, hampir sebagian caleg kurang mau belajar dan kurang mau mendengar. Hal ini bisa dinilai dari sejauh mana para caleg memahami dan mengerti akan undang-undang saat ini yang berlaku khususnya yang berhubungan dengan pemilu diantaranya UU No.10/2008 tentang Pemilu dan Peraturan KPU No. 19/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD serta lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Peraturan KPU Nomor 19 Tahun 2008 tanggal 30 Juni 2008 perihal Pedoman pelaksanaan Kampanye Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD &amp; DPRD.jelas ditegaskan bahwa penempatan alat peraga tidak pada jalan-jalan protokol dan harus mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan dan keindahan kota sesuai dengan Peraturan Daerah setempat serta harus berjarak dari alat peraga peserta pemilu lainnya. Memang kita sadari, keindahan tidak selalu memiliki rumusan tertentu. Ia berkembang sesuai penerimaan masyarakat terhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Karena itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, suatu karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi standar keindahan dan the ugly, suatu karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan dan oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, namun jika dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penempatan spanduk &amp; baliho yang ada sekarang, kelihatan para caleg tak percaya diri untuk menyampaikan visi, misi dan program yang akan diperjuangkannya kelak dan tidak mempunyai nilai estetika atau lebih parah lagi tidak memahami peraturan yang berlaku, sebagaimana yang diatur oleh KPU pada Peraturan KPU No.19 tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilu anggota DPR, DPRD &amp; DPD. Itu artinya caleg tersebut tidak layak untuk dipilih dan tak layak menjadi anggota parlemen yang terhormat. Belum jadi anggota legislatif saja tidak mengindahkan peraturan atau tidak mau tahu akan ketentuan yang berlaku. Bagaimana lagi bila sudah menjadi wakil rakyat sudah tentu semaunya saja menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi dan partai politiknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisis ekonomi global juga akan memicu maraknya praktik politik uang dalam mencari simpati para konstituen. Tentu saja, uang atau barang apa pun yang ditawarkan oleh para caleg dapat diterima, namun caleg tersebut tidak perlu dipilih. Sebab, bila ada caleg yang mempratikkan politik uang, itu artinya calon wakil rakyat yang tak percaya diri, kurang berprestasi dan tidak berkualitas yang tentunya tidak perlu dipilih.&lt;br /&gt;Namun, apa pun hasilnya dari pemilu nanti, harus diterima dengan legawa, karena itulah kehendak rakyat: vox populi vox Dei. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-7084862779876214327?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/7084862779876214327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2009/02/vox-populi-vox-dei_9993.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7084862779876214327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7084862779876214327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2009/02/vox-populi-vox-dei_9993.html' title='&quot;Vox Populi Vox Dei&quot;'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SZPLYFWiDzI/AAAAAAAAAVE/botnqxZFgN4/s72-c/pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4078022564187294964</id><published>2008-11-29T06:36:00.002+07:00</published><updated>2008-11-29T06:36:00.498+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (88) - Tamat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS17hZgLSFI/AAAAAAAAAUs/-fbdZ7yUFV8/s1600-h/love3.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS17hZgLSFI/AAAAAAAAAUs/-fbdZ7yUFV8/s200/love3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273006552432461906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;My Love, Goodbye &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://youtube.com/watch?v=tTGjbKc-YOQ"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hear the wind sings a sad old song/it knows I'm leaving you today&lt;br /&gt;please don't cry oh my/heart will break/when I'll go on my way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;goodbye my love goodbye/goodbye and au revoir&lt;br /&gt;as long as you remember me/ I'll never be too far&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;goodbye my love goodbye/I always will be true&lt;br /&gt;so hold me in your dreams til I/come back to you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see the stars in the skies above/they'll shine wherever I may roam&lt;br /&gt;I will pray every lonely night/that soon they'll guide me home&lt;br /&gt;goodbye&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================" 87 ============&lt;br /&gt;" Sudah puas rindu mu amang sama bapauda.?" tanyanya.&lt;br /&gt;Aku mengangguk, " Iya inang uda, rindu ku telah puas. Aku kini merasa &lt;br /&gt;lega berangkat ke Jakarta." jawab ku tersendat.&lt;br /&gt;Jonathan memelukku erat sekali," Bang kemana saja? Selamat bang, maaf &lt;br /&gt;aku nggak bisa hadir pada acara wisuda lalu,"ujarnya sambil menyalam &lt;br /&gt;ku. (Bersambung)&lt;br /&gt;===========================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengantarkan ku ke airport tanpa kehadiran Mawar. Berapa saat &lt;br /&gt;aku dan Magda duduk diruang tunggu. Sengaja kami berangkat lebih awal &lt;br /&gt;agar lebih lama mengobrol sebelum berpisah. Aku dan Magda berbicara &lt;br /&gt;penuh rasa persahabatan dan kekeluargaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Suasana berubah ketika Maya dan kakaknya Lisa datang menemuiku,kecut. &lt;br /&gt;Magda menyongsong mereka ke luar ruang tunggu. Aku bergabung dengan &lt;br /&gt;mereka. Maya menarik tangan ku memisahkan diri dari kakaknya dan &lt;br /&gt;Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya bersedih melepaskan ku, dan minta maaf karena tidak pernah &lt;br /&gt;menemuiku. " Aku kemarin datang kerumah abang, tetapi kata ibu kost &lt;br /&gt;abang jarang di rumah." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menanggapi ucapannya. "Sampaikan salam ku kepada om mu &lt;br /&gt;itu." ujarku sambil menarik tangannya bergabung kembali dengan &lt;br /&gt;Magda dan kakaknya. Maya dan Lisa meninggalkan aku setelah mereka &lt;br /&gt;menyalami ku. Aku dan Magda masuk keruang tunggu melanjutkan obrolan &lt;br /&gt;yang terputus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini, Magda tak dapat menahan rasa sedihnya. "Bang, jangan lupa &lt;br /&gt;telephon Magda kalau sudah tiba di Jakarta. Hati-hati jangan lagi kau &lt;br /&gt;sakiti hati perempuan. Cukuplah aku bang." ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Magda, kenapa lagi kau mengingatkan masa lalu kita.?"&lt;br /&gt;" Aku sudah berusaha bang, tetapi kadang kala kenangan itu datang &lt;br /&gt;sendiri. Sukar sekali melupakannya. Lima tahun waktu yang cukup lama &lt;br /&gt;kita saling mencinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian abang datang lagi, meski ruang hatiku telah tertutup kepada &lt;br /&gt;siapapun. Aku akui, kadangkala aku sukar membedakan antara saudara &lt;br /&gt;dan asmara; Abang telah memberikan keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kali kedua, waktu jua yang memisahkan kita. Zung, aku ingin &lt;br /&gt;mencium mu untuk yang terakhir sebagai orang yang pernah kau kasihi &lt;br /&gt;dan juga sebagai saudara," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menyandarkan wajahnya diatas dadaku usai mencium ku, sambil &lt;br /&gt;menyeka air mata dengan saputangannya.&lt;br /&gt;" Magda, waktu jua yang akan memisahkan kita. Ternyata pemilik waktu &lt;br /&gt;itu tidak merestui kita. Magda telah tulus melepaskan ku? Jawablah &lt;br /&gt;aku Magda. Dalam beberapa menit lagi kita sudah akan berpisah." desak &lt;br /&gt;ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda diam, membisu. Akhirnya dia perlahan menggelengkan kepalanya, &lt;br /&gt;kembali dia membenamkan wajahnya dalam pelukan ku. " Aku nggak tahu &lt;br /&gt;bang, apakah aku tulus atau tidak. Seperti aku tadi katakan, aku &lt;br /&gt;sukar membedakan antara saudara dan asmara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang telah memberikan keduanya. Tetapi percayalah, aku tidak &lt;br /&gt;memendam meski itu sangat menyakitkan. Aku berdoa tulus kepada mu, &lt;br /&gt;semoga abang mendapatkan perempuan yang lebih dari ku," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kaulah yang terbaik bagi ku, tetapi sang pemilik waktu itu tidak &lt;br /&gt;mengijinkan kita duduk bersanding dalam pelaminan," balasku seraya &lt;br /&gt;menghapus airmatanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama berselang setelah aku dan Magda melepaskan cetusan hati yang &lt;br /&gt;terakhir, aku melihat Susan datang tergopoh-gopoh menuju keruang &lt;br /&gt;tunggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menyangka kalau Susan akan datang ke airport, karena &lt;br /&gt;sebelumnya Susan menyatakan dalam suratnya tidak akan ikut &lt;br /&gt;menghantarkan ku. Magda pergi berpura-pura membeli susuatu ke sebuah &lt;br /&gt;kios kecil di airport itu, membiarkan ku bicara berduaan dengan &lt;br /&gt;Susan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, aku mencoba melupakan mu dalam beberapa hari ini, ternyata &lt;br /&gt;tak semudah itu. Aku juga tak dapat membohongi diri ku. Aku ingin &lt;br /&gt;menghantarkan mu, barang kali ini adalah pertemuan kita yang &lt;br /&gt;terakhir, walupun aku mengharap tidak. Zung, jangan lupa telephon aku &lt;br /&gt;kalau sudah tiba di Jakarta." Aku menggangguk, "Iya aku janji akan &lt;br /&gt;menelephon mu, " jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=V9N5qhBE_oU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda kembali bergabung denganku dan Susan. Tak ada perasaan canggung &lt;br /&gt;diantara kami bertiga. Pembicaraan kami mengalir bagaikan air sungai &lt;br /&gt;bening dimana aku, Magda dan Susan berenang bersama beberapa hari &lt;br /&gt;sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengumuman dari maskapai penerbang mengakhiri pertemuan ku dengan &lt;br /&gt;Magda dan Susan. Susan mengecup pipiku lembut, dia dapat menguasai &lt;br /&gt;emosinya meski matanya memerah, " Zung, selamat jalan sayang," &lt;br /&gt;bisiknya di telingaku sambil melepaskan pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda....? Akh sama "galak"nya terhadap ku akhir-akhir ini, demikian &lt;br /&gt;juga "galak"nya ketika akan berpisah. Magda tak dapat menguasai &lt;br /&gt;dirinya. Dia memeluk ku sangat erat dan menciumi pipiku kiri kanan. &lt;br /&gt;Magda menangis sesunggukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung segera pulang. Aku nggak ada teman bang, " ujarnya sambil &lt;br /&gt;membaringkan wajahnya diatas bahu ku. Susan juga ikut terharu melihat &lt;br /&gt;tangisan dan ucapan lirih Magda di atas bahu ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menahan pahitnya perpisahan ini, tetapi kedua kelopak &lt;br /&gt;mata ku tak kuasa membendung cairan bening berderai membasahi wajah &lt;br /&gt;ku. Aku meraih tangan kedua mantan kekasih ku. Magda dan Susan &lt;br /&gt;membiarkan aku mencium tangan mereka bergantian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magdalena menyeka air mata ku hingga suara lirih kudengar, " Zung, &lt;br /&gt;selamat jalan. Bang pergilah..pramugari telah menunggu mu di tangga &lt;br /&gt;pesawat, "ujar Magda seraya menyeka air mataku lagi dengan &lt;br /&gt;saputangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bawalah ini bang," ucapnya sambil menyerahkan ketangan ku &lt;br /&gt;saputangan yang basah oleh airmata kedua insan yang pernah saling &lt;br /&gt;mengasihi. Wajah Susan tampak terharu memperhatikan "adegan" ku dan &lt;br /&gt;Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ujung tangga pesawat, aku menoleh kepada mereka. Aku melihat &lt;br /&gt;Susan meletakkan tangan kanannya diatas bahu Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan kedua mantan kekasih ku itu melambai menghantarkan ku &lt;br /&gt;mengarungi perjuangan serta kehidupan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vaya Con Dios my darling.... Vaya Con Dios my love... Goodbye, my &lt;br /&gt;hopeless dream ( S e l e s a i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 13, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4078022564187294964?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4078022564187294964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-88-tamat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4078022564187294964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4078022564187294964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-88-tamat.html' title='Dosenku Pacarku (88) - Tamat'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS17hZgLSFI/AAAAAAAAAUs/-fbdZ7yUFV8/s72-c/love3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-6590371267760822459</id><published>2008-11-28T06:33:00.000+07:00</published><updated>2008-11-28T06:33:01.585+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (87)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS16voiLQ0I/AAAAAAAAAUk/dEdIe4qyKt4/s1600-h/love2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 97px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS16voiLQ0I/AAAAAAAAAUk/dEdIe4qyKt4/s200/love2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273005697473921858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" Without You"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=sc0YPP4qzLQ"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;No I cant forget this evening/Or your face as you were leaving/But I &lt;br /&gt;guess thats just the way/ The story goes/You always smile but in your &lt;br /&gt;eyes/Your sorrow shows/Yes it shows &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No I cant forget tomorrow/When I think of all my sorrow/When I had &lt;br /&gt;you there/But then I let you go/And now its only fair/That I should &lt;br /&gt;let you know/What you should know &lt;br /&gt;*) I cant live/ If living is without you/I cant live/I cant give &lt;br /&gt;anymore 2 X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No I cant forget this evening/Or your face as you were leaving/But I &lt;br /&gt;guess thats just the way/ The story goes/You always smile but in your &lt;br /&gt;eyes/Your sorrow shows/Yes it shows &lt;br /&gt;*) I cant live/ If living is without you/I cant live/I cant give &lt;br /&gt;anymore 2 X&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================= 86 ===============&lt;br /&gt;Aku kaget. Aku tak menyangka kalau Magda masih menyisakan hati yang &lt;br /&gt;terluka atas hubungan kami.( Bersambung)&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Magda, tadi aku telah ingatkan, Susan salah mengerti tentang &lt;br /&gt;hubungan kita. Atau kamu masih kecewa dengan ku? Bukan kah kita sudah &lt;br /&gt;sepakati untuk melupakannya? Kenapa Magda bersedih lagi. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku sudah berulangkali mohon maaf, Magda masih belum tulus memaafkan &lt;br /&gt;ku?. Aku, sungguh telah melupakannya. Itu sebabnya aku hampir setiap &lt;br /&gt;hari datang kerumah ini, karena Magda telah kuanggap bagian dari &lt;br /&gt;keluarga ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda diam. Dia mengambil envelope itu lagi dan menyerahkan ketangan &lt;br /&gt;ku. Aku pindah kedekatnya, " Magda, relakanlah aku pergi agar aku &lt;br /&gt;tidak punya beban. Aku tak ingin melihat mu bersedih seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda, aku menyadari kekeliruanku dulu. Aku sadar tak mungkin lagi &lt;br /&gt;mendulang cinta dari hati yang terluka. Aku telah merelakan mu pergi &lt;br /&gt;dengan siapapun lelaki yang mencintai mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menggelengkan kepalanya." Nggak bang, semuanya telah berakhir, &lt;br /&gt;hatiku telah tertutup, " ucapnya dengan suara serak.&lt;br /&gt;" Magda, besok aku mau berangkat, lepaskanlah aku dengan tulus. &lt;br /&gt;Tolong jangan menambah beban pikiran ku lagi. Magda &lt;br /&gt;telah "menyelamatkan" aku dengan Susan. Kini malah Magda menyiksa &lt;br /&gt;perasaan ku saat mau pergi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda diam, kedua matanya masih memerah mengeluarkan airmata &lt;br /&gt;membasahi wajahnya. Dia meninggalkan ku sendirian di ruang tamu. Aku &lt;br /&gt;duduk diliputi rasa tanya, kenapa sikap Magda berubah lagi &lt;br /&gt;terhadapku. Pada hal akhir-akhir ini aku telah dianggapnya keluarga &lt;br /&gt;dekat sebagai bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini aku seakan mendengar gaung genta dari lorong gelap nan sepi. &lt;br /&gt;Telingaku tak mampu lagi mendengar gaung yang melolong panjang dan &lt;br /&gt;memilukan, mendera kalbu. Aku tak kuasa menahan getar cekaman sukma &lt;br /&gt;dari seseorang yang pernah aku kasihi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan tubuh dalam kepenatan jiwa diatas sofa ruang tamu. &lt;br /&gt;Mata ku sukar terpejam didera galau membalut jiwa. Malam itu, Magda &lt;br /&gt;tampaknya tidak dapat tidur. Magda menemuiku dalam pembaringan siksa, &lt;br /&gt;membujuk ku pindah ke ruangan yang telah dipersiapkannya. Aku &lt;br /&gt;menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, biarkan aku disini, sendiri menikmati kebekuan dan kebuntuan &lt;br /&gt;hati," ujarku sambil menggigil menahan dingin menusuk persendian &lt;br /&gt;tulang-tulang ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang nanti sakit. Besok mami memarahi ku lagi kalau abang masih &lt;br /&gt;tidur disini. Ayolah bang, aku sudah siapkan kamar untuk mu," &lt;br /&gt;bujuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergeming. Magda mengambilkan selimut dan menutupi tubuh ku &lt;br /&gt;setelah aku bersikeras tidak mau pindah. "Selamat malam bang," &lt;br /&gt;ujarnya sambil berlutut, meraih tangan ku dan menciumnya.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Pagi hari usai serapan, aku dan Magda duduk berduaan di meja makan. &lt;br /&gt;Inanguda ku, maminya Magda, telah keluar rumah.&lt;br /&gt;" Zung, besok aku nggak bisa mengantar abang ke airport." ujarnya &lt;br /&gt;dengan wajah kuyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, apa yang membuat hati mu berubah secepat itu ? Apa perlu &lt;br /&gt;abang membatalkan keberangkatan ku? Apa lagi yang harus aku lakukan &lt;br /&gt;agar hati mu puas? Terakhir ini aku mendengar dan mengikuti nasihat &lt;br /&gt;mu, bebanku hilang. Sekarang malah Magda menambah beban ku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, nggak ada yang berubah. Hanya aku belum siap berpisah dengan &lt;br /&gt;mu. Aku menyesali kenapa abang datang lagi dan kali kedua &lt;br /&gt;meninggalkan ku. Tak ada lagi teman ku berbagi rasa, walaupun kita &lt;br /&gt;selalu bertengkar. Aku sangat menyayangi mu sebagai saudara ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zung, aku tidak mengingat lagi masa lalu kita. Aku nggak sakit hati, &lt;br /&gt;hanya aku tidak tega memberangkatkan mu. Jangan sakit hati bang, &lt;br /&gt;Magda tak mampu melihat mu meninggalkanku sendirian di airport dan &lt;br /&gt;aku akan menanggung kesedihan sepeninggal mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah Magda, aku menghargai alasan mu. Tetapi ingatlah, masa-masa &lt;br /&gt;yang indah terakhir ini, sebagai keluarga dekat, kau akhiri dengan &lt;br /&gt;kesan menyakitkan. Aku tak yakin, Magda telah memafkan ku dengan &lt;br /&gt;tulus. Magda hanya berpura-pura, meski aku dengan tulus menemani mu &lt;br /&gt;sebagai keluarga dekat ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ugghh...aku permisi, selamat tinggal ito ku Magda yang baik." ujar ku &lt;br /&gt;sambil beranjak dari meja makan dan menyerahkan kunci motor yang &lt;br /&gt;tadinya aku pinjam untuk sesuatu urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tidak menghalangi ku pergi, tetapi dia menangis sambil berlari &lt;br /&gt;ke ruangan dapur. Magda berdiri di depan jendela dapur sambil menyeka &lt;br /&gt;air matanya. Aku mengikutinya dari belakang dengan perasaan gelisah.&lt;br /&gt;Sedikipun aku tak menduga kalau sikapnya akan berujung seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba mengingat-ingat barangkali ada sesuatu ucapan ku yang &lt;br /&gt;menyinggung perasaannya. Tapi aku sangat yakin, terakhir ini tidak &lt;br /&gt;sekalipun aku menyakiti hatinya; Juga, tidak pernah mempengaruhinya &lt;br /&gt;agar hubungan kami kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri kaku menatapnya masih dengan wajah sedih. Bibirnya &lt;br /&gt;bergetar menahan tangis sambil melangkah ke kursi di sudut ruangan &lt;br /&gt;dapur. Kedua tangannya menopang wajahnya, matanya menatap kearah ku, &lt;br /&gt;hampa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, nggak apa-apa kalau tidak mau mengantarkan aku ke airport. &lt;br /&gt;Tetapi, katakan sejujurnya sebelum aku meninggalkan rumah ini, apa &lt;br /&gt;yang membuat sikap mu seperti itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku janji, tidak akan tersinggung dan marah. Justru sikap mu seperti &lt;br /&gt;ini, tanpa pejelasan, membuat aku tersinggung dan sakit hati untuk &lt;br /&gt;seumur hidup, sungguh, " ucapku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menunggu jawaban terakhir sebagai simpul persahabatan ku; Sebagai &lt;br /&gt;keluarga, sekaligus sebagai perempuan yang pernah aku cintai dengan &lt;br /&gt;tulus, walau pada akhirnya terhempas diterjang badai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga menatapnya hampa, kecewa, iya sangat kecewa. Akankah &lt;br /&gt;semuanya berakhir tanpa aku mengerti apa dan mengapa? Detik-detik &lt;br /&gt;mencekam menunggu jawabannya membuat hatiku semakin tersiksa. &lt;br /&gt;Perlahan aku membalikkan tubuhku sambil melangkah keluar dari ruang &lt;br /&gt;dapur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera aku menghentikan langkah ku ketika mendengar Magda menghela &lt;br /&gt;nafasnya, panjang.&lt;br /&gt;" Iyalah bang, aku mau ikut mengantarkan mu ke airport," ujarnya &lt;br /&gt;pelan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera berlari menghampirinya serta mengangkat tubuhnya seperti &lt;br /&gt;anak kecil. Magda sesak dan berteriak sambil memukul-mukul dada ku.&lt;br /&gt;" Lepaskan aku, lepaskan aku abang genit,!" teriaknya . &lt;br /&gt;Kedua tanganya mencubit pipiku, kuat berbekas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran ku berteriak ketika Magda mencubit pipi ku kali kedua. " &lt;br /&gt;Biarin, supaya abang tetap ingat Magda," ujarnya.&lt;br /&gt;Magda menyerahkan kunci motornya yang aku telah kembalikan, " Nih &lt;br /&gt;kuncinya, abang raja perajuk," ujarnya, &lt;br /&gt;" Magda ratu cerewet," balas ku sambil menyeka air mata yang tersisa &lt;br /&gt;diwajahnya.&lt;br /&gt;**** &lt;br /&gt;http://www.youtube.com/watch?v=cIc7EvT2zsw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku meninggalkan Magda, entah kenapa secara spontan hatiku &lt;br /&gt;tergerak ingin ziarah kekuburan papi Magda, bapauda ku. Selama ini &lt;br /&gt;aku terus diliputi rasa bersalah. Dulu, aku tidak ikut menghantarkan &lt;br /&gt;jenazahnya ke pemakaman. Dalam perjalanan, Magda bertanya, kenapa &lt;br /&gt;aku tiba-tiba mengajaknya ziarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Entah kenapa. Aku teringat papi ketika kita duduk makan bersama &lt;br /&gt;semasa hidupnya. Ketika itu papi menawarkan pekerjaan untuk ku &lt;br /&gt;setelah tammat sarjana muda." ujar ku. Magda mempererat tangannya &lt;br /&gt;dalam boncengan serta meletakkan wajahnya di atas punggung ku. Aku &lt;br /&gt;merasakan hangatnya tetesan airmatanya membasahi punggungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Magda berlutut di didepan pusara setelah membersihkan serta &lt;br /&gt;meletakkan kembang diatasnya. Aku tak dapat menahan rasa sedih ketika &lt;br /&gt;mendengar isakan Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tangisnya Magda berujar lirih sambil memeluk pusara, wajahnya &lt;br /&gt;diletakkan diatasnya, " Papi, abang datang lagi. Papi, besok abang &lt;br /&gt;pergi lagi meninggalkan aku dan papi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangkat wajahnya dari atas pusara serta memeluknya. Magda &lt;br /&gt;semakin terisak dalam pelukanku, " Abang telah memaafkan papi,?" &lt;br /&gt;tanyanya dalam isak. Tubuhku terguncang menahan tangis mendengar &lt;br /&gt;pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, tidak..!. Tidak ada yang perlu dimaafkan. Papi tidak &lt;br /&gt;bersalah , aku seharusnya minta maaf sebelum papi pergi , " ucapku &lt;br /&gt;menahan teriak dalam pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Magda tersentak ketika sepasang tangan menyentuh lengan kami. &lt;br /&gt;Aku dan Magda menoleh ke atas. Tanpa kami sadari, mami dan adiknya &lt;br /&gt;Jonathan sedang berdiri dibelakang kami. Magda segera berdiri dan &lt;br /&gt;memeluk maminya kemudian mami memeluk ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sudah puas amang rindu mu kepada bapauda.?" tanyanya.&lt;br /&gt;Aku mengangguk, " Iya inang uda, rindu ku telah puas. Aku kini merasa &lt;br /&gt;lega berangkat ke Jakarta." jawab ku tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jonathan memelukku erat sekali," Bang kemana saja? Selamat bang, maaf &lt;br /&gt;aku nggak bisa hadir pada acara wisuda lalu,"ujarnya sambil menyalam &lt;br /&gt;ku. (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 13, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-6590371267760822459?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/6590371267760822459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-87.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/6590371267760822459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/6590371267760822459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-87.html' title='Dosenku Pacarku (87)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS16voiLQ0I/AAAAAAAAAUk/dEdIe4qyKt4/s72-c/love2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-3249028434632737239</id><published>2008-11-27T06:29:00.000+07:00</published><updated>2008-11-27T06:29:00.807+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (86)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS16JfxDbpI/AAAAAAAAAUc/QlSq-q3kQQc/s1600-h/cinta6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS16JfxDbpI/AAAAAAAAAUc/QlSq-q3kQQc/s200/cinta6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5273005042285375122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"I Hate You Then I Love You" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=aDfZVQgtask"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;I'd like to run away from you/ But if I were to leave you I would &lt;br /&gt;die/I'd like to break the chains you put&lt;br /&gt;Around me/And yet I'll never try&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No matter what you do you drive me crazy/I'd rather be alone&lt;br /&gt;But then I know my life would be so empty/As soon as you were gone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Impossible to live with you/But I could never live without you&lt;br /&gt;For whatever you do / for whatever you do/I never, never, never/Want &lt;br /&gt;to be in love with anyone but you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You make me sad/You make me strong/You make me mad/You make me long &lt;br /&gt;for you / you make me long for you&lt;br /&gt;You make me live/You make me die/You make me laugh/You make me cry &lt;br /&gt;for you / you make me cry for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) I hate you/Then I love you/Then I love you/Then I hate you/Then I &lt;br /&gt;love, I love you more&lt;br /&gt;For whatever you do/I never, never, never/ Want to be in love with &lt;br /&gt;anyone but you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You treat me wrong/You treat me right/You let me be/ You make me &lt;br /&gt;fight with you / I could never live with out you&lt;br /&gt;You make me high/You bring me down/You set me free/You hold me bound &lt;br /&gt;to you&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;I never, never, never/I never, never, never/I never, never, never/ &lt;br /&gt;Want to be in love with anyone but you&lt;br /&gt;But you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================= 85 ============&lt;br /&gt;" Buru-buru Susan menuangkan air teh ke gelas dan mengantarkannya, " &lt;br /&gt;ini tuan paduka," ujarnya bergurau. Magda tertawa mendengar &lt;br /&gt;percakapan ku dengan Susan.Ketika akan pulang, Susan memaksa Magda &lt;br /&gt;duduk didepan mendampingi ku. " Magda, kau duduk didepan sebelum tuan &lt;br /&gt;paduka murka." gurau Susan. ( Bersambung)&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan mengajak kami makan malam di rumahnya. Aku tak dapat menolak &lt;br /&gt;setelah Magda menyetujui ajakan Susan. Sebenarnya aku tak rela lagi &lt;br /&gt;mampir dirumah itu, terlalu banyak kenangan yang terajut disana, &lt;br /&gt;mulai dari sofa, ruangan bar kecil dan tempat tidur; kesemuanya &lt;br /&gt;menjadi saksi bisu selama -kurang lebih sepuluh minggu -- berhubungan &lt;br /&gt;dengan Susan. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, Susan tak pernah membiarkan pembantunya melayani &lt;br /&gt;aku dan Susan ketika makan bersama. &lt;br /&gt;Aku berbisik kepada Magda agar ikut ke dapur mempersiapkan makanan. &lt;br /&gt;Aku menyusul setelah Magda kedapur. Kami bertiga di dalam dapur &lt;br /&gt;mempersiapkannya meski Susan melarangnya. Di meja makan, Susan &lt;br /&gt;menarik tangan Magda duduk disampingnya, menghadap ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, kita duduk disni menghadap tuan paduk yang mulia," ujar &lt;br /&gt;Susan bergurau. Magda ketawa mendengar guyonan Susan. Suasana makan &lt;br /&gt;malam penuh kehangatan seperti tiga bersaudara sekandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Magda meniggalkan Susan dengan hati berat, karena telah &lt;br /&gt;terjalin kumunikasi yang akrab dan tulus diantara kami bertiga. Susan &lt;br /&gt;mencium pipi Maga dan memelukku erat dihadapan Magda, " Bang, hati-&lt;br /&gt;hati dijalan," pesannya. Selama dalam perjalanan, wajah Magda kurang &lt;br /&gt;ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada apa, kenapa wajah mu muram seperti itu,? tanyaku.&lt;br /&gt;Suara Magda tersendat ," Aku tak sangka Susan begitu hangat dan &lt;br /&gt;tulus. Beda ketika dia sedang memberi kuliah. Lain waktu, aku akan &lt;br /&gt;ajak Mawar main kerumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sekarang baru Magda rasakan kehangatan Susan. Hal yang sama aku &lt;br /&gt;rasakah sehingga aku larut dan melanbrak tatanan kewajaran." ujar &lt;br /&gt;ku, disambut anggukan Magda.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Tiga hari berikutnya, Susan datang kerumah ku, kebetulan aku sedang &lt;br /&gt;dirumah Magda. Magda selalu menelephon ku jika pada siang hari &lt;br /&gt;belum juga "melapor" kerumahnya. Suatu waktu di pernah kesal karena &lt;br /&gt;aku tak datang kerumahnya. "Abang mentiko , sudah tahu mau pergi &lt;br /&gt;masih melalak kemana-mana," ujarnya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda juga ikut-ikutan memasung ku." ucap ku.&lt;br /&gt;" Bangngng....aku tidak mau memasung. Abang sebentar lagi sudah mau &lt;br /&gt;pergi.!" teriaknya.&lt;br /&gt;" Duh...masih gadis begini sudah darah tinggian," ujarku ngenyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bangng... aku bukan marah. Abang nggak mengerti perasaan ku," &lt;br /&gt;balasnya lembut sambil meraih kedua tanganku dan menempelkan di sisi &lt;br /&gt;wajahnya. " Abang salah mengerti." imbuhnya. Sikapnya kala itu, &lt;br /&gt;membuat ku setengah pesong, benci tapi rindu.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku tiba di rumah, ibu kost ku memberikan sebuah titipan dari &lt;br /&gt;Susan berisi surat singkat dan tiket pesawat Medan - Jakarta-Medan &lt;br /&gt;dengan status "open date."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ibu kost Susan menuliskannya diruang tamu. " Zung, maafkan &lt;br /&gt;aku tak bisa mengantarkan mu ke airport. Aku ragu, tak kuasa menahan &lt;br /&gt;diri ku kertika melepaskan mu pergi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga tak mau melukai hati adik ku Magda yang aku sangat sayangi. &lt;br /&gt;Selamat jalan bang. Kalau tidak keberatan setelah abang di Jakarta, &lt;br /&gt;sesekali telephonlah aku kekantor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pasti sangat merindukan mu. Abang sudah tahu jadual ku di kampus, &lt;br /&gt;bukan? Jangan biarkan aku tersiksa dengan rindu ku. Aku merelakan mu &lt;br /&gt;pergi dengan adik ku Magda, aku hanya ingin mendengar suara mu." &lt;br /&gt;Akhir tulisannya, "Peluk cium ku, Susan Raharjo Hendra."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua malam terakhir sebelum berangkat, Magda dan maminya mengajak ku &lt;br /&gt;menginap dirumahnya. Aku menyetujuinya kebetulan kedua orang tuaku &lt;br /&gt;tak jadi datang karena kesibukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan malam, aku dan Magda diruangan tamu hingga larut malam. &lt;br /&gt;Magda kesal ketika aku mau pergi tidur, " Zung, besok lusa kan mau &lt;br /&gt;berangkat. Kok tega amat abang mau tidur baru pukul dua belas," &lt;br /&gt;katanya kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya tak ada niat memberi surat Susan kepada Magda. Tetapi &lt;br /&gt;karena Magda ingin memperpanjang durasi pembicaran, aku menyerahkan &lt;br /&gt;surat Susan yang ditujukan pada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda mau baca surat Susan yang terakhir, ? tanya ku.&lt;br /&gt;Magda semangat, segera berdiri menarik tangan ku, " ayo bang &lt;br /&gt;ambilkan, aku mau baca,"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberikan envelope titipan Susan berisi tiket dan suratnya. &lt;br /&gt;Sebelum Magda membaca isi suratnya, terlebih dahulu aku mengingatkan &lt;br /&gt;Magda: " Susan salah mengerti tentang hubungan kita. Dia menduga &lt;br /&gt;hubungan kita kembali seperti sediakala. Magda, aku tak pernah &lt;br /&gt;sekalipun berbicara tentang kamu. Aku harap Magda tidak salah &lt;br /&gt;mengerti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menatap ku setelah selesai membaca surat itu. Magda menyeka air &lt;br /&gt;matanya, dan melemparkan surat itu keatas meja. Aku kaget. Aku tak &lt;br /&gt;menyangka kalau Magda masih menyisakan hati yang terluka atas &lt;br /&gt;hubungan kami.( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 13, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-3249028434632737239?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/3249028434632737239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-86.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3249028434632737239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3249028434632737239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-86.html' title='Dosenku Pacarku (86)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SS16JfxDbpI/AAAAAAAAAUc/QlSq-q3kQQc/s72-c/cinta6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-3764884300943392983</id><published>2008-11-26T00:53:00.001+07:00</published><updated>2008-11-26T00:56:00.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (85)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSw8Iq7yzHI/AAAAAAAAAUU/9TgidDllNTY/s1600-h/cinta7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSw8Iq7yzHI/AAAAAAAAAUU/9TgidDllNTY/s200/cinta7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272655383405710450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Boasa ingkon pajumpang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================ 84 ===============&lt;br /&gt;" Aku tak salah memilih sahabat meski ratu cerewet, " ujarku seraya &lt;br /&gt;mengelus pipinya, lembut. Magda membalasnya dengan jeweran &lt;br /&gt;dikupingku, " Terimakasih raja perajuk.!" ucapnya. ( Bersambung)&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya, aku dan Magda berangkat dengan mengenderai mobil ke &lt;br /&gt;rumah Susan. Susan menyambut kami dengan ramah. &lt;br /&gt;" Kita berangkat dengan mobil ku saja, " ujar Susan sambil &lt;br /&gt;menyerahkan kunci mobilnya kepada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sedikit agak kaku antara Magda dan Susan sebelum kami berangkat. &lt;br /&gt;Susan memilih duduk dibelakang, sementara Magda menginginkan Susan &lt;br /&gt;duduk mendampingi ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, sudahlah dari pada buang-buagg waktu, kalian berdua duduk di &lt;br /&gt;belakang, aku jadi sopir ," ucap ku sambil menghidupkan mesin mobil. &lt;br /&gt;Magda dan Susan tertawa mendengar ocehan ku. Susan buru-buru masuk &lt;br /&gt;dan duduk disampingku.&lt;br /&gt;"Abang kita marah nih." ujar Susan sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana ceria menyelimuti hati kami bertiga ketika menyelusuri jalan &lt;br /&gt;menuju rumah mungil ditengah kebunnya. Sesekali aku memegang tangan &lt;br /&gt;Susan dan Magda bersamaan. Keduanya menyambut tangan ku dan &lt;br /&gt;menggemgamnya erat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga ketika kami berenang bersama di sungai. Kami bertiga &lt;br /&gt;tertawa lepas ketika tubuh Susan dan Magda ku benamkan kedalam &lt;br /&gt;sungai. Tak ada lagi batas antara mahasiswa dengan dosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan mengaku kelelahan, dia menepi kebibir sungai, sementara Magda &lt;br /&gt;masih asyik menikmati sejuknya air sungai. Magda menganggukkan &lt;br /&gt;kepalanya, ketika kuberi "sign", aku mau mengikuti Susan. " Ah..ito &lt;br /&gt;ku Magda sangat luar biasa pengorbanan serta ketulusan hatinya," &lt;br /&gt;bisik ku dalam hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Susan duduk di tepi sungai. Sesekali Susan mempermainkan air &lt;br /&gt;dan menyiram wajah ku sambil tertawa. Tak pernah sekalipun Magda &lt;br /&gt;menoleh kearah kami hingga aku dan Susan meninggalkan sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah mungil itu, Susan mengajak ku mandi bersama, tetapi aku &lt;br /&gt;menolak dengan dalih, " Nanti nggak enak dengan Magda."&lt;br /&gt;" Abang memang benar sudah kembali lagi kepada Magda?" tanyanya &lt;br /&gt;sambil membuka pintu kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak memberi jawaban pasti. " Menurut Susan bagaimana,?" tanyaku &lt;br /&gt;balik. Susan diam dan menutupkan pintu kamar mandinya. Aku mengetuk &lt;br /&gt;pintu kamar mandi dan bertanya: " Susan, kenapa diam? Kamu marah?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan membuka pintu dan menarik ku kedalam. Susan mencumi ku dengan &lt;br /&gt;gairah. Susan tak peduli meski aku sudah berulang kali berbisik ke &lt;br /&gt;telinganya.&lt;br /&gt;" Susan, kamu nggak malu kalau nanti kita dilihat Magda.? Diakhir &lt;br /&gt;ciumannya mengucapkan : " Zung , aku rela melepaskan mu demi &lt;br /&gt;kebahagian abang dengan Magda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memeluknya dan berucap lirih di telinganya: " Terimakasih Susan, &lt;br /&gt;selama ini telah banyak membantu ku. Maafkan aku bila telah &lt;br /&gt;mengingkari janji ku. Terimakasih Susan merelakan ku pergi. Aku tak &lt;br /&gt;akan melupakan, bahwa Susan pernah berlabuh dalam kalbu ku meski &lt;br /&gt;dalam bentangan waktu yang sangat singkat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku meninggalkannya dikamar mandi dengan berat hati ketika dia mulai &lt;br /&gt;menitikkan airmata. Sementara Susan masih menangis, Magda kembali &lt;br /&gt;dari sungai. Aku berbisik kepadanya " Susan di dalam, dia sedang &lt;br /&gt;menangis." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengerti, dia kembali lagi kesungai meninggalkan aku dan Susan &lt;br /&gt;dirumah. Aku menemui Susan kekamar mandi karena masih terus menangis. &lt;br /&gt;Dia mengabaikan bujukan ku supaya diam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menuntunnya kembali keruang tamu. Dia meninggalkan ku di ruang &lt;br /&gt;tamu dan masuk kedalam kamar. Susan membaringkan tubuhnya, masih &lt;br /&gt;dalam tangis. Aku menemuinya setelah Susan berhenti dari tangisnya &lt;br /&gt;dan membujuk; "Susan, mari kita pulang hari sudah mulai gelap." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis Susan kembali memecahkan kesunyian, " Zung, kemarilah, &lt;br /&gt;peluklah aku untuk yang terakhir kali," ujarnya dalam pembaringan.&lt;br /&gt;" Sepertinya Magda sudah datang dari sungai, dia ada diruang tamu, " &lt;br /&gt;ujar ku mengingatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku tak perduli. Aku juga telah punya suami, aku rela memberi mu &lt;br /&gt;yang terbaik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku bergetar mendengar ucapannya. Aku memeluknya dengan rasa &lt;br /&gt;kasih sayang, tanpa diiring nafsu birahi. Kembali aku mengucapkankan &lt;br /&gt;kalimat ku sebelumnya; "Aku tak akan melupakan, bahwa Susan pernah &lt;br /&gt;berlabuh dalam kalbu ku meski dalam bentangan waktu yang singkat. &lt;br /&gt;Susan, mandilah agar kita pulang." bujuk ku.&lt;br /&gt;Susan bangkit dari tempat tidur, dia tidak menolak ketika aku &lt;br /&gt;menggandeng tangannya ke kamar mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menggigil sambil berlari kecil kerumah, sementara Susan telah &lt;br /&gt;selesai berpakain siap-siap untuk pulang. Susan menyambut Magda, &lt;br /&gt;seakan tidak ada sesuatu yang terjadi. Dia menyuguhkan teh panas yang &lt;br /&gt;telah disediakan ibu penjaga rumah kepada Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpura-pura protes, sekedar menambah kehangatan suasana, " Lho, &lt;br /&gt;aku dari tadi disini tak setes airpun Susan suguhkan kepada ku. Susan &lt;br /&gt;diskriminatif, hanya melayani sesama perempuan," ujar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Buru-buru Susan menuangkan air teh ke gelas dan mengantarkannya, " &lt;br /&gt;ini tuan paduka," ujarnya bergurau. Magda tertawa mendengar &lt;br /&gt;percakapan ku dengan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akan pulang, Susan memaksa Magda duduk didepan mendampingi &lt;br /&gt;ku. " Magda, kau duduk didepan sebelum tuan paduka murka." gurau &lt;br /&gt;Susan. ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 12, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-3764884300943392983?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/3764884300943392983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-85.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3764884300943392983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3764884300943392983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-85.html' title='Dosenku Pacarku (85)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSw8Iq7yzHI/AAAAAAAAAUU/9TgidDllNTY/s72-c/cinta7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5054670290837863778</id><published>2008-11-24T06:14:00.000+07:00</published><updated>2008-11-24T06:14:00.902+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (84)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIlaPYXO9I/AAAAAAAAAUM/Bn-imLmVSho/s1600-h/cinta-biru.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 87px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIlaPYXO9I/AAAAAAAAAUM/Bn-imLmVSho/s200/cinta-biru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269815646712445906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Almost Lover"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Nez7gsXBJtw&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Your fingertips across my skin/The palm trees swaying in the wind &lt;br /&gt;Images/ You sang me spanish lullabies/The sweetest sadness in your &lt;br /&gt;eyes/Clever trick/I never want to see you unhappy/I thought you'd &lt;br /&gt;want the same for me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Goodbye, my almost lover/Goodbye, my hopeless dream/I'm trying not &lt;br /&gt;to think about you/Can't you just let me be?/So long, my luckless &lt;br /&gt;romance/My back is turned on you/I should've known you'd bring me &lt;br /&gt;heartache/Almost lovers always do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We walked along a crowded street/You took my hand and danced with &lt;br /&gt;me/Images/And when you left you kissed my lips/You told me you'd &lt;br /&gt;never ever forget these images, no&lt;br /&gt;I never want to see you unhappy/I thought you'd want the same for me&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;I cannot go to the ocean/I cannot drive the streets at night/I cannot &lt;br /&gt;wake up in the morning&lt;br /&gt;Without you on my mind/So you're gone and I'm haunted&lt;br /&gt;And I bet you are just fine/Did I make it that easy&lt;br /&gt;To walk right in and out of my life?&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;================ 83 =============&lt;br /&gt;" Aku berangkat akhir bulan ini," ujar ku. " Kalau sampai sebulan &lt;br /&gt;nggak dapat kerja, aku segera kembali," imbuh ku. Susan terus &lt;br /&gt;berusaha mempengaruhi ku, agar membatalkan niat ku ke Jakarta. ( &lt;br /&gt;Bersambung)&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;" Zung , bagaimana dengan pekerjaan yang aku tawarkan itu. Bolehlah &lt;br /&gt;abang pergi tapi kembali lagi setelah sebulan," bujuknya.&lt;br /&gt;Tidak elok menolak langsung tawarannya, aku berucap: " Aku akan &lt;br /&gt;pikirkan ulang usulan mu setelah aku di Jakarta." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembicaraan hampir satu jam itu, Susan sesekali mengulang &lt;br /&gt;kenangan kisah kasih kami. Susan mengajakku ke rumah mungil dan kebun &lt;br /&gt;peninggalan ayahnya. " Zung, nggak rindu dengan sungai kala aku dan &lt;br /&gt;abang mereguk kasih dalam kebeningan sungai,? " tanyanya menukil &lt;br /&gt;kenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya, aku amat merindukannya, airnya begitu jernih dan sejuk. Aku &lt;br /&gt;terkesan dengan batu-batu besar dan indah ditengah sungai seakan ada &lt;br /&gt;tangan yang menyusunnya. Suara gemercik sungai menggelitik syaraf ku &lt;br /&gt;untuk menuliskan ke kaguman ku tentang ke Maha Besaran sang Pencipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tulisan pendek berhasil ku torehkan didalam catatan harian &lt;br /&gt;ku berisi tentang kemolekan dan kecentilan sungai mengalir menyusur &lt;br /&gt;hingga ke samudera luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara catatan harian pernah ku torehkan antara lain; &lt;br /&gt;" Senandung mu berdesah mengiring geliat gemulaimu menyusuri alur &lt;br /&gt;berliku bebatuan. Geliat mu bagaikan gadis jelita meliukkan tubuh di &lt;br /&gt;depan mata ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyuman dan kebeningan penampakan mu mengundang nafsu berahi ku &lt;br /&gt;untuk menyetubuhi mu. Engkau pasrah ketika aku mencumbui mu hingga &lt;br /&gt;aku terkulai dalam pelukan mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau memberi ku kehangatan dalam jiwa mana kala aku terpasung dalam &lt;br /&gt;kegalauan sukma. Aku mencicipi kemolekanmu penuh gairah. Engkau &lt;br /&gt;memberi ku sejuta rasa, mengalir, laksana madu membasahi &lt;br /&gt;kerongkongan ku." Diakhir tulisan itu ku tuliskan, " Aku, penikmat &lt;br /&gt;cipta surgawi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah mungkin Susan sengaja menukil kenangan ku dan dia. Oh &lt;br /&gt;iya...kala itu, Susan bergayut manja di pangkuanku pada akar pohon &lt;br /&gt;yang membentang kokoh diatas permukaan sungai. Aku sengaja melepaskan &lt;br /&gt;pelukan ku sehingga dia terjungkal kedalam sungai, gelegapan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya menggapai ku. Aku menghampirinya setelah aku puas &lt;br /&gt;mempermainkannya. Dia memukul-mukul dadaku seraya berujar, " abang &lt;br /&gt;nakal." Ciumanku menghentikan tangannya memukul dadaku. "Bang, aku &lt;br /&gt;kedinginan ." ujarnya mengharap aku memangku ketepian sungai. Susan &lt;br /&gt;menghentakkan ku dari kenangan sekilas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, besok suamiku Hendra akan berangkat ke kantor pusat &lt;br /&gt;memberikan laporan perjalananannya selama di London. Abang mau temani &lt;br /&gt;aku ke kebun ,?" tanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku mengganguk tanda setuju. Susan tidak merasa keberatan bila aku &lt;br /&gt;mengajak Magda dan Mawar ikut ke kebun dan rumah mungil peninggalanan &lt;br /&gt;ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Susan pulang, aku segera berangkat ke rumah Magda memberi &lt;br /&gt;laporan terakhir tentang Susan. Aku dan Magda ada semacam perjanjian &lt;br /&gt;tak tertulis, semua kegiatan ku di Medan sebelum aku ke Jakarta harus &lt;br /&gt;melaporkannya, termasuk mengenai Maya dan Susan. Kesepakatan tak &lt;br /&gt;sengaja ini, muncul ketika kami di danau Toba menikmati liburan &lt;br /&gt;setelah wisuda..&lt;br /&gt;**** &lt;br /&gt;Magda baru saja siap mandi datang menyongsong ku ke teras rumah, " &lt;br /&gt;Ada berita baru bang.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tahu, setiap kedatangan ku diluar jam bertamu, akan melaporkan &lt;br /&gt;sesuatu yang baru.&lt;br /&gt;" Magda, ini perintah.! Tak ada alasan mu untuk menolak, kecuali &lt;br /&gt;Magda bersedia tak cakapan dengan ku untuk seumur hidup." ujar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kelakuan abang tak berubah, main paksa," ujarnya sambil &lt;br /&gt;mengeringkan rambutnya - yang baru saja dikeramas- dengan handuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Besok siang kita ke sungai tempat kita dulu" retreat". Aku ingin &lt;br /&gt;berenang disana bersama mu sebelum aku berangkat." ujar ku bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang baru minum iya? Berapa botol abang minum hah...?" tanyanya &lt;br /&gt;serius sambil mengibaskan handuknya ke wajah ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa melihat tingkahnya, tempramennya langsung "on", wajahnya &lt;br /&gt;berubah galak. Aku merebut handuk dari tangannya dan membelitkan ke &lt;br /&gt;lehernya sambil tertawa. Magda sadar dia aku "kerjain". Dia merajuk &lt;br /&gt;dan meniggalkan ku sendiri di ruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kami" huru - hara" maminya keluar dari kamar, sementara &lt;br /&gt;Magda sudah menghilang. Maminya masuk lagi setelah aku jelaskan, kami &lt;br /&gt;bukan ribut. " Kok baru pulang kalian sudah ribut.!" kata maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apa lagi yang mau diributin hah..." tanya Magda berlagak marah, &lt;br /&gt;setelah maminya masuk ke dalam kamar&lt;br /&gt;" Magda, tenangkan dulu dirimu. Hidupmu tiada hari tanpa marah, &lt;br /&gt;cerewet."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang yang selalu bikin gara-gara. Ayolah nggak usah berteletele, &lt;br /&gt;ada masalah apa lagi.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak ada masalah. Ibu Susan mengajak ku melihat kebunnya, &lt;br /&gt;sekaligus mengajak ku mandi bersama lagi. Ibu itu setuju kalau Magda &lt;br /&gt;dan Mawar ikut bersama ku. Kamu nggak boleh menolak dengan alasan &lt;br /&gt;apapun kecuali oleh kematian. Magda harus ikut, selamatkan ku." pinta &lt;br /&gt;ku sambil ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda diam beberapa saat. " Abang serius? Susan nggak keberatan &lt;br /&gt;kalau aku dan Mawar ikut, ? tanyanya.&lt;br /&gt;" Iya, aku serius. Telephonlah Mawar sekarang," ujar ku.&lt;br /&gt;" Mawar nggak ada waktunya," ujar Magda setelah menghubungi Mawar &lt;br /&gt;melalui telephon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kita berdualah, " ujar ku&lt;br /&gt;" Apa Susan nggak cemburu?" tanyanya.&lt;br /&gt;" Itu yang aku harap. Semoga keikutsertaan mu, secara perlahan dapat &lt;br /&gt;menghapuskan cinta kami yang terajut," ujar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menatap ku serius dan berucap, " Apapun menurut abang yang &lt;br /&gt;terbaik, Magda akan membantu mu."&lt;br /&gt;" Aku tak salah memilih sahabat meski ratu cerewet, " ujarku seraya &lt;br /&gt;mengelus pipinya, lembut. Magda membalasnya dengan jeweran &lt;br /&gt;dikupingku, " Terimakasih raja perajuk.!" ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 12, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5054670290837863778?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5054670290837863778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-84.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5054670290837863778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5054670290837863778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-84.html' title='Dosenku Pacarku (84)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIlaPYXO9I/AAAAAAAAAUM/Bn-imLmVSho/s72-c/cinta-biru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2548852225645787639</id><published>2008-11-23T06:11:00.000+07:00</published><updated>2008-11-23T06:11:00.918+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (83)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIktNiUGFI/AAAAAAAAAUE/yQGlOKsGCQQ/s1600-h/cinta1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIktNiUGFI/AAAAAAAAAUE/yQGlOKsGCQQ/s200/cinta1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269814873123199058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Right here waiting for you"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=9JDTAqsMNEM"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oceans apart day after day/And I slowly go insane/I hear your voice&lt;br /&gt;on the line/But it doesnt stop the pain&lt;br /&gt;If I see you next to never/How can we say forever&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Wherever you go/Whatever you do/I will be right here waiting for&lt;br /&gt;you/ Whatever it takes/Or how my heart breaks/I will be right here&lt;br /&gt;waiting for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I took for granted, all the times/That I thought would last somehow/&lt;br /&gt;I hear the laughter, I taste the tears/ But I cant get near you &lt;br /&gt;now/Oh,&lt;br /&gt;cant you see it baby/Youve got me going crazy&lt;br /&gt;back to *)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wonder how we can survive/This romance/But in the end if Im with&lt;br /&gt;you/Ill take the chance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, cant you see it baby/Youve got me going crazy&lt;br /&gt;Repeat *)&lt;br /&gt;================ 82 =============&lt;br /&gt;" Tadi Magda bilang mau jemput mami. Mami dimana?"&lt;br /&gt;" Di rumah.! Tadi aku bilang menjemput mami, supaya kita bisa pulang, &lt;br /&gt;dan merekapun nggak tersingung. Itu sopan santun berteman," ujarnya &lt;br /&gt;ngenyek menirukan ucapakan ku sebelumnya."( Bersambung)&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upacara wisuda berlangsung meriah. Kedua orang tuaku hadir bersama &lt;br /&gt;dengan orang tua calon wisudawan lainnya. Susan menemui ku sebelum &lt;br /&gt;ujian berlangsung, dia berbisik mananyakan kedua orangtua ku. Aku &lt;br /&gt;menunjuk kearah keluarga berkumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Susan mengajak ku menemui ayah dan ibuku. Aku perkenalkan Susan &lt;br /&gt;kepada semua keluarga yang hadir pada saat itu. Ayah dan ibu tak &lt;br /&gt;menunjukkan perubahan wajah ketika aku perkenalkan Susan, dengan &lt;br /&gt;santun ayah dan ibuku menyambut tangan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai di wisuda, aku melihat Maya ikut duduk dalam jajaran keluarga &lt;br /&gt;ku dan keluarga Magda. Aku serba salah, ingin menemuinya, tetapi &lt;br /&gt;aku nggak tahu apa yang akan ku lakukan. Selama tiga minggu tak &lt;br /&gt;pernah ketemu tak ada komunikasi. Aku, Magda dan Mawar bicara di &lt;br /&gt;ujung ruangan, sementara keluarga sudah menunggu kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang, Maya ada disana. Pergi temuin dia bang." ujarnya sambil &lt;br /&gt;menunjuk kearah kumpulan keluarga ku dan keluarga Magda.&lt;br /&gt;Aku diam tak menjawab, sementara hatiku gelisah bercampur kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak melihat om John "sibagur tano" itu dalam jajaran para dosen. &lt;br /&gt;Aku ingin mengipas ijazah ku kewajahnya dan berujar, "sekarang kita &lt;br /&gt;sudah sama, punya gelar akademi yang sama. " Sementara dendam hatiku &lt;br /&gt;membara, Magda menyentakkan ku lagi, " Bang , Maya ada disana. Abang &lt;br /&gt;temuin dia. Itu sopan santun berteman bang," ujar nya menirukan &lt;br /&gt;kalimat ku di diskotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ayolah, temani aku." ujar ku&lt;br /&gt;Magda menghajar ku habis, " Bang, sama perempuan bersuami kmau &lt;br /&gt;berani, kok sama Maya abang takut.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ups... Magda ingat janji kita, tidak akan mengungkit masa lalu."&lt;br /&gt;" Iyalah, aku lupa. Ayo kita jalan sama," ujarnya sambil menggandeng &lt;br /&gt;lengan ku. Dia juga mengajak Mawar jalan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah rekan wisudawan merasa "surprise" ketika mereka melihat ku &lt;br /&gt;dan Magda jalan bersama dan akrab. Diantara mereka menyalami aku dan &lt;br /&gt;Magda, " selamat rukun kembali, " ujar mereka. Aku dan Magda juga &lt;br /&gt;Mawar hanya tersenyum menerima ucapan selamat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum sampai ke tempat keluarga dan Maya berkumpul, Magda &lt;br /&gt;mengingatkan ku, " Bang, berlaku santun lah. Jangan lagi ulangi &lt;br /&gt;kesalahan yang sama. Yang nggak setuju berteman dengan Maya adalah om &lt;br /&gt;dia, bukan Maya sendiri. Maya membuktikan kasih sayangnya kepada &lt;br /&gt;abang, dia datang menghadiri wisudamu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua keluarga menyalami ku dan Magda. Magda memeluk Maya dan &lt;br /&gt;mengucapkan terimakasih atas kehadiran Maya. Pariban ku si centil, &lt;br /&gt;Sinta, juga ada diantara mereka. Magda memeluk ibuku, lama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mama tua sehat?" tanyanya. Dia juga menyalam ayah ku. Maya &lt;br /&gt;memperhatikan Magda dengan serius ketika dia mememluk dan menyalam &lt;br /&gt;ayah ku, entah apa dalam benaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menarik tangan Maya menjauh dari kumpulan keluarga, mereka &lt;br /&gt;berbicara, tak tahu apa yang mereka bicarakan, sementara ujung jari &lt;br /&gt;di sisi pahanya memberi "sign" memanggil ku. Magda meninggalkan aku &lt;br /&gt;dan Maya setelah beberapa saat ngobrol bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya minta maaf, tak bisa bertemu dengan ku selama tingga minggu ini. &lt;br /&gt;Maya tak mau menyebut kenapa dia tak pernah mau bertemu dengan ku.&lt;br /&gt;" Kamu punya pacar baru?"tanyaku&lt;br /&gt;" Nggak.!" jawabnya singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kapan kita bisa ketemu? Aku mau berangkat ke Jakarta akhir bulan &lt;br /&gt;ini."&lt;br /&gt;" Nanti aku telephon abang," jawab Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Maya kembali kekumpulan keluarga. Magda menggodaku setelah &lt;br /&gt;Maya berlalu, " sudah "plong" bang?"&lt;br /&gt;" Nggak jelas," jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bubaran, Magda dan maminya "memaksa" ayah dan ibu makan &lt;br /&gt;malam dirumahnya, pada hal tante, adik kandung ibu, telah menyiapkan &lt;br /&gt;malam malam. Akhirnya tante mengalah, kami makan siang dirumah &lt;br /&gt;mereka. &lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Seminggu sebelum berangkat ke Jakarta, Susan mampir ke rumah sebelum &lt;br /&gt;pulang kerumahnya. Sementara aku baru tiba dari danau Toba, Parapat, &lt;br /&gt;bersama Magda dan Mawar. Susan mengajak ku makan malam di rumahnya &lt;br /&gt;bersama Hendra suaminya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tak ada lagi yang aku khawatirkan tetapi aku menolaknya; &lt;br /&gt;selain tempatnya agak jauh juga tak ingin lagi menambah lembaran &lt;br /&gt;kisah dengannya, "enough is enough". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kost ku meninggalkan aku dan Susan diruang tamu setelah melihat &lt;br /&gt;pembicaraan kami semakin serius. Susan menanyakan lagi tanggal &lt;br /&gt;keberangatan ku ke Jakarta dan berapa lama aku disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku berangkat akhir bulan ini," ujar ku. " Kalau sampai sebulan &lt;br /&gt;nggak dapat kerja, aku segera kembali," imbuh ku. Susan terus &lt;br /&gt;berusaha mempengaruhi ku, agar membatalkan niat ku ke Jakarta. &lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 12, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2548852225645787639?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2548852225645787639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-83.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2548852225645787639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2548852225645787639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-83.html' title='Dosenku Pacarku (83)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIktNiUGFI/AAAAAAAAAUE/yQGlOKsGCQQ/s72-c/cinta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2847035158273540972</id><published>2008-11-22T06:09:00.001+07:00</published><updated>2008-11-22T06:09:01.091+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (82)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIkEZ7VzvI/AAAAAAAAAT8/-JUDBJ7LVUc/s1600-h/cinta2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIkEZ7VzvI/AAAAAAAAAT8/-JUDBJ7LVUc/s200/cinta2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269814172074757874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"KETULUSAN KU"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=OOWskGbCfbw&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari cinta yang kuberi/lebih dari rindu yang pernah kurasa&lt;br /&gt;masih banyak waktu yang kan di jalani/ masih banyak rahasia &lt;br /&gt;kehidupan 'tuk kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'ku akan selalu mencintai mu/sampai akan tinggalkan dunia ini&lt;br /&gt;ketulusan ku tak akan berubah/walau kita tak mungkin bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maafkan ku harus meninggalkan mu/maafkan bila hatimu terluka&lt;br /&gt;tetapi hatiku hanya milik mu/karena engkaulah yang terbaik untuk &lt;br /&gt;diri ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku akan selalu mencintaimu/sampai aku akan tinggalkan dunia ini&lt;br /&gt;ketulusan ku tak akan berubah/walau kita tak mungkin bersatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================== 81 ========&lt;br /&gt;" Begitu nasib orang baik, selalu mendapat hadiah yang terbaik," ujar &lt;br /&gt;ku menggoda.&lt;br /&gt;" Baik katamu, isternya pun kamu pacarin." balasnya ( Bersambung)&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam mendengar "tembakan" Magda. Sadar dia kecolongan, segera &lt;br /&gt;Magda berdiri dan memeluk ku, dia menempelkan pipinya dipipi ku. " &lt;br /&gt;Zung maafkan aku, mulut ku latah." bujuknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Aku mau datang kesini karena memenuhi permintaanmu , bukan &lt;br /&gt;mendengarkan hujatan dan mengungkit masa lalu yang aku sedang &lt;br /&gt;berusaha melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maaf bang, aku keceplosan. Aku tahu abang berusaha melupakannya &lt;br /&gt;malah mulutku negelantur. Maaf iya Zung."&lt;br /&gt;" Jangan ulang lagi, atau aku tidak akan mau datang kesini untuk &lt;br /&gt;selamanya," ancam ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Magda berdiri dengan posisi sikap sempurna sambil &lt;br /&gt;mengangkat tangannya di sisi lengannya: " demi abang ku yang baik, &lt;br /&gt;aku berjanji tidak akan mengungkit masa lalu abang ku yang berwajah &lt;br /&gt;jelek," suaranya lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertawa gelak dengan tingkahnya. Aku berdiri menarik tangannya &lt;br /&gt;duduk disampingku. &lt;br /&gt;" Magda masih mau tolong aku?"&lt;br /&gt;" Kalau bisa kenapa nggak?" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Malam minggu depan om Hendra mengajak ku ke diskotik. Tapi aku &lt;br /&gt;nggak punya teman, Magda mau pergi dengan ku,?"&lt;br /&gt;Matanya terbelalak mendengar ajakan ku. " Abang mimpi? Nggak ah...aku &lt;br /&gt;nggak mau. Nanti aku dikirain orang perempuan nakal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pikiran mu sama dengan orang kebanyakan, keliru. Mereka &lt;br /&gt;beranggapan, juga kamu,kalau berkunjung ke diskotik adalah orang-&lt;br /&gt;orang nakal; bahkan, mengangap orang yang rajin beribadah lebih suci &lt;br /&gt;dari mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ira salah seorang korban anggapan sempit itu. Ira tak pernah &lt;br /&gt;melacurkan dirinya meskipun dengan cara itu dia mendapatkan uang &lt;br /&gt;lebih banyak dan lebih gampang. Dia bekerja sebagai pramuria karena &lt;br /&gt;butuh uang membiaya perkuliahannya, " ujarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iyalah bang, aku mau temani abang kesana, tetapi abang angkat janji &lt;br /&gt;dulu, tidak lagi mau mengulangi masa lalu, mabuk-mabukan. Ayo &lt;br /&gt;berdiri, ucapkan janjimu." desaknya sambil ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan terpaksa aku menirukan gayanya ketika "angkat janji". Kami &lt;br /&gt;tetawa bersama usai aku mengucapkan janji: " Aku berjanji dihadapan &lt;br /&gt;ito ku ratu cerewet, tidak akan mabuk dan ugal-ugalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku nanti hanya duduk temanin abang. Jangan buat yang aneh-aneh &lt;br /&gt;kalau nggak mau ku tinggal. Aku jangan ditawarin minum, aku nggak &lt;br /&gt;biasa minum alkohol. " ujarnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda nanti minum minuman ringan. Kehadiran mu, akan membatasi diri &lt;br /&gt;ku minum dan mungkin Susan agak enggan mengajak ku minum berlebihan &lt;br /&gt;seperti beberapa bulan lalu." Magda akhirnya setuju pergi bersama ku &lt;br /&gt;ke diskotik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam minggunya, aku dan Magda berangkat ke diskotik. Di dalam mobil, &lt;br /&gt;Magda mengingatkan ku lagi, jangan minum berlebihan, boleh minum &lt;br /&gt;tetapi sekedar. Magda mengancam ku. "Bila nanti minum banyak, abang &lt;br /&gt;akan ku tinggal." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu makanya aku ajak Magda biar ada yang mengontrol ku," balas ku&lt;br /&gt;Hendra dan Susan menyambut aku dan Magda sembari menyalami kami. " &lt;br /&gt;Selamat kepada doctoranda Magdalena," ucap Hendra hangat. Magda &lt;br /&gt;tersipu karena meyebut gelar akademis didepan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan merasa "suprise"melihat kehadiran Magda. Tanpa merasa sungkan &lt;br /&gt;Susan berbisik di teligaku, " Zung, dulu kami bilang, hubungan mu &lt;br /&gt;dengan Magda tidak akan mungkin bersatu lagi. Kok malam ini abang &lt;br /&gt;datang bersama Magda.!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hubungan ku dan Magda sebatas teman saja, karena dulu kami pernah &lt;br /&gt;bersahabat erat, " ucap ku pelan, sementara Magda asyik bicara dengan &lt;br /&gt;Hendra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama kami di diskotik, Susan hanya sekali mengajak ku ke " floor' &lt;br /&gt;tetapi agak lama. Aku khawatir Magda akan merasa bosan menunggu kami &lt;br /&gt;yang sedang hanyut mengikuti alunan musik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulangkali aku melepaskan pelukan Susan, tetapi dia selalu membujuk &lt;br /&gt;ku, " Bang malam ini untuk yang terakhir. Abang jadi berangkat ke &lt;br /&gt;Jakarta? Kapan, ? tanyanya tangannya masih melingkar leher ku.&lt;br /&gt;" Aku berangkat akhir bulan ini," jawab ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan melepaskan tangannya setelah mendaratkan bibirnya dipipi ku. &lt;br /&gt;Aku menggandeng Susan kembali duduk kesisi Hendra. Magda menyambut &lt;br /&gt;Susan dengan senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama setelah aku duduk tangan Magda mencubit paha ku, tapi &lt;br /&gt;matanya menuju ke Susan. Hendra membujuk Magda untuk turun berdansa, &lt;br /&gt;tetapi dengan sopan Magda menolak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbisik kepada Magda: " Pergilah! Itu hanya sopan santun dalam &lt;br /&gt;dunia persahabatan. Nggak apa-apa kok.! " ujar ku. Magda mencubit &lt;br /&gt;paha ku lagi dan besbisik, " bang, diam .!"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Aku dan Magda mohon diri, Susan dan Hendra berusaha membujuk kami &lt;br /&gt;untuk tinggal sebentar lagi. " Aku mau menjemput mami," jawab Magda &lt;br /&gt;berdalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam mobil, Magda marah-marah, " Ngapain abang suruh aku berdansa &lt;br /&gt;dengan om itu hah...!?&lt;br /&gt;" Itu hanya sopan santun...," jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Makan sopan santun mu itu. Kenapa bukan abang yang ajak aku?"&lt;br /&gt;" Lho, aku nggak tahu kalau Magda mau .?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mau! Mau gamparin abang. Tadi di mobil sudah aku ingatkan jangan &lt;br /&gt;minum banyak, tetapi abang minum sembunyi- sembunyi. Dimeja mu hanya &lt;br /&gt;sedikit, tetapi ketika dengan Susan aku lihat berapa kali abang &lt;br /&gt;menambah bersama Susan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku hanya menambah sedikit. Buktinya aku masih bisa ngomong &lt;br /&gt;normal," ujar ku membela diri.&lt;br /&gt;" Lain kali aku nggak mau lagi ikutin abang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya nggak lagilah. Aku kan mau berangkat ke Jakarta kok .! &lt;br /&gt;" Abang jugul.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Terserah Magda bilang apalah. Bagaimanapun aku tetap mengucapkan &lt;br /&gt;terimakasih; malam ini kamu telah menyelamat kan ku. Kalau tadi Magda &lt;br /&gt;nggak ikut, pasti aku akan kembali seperti dulu mabuk berat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin motor mu menyelamatkan ku, aku nggak jadi nginap dirumah &lt;br /&gt;Susan. Malam ini giliran mu menyelamatkan ku. Kebaikan hatimu tak &lt;br /&gt;akan dapat aku lupakan." ujarku serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung tak perlu mengucapkan terimakasih seperti itu," ujar Magda &lt;br /&gt;mengelus pipi ku. " Bang, nggak usah coba-coba lagi minum biar &lt;br /&gt;sedikit juga. Nanti abang kembali jadi manusia brutal, tak karuan," &lt;br /&gt;nasihatnya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tadi Magda bilang mau jemput mami. Mami dimana?"tanyaku&lt;br /&gt;" Di rumah.! Tadi aku bilang menjemput mami, supaya kita bisa pulang, &lt;br /&gt;dan merekapun nggak tersingung. Itu sopan santun bersahabat," ujarnya &lt;br /&gt;ngenyek menirukan ucapakan ku sebelumnya."( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 11, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2847035158273540972?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2847035158273540972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-82.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2847035158273540972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2847035158273540972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-82.html' title='Dosenku Pacarku (82)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIkEZ7VzvI/AAAAAAAAAT8/-JUDBJ7LVUc/s72-c/cinta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-1646483777235447945</id><published>2008-11-21T06:04:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T06:04:00.852+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (81)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIjhKRK6cI/AAAAAAAAAT0/fr1FQM2j53g/s1600-h/love2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 97px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIjhKRK6cI/AAAAAAAAAT0/fr1FQM2j53g/s200/love2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269813566575929794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" I Surrender"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=cl9axmrFnEc"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;oh oh mmm&lt;br /&gt;There's so much life I've left to live/And this fire's burning &lt;br /&gt;still/When I watch you look at me/ I think I could find the will/To &lt;br /&gt;stand for every dream/And forsake the solid ground&lt;br /&gt;And give up this fear within/Of what would happen if they ever &lt;br /&gt;knew/I'm in love with you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) 'Cause I'd surrender everything/To feel the chance to live again/I &lt;br /&gt;reach to you/ I know you can feel it too/We'd make it through/A &lt;br /&gt;thousand dreams I still believe&lt;br /&gt;I'd make you give them all to me/I'd hold you in my arms and never &lt;br /&gt;let go/I surrender&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I know I can't survive/Another night away from you/You're the reason &lt;br /&gt;I go on/And now I need to live the truth&lt;br /&gt;Right now, there's no better time/From this fear I will break &lt;br /&gt;free/And I live again with love/And no they can't take that away from &lt;br /&gt;me/And they will see... yeah&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;Every night's getting longer/And this fire is getting stronger, &lt;br /&gt;baby/I'll swallow my pride and I'll be alive/CAN'T you hear my call&lt;br /&gt;I surrender &lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;Right here, right now/I give my life to live again/I'll break free, &lt;br /&gt;take me/My everything I surrender all to you right now&lt;br /&gt;I give my life to live again/I'll break free, take me (My everything) &lt;br /&gt;My everything (I surrender all to you)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================== 80 =========&lt;br /&gt;Cukup lama aku dan Magda mengobrol malam itu. Aku tak dapat melawan &lt;br /&gt;kantuk karena kelelahan selama enam jam dalam bus, aku mohon ijin &lt;br /&gt;tidur. Magda bergegas merapihkan kamar disebelah kamarnya. ( &lt;br /&gt;Bersambung)&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;Pagi setelah serapan, Magda mengantarkan aku kerumah kost. Magda &lt;br /&gt;memesan supaya nanti malam mampir kerumahnya. " Aku nggak pasti. &lt;br /&gt;Lihat nantilah,"jawab ku&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Nggak.! Abang harus datang, Magda nggak ada teman. Adik Jonathan &lt;br /&gt;lebih sering dirumah om dokter. Dia menjaga "pariban"nya, takut &lt;br /&gt;diambil orang," ujar Magda ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang, Susan menjemputku pada hal suaminya baru akan tiba sore hari. &lt;br /&gt;Susan membawa ku ke hotel tempat kami dulu makan siang. Aku mengikuti &lt;br /&gt;kemauannya, tinggal berapa jam lagi aku sudah "selesai" dengannya &lt;br /&gt;pikir ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana "dining room" dengan tata lampu dan alunan musik romantis &lt;br /&gt;menukil kenangan kami berdua. Ditempat yang sama beberapa bulan &lt;br /&gt;sebelumnya kami saling berbagi kasih dengan letupan sukma berbalut &lt;br /&gt;cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai makan, Susan menyandarkan tubuhnya kesisi lenganku &lt;br /&gt;sambil menikmati tembang-tembang lama yang mengalun manis. Sesekali &lt;br /&gt;suaranya lirih mengikuti tembang kenangan itu sambil melirik ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan meraih tangan ku menggemgam erat, dari mulutnya terucap kata, " &lt;br /&gt;Zung, aku masih menyayangi mu, cinta ku belum berubah. Tetapi sikap &lt;br /&gt;mu akhir ini, membuatku bingung memutuskan perahu mana aku harus &lt;br /&gt;berlayar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya abang berkenan lagi mengucap janji cinta mu seperti &lt;br /&gt;beberapa bulan lalu, untuk meyakinkan diri ku, aku akan segera &lt;br /&gt;mengambil keputusan perahu mana aku akan berlayar." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susan, biarkanlah perahu ku berlayar mengarungi samudera luas nan &lt;br /&gt;ganas tanpa pengayuh pendamping. Aku juga tak tahu pasti arah perahu &lt;br /&gt;ku akan berlayar. Aku hanya berharap dalam kesendirian, kelak perahu &lt;br /&gt;ku akan berlabuh dalam dermaga kasih penuh kedamaian," balas ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zung, aku masih mencintai mu dengan sepenuh hati. Katakan, kalau &lt;br /&gt;abang masih menyayangi diriku; aku akan berlayar bersama dirimu &lt;br /&gt;membelah gulungan ombak di lautan luas ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah ku kelu, mulut ku terbungkam oleh jerit tangis ibuku. Dalam &lt;br /&gt;hati mengakui, aku menyayanginya; tetapi tatanan hidup manusia &lt;br /&gt;beradab memasung diri ku melanjutkan kisah kasih yang pernah kami &lt;br /&gt;rajut. Aku menatap wajahnya masih penuh harap atas diriku, sendu, &lt;br /&gt;bagaikan kelopak layu sebelum mekar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Susan, seandainya nyanyian burung diatas sana dapat engkau &lt;br /&gt;mengerti, dia bertutur banyak tentang unkapan hatiku yang tak &lt;br /&gt;terucap. Susan sedengkanlah telingamu barang sejenak diselah jendela &lt;br /&gt;alam, maka engkau akan mendengarkan desisan hembusan angin malam; &lt;br /&gt;dirimu akan mendengar senandung rinduku tak terperi. Dikeheningan &lt;br /&gt;malam aku tersungkur oleh gelora hati; mata ku rabun oleh gejolak &lt;br /&gt;sukma menapak jalan berkubang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajaknya keluar dari ruangan romantis itu. Aku khawatir &lt;br /&gt;ungkapan rasa antara aku dan Susan akan menggiring ku kembali ke &lt;br /&gt;kubangan yang sama, selingkuh. Aku tak tahu, apakah Susan dapat &lt;br /&gt;menangkap rangkaian kata yang baru saja ku ucap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Susan, sudah waktunya kita ke airport sebelum pesawat yang &lt;br /&gt;ditumpangi om Hendra mendarat,"ujarku mengingatkan. Susan segera &lt;br /&gt;menguasai hatinya, dia meraih lengan ku, rona wajahnya ceria, pulih &lt;br /&gt;dihiasi senyuman; kami berjalan bergandengan tangan bagaikan pasangan &lt;br /&gt;remaja yang baru saja mereguk madu cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan mengangkat lengannya keatas, diujung jari lentiknya memainkan &lt;br /&gt;kunci mobil, " Zung, kemudikan" biduk "ini, aku ingin duduk disamping &lt;br /&gt;mu, "ujarnya sambil menyerahkan kunci mobil.Sepanjang jalan menuju &lt;br /&gt;airport, tangannya tak henti-henti meremas ujung jari ku, sesekali &lt;br /&gt;dia membasahinya dengan kedua bibirnya.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Susan merangkul Hendra suaminya mesra serta menciumnya ketika turun &lt;br /&gt;dari pesawat. Aku melihat keduanya melepaskaan rasa rindu setelah &lt;br /&gt;berpisah selama kurang lebih tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hatiku terbesit, panggung masih terbuka lebar memainkan sejuta &lt;br /&gt;adegan sandiwara dengan alur cerita dan peran sesuka. Susan telah &lt;br /&gt;memerankan nyaris sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendra menghampiri dan mengguncang tanganku dalam gemgamannya hangat &lt;br /&gt;serta memeluk ku, " Bagaimana dengan kaki mu, sudah sembuh.?" &lt;br /&gt;tanyanya. " Selamat atas keberhasilan meja hijau mu," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terimakasih om, " balas ku. Susan menyelah, " pap, Tan Zung dapat &lt;br /&gt;menjawab semua pertanyaan penguji, dia mendapat nilai sangat &lt;br /&gt;memuaskan. Hanya beberapa orang diantara mereka mendapat nilai sangat &lt;br /&gt;memuaskan. Pacarnya Magdalena dapat nilai paling tinggi dantara &lt;br /&gt;semua peserta," jelas Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, aku rela menjadi sopir mereka. Hendra menolak duduk dengan &lt;br /&gt;Susan di belakang. " Nggak, aku duduk di depan bersama mu sobat ku &lt;br /&gt;yang baik," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendra mengajak ku makan malam disebuah hotel yang aku belum pernah &lt;br /&gt;masuki. Sebenarnya aku enggan pergi dengan mereka tapi aku sangat &lt;br /&gt;sungkan menolaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan bergayut manja diatas dada Hendra. Hendra berulang mencium &lt;br /&gt;kening Susan dan pipinya setelah habis makan. Hhmm..sempurnanya Susan &lt;br /&gt;memainkan peran ganda; tadi siang duduk di dalam perahu ku meski &lt;br /&gt;layar tak berkembang, kini akan berlayar dengan perahu sejati mu &lt;br /&gt;mengarungi lautan luas tanpa riak dan gelombang, kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kami meninggalkan hotel, Hendra menyerahkan oleh-oleh kepada &lt;br /&gt;ku sebuah pulpen diujungnya disepuh emas, menurut Hendra mas "10 k".&lt;br /&gt;" Ini hadiah untuk keberhasilan mu." ujarnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sangat terharu menerimanya, tidak sedikit terpikir oleh ku akan &lt;br /&gt;mendapat sesuatu dari Hendra. Aku juga mau menjemput dia bersama &lt;br /&gt;Susan, karena ingin membalas kebaikan Susan ketika membimbing skripsi &lt;br /&gt;ku. Susan banyak memperbaiki skripsiku, maklum pada saat itu aku &lt;br /&gt;sedang ugal-ugalan karena putus cinta dengan Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendra menghantarkan aku pulang sebelum mereka pulang kerumahnya. &lt;br /&gt;Hendra mengajak ku ketemu di diskotik malam minggu dimana kami &lt;br /&gt;pernah bertemu sebelum dia berangkat ke London. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mereka menghilang disudut ujung jalan, aku segera menuju &lt;br /&gt;kerumah Magda ingin menemaninya karena dia tinggal sendiri dirumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, dia berlagak marah. " Abang keenakan iya dengan ibu &lt;br /&gt;Susan. Katanya menjemput om itu sore, kok sudah pukul sepuluh &lt;br /&gt;tigapuluh baru datang!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku diajak makan malam oleh suaminya."&lt;br /&gt;" Jadi abang sudah makan? Kebetulanlah, aku lagi malas kedapur nih."&lt;br /&gt;Aku tarik tangannya menuju keruang tamu. Aku menunjukkan oleh-oleh &lt;br /&gt;yang baru saja diberikan Hendra. Magda menatapku heran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Om itu mungkin salah ngasih. Ini pena mahal. Papi dulu punya, &lt;br /&gt;tetapi hilang dicuri orang dari kantornya, " ujar Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Begitu nasib orang baik, selalu mendapat hadiah yang terbaik," ujar &lt;br /&gt;ku menggoda.&lt;br /&gt;" Baik katamu, isternya pun kamu pacarin." balasnya ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 11, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-1646483777235447945?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/1646483777235447945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-81.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1646483777235447945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1646483777235447945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-81.html' title='Dosenku Pacarku (81)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIjhKRK6cI/AAAAAAAAAT0/fr1FQM2j53g/s72-c/love2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-1753370705136045456</id><published>2008-11-20T06:01:00.000+07:00</published><updated>2008-11-20T06:01:00.525+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (80)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIiipWpXRI/AAAAAAAAATs/0bsCZpctwxI/s1600-h/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 119px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIiipWpXRI/AAAAAAAAATs/0bsCZpctwxI/s200/cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269812492588637458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Power of Love"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=SELp8xfbzJQ&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The whispers in the morning/Of lovers sleeping tight/Are rolling by &lt;br /&gt;like thunder now/ As I look in your eyes/I hold on to your whole &lt;br /&gt;body/And feel each move you make&lt;br /&gt;Your voice is warm and tender/A love that I could not forsake&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)'Cause I am your lady/And you are my man/Whenever you reach for &lt;br /&gt;me/I'll do all that I can/Lost is how I'm feeling lying in your &lt;br /&gt;arms/When the world outside's too/Much to take&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;That all ends when I'm with you/Even though there may be times/It &lt;br /&gt;seems I'm far away/Never wonder where I am&lt;br /&gt;'Cause I am always by your side&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) 'Cause I am your lady/And you are my man/Whenever you reach for &lt;br /&gt;me/I'll do all that I can&lt;br /&gt;We're heading for something/Somewhere I've never been/Sometimes I am &lt;br /&gt;frightened&lt;br /&gt;But I'm ready to learn/Of the power of love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The sound of your heart beating/Made it clear/Suddenly the feeling &lt;br /&gt;that I can't go on/Is light years away&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) 'Cause I am your lady/And you are my man/Whenever you reach for &lt;br /&gt;me/I'll do all that I can&lt;br /&gt;We're heading for something/Somewhere I've never been/Sometimes I am &lt;br /&gt;frightened&lt;br /&gt;But I'm ready to learn/Of the power of love&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===================== 79 ===========&lt;br /&gt;" Bang, jangan kelamaan disana, akhir bulan ini abang mau berangkat &lt;br /&gt;ke Jakarta. Zung, tanyakan bapa tua kalau abang mau kerja di Medan, &lt;br /&gt;aku dan mami bantuin abang." ( Bersambung)&lt;br /&gt;====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari sebelum Hendra kembali dari London, Susan menjemput ku &lt;br /&gt;kerumah." Tadi ada perempuan mencari mu, katanya kalian ada janji. &lt;br /&gt;Pesan ibu itu kalau abang sudah tiba, segera telephon" ujar ibu kost &lt;br /&gt;ku. Malam itu aku kerumah Magda, aku khawatir malam itu Susan datang &lt;br /&gt;menjemput ku.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Magda, boleh aku nginap malam ini disini,?" tanya ku.&lt;br /&gt;" Sejak kapan abang pernah ditolak menginap di rumah ini hah...!?. &lt;br /&gt;Kapan abang tiba? Zung, seperti orang ketakutan. Ada apa," tanya &lt;br /&gt;Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku baru saja tiba, langsung kesini. Nanti aku beritahu kenapa aku &lt;br /&gt;langsung kesini. Magda, aku lapar, sejak siang aku belum makan."&lt;br /&gt;" Ambil saja sendiri kebelakang," jawab Magda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda....Magda...! " teriak maminya dari kamar.&lt;br /&gt;Magda kesal mendengar teriakan maminya dari kamar, "Iya...iya mam, &lt;br /&gt;aku sedang buatkan makan untuk orang yang kelaparan." jawab Magda &lt;br /&gt;sambil menarik tangan ku ke dapur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang ambil sendiri. Ayo sekarang abang teriak lagi." katanya &lt;br /&gt;sambil bertolak pinggang.&lt;br /&gt;" Magda, kok kesal sama aku. Kan mami yang teriak bukan aku. &lt;br /&gt;Ah..nasib orang......" &lt;br /&gt;Segera Magda menutup mulut ku sambil tertawa. Magda seakan tahu &lt;br /&gt;ujung kalimat ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya..bang aku buatkan makanan mu. Abang makan disini saja. Tetapi &lt;br /&gt;janji, ceritakan kenapa abang"melarikan diri'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menunggui ku makan di dapur sambil berdiri. Sebelum habis &lt;br /&gt;makan, mami Magda menemui kami kedapur. Lagi-lagi Magda mendapat &lt;br /&gt;omelan, karena aku makan di dapur sambil berdiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kasihan melihat Magda kena omelan terus gara-gara ku. Aku juga &lt;br /&gt;merasakan sikap kasih sayang inang uda, mami Magda, berlebihan &lt;br /&gt;terhadap ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda diam menunduk setelah diomelin maminya sembari membawa gelas ku &lt;br /&gt;ke ruang makan, aku mengikutinya sementara mami masih berdiri di &lt;br /&gt;dapur. " Inang uda mau kerumah om dokter dulu, kalian jangan ribut &lt;br /&gt;terus," ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana sedikit terganggu. Aku berusaha menyejukkan hati ito ku &lt;br /&gt;Magda. Aku beranjak dari meja makan menyimpan piring dan gelas ku. &lt;br /&gt;Magda melarang ku, " Bang, tunggu dulu mami belum pergi. Abang senang &lt;br /&gt;kalau aku diomelin lagi. Heran , aku tak pernah diomelin kalau aku &lt;br /&gt;marah kepada adik Jontahn, sama abang kok kayaknya berlebihan, kenapa &lt;br /&gt;iya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku juga merasa risih dengan sikap mami. Tetapi mungkin karena aku &lt;br /&gt;dianggap tamu. Tamu itu adalah raja."&lt;br /&gt;"Raja maho !" ketus Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ayo bang cerita, kenapa abang melarikan diri kesini mencari &lt;br /&gt;makanan dan buat perkara."&lt;br /&gt;" Sebelum aku tiba, ibu Susan datang kerumah. Susan mau mengajak aku &lt;br /&gt;menginap dirumahnya malam ini untuk yang terakhir, karena besok &lt;br /&gt;suaminya akan kembali dari London. Karena aku belum tiba dia menitip &lt;br /&gt;pesan kepada ibu kost ku, supaya menghubunginya kalau aku sudah &lt;br /&gt;tiba. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang memang serius nggak mau lagi menginap dirumah ibu itu."&lt;br /&gt;" Itu makanya aku datang kesini. Aku takut dia datang lagi menjemput &lt;br /&gt;ku malam ini. Magda, aku masih merasakan hangatnya air mata ibu &lt;br /&gt;ketika menasihati perihal hubungan ku dengan Susan. Tanpa aku sadari, &lt;br /&gt;aku telah melukai hati dan mempermalukan ayah dan ibu ku. Aku memang &lt;br /&gt;keterlaluan. Aku hanya memikirkan cinta...cinta tanpa pertimbangan &lt;br /&gt;moral, pada hal cinta itu bukanlah segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang aku , Magda juga tahu, kalau aku paling nggak tahan melihat &lt;br /&gt;air mata perempuan. Aku sering " jatuh oleh linangan air mata &lt;br /&gt;perempuan". Itulah membuat ku hanyut dengan Susan. Magda maaf, aku &lt;br /&gt;tidak ingin mengungkit masa lalu kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kelemahan ku itulah, Magda pernah menyebutku buaya, sama &lt;br /&gt;halnya dengan Susan menyebut jenis reptil yang sama, buaya. " ujar &lt;br /&gt;ku. "Tetapi, syukurlah kalau kamu belum pernah menyebutku ular." &lt;br /&gt;imbuhku sambil ketawa kecut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jadi abang ikut ke bandara menjemput suaminya? Nggak merasa risih &lt;br /&gt;abang berada diantara suami dan Susan yang pernah abang sayangi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak juga. Karena aku sudah tekad, tidak akan berhubungan lagi &lt;br /&gt;dengan Susan. Lagi, Hendra suami Susan sudah aku kenal, ketika ketemu &lt;br /&gt;di diskotik. Juga waktu aku nginap dirumah Susan, aku bicara dengan &lt;br /&gt;dia kok."&lt;br /&gt;" Om itu tahu kalau abang nginap dirumahnya? Om itu nggak bilang apa-&lt;br /&gt;apa.?"&lt;br /&gt;" Nggak! malah senang." jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup lama aku dan Magda mengobrol malam itu. Aku tak dapat melawan &lt;br /&gt;kantuk karena kelelahan selama enam jam dalam bus, aku mohon ijin &lt;br /&gt;tidur. Magda bergegas merapihkan kamar disebelah kamarnya. &lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 06, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-1753370705136045456?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/1753370705136045456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-80.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1753370705136045456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1753370705136045456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-80.html' title='Dosenku Pacarku (80)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIiipWpXRI/AAAAAAAAATs/0bsCZpctwxI/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5759355473873200826</id><published>2008-11-19T05:57:00.001+07:00</published><updated>2008-11-19T05:57:00.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (79)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIh4oafb7I/AAAAAAAAATk/kqK4GO6lZaU/s1600-h/love1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 108px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIh4oafb7I/AAAAAAAAATk/kqK4GO6lZaU/s200/love1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269811770781822898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Sihol na dirohangki"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=0hBrln2tf3M&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sihol na dirohangki holan tu ho jala sasada ho/rinduku hanya pada mu, &lt;br /&gt;hanya untuk mu seorang&lt;br /&gt;holong na dirohangki holan tu ho ito pargaulan/kasih ku hanya hanya &lt;br /&gt;pada mu baby&lt;br /&gt;lungun ku ito lungunhu doi sa panghilalaan/rindu mu juga rindu &lt;br /&gt;ku ,love each others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;janji na tabahen asa tongtong taringot hasian/ agar janji yang kita &lt;br /&gt;padu senantiasa dalam ingatan&lt;br /&gt;padan na pudun i sotung adong be namangose i/ sumpah yang kita rajut &lt;br /&gt;jangan ada yang ingkar&lt;br /&gt;anggiat lam saut sangkap ta ito na di rohangki/ kiranya niat hati &lt;br /&gt;kita terujut sebagaimana dalam benak ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;sapala na marjanji uang be sirang/ kalau sudah berjanji jangan lagi &lt;br /&gt;berpisah&lt;br /&gt;molo naung marpadan unang be mose/ kalau sudah bersumpah jangan lagi &lt;br /&gt;diingkari&lt;br /&gt;ingkon sisada roha hita nadua au dohot ho/kita harus sehati, aku dan &lt;br /&gt;diri mu&lt;br /&gt;ho dohot ahu na ingkon saut/ engkau dan aku harus berpadu kasih&lt;br /&gt;==================== 78 ============&lt;br /&gt;" Hati-hati di jalan bang.!" ucap Susan&lt;br /&gt;Satu beban berat terlalui tanpa harus menyakiti. Karena demikan &lt;br /&gt;senangnya, aku tidak langsung pulang kerumah. Aku menuju kerumah &lt;br /&gt;Magda memberi "laporan". ( Bersambung)&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, ada apa? Kata mu mau pakai motor sampai besok. Kenapa sudah &lt;br /&gt;kembali? Wajah abang cerah sekali.!?"&lt;br /&gt;" Magda, motor mu "menyelamatkan" ku. Tadinya Susan mengajak ku &lt;br /&gt;menginap, tetapi aku beri alasan motor harus ku kembalikan malam ini, &lt;br /&gt;akhirnya Susan "menyerah". Aku selamat Magda, beban berat ku &lt;br /&gt;berkurang."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Abang bilang apa sama ibu itu?"&lt;br /&gt;" Aku nggak bilang apa-apa. Kebetulan suaminya pulang minggu depan. &lt;br /&gt;Aku selamat. Aku juga sudah beritahu kalau akan ke Jakarta. Untuk &lt;br /&gt;yang terakhir kali, aku nanti menemaninya menjemput suaminya ke &lt;br /&gt;bandara Polonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Selamat bang ! sekarang tinggal masalah Maya. Oalah.. abang, tak &lt;br /&gt;habis- habisnya masalah mu ," ucapnya sambil mengelus kepala ku.&lt;br /&gt;"Zung kita ke dapur, bantuin aku masak. Bang, segeralah selesaikan &lt;br /&gt;masalahmu dengan Maya, jangan biarkan berlarut-larut; nanti itu akan &lt;br /&gt;menyiksa dirimu sendiri." ujar Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku nggak ada masalah dengan Maya.! Om John "sibagur tano " itu &lt;br /&gt;yang punya masalah. Aku juga kasihan kepada Maya dikekang seperti &lt;br /&gt;anak kecil. Sudah sesuci apa rupanya om John itu, ?" kata ku geram.&lt;br /&gt;" Apa itu " sibagur tano" bang. Aku nggak pernah dengar, " tanya &lt;br /&gt;Magda cekikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku pun tak jelas. Itu jenis binatang purbakala dan hidupnya hanya &lt;br /&gt;ada dekat comberan," jawab ku tertawa. " Siibagur tano sejenis kodok, &lt;br /&gt;mukanya paling jelek diantara jenis kodok didunia ini." imbuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kok tega benar mengolok-olok om itu, dosa lho bang," ingatnya.&lt;br /&gt;" Ah....nggak apa-apa, dosaku juga paling sebesar kodok. Dosa om itu &lt;br /&gt;lebih besar, sebesar gajah hamil ," ujarku, disambut tawa Magda.&lt;br /&gt;Sementara aku dan Magda asyik ngobrol, mami menjumpai kami ke dapur &lt;br /&gt;sedang memasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bah Magda ! kau biarkan ito mu motong sayur.? Keterlaluan kau &lt;br /&gt;inang.!" hentak maminya.&lt;br /&gt;Magda sewot, " mami jangan disini, kerjanya ngomel melulu. Memang &lt;br /&gt;kenapa rupannya kalau si abang motong sayur? Nih..lagi bang, iris &lt;br /&gt;kecil-kecil," perintahnya di depan mami, sambil menyerahkan bawang &lt;br /&gt;merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami, pergi meningalkan kami sambil geleng-geleng kepala.&lt;br /&gt;"Magda nggak boleh seperti itu kepada mami," ingat ku.&lt;br /&gt;" Halah...abang sok nasihati. Cepatan bawang merahnya," ujarnya &lt;br /&gt;diiringi senyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zung, aku sedih kalau abang jadi ke Jakarta. Nggak ada lagi teman ku &lt;br /&gt;ribut. Nggak ada lagi bantuin aku motong cabe, sayur dan bawang," &lt;br /&gt;ujarnya bergurau. " &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku asyik motong bawang dia menggebrak meja dengan sendok &lt;br /&gt;besar, " Bang! dengar nggak aku ngomong," suaranya menghentak &lt;br /&gt;bergaya galak.&lt;br /&gt;" Iya aku dengar, gara-gara kamu galak, tiada hari tanpa ribut. Maka &lt;br /&gt;aku pergi jauh." balas ku, disambut gelak Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Magda seharian diliputi rasa ceria, iya sebagai mantan &lt;br /&gt;kekasih, tetapi kini lebih kental sebagai" ito".&lt;br /&gt;Masih didapur, Magda mengajukan rencana setelah wisuda pergi wisata &lt;br /&gt;ke danau Toba satu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau abang mau biar aku ajak Mawar. Nanti kita nginap di villa om &lt;br /&gt;dokter."&lt;br /&gt;Aku setuju usulannya. " Tetapi jangan langsung malam harinya, karena &lt;br /&gt;orangtua ku datang menghadiri wisuda itu."&lt;br /&gt;" Terserah kapan yang penting abang mau. Nggak apa-apa kalau Maya &lt;br /&gt;ikut." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, jangan kau buat perkara baru lagi , " ujar ku.&lt;br /&gt;" Iya nggak usah kalau abang nggak mau," balasnya sambil menuju ruang &lt;br /&gt;depan untuk menghubungi Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda kembali kedapur, " Zung, kita jadi berangkat. Mawar senang, &lt;br /&gt;pesannya hanya kita bertiga saja."&lt;br /&gt;" Magda, beberapa hari nanti aku nggak bisa datang kesini, aku mu &lt;br /&gt;pulang dulu. Orangtua ku pasti menunggu berita hasil sidang ku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, jangan kelamaan disana, akhir bulaan ini abang mau berangkat &lt;br /&gt;ke Jakarta. Jangan lupa tanyakan bapa tua kalau abang mau kerja di &lt;br /&gt;Medan, aku dan mami bantuin abang." ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 06, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5759355473873200826?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5759355473873200826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-79.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5759355473873200826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5759355473873200826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-79.html' title='Dosenku Pacarku (79)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIh4oafb7I/AAAAAAAAATk/kqK4GO6lZaU/s72-c/love1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5360438799557517054</id><published>2008-11-18T08:13:00.006+07:00</published><updated>2008-11-18T08:24:11.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (78)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIZLdVYGfI/AAAAAAAAATc/e4smWzV8wvA/s1600-h/cinta4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIZLdVYGfI/AAAAAAAAATc/e4smWzV8wvA/s200/cinta4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269802198620445170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Almost Lover"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Nez7gsXBJtw&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your fingertips across my skin/The palm trees swaying in the wind &lt;br /&gt;Images&lt;br /&gt;You sang me Spanish lullabies/The sweetest sadness in your eyes &lt;br /&gt;Clever trick&lt;br /&gt;Well, I never want to see you unhappy/ I thought you'd want the same &lt;br /&gt;for me&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;Goodbye, my almost lover/Goodbye, my hopeless dream/I'm trying not to &lt;br /&gt;think about you/Can't you just let me be?&lt;br /&gt;So long, my luckless romance/My back is turned on you/Should've known &lt;br /&gt;you'd bring me heartache&lt;br /&gt;Almost lovers always do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We walked along a crowded street/You took my hand and danced with me&lt;br /&gt;Images/And when you left, you kissed my lips/You told me you would &lt;br /&gt;never, never forget &lt;br /&gt;These images &lt;br /&gt;No/Well, I'd never want to see you unhappy/I thought you'd want the &lt;br /&gt;same for me&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;I cannot go to the ocean/I cannot drive the streets at night/I cannot &lt;br /&gt;wake up in the morning &lt;br /&gt;Without you on my mind/So you're gone and I'm haunted/And I bet you &lt;br /&gt;are just fine&lt;br /&gt;Did I make it that/Easy to walk right in and out/Of my life?&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;================= 77 ========&lt;br /&gt;" Nantilah aku bicarakan dulu dengan ayah. Tetapi aku ke Jakarta dulu &lt;br /&gt;sambil mau liburan. Magda mau ikutan.?"&lt;br /&gt;" Terlalu jauh bang, mami nggak ada temannya." ujarnya dengan suara &lt;br /&gt;lemah.( Bersambung)&lt;br /&gt;============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar tidak jadi datang makan malam bersama kami. Setelah makan mami &lt;br /&gt;Magda memberi nasihat kepada Magda dan aku. Magda menitikkan air &lt;br /&gt;mata, dia memanggil lirih papinya dalam isak, maminya juga ikut &lt;br /&gt;menitikkan air mata. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari kursiku dan memeluknya, " Magda, jangan menangis," &lt;br /&gt;bujuk ku sambil mengelus kepalanya. Magda balas memelukku sambil &lt;br /&gt;memanggil papinya. Aku juga tak kuasa menahan air mataku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku teringat ketika jenazah papinya masih di rumah,kala itu, Magda &lt;br /&gt;berulang memanggil papinya dalam ratap, " Papi bangun, abang Tan Zung &lt;br /&gt;datang. Papi bangun," tangisnya ketika aku datang melayat kerumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengakihiri tangisnya ketika maminya mengingatkan: " Sudahlah &lt;br /&gt;boru, mestinya kita bahagia atas keberhasilan mu. Mami sangat senang &lt;br /&gt;melihat Magda, Mawar dan ito mu Tan Zung berhasil menyelesaikan &lt;br /&gt;kuliah." &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Esok hari menjelang siang, aku berangkat menemui Susan ingin &lt;br /&gt;mengucapkan terimakasih sekaligus memberitahukan keberangkatan ku ke &lt;br /&gt;Jakarta. Susan menyongsongku ke teras rumahnya dan berteriak, " &lt;br /&gt;Selamat datang doctorandus Tan Zung," sambutnya sambil memeluk ku. &lt;br /&gt;Kebetulan Zung, aku mau makan, mari duduk kita makan bersama," &lt;br /&gt;ajaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan menggandeng tanganku ke meja makan. Saat makan, aku sampaikan &lt;br /&gt;niat ku mau berangkat ke Jakarta akhir bulan. " Aku mau cari kerja &lt;br /&gt;disana, " kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Lho, dulu abang bilang mau kerja di tempat kerja papi almarhum?. &lt;br /&gt;Kebetulan mingggu depan suami ku mau kembali dari London. Nanti kita &lt;br /&gt;kekantor cabang isi lamaran, mereka butuh jurusan akuntansi. Zung, &lt;br /&gt;gajinya lumayan besar jangan sia-siakan.!" ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatiku terasa terbang setelah memberitahukan suaminya pulang minggu &lt;br /&gt;depan. Aku tak harus lagi "meralat" ucapan ku akan menikahinya. Aku &lt;br /&gt;juga sudah nggak tertarik dengan tawaran bekerja di kantor almarhum &lt;br /&gt;ayahnya meski gajinya termasuk paling besar dibandingkan dengan gaji &lt;br /&gt;pegawai negeri sipil atau be-u-em-en lainnya. Susan terus mendesak ku &lt;br /&gt;supaya minggu depan mengisi lamaran di kantor almarhum ayahnya juga &lt;br /&gt;tempat suaminya berkerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir percakapan kami, Susan mengajak ku ikut menjemput &lt;br /&gt;suaminya ke pelabuhan udara. Aku tak dapat mengelak permintaanya.&lt;br /&gt;"Aku minta tolong, minggu depan menemani ku menjemput Hendra, &lt;br /&gt;boleh?". tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyanggupi permintaannya. Permintaan terakhir, pikir ku. Aku &lt;br /&gt;beritahukan kalau aku sudah pindah ke tempat ku semula. Selama makan &lt;br /&gt;siang, tak ada lagi kata-kata cinta terucap dari mulut ku dan Susan. &lt;br /&gt;Kecuali menjelang ketika aku minta ijin pulang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan berat Susan membiarkan ku pulang sebelum senja. &lt;br /&gt;Berulangkali dia membujuk ku untuk menginap, " Untuk yang terakhir &lt;br /&gt;bang, sebelum suamiku pulang, " bujuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menolak permintaan untuk menginap, aku berdalih mau mengembalikan &lt;br /&gt;motor pinjaman ku. Susan tampak kecewa berat. Susan mendekati ku, " &lt;br /&gt;Abang, berubah jauh dibandingkan sebelumnya. Kenapa?.Kamu punya pacar &lt;br /&gt;baru?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak.! Aku janji motor akan ku kembalikan sebelum malam hari. &lt;br /&gt;Mungkin lain waktu, aku datang lagi."&lt;br /&gt;" Nanti nginap sebelum suamiku pulang iya bang!. Kita sama berangkat &lt;br /&gt;dari rumah ini, " ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, aku lihat dulu. Mungkin aku pulang dulu sebelum aku berangkat &lt;br /&gt;ke Jakarta. Tapi pasti aku ikut menjemput suami mu." ujar ku &lt;br /&gt;meyakinkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku jemput abang kerumah malam sebelum suami ku tiba, ?" tanyanya.&lt;br /&gt;" Telephon dulu, mungkin aku belum tiba dari kampung." jawab ku.&lt;br /&gt;Susan menghantarkan ku hingga kehalaman rumahnya dengan perasaan &lt;br /&gt;kecewa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Perubahan abang terlalu cepat, kenapa ? Karena abang sudah tamat &lt;br /&gt;iya, ?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah...tembakan "duabelas pas" pikir ku. Meski harus berpisahaku aku &lt;br /&gt;tetap bersikap santun. Berpisah tidak harus saling menyakiti. Aku &lt;br /&gt;mengecup pipinya sebelum meninggalkannya. Susan memeluk ku. Aku &lt;br /&gt;merasakan getaran tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengakhirinya sebelum aku diajak kembali kerumah. Susan &lt;br /&gt;melepaskan pelukannya dengan rasa kecewa. " Hati-hati di jalan &lt;br /&gt;bang.!" ucap Susan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu beban berat terlalui tanpa ada yang terluka. Karena demikan &lt;br /&gt;senangnya, aku tidak langsung pulang kerumah. Aku menuju kerumah &lt;br /&gt;Magda memberi "laporan". ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 06, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5360438799557517054?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5360438799557517054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-78.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5360438799557517054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5360438799557517054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-78.html' title='Dosenku Pacarku (78)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SSIZLdVYGfI/AAAAAAAAATc/e4smWzV8wvA/s72-c/cinta4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4775883912083020798</id><published>2008-11-17T06:39:00.000+07:00</published><updated>2008-11-17T06:39:00.713+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (77)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzzc_I-wSI/AAAAAAAAATM/lNNgoNP1x68/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzzc_I-wSI/AAAAAAAAATM/lNNgoNP1x68/s200/love.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268353343427625250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Untuk sebuah nama"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=znS3rVjXRrg&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupejam mata ini dikebisuan malam &lt;br /&gt;oh mimpi bawalah dia dalam tidurku&lt;br /&gt;untuk sebuah nama rindu tak pernah pudar &lt;br /&gt;oh mimpi dimana dia dambaan hati&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;biarlah hanya dalam mimpi kita saling melepaskan rindu&lt;br /&gt;biarlah hanya dalam mimpi kucumbui bayangan diri mu&lt;br /&gt;kau satu segalanya bagiku diantara berjuta disana&lt;br /&gt;kau saja belahan jiwa ini tak ingin yang lain disisku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sebuah nama&lt;br /&gt;Kupejam mata ini dikebisuan malam &lt;br /&gt;oh mimpi bawalah dia dalam tidurku&lt;br /&gt;untuk sebuah nama rindu tak pernah pudar &lt;br /&gt;oh mimpi dimana dia dambaan hati&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;=================== 76 =============&lt;br /&gt;Kami bicara serius tetapi tak ada lagi menyinggung tentang masa &lt;br /&gt;lalu. Kini aku dan dia merasakan sebagai saudara dekat. Magda tak &lt;br /&gt;segan-segan lagi menegur ku bahkan membentak kalau dianggapnya &lt;br /&gt;aku "melenceng".( Bersambung)&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;Dengan kedekatan ku sebagai saudara mengharap, dia akan merubah &lt;br /&gt;keputusan tidak akan menikah selamanya. Aku telah tulus melepaskannya &lt;br /&gt;seandai Magda mempunyai pilihan lelaki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku juga tak segan mengutarakan masalah pribadi ku tanpa ada maksud &lt;br /&gt;mempengaruhi agar hubungan kami kembali. Kini, hanya aku ingin &lt;br /&gt;menunggu waktu yang tepat membicarakan mengenai Maya. Kembali kami &lt;br /&gt;berbicara mengenai hubungan ku dengan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, perkuliahan kita sudah selesai. Tak ada lagi yang perlu abang &lt;br /&gt;takut kan. Jangan abang gantung perasaan ibu Susan. Segeralah abang &lt;br /&gt;mengambil keputusan. Tetapi saran ku, akhirilah hubungan mu dengan &lt;br /&gt;dia. Aku berani mengatakannya, karena ibu itu punya suami, apapun &lt;br /&gt;alasannya, abang tak pantas menggunting dalam lipatan." ujar Magda &lt;br /&gt;serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, rencana ku besok hendak kesana. Boleh aku pinjam motor mu?"&lt;br /&gt;" Nggak terlalu jauh naik motor kerumahnya.?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya memang cukup jauh, tapi nggak apalah, biar ada alasan ku pulang &lt;br /&gt;mengembalikan motor bila Susan menahan ku menginap dirumahnya. &lt;br /&gt;Magda, entah kenapa aku paling sukar menolak permintaannya, itu &lt;br /&gt;kelemahan ku yang selalu dimanfaatkan ibu Susan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang selama ini kalaupun aku nginap, kami tak pernah berbuat &lt;br /&gt;melampaui batas. Aku dan Susan masih bisa menahan diri. Magda, &lt;br /&gt;mungkin aku pinjam motor mu dua hari karena aku juga rencana mau &lt;br /&gt;pindah dari rumah kost ku sekarang, menungu berangkat ke Jakarta &lt;br /&gt;akhir bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang pakai saja sesuai kebutuhan mu, nanti aku pakai mobil antar &lt;br /&gt;mami kepasar atau ketempat lain. Abang serius mau ke Jakarta,?" &lt;br /&gt;tanyanya pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, aku serius." jawab ku. Aku segera mengajak Magda pulang, aku &lt;br /&gt;melihat ada perubahan dalam wajahnya ketika ku katakan akan berangkat &lt;br /&gt;ke Jakarta akhir bulan. Memang akupun merasakan beratnya meninggalkan &lt;br /&gt;kota Medan, kota kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Dikota ini &lt;br /&gt;aku mengenal indah dan pahitnya hidup bercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada yang aku bicarakan dengan mu Magda, kita bicarakan dirumah &lt;br /&gt;saja."&lt;br /&gt;Magda merasa heran setelah aku mengajak pulang dan ingin membicarakan &lt;br /&gt;hal yang serius, sementara aku akan berangkat ke Jakarta. Aku &lt;br /&gt;menduga, pikirannya pasti mengenai hubungan kami lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengajak ku bicara di rumah, ketika aku mengambil tempat duduk &lt;br /&gt;di teras. Dia mengajak ku ke dapur. Magda menyediakan minuman teh &lt;br /&gt;hangat untuk kami beerdua. " Ada hal yang serius bang? " tanyanya &lt;br /&gt;sambil menyeduh teh. Aku membantu dia mengangkat kedua gelas ke ruang &lt;br /&gt;tamu. Magda duduk berhadapan dengan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, ketika aku pulang kampung, Sinta mendesak-desak ku berteman &lt;br /&gt;dengan Maya. Awalnya aku nggak tertarik. Tetapi karena semua keluarga &lt;br /&gt;termasuk ompung kita "komporin" akhirnya aku mau. Maya itu teman ku &lt;br /&gt;sekelas ketika di es-de hingga di es-em-pe. Orangnya baik dan &lt;br /&gt;cerdas seperti kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Lalu kenapa dengan Maya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sebenarnya aku tidak ada masalah dengan Maya. Yang menjadi masalah &lt;br /&gt;adalah om dia. Ketika aku mengantar Maya pulang, om itu menunjukkan &lt;br /&gt;rasa tidak senang dengan ku. Dia adalah dosen di salah satu fakultas &lt;br /&gt;di kampus kita. &lt;br /&gt;Dia mengetahui hubungan ku dengan Susan. Menurut Lisa kakak Maya, itu &lt;br /&gt;alasannya melarang Maya berteman dengan ku. Hampir sebulan ini aku &lt;br /&gt;tak pernah ketemu dengan dia, kecuali dengan kakaknya. Om nya selalu &lt;br /&gt;mengawasi langkah Maya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nah....sekarang baru ketahuan, aku dan Mawar sudah tertanya-tanya &lt;br /&gt;setelah pulang dari kampung abang seperti kehilangan semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya ini penyebabnya. Ooohh.....abang ku, aku kan sudah bilang &lt;br /&gt;sebelum abang berangkat kekampung, jangan lagi "main api", yang satu &lt;br /&gt;belum beres yang baru datang lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Itulah alasannya, aku mau berangkat akhir bulan ini. Tadinya &lt;br /&gt;rencana ku dua bulan mendatang."&lt;br /&gt;" Zung, aku mau mendatangi Maya, apa pesan mu.?"&lt;br /&gt;" Nggak usah lagilah, aku capek. Aku hanya ingin memberitahu sebelum &lt;br /&gt;kamu tahu dari orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jadi abang mau "melarikan diri" ?&lt;br /&gt;" Nggak.! Aku hanya menenangkan diri sambil mau cari kerja."&lt;br /&gt;" Bang, kenapa harus di Jakarta. Abang kerja di Medan saja. Kalau &lt;br /&gt;abang berangkat, nggak ada lagi teman ku berantam. Aku serius, minggu &lt;br /&gt;depan aku dan mami ke kantor gubernur, biar aku tanyakan bagian &lt;br /&gt;personalianya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nantilah aku bicarakan dulu dengan ayah. Tetapi aku ke Jakarta dulu &lt;br /&gt;sambil mau liburan. Magda mau ikutan.?"&lt;br /&gt;" Terlalu jauh bang, mami nggak ada temannya." ujarnya dengan suara &lt;br /&gt;lemah.( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 05, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4775883912083020798?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4775883912083020798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-77.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4775883912083020798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4775883912083020798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-77.html' title='Dosenku Pacarku (77)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzzc_I-wSI/AAAAAAAAATM/lNNgoNP1x68/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5131550244765692003</id><published>2008-11-16T06:35:00.000+07:00</published><updated>2008-11-16T06:35:00.929+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (76)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzy1LiFcJI/AAAAAAAAATE/6FUQ07LJDFs/s1600-h/cinta12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzy1LiFcJI/AAAAAAAAATE/6FUQ07LJDFs/s200/cinta12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268352659559379090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Have You Ever Seen The Rain"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=tG6T7ljxZQo"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Someone told me long ago/There's a calm before the storm,&lt;br /&gt;I know; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's been comin' for some time./When it's over, so they say,/It'll &lt;br /&gt;rain a sunny day,/&lt;br /&gt;I know; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*)Shinin' down like water./I want to know, have you ever seen the &lt;br /&gt;rain?/I want to know, have you ever seen the rain&lt;br /&gt;Comin' down on a sunny day?&lt;br /&gt;Yesterday, and days before,/Sun is cold and rain is hard,&lt;br /&gt;I know;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Been that way for all my time./'Til forever, on it goes/Through the &lt;br /&gt;circle, fast and slow,&lt;br /&gt;I know;&lt;br /&gt;It can't stop, I wonder.&lt;br /&gt;I know;&lt;br /&gt;*)&lt;br /&gt;=================== 75 ===============&lt;br /&gt;" Abang tenang saja, nggak usah gugup menjawab pertanyaan mereka, &lt;br /&gt;apalagi mengahadapi bapak "S" itu, soknya bukan main. Pertanyaannya &lt;br /&gt;aneh-aneh, nggak ada hubungannya dengan mata kuliah dia. Ibu Susan &lt;br /&gt;mantap bang, pertanyaannya sangat enteng." ujar Mawar. ( Bersambung)&lt;br /&gt;======================================&lt;br /&gt;Magda keluar ruangan lebih cepat dibandingkan dengan mahasiswa yang &lt;br /&gt;diuji sebelumnya. Magda berlari kecil menuju kearah ku dan Mawar. &lt;br /&gt;Magda memeluk ku, juga mengeluarkan air mata kebahagiaan. Dia &lt;br /&gt;mengangkat wajahnya memandangku, " Bang, akhirnya perjuangan kita &lt;br /&gt;nggak sia-sia." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Magda, kau lupa, nasib ku masih diujung tanduk. Aku belum diuji," &lt;br /&gt;kataku datar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda terdiam mendengar ucapan ku. " Abang pasti lulus, pasti!. Nggak &lt;br /&gt;usah gentar bang. Hadapi mereka dengan tenang. Ibu Susan mengajukan &lt;br /&gt;pertanyaan sangat ringan." ujarnya memberi semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda dan Mawar terus memberi ku semangat sebelum giliran ku tiba. &lt;br /&gt;Aku nggak sabaran menunggu giliran, mestinya giliran ku sudah tiba. &lt;br /&gt;Magda mulai gelisah dia ke sekretariat menanyakan kapan giliran ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karyawan yang ditanyakan tersenyum menjawab Magda, " Gilirannya &lt;br /&gt;diganti dengan yang paling akhir, karena namanya berawal huruf " Z". &lt;br /&gt;Ini pasti kerjaan Susan pikirku, setelah Magda memberitahukan alasan &lt;br /&gt;sekretariat mengundurkan giliranku yang paling akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda dan Mawar mengantarkan ku hingga kedepan pintu ruangan sidang. &lt;br /&gt;Magda menghentak punggungku," tenang bang." ujarnya memberikan &lt;br /&gt;semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat Susan duduk diantara dosen penguji. Dia memandangi ku &lt;br /&gt;hingga aku duduk dikursi"pesakitan". Susan mengawali pertanyaan, &lt;br /&gt;segera ku sambar. Susan mengangguk. Susan meberi kesempatan kepada &lt;br /&gt;dosen lainnya, semuanya kulahap. Terakhir Susan mengakhiri dua &lt;br /&gt;pertanyaan, keduanya " aku kunyah habis". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lulus sangat memuaskan. Aku segera bangkit dari tempat duduk ku &lt;br /&gt;dan menyalami Susan, " terimakasih bu." ucap ku. Aku juga menyalami &lt;br /&gt;semua dosen penguji lainnya. Aku meninggalkan ruangan seperti &lt;br /&gt;berjalan di udara karena kebahagian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin terbang ke kampung memberitahu hasil ujian ku. Tadinya &lt;br /&gt;kedua orang tuaku mau menghadirinya, tetapi karena nenek ku sedang &lt;br /&gt;sakit, mereka tak tega meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda dan Mawar menyambut ku, keduanya memeluk ku, " Abang &lt;br /&gt;lulus.....Magda menempelkan pipinya ke pipiku agak lama. Kan tadi aku &lt;br /&gt;bilang akhirnya perjuangan kita tidak sia-sia," ujarnya sambil &lt;br /&gt;menyeka air mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar mengajak aku dan Magda kerumahnya. Magda menyerahkan kunci &lt;br /&gt;motornya, " Zung yang bawa," ujarnya.&lt;br /&gt;Sebelum kerumah Mawar, kami mampir dulu kerumah Magda. Mami Magda &lt;br /&gt;menyambut kami dengan rasa sukacita. Satu persatu kami diciumi, air &lt;br /&gt;mata kebahagiaan mengiringinya, " Akhirnya kalian semua berhasil, &lt;br /&gt;inang uda bangga," ujarnya pada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami mengingatkan Magda, Aku dan Mawar makan malam bersama. Segera &lt;br /&gt;kami berangkat menuju rumah Mawar. Suasana dirumah Mawar sangat riuh, &lt;br /&gt;seluruh keluarga dan ponakan berkumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar memperkenalkan ku kepada kakak ipar dan seluruh keluarga. " &lt;br /&gt;Oohh..yang ini namanya Tan Zung. Apa khabar mu adik , nama mu sering &lt;br /&gt;kakak dengar tapi nggak pernah ketemu," ujar kakak Mawar yang paling &lt;br /&gt;tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berbisik ke Magda, " Kita pulang saja, lebih baik kita dirumah &lt;br /&gt;mu. Suasananya terlalu ramai, aku pusing," keluh ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zung, kau cari perkara. Nanti Mawar marah. Sabar dikitlah bang, iya &lt;br /&gt;nanti kita kerumah, tapi tunggu dulu sebentar," bujuknya.&lt;br /&gt;" Magda, aku serius, kepala ku pusing aku mau istrahat. Aku kurang &lt;br /&gt;tidur tadi malam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda memanggil Mawar dari dapur. Mawar tak keberatan aku pulang &lt;br /&gt;duluan setelah melihat pisik ku agak lemah. Sebelum kerumahnya, aku &lt;br /&gt;singgah di kedai kopi "aseng" ingin beli makanan pengganjal perut. &lt;br /&gt;Aku baru sadar kalau sejak pagi aku hanya minum teh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ngapain kita kesini bang? Jangan, aku nggak mau, " ujarnya. dia &lt;br /&gt;tetap dalam boncengan.&lt;br /&gt;" Magda, aku lapar. Sejak pagi aku nggak makan, nggak selera, " &lt;br /&gt;ujarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kita makan pangsit di Selat Panjang saja. Aku juga lapar ," katanya.&lt;br /&gt;" Zung, kali ini aku yang traktir, jangan pakai tersinggung segala. &lt;br /&gt;Abang nanti kutinggal," ujarnya ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Magda agak lama di restaurant, kebetulan pengunjungnya agak &lt;br /&gt;sepi. Kami bicara serius tetapi tak ada lagi menyinggung tentang masa &lt;br /&gt;lalu. Kini aku dan dia merasakan sebagai saudara dekat. Magda tak &lt;br /&gt;segan-segan lagi menegur ku bahkan membentak kalau dianggapnya &lt;br /&gt;aku "melenceng". ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 05, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5131550244765692003?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5131550244765692003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-76.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5131550244765692003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5131550244765692003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-76.html' title='Dosenku Pacarku (76)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzy1LiFcJI/AAAAAAAAATE/6FUQ07LJDFs/s72-c/cinta12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4997371412366087268</id><published>2008-11-15T06:29:00.000+07:00</published><updated>2008-11-15T06:29:00.835+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (75)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzx08kvsRI/AAAAAAAAAS8/YwQR6jQNKy4/s1600-h/cinta7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzx08kvsRI/AAAAAAAAAS8/YwQR6jQNKy4/s200/cinta7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268351556032377106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"From This Moment On"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=""&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this moment life has begun/From this moment you are the one&lt;br /&gt;Right beside you is where I belong/From this moment on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this moment I have been blessed/I live only for your happiness&lt;br /&gt;And for your love Id give my last breath/From this moment on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I give my hand to you with all my heart/Cant wait to live my life &lt;br /&gt;with you, cant wait to start&lt;br /&gt;You and I will never be apart/My dreams came true because of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this moment as long as I live/I will love you, I promise you this&lt;br /&gt;There is nothing I wouldnt give/From this moment on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Youre the reason I believe in love/And youre the answer to my prayers &lt;br /&gt;from up above&lt;br /&gt;All we need is just the two of us/My dreams came true because of you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this moment as long as I live/I will love you, I promise you this&lt;br /&gt;From this moment/I will love you as long as I live/From this moment on&lt;br /&gt;======================== 74 ================&lt;br /&gt;Magda malah mengenyek ku, " kasihan... telephon aku kalau abang &lt;br /&gt;rindu," ujarnya sambil memegang tangan ku.&lt;br /&gt;" Aku tak butuh suara mu, aku ingin lihat wajah mu," ujar ku ketawa.&lt;br /&gt;" Boleh bang, bawa saja foto copynya," balasnya bergurau.(Bersambung) &lt;br /&gt;==========================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maaf bang, bagaimana urusan mu dengan ibu Susan? Abang serius tidak &lt;br /&gt;mau berhubungan lagi dengan dia?"&lt;br /&gt;" Iya. ayah dan ibuku sangat marah gara-gara hubungan ku dengan &lt;br /&gt;Susan."&lt;br /&gt;" Bagaimana mama tua tahu kamu pacaran dengan Susan?" tanya Magda.&lt;br /&gt;" Ada teman sekampung tinggal dengan omnya di kampus, memberi tahukan &lt;br /&gt;kepada Sinta. Sinta menceritakan kepada ibu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Oh..Maya yang rambutnya panjang?" sahutnya.&lt;br /&gt;" Bagaimana kamu kenal dengan dia?" tanya ku penasaran&lt;br /&gt;" Aku dan Sinta beberapa kali ke rumahnya sebelum pernikahan. Dia &lt;br /&gt;pendamping Sinta bukan,?" tanyanya meyakinkan.&lt;br /&gt;" Iya dialah orangnya," jawab ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..Medan kecil sekali. Kaki ku terpelintir di Sungai, ibu Ginting &lt;br /&gt;ketemu Magda di pasar dan tak sadar membocorkan kepergian ku dengan &lt;br /&gt;Susan. Bicara tentang Maya, secara kebetulan Magda mengenalnya lewat &lt;br /&gt;Sinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menanyakan ulang keputusan ku tentang hubungan Susan. Aku &lt;br /&gt;jelaskan aku akan kesana setelah wisuda. " Mau Magda menemani ku &lt;br /&gt;kesana?"&lt;br /&gt;" Maksud abang aku ikut mutusin pacar mu? Nggak lah.! Kalau cuma &lt;br /&gt;sekedar jalan, aku dan Mawar mau." jawabnya, disambut ketawa Mawar.&lt;br /&gt;**** &lt;br /&gt;Waktu yang ditunggu tiba untuk mempertanggungjawabkan skripsi &lt;br /&gt;dihadapan dewan penguji. Dari sejumlah mahasiswa dengan jurusan yang &lt;br /&gt;sama, kelihatan yang paling siap adalah Magda. Tak sedikipun beban &lt;br /&gt;tampak di wajahnya, selalu ceria jalan kian kemari menyapa teman-&lt;br /&gt;teman mahasiswa lainnya, sementara aku dan Mawar duduk dipojok &lt;br /&gt;ruangan seperti orang kedinginan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memasuki ruangan sidang, Susan menemui ku, "Kapan kamu &lt;br /&gt;kembali dari kampung," tanyanya.&lt;br /&gt;" Aku cuma seminggu dikampung, karena aku, Mawar dan Magda membahas &lt;br /&gt;ulang beberapa bab skripsi dalam menghadapi sidang nanti." jelas ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar mencubit lenganku, sementara Magda berjalan cepat menemui ku &lt;br /&gt;setelah Susan meninggalkan aku dan Mawar.&lt;br /&gt;" Ngapain ibu itu.?" tanyanya berbisik.&lt;br /&gt;" Dia bilang, "kangen berat sama ku " ucap ku ketawa sekaligus &lt;br /&gt;mengusir ketegangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tak puas dengan jawaban ku, dia bertanya lagi kepada Mawar.&lt;br /&gt;" Mawar, ibu itu bilang apa?"&lt;br /&gt;Mawar cekikan melihat ke ingintahuan Magda. " Ibu Susan menanyakan &lt;br /&gt;kapan kembali dari kampung. Rupanya abang kita ini belum melapor sama &lt;br /&gt;ibu itu." jawab Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oalah abang, tega benar. Pada hal ibu Susan rindunya setengah mati," &lt;br /&gt;Magda ngenyek.&lt;br /&gt;" Magda hentikan dulu ocehan mu sebentar lagi giliran ku." kata ku.&lt;br /&gt;Magda menjauh setelah dilihatnya aku merasa terganggu. " Bang tenang &lt;br /&gt;saja, jangan panik," ujarnya meninggalkan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar mendahului aku dan Mawar maju ke sidang. Aku hentak lengannya &lt;br /&gt;memberi semangat. Magda duduk dekat ku menggantikan Mawar. Magda diam &lt;br /&gt;malah perasaan ku semakin tegang. Aku awali pembicaraan ringan seakan &lt;br /&gt;aku tak punya beban lagi menghadapi sidang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, tadi ibu Susan ngajak aku, Magda dan Mawar makan malam &lt;br /&gt;dirumahnya," ujar ku bergurau.&lt;br /&gt;Magda menyahuti ku dengan berguyon juga, " aku akan mengundang ibu &lt;br /&gt;itu dan abang kerumah makan malam, " ujarnya tak serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara aku asyik bicara- menghilangkan rasa tegang- dengan Magda, &lt;br /&gt;Mawar keluar dari ruangan sidang dengan wajah ceria. Mawar berlari &lt;br /&gt;menuju kami dan merangkul Magda kemudian merangkul ku. " Aku lulus &lt;br /&gt;dengan nilai sangat memuaskan bang,!" ujarnya berurai air mata &lt;br /&gt;bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran Magda masuk ke ruangan sidang. Mawar memberiku masukan &lt;br /&gt;menghadapi dosen penguji. " Abang tenang saja, nggak usah gugup &lt;br /&gt;menjawab pertanyaan mereka, apalagi mengahadapi bapak "S" itu, soknya &lt;br /&gt;bukan main. Pertanyaannya aneh-aneh, nggak ada hubungannya dengan &lt;br /&gt;mata kuliah dia. Ibu Susan mantap bang, pertanyaannya sangat enteng." &lt;br /&gt;ujar Mawar. ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 05, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4997371412366087268?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4997371412366087268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-75.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4997371412366087268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4997371412366087268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-75.html' title='Dosenku Pacarku (75)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzx08kvsRI/AAAAAAAAAS8/YwQR6jQNKy4/s72-c/cinta7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-7638144702733422402</id><published>2008-11-14T10:27:00.001+07:00</published><updated>2008-11-14T10:29:33.917+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (74)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzwbALPDyI/AAAAAAAAAS0/kOL5oVnfpXU/s1600-h/cinta5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 118px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzwbALPDyI/AAAAAAAAAS0/kOL5oVnfpXU/s200/cinta5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268350010810896162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Forever And For Always" &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=om4s71i0J5Q"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In your arms I can still feel the way you/want me when you hold me/I &lt;br /&gt;can still hear the words you whispered/when you told me/I can stay &lt;br /&gt;right here forever in your arms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And there ain't no way—/I'm lettin' you go now/And there ain't no way—&lt;br /&gt;/and there ain't not how/I'll never see that day....&lt;br /&gt;[Chorus:]&lt;br /&gt;'Cause I'm keeping you/forever and for always/We will be together all &lt;br /&gt;of our day&lt;br /&gt;Wanna wake up every/morning to your sweet face—always&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmmm, baby/In your heart—I can still hear /a beat for every time you &lt;br /&gt;kiss me&lt;br /&gt;And when we're apart,/I know how much you miss me/I can feel your &lt;br /&gt;love for me in your heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And there ain't no way—/I'm lettin' you go now/And there ain't now &lt;br /&gt;way—&lt;br /&gt;and there ain't no how/I'll never see that day....&lt;br /&gt;[Repeat Chorus]&lt;br /&gt;(I wanna wake up every morning)&lt;br /&gt;In your eyes—(I can still see/the look of the one) I can still &lt;br /&gt;see/the look of the one who really loves me&lt;br /&gt;(I can still feel the way that you want)/The one who wouldn't put &lt;br /&gt;anything else in the world above me (I can still see love for me) I &lt;br /&gt;can still see love for me in your eyes (I still see the love)&lt;br /&gt;................&lt;br /&gt;[Repeat Chorus (2x)]&lt;br /&gt;I'm keeping you forever and for always/I'm in your arms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============= 73 =============&lt;br /&gt;Magda mengomel ketika buku-buku itu bertaburan di lantai, " abang sok &lt;br /&gt;mau memangku orang, buku sajapun tak dapat abang pangku," ujarnya &lt;br /&gt;sambil membantu ku mengangkat buku yang bercereran, Magda terus &lt;br /&gt;mengoceh sambil berjalan ke teras. (Bersambung)&lt;br /&gt;==============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar bergabung dengan kami, sementara Magda masih uring-uringan. &lt;br /&gt;Mawar sudah tahu tipe Magda, melihat wajah Magda, Mawar main mata &lt;br /&gt;kepada ku. Mawar menyakan ku ketika Magda masuk kerumah, " kenapa &lt;br /&gt;Magda? abang dan dia lagi ribut iya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Iya, dia dimarahin sama maminya, karena Magda benta-bentak aku,?" &lt;br /&gt;ujar ku sedikit keras supaya Magda mendengar.&lt;br /&gt;" Nggak, nggak ada aku bentak-bentak. Abang pembohong ," teriak &lt;br /&gt;Magda dari dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar hanya tertawa melihat "adegan" aku dan Magda. Aku berteriak &lt;br /&gt;memanggil Magda, " Magda kesini, bab mana yang perlu abang bantu,?" &lt;br /&gt;ujar ku menambah rasa kesalnya.&lt;br /&gt;Magda segera keluar dari rumah, " abang mau ngajarin Magda? " &lt;br /&gt;tanyanya kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar segera nimbrung setelah melihat "pertikaian" ku dengan Magda &lt;br /&gt;mulai memanas. " Ayolah, skripsi siapa dulu yang dibahas." tanya Mawar&lt;br /&gt;" Magda duluan, biarkan aku dulu mengujinya." sambut ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda segera mendekati ku, tanganya menjambak rambut ku pelan, " &lt;br /&gt;huh...abang tangkang, jogal." ucapnya gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susana cair setelah kepala ku jadi"korban". Magda tetap memimpin &lt;br /&gt;setiap pembahasan, memang dia paling cerdas dintara kelompok belajar &lt;br /&gt;kami. Semua kami merasa senang bila giliran dia menjadi "leader", tak &lt;br /&gt;pernah sok tahu atau ngotot dan mau minta maaf kalau ada kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah diskusi kami berakhir, Magda mengahantarkan aku pulang ke &lt;br /&gt;rumah kost ku. Sebelum meninggalkan ku, Magda menganjurkan supaya aku &lt;br /&gt;terus mengulang apa yang kami bahas menambah dengan catatan &lt;br /&gt;sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, aku lupa bawa tongkat ku. Boleh kau antar besok.?"&lt;br /&gt;" Aku sudah buang bang, serius ! Abang sudah bisa jalan seperti biasa &lt;br /&gt;kok, jangan cengeng!" ujarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Beberapa kali malam minggu, aku dan Maya lalui tanpa pernah bertemu, &lt;br /&gt;meski aku telah berusaha menghubunginya melalui kakaknya Lisa, &lt;br /&gt;sementara aku benar-benar mempersiapkan diri menghadapi sidang meja &lt;br /&gt;hijau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam terakhir diskusi seminggu menjelang sidang, Magda mengajak ku &lt;br /&gt;dan Mawar ke restaurant tempat kami selalu rendezvous, dulu. Magda &lt;br /&gt;tampak tanpa beban menghadapi sidang demikian juga dengan Mawar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama diskusi beberapa kali, Magda memperhatikan ku, menurutnya, &lt;br /&gt;kecerian ku tidak seperti sebelumnya, pada hal aku berusaha agar &lt;br /&gt;sikap ku tetap seperti semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, abang hilangkan dulu yang menggangu pikiran mu. Aku tak tahu &lt;br /&gt;apa yang ada dalam benak mu, tetapi aku melihat ada sesuatu yang &lt;br /&gt;menggangu." ucap Magda sebelum pesanan kami datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar tertawa mendengar "ramalan" Magda. " Sejak kapan Magda jadi &lt;br /&gt;juru ramal ? Tapi memang kok, lanjutnya, aku juga melihat abang &lt;br /&gt;kurang semangat setelah kembali dari kampung, kenapa.? tanya Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak ada masalah, selama ini kurang tidur mempersiapkan diri &lt;br /&gt;menghadapi sidang," ujar ku menutupi kebohongan ku.&lt;br /&gt;Magda tidak puas dengan jawaban ku, demikian juga dengan Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang mulai merasa jauh dengan kami ya?" ujar Magda.&lt;br /&gt;" Sampai ujung usia, manalah aku lupa dengan persahabatan ku dengan &lt;br /&gt;mu dan Mawar.!" jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengalihkan pembicaraan kami, mengenai rencana setelah wisuda. &lt;br /&gt;" Kemungkinan aku bekerja di kantor Gubernur setelah aku lulus. Staf &lt;br /&gt;biro personalia yang menggantikan papi telah berjanji kepada mami, " &lt;br /&gt;ujar Magda.&lt;br /&gt;Mawar juga sudah hampir pasti di kantor ayahnya, Komdak Sumut, &lt;br /&gt;sementara aku akan mencari pekerjaan ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Akhirnya, kita berpisah jauh, tak terasa perasahabatan kita sejak &lt;br /&gt;es-em -a , akan berakhir setelah delapan tahun berjalan. Kenapa harus &lt;br /&gt;ke Jakarta bang ? Kalau abang mau kerja di sini, aku dan mami akan &lt;br /&gt;tanyakan nanti ke biro personalia." ucap Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku akan diskusikan dulu dengan orang tuaku. Abang yang mengajak &lt;br /&gt;ku ke Jakarta, ayah dan ibu menyetujuinya." ujar ku. &lt;br /&gt;Dalam pembicaraan di restauran, kami diliputi perasaan bersedih, &lt;br /&gt;karena perpisahan sudah mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku mungkin yang paling tersiksa, bila aku jadi berangkat ke &lt;br /&gt;Jakarta. Aku tidak akan ketemu dengan mu lagi, berantuk setiap ketemu &lt;br /&gt;dan tertawa," ujar ku, suaraku tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda malah mengenyek ku, " Zung, kasihan... telephon aku kalau abang &lt;br /&gt;rindu," ujarnya sambil memegang tangan ku.&lt;br /&gt;" Aku tak butuh suara mu, aku ingin lihat wajah mu," ujar ku ketawa.&lt;br /&gt;" Boleh bang, bawa saja foto copynya," balasnya bergurau. (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. November 04, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-7638144702733422402?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/7638144702733422402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-74.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7638144702733422402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7638144702733422402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-74.html' title='Dosenku Pacarku (74)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRzwbALPDyI/AAAAAAAAAS0/kOL5oVnfpXU/s72-c/cinta5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4216672969642952256</id><published>2008-11-12T06:57:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T08:25:39.274+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (73)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRkDqEQmdmI/AAAAAAAAASs/NTfgK7kkrGI/s1600-h/cinta11.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 112px; height: 117px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRkDqEQmdmI/AAAAAAAAASs/NTfgK7kkrGI/s200/cinta11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267245260419266146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Jangan Sampai Tiga Kali"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=J93vHMfLTFs"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Satu kali kau sakiti hati ini masih kumaaf kan&lt;br /&gt;dua kali kau sakiti hati ini juga ku maafkan&lt;br /&gt;tapi jangan kau coba tiga kali jangan oh jangan lah&lt;br /&gt;cukuplah sudah cukuplah sudah jangan kau ulang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) &lt;br /&gt;sedari dulu aku sudah aku katakan siapa diri ini&lt;br /&gt;sedari dulu sudah aku katakan janganlah kau sesali&lt;br /&gt;tapi kini kau selalu menyakiti ku mengapa oh mengapa&lt;br /&gt;hati bertanya mungkin ada orang lain yang kau sayangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau memang ada yang lain yang kau sayangi selain diriku&lt;br /&gt;katakan sejujurnya jangan janganlah kau bersandiawara&lt;br /&gt;aku tak mau aku tak mau kalaulah memang begini adanya&lt;br /&gt;lebih baik berpisah dari pada nanti hati ini terluka&lt;br /&gt;*) &lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;" Maaf aku terlalu merasa. Maya sakit apa? Ketika aku tinggalkan &lt;br /&gt;malam itu, dia sehat, akupun tidak melihat ada gejala sakit. Kak, &lt;br /&gt;katakan saja sesungguhnya apa yang terjadi dengan Maya." ( Bersambung)&lt;br /&gt;===============72===============&lt;br /&gt;" Ketika kamu pulang, tante ribut dengan om John. Tante nggak setuju &lt;br /&gt;kalau om John mencampuri urusan ku dan Maya perihal berteman dengan &lt;br /&gt;lelaki manapun, kecuali yang sudah bersuami. Om John ngotot, silahkan &lt;br /&gt;Maya berteman dengan lelaki manapun asal bukan dengan Tan Zung." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Apa dasar keberatan om John aku berteman dengan Maya ?" tanyaku.&lt;br /&gt;" Aku juga nggak tahu pasti, tetapi kemungkinan, karena dia tahu kamu &lt;br /&gt;berhubungan dengan Susan." jawab Lisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baiklah ! menurut kakak aku harus bagaimana,?"&lt;br /&gt;" Aku mendukung hubungan kalian, nggak usah terlalu dipikirkan sikap &lt;br /&gt;om John. Mungkin setelah Tan zung selesai sidang dan dia tahu kalau &lt;br /&gt;kamu tidak lagi berhubungan Susan, om pasti berubah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jadi maksud kakak, aku dan Maya selama sebulan ini "puasa" dulu," &lt;br /&gt;kata ku.&lt;br /&gt;" Kan nggak lama itu, " ujar Lisa sambil mengajak ku pulang.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Magda heran melihat ku ketika tiba dirumahnya. " Abang bilang mau &lt;br /&gt;tinggal di kampung dua minggu, kok baru seminggu sudah kembali, abang &lt;br /&gt;rindu kepada Susan.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya aku rindu kepada kalian bertiga."&lt;br /&gt;" Kok bertiga,?" tanya Magda serius&lt;br /&gt;" Magda, Susan dan tongkat ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tak dapat menahan ketawanya, " Aku sudah bakar tongkat abang." &lt;br /&gt;ujarnya masih ketawa.&lt;br /&gt;" Iya aku tahu itu, aku mencium baunya hingga kekampung. Paling tidak &lt;br /&gt;sekarang, aku mau melihat abunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, maminya Magda menyambut ku hangat. Aku bercerita &lt;br /&gt;tentang pernikahan Sinta, sebelumnya aku menyampaikan salam dari &lt;br /&gt;kedua orang tuaku. Magda bersemangat menanyakan pesta pernikahan &lt;br /&gt;Sinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang dapat sahabat baru disana?" tanya Magda.&lt;br /&gt;Maminya segera meninggalkan kami setelah mendengar pertanyaan Magda &lt;br /&gt;dan berujar, " ehhh tahe borungkon/ oalah...putriku ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya aku ketemu, tetapi dia sekarang sedang di pasung," ujar ku.&lt;br /&gt;" Zung serius?"&lt;br /&gt;" Serius lah, tak kau lihat abang lemas tak bergairah."&lt;br /&gt;" Oalah nasib mu bang. Ada perempuan bebas, abang memasungkan diri. &lt;br /&gt;Sekarang abang sudah bebas, sahabatmu yang terpasung, kasihan.!" &lt;br /&gt;ucapnya berpura-pura sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, jangan kamu tambahkan penderitaan ku. Telephon lah Mawar &lt;br /&gt;biar kita mulai diskusi."&lt;br /&gt;" Diskusi tentang perempuan yang terpasung?" tanyanya ngenyek.&lt;br /&gt;" Magda bilang mau belajar, mengulang, kok sekarang bicara mu &lt;br /&gt;ngelantur.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, mana buku abang, pena juga nggak punya.?"&lt;br /&gt;" Kan kau punya. Apa bedanya buku ku dengan buku mu." sahut ku&lt;br /&gt;" Nggak, abang pulang ambil buku, catatan dan skripsi mu." balasnya &lt;br /&gt;lagi dengan setengah berteriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami Magda kembali keruangan tamu menemui aku dan Magda sambil geleng-&lt;br /&gt;geleng kepala, " kapan kalian bisa damai. tiap ketemu pasti ribut."&lt;br /&gt;" Si abang buat gara-gara. Mau belajar tapi nggak bawa apa-apa, enak &lt;br /&gt;saja si abang." katanya kesal.&lt;br /&gt;"Apa bedanya dengan buku mu, namanya belajar bersama itu harus &lt;br /&gt;akuran." ujar maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda pergi melengos mendengar pembelaan maminya kepada ku. Magda &lt;br /&gt;menelephon Mawar supaya bergabung dengan kami. " Mawar kesini, bapak &lt;br /&gt;Tan Zung sudah datang. Bawa buku mu." ucapnya ditelephon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku geli mendengar Magda berucap " bapak Tan Zung "&lt;br /&gt;" Bagaimana bu, sudah boleh kita mulai,?" tanya ku.&lt;br /&gt;" Si Susan ibu mu bukan aku," balasnya masih merasa kesal &lt;br /&gt;meninggalkan aku diruang tamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda keluar dengan membawa sejumlah buku, tampak dia keberatan &lt;br /&gt;menahan beban dalam pangkuannya . Aku menyusul ingin menolongnya &lt;br /&gt;tetapi dia tidak mau melepaskan satu bukupun aku pegang.&lt;br /&gt;" Berikan sama ku sebagian, atau aku pangku kau berikut buku-bukunya &lt;br /&gt;ke teras, mau?" ancam ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Huh...nih, abang," ujarnya seraya menyerahkan semua yang ada &lt;br /&gt;ditangannya. Magda mengomel ketika buku-buku itu bertaburan di &lt;br /&gt;lantai, " abang sok mau memangku orang, buku sajapun tak dapat &lt;br /&gt;abang pangku," ujarnya sambil membantu ku mengangkat buku yang &lt;br /&gt;bercereran, Magda terus mengoceh sambil berjalan ke teras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;Los Angeles, November 04, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4216672969642952256?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4216672969642952256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-73.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4216672969642952256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4216672969642952256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-73.html' title='Dosenku Pacarku (73)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRkDqEQmdmI/AAAAAAAAASs/NTfgK7kkrGI/s72-c/cinta11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2199387501706156060</id><published>2008-11-11T06:54:00.000+07:00</published><updated>2008-11-11T06:54:00.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (71)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SReUueInb4I/AAAAAAAAASk/iwoinyTgLco/s1600-h/cinta-biru.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 87px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SReUueInb4I/AAAAAAAAASk/iwoinyTgLco/s200/cinta-biru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266841815317180290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tung holan ho hasian tinodo ni rohan ku&lt;br /&gt;Tung holan ho do hasian sinolom ni matang ku&lt;br /&gt;Ho do sian sa sude nasa natarbereng ahu&lt;br /&gt;Hasudungan ni rohangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aut tung gaor poe galumbangi ingkon do laengean ku&lt;br /&gt;Ai tung rahis poe dalan i ingkon do jururan ku&lt;br /&gt;Asa tung dilambungmi au nian ale ito da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sai torang ma songon langit &lt;br /&gt;sai tiur songon rondang ni bulan&lt;br /&gt;Mula jadi nabolon oloi pnagidoan&lt;br /&gt;Patulus angka angan-angan&lt;br /&gt;Sai unang hami sirang so sirang ni hamatean i 2 x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================== 70 ==============&lt;br /&gt;Tanpa aku sadari tangan ku menopang dagu, menatap hampa ke depan. &lt;br /&gt;Maya mengagetkan ku ketika dia kembali dari dapur sambil membawa &lt;br /&gt;minuman untuk ku, " bang, pikirin apa " tanyanya. ( Bersambung)&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;Setelah makan siang dengan Maya, kami berangkat ke kebun. Anganku, &lt;br /&gt;kisah percintaan kami akan berlangsung langgeng, ah....angin sepoi &lt;br /&gt;menyambut aku dan Maya, bernaung dibawah pohon durian sambil berucap &lt;br /&gt;kata cinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika mulai melangkah, dihalaman rumah sejumlah anak-anak sekolah &lt;br /&gt;minggu berkerumun sambil memanggil Maya, minta ikut pula. Memang Maya &lt;br /&gt;selama pulang kampung selalu ikut mengajar anak-anak sekolah minggu. &lt;br /&gt;Ah... "pukimbenya" semua ini, kata ku dalam hati, kesal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya melihat perubahan sikap ku atas kehadiran anak-anak sekolah &lt;br /&gt;minggu. &lt;br /&gt;"Bang sebentar aku "amankan" dulu mereka ," katanya. Maya menggiring &lt;br /&gt;muridnya kerumah sembari memanggil adiknya.Satu bocah laki diantara &lt;br /&gt;muridnya merasa cemburu, dia marah-marah kepada Maya: " Kak, nggak &lt;br /&gt;boleh pergi dengan abang itu. Kakak tadi janji mau main sama aku," &lt;br /&gt;katanya merengek. Maya berhasil membujuknya, sibocah pergi tapi &lt;br /&gt;memplototin ku, "abang jelek," katanya kesal.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Sehari sebelum kembali ke Medan, kedua orang tua mendahului "sidang &lt;br /&gt;meja hijau" ku. Pertanyaan Ibu lembut tetapi menusuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ibu kira kalau sudah sekolah tinggi, perilakunya sudah &lt;br /&gt;semakin "tinggi" tetapi ternyata kau jadi tinggi hati. Tak lagi kau &lt;br /&gt;pikirkan sopan santun berpakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, kamu yang paling rajin bawa " buku ende" ke gereja. Kemarin &lt;br /&gt;jangankan "buku ende' pakaian mu pun seperti anak pasaran yang nggak &lt;br /&gt;punya pendidikan." sentil ibu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai "nyanyian" ibu, ayah langsung menohok dengan sederet &lt;br /&gt;pertanyaan; "Bagaimana urusan mu dengan ibu dosen mu? Jadinya kau &lt;br /&gt;nanti meja hijau? Setelah kau purtus dengan pacar mu dulu, kau mabuk-&lt;br /&gt;mabukan, patentang-patenteng seperti kebanyakan uang.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai berbalas pantun, selesai ayah, ibu melanjutkan sentilannya. &lt;br /&gt;" Yang tak ada lagi anak gadis yang dapat kau pacarin? Kok, pacaran &lt;br /&gt;sama perempuan yang masih bersuami. Hancur sudah nama baik kami gara-&lt;br /&gt;gara kamu. Barangkalai kalau kau pacaran dengan janda, kami tidak &lt;br /&gt;terlalu menanggung malu, walaupun aku dan ayahmu tidak akan setuju &lt;br /&gt;kalau kau pacaran dengan janda," ujar ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak berani mengangkat wajah menatap ayah dan ibu setelah aku &lt;br /&gt;habis "dikuliti" malam itu. Tak ada yang perlu dikoreksi. Setelah &lt;br /&gt;mohon maaf, aku jelaskan semua "kehancuran ku", setelah putus dengan &lt;br /&gt;Magda, kemudian kenapa aku berteman dengan Susan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakhir "persidangan" malam itu, ibu menitikkan air matanya sambil &lt;br /&gt;berujar," Zung, kami memberangkatkan kamu sekolah dengan keringat &lt;br /&gt;darah. Kami bersusah payah menyekolahkan mu dengan harapan kamu &lt;br /&gt;menjadi orang yang patut dicontoh adik-adik mu...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum selesai ibu mengakhiri kalimatnya, aku memeluk dan menciumi &lt;br /&gt;wajahnya dengan sesunggukan. Aku hapus airmatanya dengan kedua tangan &lt;br /&gt;ku, " Ibu, aku janji akan berubah. Doakan aku, bulan depan aku maju &lt;br /&gt;ke meja hijau. Kalau aku lulus, ayah dan ibu harus datang menghadiri &lt;br /&gt;wisuda ku." ujar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah menanyakan hubungan ku dengan Maya, " selama seminggu ini kau &lt;br /&gt;selalu dengan Maya. Bagaimana kelanjutannya?" tanya ayah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Boleh kau berteman dengan siapapun. Alai unang salpu-salpu hatam/ &lt;br /&gt;jangan kamu asal membuat janji." kata ibu mengingatkan. Aku jadi &lt;br /&gt;teringat dengan janji ku menikahi Susan, kemudian menyesalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku dan Maya masih berteman biasa," ucapku&lt;br /&gt;" Berteman biasa kau bilang, pakaian mu pun sudah disetrikanya, &lt;br /&gt;setiap hari kau dilayani makan, pulang larut-larut malam. Aku pun &lt;br /&gt;dulu pacarannya sama ibu mu sebelum nikah. Na godang kecet mu/ banyak &lt;br /&gt;kali cengkunek mu" ujar ayah ketawa, disambut gelak ibu ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengakhiri pembicaraan kami malam itu, kembali ibu mengingatkan &lt;br /&gt;dengan pesan pamungkasnya, "jangan kau sakiti hati perempuan dengan &lt;br /&gt;janji kosong."&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Satu jam sebelum kami berangkat ke Medan, Maya telah datang ke rumah &lt;br /&gt;diantar oleh adiknya laki. Sebenarnya, Maya akan kembali ke Medan &lt;br /&gt;minggu depannya. Maya mempersingkat kunjungannya di kampung setelah &lt;br /&gt;di beritahu kalau aku hanya berkunjung selama seminggu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kami asyik bicara, ibu menyelah sambil menyerahkan "buku &lt;br /&gt;ende/kidung jemat". Maya tersenyum melihat ku ketika ibu &lt;br /&gt;menyerahkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ibu menjauh, aku bicara pelan ke telinga Maya, " kata ibu ku, &lt;br /&gt;nanti di dalam bus kita nyanyi bersama dari buku ende ini." Maya &lt;br /&gt;hanya tersenyum sambil mencubit paha ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke dua orang tua ku turut memberangkatkan kami setelah bus menjemput &lt;br /&gt;kami. Selama perjalanan yang menghabiskan waktu enam jam itu, tak &lt;br /&gt;banyak yang kami bicarakan. Maya tak kuasa menahan kantuknya setelah &lt;br /&gt;sebelumnya aku dan Maya menikmati sinar rembulan hingga menjelang &lt;br /&gt;subuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merebahkan wajahnya ke pangkuanku setelah beberapa lama bersandar &lt;br /&gt;di atas dadaku. Sesekali aku mengecup pipinya setelah &lt;br /&gt;melihat"tetanga" pada tertidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya terjaga ketika aku menggerai rambut yang sama panjangnya &lt;br /&gt;dengan rambut Magda. Semoga rambut Maya tidak menjadi "korban" kedua, &lt;br /&gt;bisik hatiku. Maya meletakkan tangan ku diatas pipinya dan menatap ku &lt;br /&gt;dengan mata kuyu. Kembali Maya memejamkan matanya sementara tanganku &lt;br /&gt;masih diatas pipinya masih dalam gemgamannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sopir bus yang kebetulan teman sekampung sengaja memutar lagu-lagu &lt;br /&gt;bernuansa cinta, lembut, menghantarkan mata ku mulai redup. Maya &lt;br /&gt;bangun, duduk dan merapikan rambutnya yang baru saja ku gerai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya meraih wajah ku dan menindihkan pelan kesisi lengannya. " &lt;br /&gt;Bang, gantian, istrahatlah sebelum kita sampai," ucapnya.&lt;br /&gt;Maya tersenyum dan membiarkan ketika rambutnya ku gerai menutupi &lt;br /&gt;wajah ku.( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles, October 30 , 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2199387501706156060?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2199387501706156060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-71.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2199387501706156060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2199387501706156060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-71.html' title='Dosenku Pacarku (71)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SReUueInb4I/AAAAAAAAASk/iwoinyTgLco/s72-c/cinta-biru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-3924779063555525142</id><published>2008-11-10T08:41:00.002+07:00</published><updated>2008-11-10T08:51:22.891+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (70)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SReTbyZsWbI/AAAAAAAAASc/rtjWsjti-nw/s1600-h/cinta7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SReTbyZsWbI/AAAAAAAAASc/rtjWsjti-nw/s200/cinta7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5266840394828372402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;I Wanna Love You Forever&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=9MA1rDxaq88"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You set my soul at ease /Chased darkness out of view /Left your &lt;br /&gt;desperate spell on me &lt;br /&gt;Say you feel it to /I know you do /I've got so much more to give &lt;br /&gt;This can't die, I yearn to live /Pour yourself all over me /And I'll &lt;br /&gt;cherish every drop here on my knees &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHORUS &lt;br /&gt;I wanna love you forever /And this is all I'm asking of you /10,000 &lt;br /&gt;lifetimes together /Is that so much for you to do? /Cuz from the &lt;br /&gt;moment that I saw your face /And felt the fire in your sweet embrace &lt;br /&gt;I swear I knew. /I'm gonna love you forever &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My mind fails to understand /What my heart tells me to do /And I'd &lt;br /&gt;give up all I have just to be with you &lt;br /&gt;and that would do /I've always been taught to win /And I never &lt;br /&gt;thought I'd fall /Be at the mercy of a man &lt;br /&gt;I've never been /Now I only want to be right where you are. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHORUS &lt;br /&gt;In my life I've learned that heaven never waits no /Lets take this &lt;br /&gt;now before it's gone like yesterday &lt;br /&gt;Cuz when I'm with you there's nowhere else /That I would ever wanna &lt;br /&gt;be no /I'm breathing for the next second I can feel you /Loving &lt;br /&gt;me ... I'm gonna love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHORUS &lt;br /&gt;=========== 69 ===============&lt;br /&gt;Aku menuruti ajakannya dengan satu pertanyaan dalam hati, akankah &lt;br /&gt;aku mendapatkan kembali cinta tulus seperti pernah ku peroleh dari &lt;br /&gt;Magda. Bila iya, aku akan mengakhiri petualangan cinta setelah kandas &lt;br /&gt;dengan Magda. Mawar bagi ku masih sebuah "misteri", dingin dan kabur. &lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;Malam itu, kedua orang tua Maya menyambut ku hangat, mereka &lt;br /&gt;membiarkan aku dan Maya di ruang tamu. Pembicaraan kami mulai masuk &lt;br /&gt;ke wilayah asmara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di selah percakapan, aku kembali mengajukan beberapa pertanyaan &lt;br /&gt;secara langsung perihal hubungannya dengan lelaki. Aku tak mau &lt;br /&gt;terjebak, kelak, menjadi labuhan cinta perlariannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mengaku jujur, bahwa dia belum pernah menjalin hubungan serius &lt;br /&gt;dengan seorang lelaki, aku sangat mempercayai pengakuannya. Maya juga &lt;br /&gt;mengajukan sejumlah pertanyaan perihal hubungan ku dengan Magda dan &lt;br /&gt;Susan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengaku jujur perihal hubungan ku dengan Magda selama lima tahun &lt;br /&gt;kemudian berakhir. Dengan Susan ? Aku tak mau lagi tersandung yang &lt;br /&gt;kedua kali dengan pengakuan jujur seperti kepada Magda. Cukup ku &lt;br /&gt;jelaskan bahwa aku pernah jatuh cinta dengan Susan beberapa saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada perubahan ekspresi wajahnya ketika aku menjelaskan perihal &lt;br /&gt;hubungan ku dengan Magda dan Susan. Dinginnya malam mengakhiri &lt;br /&gt;pembicaraan ku dengan Maya. Maya tak keberatan ketika aku memberi &lt;br /&gt;kecupan di keningnya. Maya membalas kecupan di bibir ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mendekap ku erat seakan tak membiarkan ku pulang meninggalkannya &lt;br /&gt;sendirian dalam peraduan malam. Aku bisikkan ketelinganya, "besok &lt;br /&gt;kita ulang lagi.!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mencubit lengan ku sembari meletakkan wajahnya diatas dadaku, &lt;br /&gt;seakan ingin mendengar degup irama ketulusan, entahlah kalau masih &lt;br /&gt;ada yang tersisa. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Esok paginya, Maya datang menjemput ku ke gereja, sementara aku masih &lt;br /&gt;terbaring lemah karena pulang terlalu larut malam. Ibu memberitahu &lt;br /&gt;kalau Maya telah menunggu ku diruang tamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menyentil ketika aku menolak ikut ke gereja, " rupanya kalau &lt;br /&gt;sudah mau sarjana tak perlu lagi ke gereja iya.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu membiarkan Maya menemui ku ke kamar, " Kalau abang nggak ke &lt;br /&gt;gereja, Maya juga nggak ke gereja,!" ancamnya.&lt;br /&gt;" Kegereja kok tergantung dengan aku.?"&lt;br /&gt;" Bang.. Aku ngga ada teman.!" jawabnya&lt;br /&gt;" Ke surga juga sendiri-sendiri, " ujarku. Baiklah, lanjutku, aku &lt;br /&gt;mau ke gereja tapi aku bebas memilih pakaian ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya tersenyum mendengar persyaratan ku, ingat kejadian kemarin &lt;br /&gt;ketika menghadiri ibadah pernikahan Sinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu keberatan setelah melihat pakaian yang aku kenakan, " makin lama &lt;br /&gt;makin nggak karuan kau "amang". Kok nggak bisa lagi kau bedakan &lt;br /&gt;pakaian ke gereja dan ke kedai tuak ," ujar ibu ku nelangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya langsung menarik lenganku ke pintu kamar, " Zung, sudahlah &lt;br /&gt;dengar kata namboru. Namboru juga senang kalau abang dilihatnya &lt;br /&gt;rapi." ujar Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ke surga juga nanti telanjang," gurau ku pelan,takut kedengaran ibu.&lt;br /&gt;" Kita belum mau ke surga bang," balasnya.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Setelah pulang dari gereja, aku dan Maya ingin pergi menjauh dari &lt;br /&gt;kampung tempat kami tinggal. Aku rindu kebun, tempat ku dulu dan &lt;br /&gt;rekan seusiaku " menjarah" durian, manggis dan rambutan usai pulang &lt;br /&gt;sekolah. Aku ingin bersama Maya menikmati suasana alam, jauh dari &lt;br /&gt;keriuhan yang sangat membosankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengajak Maya, " mau menemani ku ke kebun, " tanyaku.&lt;br /&gt;" Mau, tetapi kita makan dulu." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Mau makan di kedai tuak.? tanyaku bergurau. Maklum di kampung tidak &lt;br /&gt;ada restaurant atau rendezvous, "persembunyian" pengurai cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mengajak makan dirumahnya. " Mama, masak arsik untuk abang." &lt;br /&gt;ujarnya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Heh...Maya dapat bocoran darimana kalau aku "arsik maniak ? Dari &lt;br /&gt;Sinta iya? Jawab dulu sebelum kita kerumah mu," desak ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku tahu dari ompung. Kemarin aku disuruhnya masak arsik untuk &lt;br /&gt;abang, tapi aku nggak bisa. Aku suruh mama memasak."&lt;br /&gt;" Jadi, kamu bilang arsik itu untuk ku?"&lt;br /&gt;" Iya, kenapa rupanya bang. ! ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku nggak enak sama mama kamu. Ini urusannya jadi serius, " ujar ku.&lt;br /&gt;" Nggak jugalah. Hanya makan siang kok. Ayolah biar kita ke kebun," &lt;br /&gt;ujarnya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan makan siang yang tak dapat dihindari, meski hati ku tidak &lt;br /&gt;merasa plong. Ini juga ulah "ompung napitpit", aku mengumpat dalam &lt;br /&gt;hati, sambil mengikuti langkah Maya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa lega setelah mama Maya meninggalkan kami makan berdua. &lt;br /&gt;Bayangan wajah Magda dan Susan masih muncul dalam pikiran ku. Tanpa &lt;br /&gt;aku sadari tangan ku menopang dagu di meja makan, menatap hampa ke &lt;br /&gt;depan. Maya mengagetkan ku ketika dia kembali dari dapur sambil &lt;br /&gt;membawa minuman untuk ku, " bang, mikirin apa " tanyanya. &lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles, October 30 , 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-3924779063555525142?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/3924779063555525142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-70.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3924779063555525142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3924779063555525142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-70.html' title='Dosenku Pacarku (70)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SReTbyZsWbI/AAAAAAAAASc/rtjWsjti-nw/s72-c/cinta7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5842849366809921091</id><published>2008-11-08T02:17:00.002+07:00</published><updated>2008-11-08T02:19:54.392+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (69)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRSUvI2L6DI/AAAAAAAAASM/Y9--OyOvnlI/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 106px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRSUvI2L6DI/AAAAAAAAASM/Y9--OyOvnlI/s200/love.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265997401852471346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Bunga Mawar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ITNupfRijGg"&gt;&lt;br /&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O bunga Mawar kau idaman hati /yang ku puja-puja selalu&lt;br /&gt;Ingin hatiku oh memetik diaku/tapi apa daya tak sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O bunga nan rupawan/rindu hati siang dan malam&lt;br /&gt;Hasrat ku ingin berdua selamanya&lt;br /&gt;kemana ku mengadu bulan bintangpun tak tau&lt;br /&gt;Cinta ku hanyalah satu kekasih ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O bunga Mawar kau idaman hati /yang ku puja-puja selalu&lt;br /&gt;Ingin hatiku oh memetik diaku/tapi apa daya tak sampai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O bunga nan rupawan/rindu hati siang dan malam&lt;br /&gt;Hasrat ku ingin berdua selamanya&lt;br /&gt;kemana ku mengadu bulan bintangpun tak tau&lt;br /&gt;Cinta ku hanyalah satu kekasih ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========= 68 ==============&lt;br /&gt;Aku berusaha menolak, tetapi Maya bersikeras mengajak ku. Akhirnya &lt;br /&gt;aku mengalah lagi dengan bujukannya, dan aku tak ingin &lt;br /&gt;mempermalukannya dihadapan orang banyak. ( Bersambung)&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;"Tingkah" Maya mengundang perhatian para undangan yang menghadiri &lt;br /&gt;acara itu. Benar, penilaian ku tak salah, Maya kini bukanlan lagi &lt;br /&gt;Maya yang aku kenal dulu. Secara tidak langung --dihadapan orang &lt;br /&gt;banyak-- Maya "memproklamirkan" kedekatannya dengan ku, sementara aku &lt;br /&gt;belum siap. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menyangka kalau puluhan teman Sinta dan suaminya sengaja &lt;br /&gt;datang dari Medan menghadiri pernikahannya. Ini juga salah satu &lt;br /&gt;alasannya aku merasa betah mengikuti acara resepsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya terus memperhatikan ku ketika aku duduk dan berbicara ditengah &lt;br /&gt;gadis-gadis molek. Maya tampaknya sedikit gelisah melihat gadis-gadis &lt;br /&gt;itu terkekeh-kekeh bersama ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu diatara gadis itu malah "over acting", beberapa kali &lt;br /&gt;membisikkan sesuatu dekat ketelinga ku, seakan kami sudah berkenalan &lt;br /&gt;lama. Maya segera bergabung dengan kami, dia terpaksa duduk agak jauh &lt;br /&gt;dari ku, karena gadis-gadis teman Sinta duduk mengitari ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mengeluarkan jurus "mengusir" gadis-gadis itu dari sekitarku. &lt;br /&gt;Dia mendekat dan berbisik ke telinga ku seraya tangannya menggemgam &lt;br /&gt;tangan ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diperintah, gadis disebelah ku langsung hengkang memberi tempat &lt;br /&gt;duduknya kepada Maya. Satu persatu gadis-gadis sekitarku pergi &lt;br /&gt;meninggalkan aku dan Maya duduk bersanding. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama kami duduk bersanding, aku menyuruh Maya &lt;br /&gt;kembali mendampingi pengantin, tetapi dia menolak, berdalih, masih &lt;br /&gt;ada teman pendamping lainnya melayani pengantin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku dan Maya menjadi perhatian para undangan khususnya &lt;br /&gt;keluarga dekat; ketika Maya secara khusus sibuk mempersiapkan makanan &lt;br /&gt;ku, terpisah dengan makanan orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menghindar dari perhatian orang banyak. Aku mengajaknya &lt;br /&gt;pindah kesudut ruangan, tetapi Maya menolak. Sejumlah keluarga dekat &lt;br /&gt;Maya dan keluarga ku "setor muka" dan mencari perhatian ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka secara bergantian mengantar minuman dan sejumlah makanan &lt;br /&gt;ringan, diantaranya" lampet". Hampir semuanya keluarga -khususnya &lt;br /&gt;perempuan--mencubit lengan ku sambil senyum pertanda senang dan &lt;br /&gt;seakan setuju melanjutkan hubungan ku dengan Maya. Dalam hati ku &lt;br /&gt;berkata....."ratu-ratu kompor bersileweran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, Maya mengajak ku menggati pakaiannya ke rumah. Aku &lt;br /&gt;coba menolak dengan dalih kaki ku yang masih sakit.&lt;br /&gt;" Kita jalan pelan saja bang, " ujarnya seraya menarik lengan ku, &lt;br /&gt;mesra. Ah...akhirnya aku kini benar-benar jatuh dalam "pencobaan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zung, sebentar aku bilangin dulu sama Sinta,"ujarnya sambil &lt;br /&gt;meninggalkan ku. Sinta menoleh kearahku dan tersenyum setelah Maya &lt;br /&gt;berbisik ke telinganya.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Maya dan Sinta membujuk ku agar aku mau menghadiri malam perpisahan &lt;br /&gt;Sinta dengan anak-anak muda sekampung, juga sahabatnya dari Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya dan Sinta tak mempan, akhirnya mereka minta "bantuan" kepada ibu &lt;br /&gt;ku. Sebelum disuruh ibu, aku langsung bergegas mengikuti Maya dan &lt;br /&gt;Sinta sambil memplototin keduanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinta tahu betul kalau aku selalu " bertekuk lutut" kepada ibu. &lt;br /&gt;Malam itu, "master of ceremony " memprovokasi undangan untuk &lt;br /&gt;mendaulat ku bernyanyi dengan Maya. Dengan perasaan terpaksa aku &lt;br /&gt;memenuhi permintaan undangan setelah Sinta dan suaminya memaksa &lt;br /&gt;ku "turun". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ku mengalun sendu, bayang-bayang wajah Magda dan Susan muncul &lt;br /&gt;silih berganti bersama puing-puing cinta yang tercecer. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Maya telah memberi perhatian khusus sejak pagi hingga malam &lt;br /&gt;pada acara pemuda, Maya --sementara ini-- belum mampu sepenuhnya &lt;br /&gt;memompa semangat ku menyongsong duka, karena aku segera memadamkan &lt;br /&gt;api asmara dengan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mengajak ku kerumahnya meski sudah larut malam. Aku menuruti &lt;br /&gt;ajakannya dengan satu pertanyaan dalam hati, akankah aku mendapatkan &lt;br /&gt;kembali cinta tulus seperti pernah ku peroleh dari Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila iya, aku akan mengakhiri petualangan cinta setelah kandas dengan &lt;br /&gt;Magda. Mawar bagi ku masih sebuah "misteri", dingin dan kabur. &lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;Los Angeles, October 30 , 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5842849366809921091?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5842849366809921091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-69.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5842849366809921091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5842849366809921091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-69.html' title='Dosenku Pacarku (69)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRSUvI2L6DI/AAAAAAAAASM/Y9--OyOvnlI/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-3325707262377122793</id><published>2008-11-05T06:29:00.003+07:00</published><updated>2008-11-08T02:20:18.305+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (68)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRSUHTODUYI/AAAAAAAAASE/GQdA0c3FrlA/s1600-h/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRSUHTODUYI/AAAAAAAAASE/GQdA0c3FrlA/s200/cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265996717442158978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Manduda Bayoni"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8GxHfJsemnU"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau dengarnya, silakan klik disini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rap hita nadua hasian manduda bayon i/kita berdua kasihku "manduda" &lt;br /&gt;pandan &lt;br /&gt;Rap hita nadua hasian tu parmahanan i/kita berdua kasih ku mengembala&lt;br /&gt;Laos hu galmit ma ito da hurum i/ sembari ku elus pipimu&lt;br /&gt;mengkel suping ho tu ahu hasian/ engkau tersenyum pada ku kasih&lt;br /&gt;Holan ho na ma ito/ hanya dikau kasihku&lt;br /&gt;holan hoi nama ito bunga di ateate ki./ hanya dikau bunga di dalam &lt;br /&gt;kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos do rohami tu au ito songoni au tu ho/ Engkau percaya terhadapku &lt;br /&gt;demikian juga daku&lt;br /&gt;songon aek tu a ma uas i/ bagaikan air pada orang yang dahaga&lt;br /&gt;sihol hi tu ho ito/rindu ku pada mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo so pajumpang ahu dohot ho/ bila aku tak ketemu dirimu &lt;br /&gt;mar sahali sadari / sekali dalam sehari&lt;br /&gt;Sai busisaon ahu sai busisa on ahu/ Aku gelisah, aku gelisah&lt;br /&gt;alani holong hi tu ho /karena kasih ku pada mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ias do holong mi tu ahu ito/cinta mu tulus pada ku, kasih&lt;br /&gt;songon bontar ni bajumi/ bagai putih baju mu&lt;br /&gt;Ndang hasuhatan burjumi lagu mi tu ahu ito/ tidak terukur kebaikan mu&lt;br /&gt;pada ku kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingkon ho nama ito/ingkon ho nama ito /lao ho parmaen ni da inang i. &lt;br /&gt;2 X / Hanya engkau yang layak menjadi mantu ibunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================== 67===========&lt;br /&gt;Maya diam ketika ku tanyakan siapa pacarnya sekarang, malah &lt;br /&gt;bertanya, mengenai hubungan ku dengan Magda. Jawab dulu pertanyaan &lt;br /&gt;ku, baru aku menjawab pertanyaan mu, " siapa lelaki beruntung yang &lt;br /&gt;mendampingi mu.?" ( Bersambung)&lt;br /&gt;=================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak ada." jawabnya singkat.&lt;br /&gt;" Hubungan ku dengan Magda telah berakhir. Maya mau pacaran dengan &lt;br /&gt;ku,?" ujar ku berguyon.&lt;br /&gt;Maya "keok" wajahnya menunduk, modalnya hanya senyum. Aku tahu dia &lt;br /&gt;tak akan mampu "ber manuver" seperti Magda, Mawar dan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekampung tahu, kalau urusan berpacaran, Maya "zero kilometer". Malam &lt;br /&gt;ini ketemu pula sama lelaki yang" kilometernya" sudah hampir kembali &lt;br /&gt;ke zero lagi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengulang pertanyaanku seakan serius,"mau nggak?. Maya tak &lt;br /&gt;menjawab hanya memandang ku kemudian menunduk sambil menikmati &lt;br /&gt;makanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dia menjawab " iya atau tidak", segera kua alihkan &lt;br /&gt;pembicaraan kepesta pernikahan Sinta esok paginya. Sungguh, saat &lt;br /&gt;itu, aku belum terpikir untuk "menenun " lembaran baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya, hati mulai jenuh berurusan dengan api asmara yang &lt;br /&gt;menghanguskan, apalagi dalam waktu dekat aku harus mengahadapi &lt;br /&gt;masalah baru, "bercerai" dengan Susan. Aku juga ingat pesan &lt;br /&gt;Magda, "jangan ada lagi korban baru." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan malam kami akhiri tanpa ada "komitmen" antara aku dan dia, &lt;br /&gt;meski aku merasakan, Maya menaruh perhatian pada ku.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Ibu menegur ketika melihat ku belum berkemas setelah bangun pagi. Aku &lt;br /&gt;tak bergairah pergi ke pesta pernikahan Sinta. Tidak hanya ibu &lt;br /&gt;menegurku, semua keluarga termasuk tamu dirumah "mengeroyok" ku agar &lt;br /&gt;segera berkemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Milhat aku bergeming dengan keroyokan mereka, tanpa sepengetahuan ku &lt;br /&gt;ompung pergi menjemput Maya ke rumah. Maya datang bersama ompung. &lt;br /&gt;Maya "pasang badan" dan membujuk ku agar segera berkemas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, sebentar lagi acara pemberkatan, ayolah bang, temani Maya, " &lt;br /&gt;bujuknya.&lt;br /&gt;" Berangatlah kalian, aku menyusul." jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya tak bergerak dari tempatnya berdiri dan terus membujuk ku di &lt;br /&gt;dukung oleh ibu. Akhirnya aku mengalah, segera aku bangkit meski &lt;br /&gt;perasaan dihinggapi rasa malas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat Maya masih dirumah, ah....dia menunggui ku selesai mandi &lt;br /&gt;seraya bercakap-cakap dengan ibu. Ibu agak lemas, tak bergairah, &lt;br /&gt;ketika melihatku mengenakan pakaian kemeja lengan pendek tanpa dasi. &lt;br /&gt;Maya mendekati ku," Zung, kok ke gereja pakaiannya seperti itu. Abang &lt;br /&gt;marahan dengan Sinta,?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak, apa hubungannya pakaian ku dengan Sinta.?"&lt;br /&gt;Ibu mendekatiku dan berujar, " Kamu nggak menjaga perasaan paman mu. &lt;br /&gt;Paman mu juga akan kesal kepada ibu dan ayah, dikira kami tidak &lt;br /&gt;mengingatkan mu." ujar ibu lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi aku mengalah menuruti "kemauan" ibu dan Maya untuk &lt;br /&gt;mengganti kemeja dan memakai dasi. Maya mengajak ku jalan bersama &lt;br /&gt;diiringi senyum dikulum dan menyanjung ku, " Zung tampak semakin &lt;br /&gt;gagah dengan pakaian seperti itu." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Gagah kata mu, nggak tahu perasaan ku tersiksa dengan pakaian &lt;br /&gt;seperti ini. Aku tak suka. Tapi demi kau aku rela," balas ku. Aku tak &lt;br /&gt;menyadari kalimat terakhir membuat hatinya berbunga-bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maya pergi duluan dengan ibu, aku belum dapat berjalan dengan &lt;br /&gt;sempurna. Nanti kita ketemu di gereja." ucap ku.&lt;br /&gt;" Kita sama sajalah bang, aku nanti mendampingi abang jalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hari ini, Maya mendampingi Sinta bukan aku," ucap ku.&lt;br /&gt;" Iya, aku tahu bang, ayolah, " ajaknya ambil menggandeng tangan ku.&lt;br /&gt;Pagi ini Maya sedikit lebih "agresif", tidak seperti yang aku kenal &lt;br /&gt;dulu, pemalu dan pendiam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku coba lagi "mengusirnya": "Maya duluanlah, kamu kan pendamping &lt;br /&gt;Sinta, nanti kamu di tungguin."&lt;br /&gt;" Nggak. Aku sudah katakan kepada mereka, nanti ketemu di gereja, " &lt;br /&gt;jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha menutupi langkah ku yang masih pincang dengan berjalan &lt;br /&gt;pelan dengan Maya. Jarak rumah ke gereja hanya sekitar seratus meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama prosesi acara pernikahan dalam gereja, pikiran ku tak fokus. &lt;br /&gt;Pikiran dan hati masih terganggu dengan hubungan ku dengan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara acara berlangsung, Maya sesekali melirik kearah ku, tak &lt;br /&gt;sengaja kami bersua mata. Selesai acara pemberkatan nikah, Maya &lt;br /&gt;memisahkan diri dari rombongan pengantin saat undangan memberi ucapan &lt;br /&gt;selamat kepada kedua pengantin dan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya menjemput ku dari kursi dan menggandeng lengan ku menuju depan &lt;br /&gt;mimbar tempat keluarga menerima ucapan selamat. Aku berusaha menolak, &lt;br /&gt;tetapi Maya bersikeras mengajak ku. Akhirnya aku mengalah lagi dengan &lt;br /&gt;bujukannya, dan aku tak ingin mempermalukannya dihadapan orang &lt;br /&gt;banyak. ( Bersambung)&lt;br /&gt;Los Angeles, October 30 , 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-3325707262377122793?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/3325707262377122793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-68.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3325707262377122793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3325707262377122793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-68.html' title='Dosenku Pacarku (68)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SRSUHTODUYI/AAAAAAAAASE/GQdA0c3FrlA/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-1234224805419591520</id><published>2008-11-04T06:13:00.000+07:00</published><updated>2008-11-04T06:13:00.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (67)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQ5Qpm1CbXI/AAAAAAAAAR8/3F6YnK3IHHw/s1600-h/cinta3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 112px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQ5Qpm1CbXI/AAAAAAAAAR8/3F6YnK3IHHw/s200/cinta3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264233690170551666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"I Wanna Love You Forever"&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=9MA1rDxaq88"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You set my soul at ease /Chased darkness out of view /Left your &lt;br /&gt;desperate spell on me / Say you feel it to /I know you do /I've got &lt;br /&gt;so much more to give / This can't die, I yearn to live /Pour yourself &lt;br /&gt;all over me /And I'll cherish every drop here on my knees &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHORUS &lt;br /&gt;I wanna love you forever /And this is all I'm asking of you /10,000 &lt;br /&gt;lifetimes together /Is that so much for you to do? /Cuz from the &lt;br /&gt;moment that I saw your face /And felt the fire in your sweet embrace &lt;br /&gt;I swear I knew. /I'm gonna love you forever &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;My mind fails to understand /What my heart tells me to do /And I'd &lt;br /&gt;give up all I have just to be with you &lt;br /&gt;and that would do /I've always been taught to win /And I never &lt;br /&gt;thought I'd fall /Be at the mercy of a man &lt;br /&gt;I've never been /Now I only want to be right where you are. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHORUS &lt;br /&gt;In my life I've learned that heaven never waits no /Lets take this &lt;br /&gt;now before it's gone like yesterday &lt;br /&gt;Cuz when I'm with you there's nowhere else /That I would ever wanna &lt;br /&gt;be no /I'm breathing for the next second I can feel you /Loving &lt;br /&gt;me ... I'm gonna love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CHORUS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================= 66 ==========&lt;br /&gt;" Aku cuma cerita sedikit. Aku juga tahu dari Maya ( bukan nama &lt;br /&gt;sebenarnya ). Om dia dan Susan sama-sama dosen di kampus abang."&lt;br /&gt;" Ah...kalian bocor halus semua, kuping pakai antena bercabang &lt;br /&gt;seribu," keluh ku. (Bersambung)&lt;br /&gt;==============================&lt;br /&gt;" Bang, Maya nanyain mu terus. Dia tahu kalau abang sudah putus &lt;br /&gt;dengan Magda."&lt;br /&gt;" Apalagi nih, Sinta, "jangan antarkan aku dalam pencobaan", aku &lt;br /&gt;sedang "senu " ini." ucap ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Ompung juga senang sama dia, abang kan tahu ompung " hempot", tiada &lt;br /&gt;hari tanpa "komporin" Maya. Ompung "napitpit"*) juga tahu; katanya, &lt;br /&gt;kalau abang mau dengan Maya, dia akan berikan satu ekor sapinya untuk &lt;br /&gt;pesta abang. Eh...Zung, besok pakai jas, Maya pendamping ku." ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sinta, aku nggak ada jas. Besok aku ngga datang ke pesta mu. &lt;br /&gt;" lanteung" kalian semua," ucapku geram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang kok marah sama ku? Aku cuma beritahu. Mestinya abang bilang &lt;br /&gt;terimakasih," balasnya ketawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja rasa kesal kutumpahkan kepada pariban ku Sinta, &lt;br /&gt;ompung"napitpit" datang dengan Maya. Oalah..sempurnanya "pencobaan " &lt;br /&gt;ini, yang satu belum selesai, kini ditambah lagi dengan "masalah" &lt;br /&gt;baru, Maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya, perempuan cantik , cerdas tetapi pendiam, teman satu kelas &lt;br /&gt;ketika es-em-pe. Dia dilahirkan dan dibesarkan ditengah keluarga &lt;br /&gt;religius, kebetulan kakeknya adalah seorang pendeta pertama dan &lt;br /&gt;pendiri gereja di kabupaten. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang-adik ayahnya serta namboru/bibinya termasuk keluarga berhasil &lt;br /&gt;dalam segi pendidikan, semuanya sarjana. Karena keberhasilan keluarga &lt;br /&gt;ini, juga karena keluarga religius, lelaki sekitar agak &lt;br /&gt;enggan "bermain api" dengan keturunannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu ketika penamatan es-em-pe, dengan gaya "maluku"( malu-&lt;br /&gt;malu kucing) menghampirinya, ingin mengatakan sesuatu, tetapi nggak &lt;br /&gt;jadi, keburu mamanya datang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan itu tak pernah terpenuhi, kebetulan sejak es-em-a jarang &lt;br /&gt;ketemu dan aku telah mempunyai teman Magdalena. Kalau kebetulan &lt;br /&gt;pulang sama saat liburan semesteran, Maya tidak pernah keluar rumah, &lt;br /&gt;hanya ketemu di gereja dan itu berlangsung hingga dia menyelesaikan &lt;br /&gt;sarjana.&lt;br /&gt;Maya menyelesaikan sarjananya lebih awal, sementara aku masih &lt;br /&gt;menghadapi sidang meja hijau bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ompung memanggil ku dengan semangat, "Zung , salam dulu" pariban "mu &lt;br /&gt;ini, sekolahnya sudah selesai."&lt;br /&gt;Aku mengalihkan pembicaraan,"ompung, mana sapinya.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bereslah itu, ompung sudah siapkan untuk pesta mu." ujar ompung&lt;br /&gt;Maya hanya tersenyum mendengar percakapan aku dan ompung. &lt;br /&gt;"Zung, kapan datang," tanyanya Maya mengawali pertemuan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malas juga menjawab pertanyaan basa-basinya, hati ku juga tawar &lt;br /&gt;karena dia sudah tahu hubungan ku dengan Susan. Aku pingin tahu &lt;br /&gt;sejauh mana dia mengetahui hubungan ku dengan Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya tidak menolak ketika tangannya ku gandeng berjalan keluar rumah. &lt;br /&gt;Hatiku merasa geli, melihat ompung napitpit mengembangkan senyumnya &lt;br /&gt;sambil meremas kedua tangannya tanda rasa senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maya, kamu mengenal Susan?" tanyaku ketika kami sudah diluar. Wajah &lt;br /&gt;Maya sedikit berubah dengan pertanyaanku.&lt;br /&gt;" Nggak, kenapa.?" &lt;br /&gt;" Kata Sinta, kamu tahu hubunganku dengan Susan?"&lt;br /&gt;" Oh..iya, aku cuma dengar dari percakapan teman-teman om dirumah. &lt;br /&gt;Mereka tidak tahu kalau abang aku kenal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang mereka bicarakan?"&lt;br /&gt;" Aku nggak tahu persis, aku dengan sambil lalu saja, kebetulan nama &lt;br /&gt;mu disebut-sebut." ucapnya.&lt;br /&gt;" Benar kamu nggak tahu apa yang mereka bicarakan mengenai hubungan &lt;br /&gt;ku dengan Susan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya..aku nggak tahu." jawabnya.&lt;br /&gt;" Baiklah , aku punya hubungan dengan Susan karena dia dosen &lt;br /&gt;pembimbingku. Kebetulan akhir-akhir ini aku sering ke rumahnya."&lt;br /&gt;" Katanya, suaminya sedang keluar negeri?." tanya Maya.&lt;br /&gt;"Iya, itu jugalah sebabnya aku sering kesana bantuin Susan sekaligus &lt;br /&gt;supir pribadi." jelasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali mengajak Maya kerumah bergabung dengan keluarga. Daripada &lt;br /&gt;seisi rumah "ribut", aku duduk berdampingan dengan Maya. Tapi Maya &lt;br /&gt;tidak akan pernah mau memulai pembicaraan, itu sifatnya dari dulu, &lt;br /&gt;pendiam. "Kompor" kiri kanan sudah "menyala", apalagi ompung ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maya, bikin dulu teh untuk Tan Zung," perintah ompung ku&lt;br /&gt;Maya segera bergegas ke dapur menuruti permintaan ompung. Menghindari &lt;br /&gt;ocehan lanjutan dari ompung, aku segera menyusul Maya ke dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maya kalau nggak keberatan tolong siapkan makanan untuk ku, aku &lt;br /&gt;lapar." Aku membantunya mempersiapkan makanan, dengan membagi tugas; &lt;br /&gt;aku mempersiapkan piring dan cangkir, Maya mengisi piring dan cangkir &lt;br /&gt;yang telah kusiapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku masih kenyang." ujarnya setelah melihat aku siapkan dua piring &lt;br /&gt;dan cangkir."&lt;br /&gt;"Jadi, maksud mu kamu "menonton" ku makan sendirian, iya nggak &lt;br /&gt;usahlah,? " ujarku sedikit kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya mengalah. Dia duduk bersama ku menikmati makan malam sambil &lt;br /&gt;bernostalgia ketika masa es-de dan es-em-pe, sedikit mulai nyerempet &lt;br /&gt;mengenai kisah-kasih asmara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maya diam ketika ku tanyakan siapa pacarnya sekarang, malah bertanya, &lt;br /&gt;mengenai hubungan ku dengan Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab dulu pertanyaan ku, baru aku menjawab pertanyaan mu, " siapa &lt;br /&gt;lelaki beruntung yang mendampingi mu.?" ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles, October 29, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;====&lt;br /&gt;*). ompung napitipit = panggilan untuk nenek -ibu ayah ku- br &lt;br /&gt;napitupulu. tdk jelas kenapa panggilan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-1234224805419591520?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/1234224805419591520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-67.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1234224805419591520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1234224805419591520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-67.html' title='Dosenku Pacarku (67)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQ5Qpm1CbXI/AAAAAAAAAR8/3F6YnK3IHHw/s72-c/cinta3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-8194629322623434967</id><published>2008-11-03T08:06:00.001+07:00</published><updated>2008-11-03T08:09:47.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (66)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQ5PACdkr_I/AAAAAAAAAR0/T2p3GBlJ7_g/s1600-h/cinta1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQ5PACdkr_I/AAAAAAAAAR0/T2p3GBlJ7_g/s200/cinta1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264231876522192882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=8rPD7Kr4qp4"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kubilang jangan kau petik mawar yang penuh berduri&lt;br /&gt;Sudah kubilang jangan kau dekati api yang membara&lt;br /&gt;Jangan `kan tertusuk nanti/jangan kau `kan terbakar nanti&lt;br /&gt;Jangan kau bawa diri mu dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan..jangan lagi jangan sayang/ Kau deraikan lagi air mata di &lt;br /&gt;pipimu&lt;br /&gt;Jangan jangan lagi..jangan sayang/kau nyanyikan lagi simponi yang &lt;br /&gt;menyayat kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah kubilang jangan kau petik mawar yang penuh bwrduri&lt;br /&gt;Sudah kubilang jangan kau dekati api yang membara&lt;br /&gt;Jangan `kan tertusuk nanti/jangan kau `kan terbakar nanti&lt;br /&gt;Jangan kau bawa diri mu dalam mimpi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan..jangan lagi jangan sayang/ Kau deraikan lagi air mata di &lt;br /&gt;pipimu&lt;br /&gt;Jangan jangan lagi..jangan sayang/kau nyanyikan lagi simponi yang &lt;br /&gt;menyayat kalbu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================ 65 ================&lt;br /&gt;" Namboru..! memang aku piala bergilir," ucap ku nyegir. Seperti &lt;br /&gt;biasanya namboru menyambut ucapanku dengan ketawa lepas, seraya &lt;br /&gt;menyerahkan satu envelope berisi sejumlah uang. &lt;br /&gt;" Nih, titipan ibu Susan, bapak dapat rejeki dari kiri-kanan. Tetap &lt;br /&gt;hati-hati bapak, pilihan hanya satu." ujarnya mengingatkan. ( &lt;br /&gt;Bersambung )&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban ku semakin bertambah setelah membuka envelope titipan Susan &lt;br /&gt;berisi sejumlah uang. Pemberian seperti ini paling aku tak suka, &lt;br /&gt;juga ketika berteman dengan Magda dan dia tahu itu. Magda pernah &lt;br /&gt;kelimpungan kena damprat karena membayar makanan kami tanpa &lt;br /&gt;sepengetahuan ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hampir saja aku membuang envelope titipan Susan ke tong sampah, aku &lt;br /&gt;benar-benar tersinggung; meski barangkali dia memberi dengan tulus &lt;br /&gt;hati. Aku serba salah, dikembalikan pasti dia tersinggung, ku simpan &lt;br /&gt;dia mungkin mengira aku menerima dengan ikhlas, dan harus pula &lt;br /&gt;mengucapkan terimakasih, huh....! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman mata sukar terpejam memikirkan jalan terbaik untuk &lt;br /&gt;mengakhiri hubungan ku dengan Susan, kini ditambah pula dengan &lt;br /&gt;pemberian sejumlah uang. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Aku merasa "surprise " melihat Magda datang sendirian mengenderai &lt;br /&gt;mobil untuk menghantarkan ku ke teminal. Tampak wajahnya segar,pagi &lt;br /&gt;itu bibirnya dilapisi lipstick tipis, biasanya dia ber make-up bila &lt;br /&gt;kami berpergian ke pesta. Di dalam mobil aku memujinya, " Magda, pagi &lt;br /&gt;ini kamu segar dan manis sekali, aku senang melihat bibir mu...ehh &lt;br /&gt;maksud ku lipstick mu. " pujiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak dua-duanya bang," ujarnya menggoda.&lt;br /&gt;" Halah....kami beraninya di dalam mobil, coba kamu ngomong dirumah &lt;br /&gt;ku "habisi" kau." kataku gemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tak melayani ucapan ku, dia mengalihkan pembicaraan kami dengan &lt;br /&gt;tertawa. Setelah tiba diterminal, dia mengusulkan supaya aku tidak &lt;br /&gt;usah pakai tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, nggak usah pakai tongkat, nanti mamatua kaget melihat abang, &lt;br /&gt;jalannya pelan-pelan saja. Biar aku bawa tonngkatnya kerumah." &lt;br /&gt;ujarnya.&lt;br /&gt;" Iyalah....kalau Magda rindu, pandang saja tongkat ku pelepas rindu &lt;br /&gt;mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Rindu maho. Magda bakar nanti tongkat ini." ucapnya ketawa.&lt;br /&gt;" Bagusss...setelah kau bakar pemiliknya kini giliran tongkatnya." &lt;br /&gt;ujar ku.&lt;br /&gt;" Oalahh..ito Zung, bicaranya selalu bermuara ke laut," balasnya &lt;br /&gt;sambil melirik ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di terminal, tak sedikit pun Magda merasa rikuh membantu ku &lt;br /&gt;turun dari mobil, menenteng tas dan memegang lengan ku. Magda masih &lt;br /&gt;setia menunggu ku hingga jadual keberangkatan bus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam percakapan di ruang tunggu, tak ada lagi kata-kata bersentuhan &lt;br /&gt;dengan cerita tentang cinta. Aku dan Magda saling ngenyek soal &lt;br /&gt;tingkah laku masa-masa lalu, kamipun menjadi perhatian dari calon &lt;br /&gt;penumpang lainnya karena keceriaan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengecup pipi ku ketika akan berpisah, dia masih membantu ku &lt;br /&gt;berjalan hingga kedalam bus.&lt;br /&gt;" Zung, salam sama mamatua, bapa tua dan adik-adik, juga untuk Sinta. &lt;br /&gt;Jangan "nakal" dikampung." ujarnya tersenyum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Aku tiba di kampung setelah melewati perjalanan yang sangat &lt;br /&gt;melelahkan dan membosankan. Suasana ramai menyambutku termasuk Sinta &lt;br /&gt;dan calon suaminya, kebetulan mereka sedang berkeumpul dirumah ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat aku berjalan agak pincang, Sinta, membantu ku jalan, " Aku &lt;br /&gt;pikir abang nggak datang. Kalau tadi nggak datang akan ku pecat &lt;br /&gt;sebagai pariban. Apa khabar ibu Susan,?" tanya Sinta pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sinta, jangan kau buat perkara, sekali lagi kau tanyakan itu, aku &lt;br /&gt;akan gigit bibir mu didepan calon suami mu, mau?" ancam ku. &lt;br /&gt;" Aku kan bertanya pelan bang," jawabnya sedikit menghindar, takut &lt;br /&gt;ancaman ku benar-benar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mulai gelisah, Sinta pasti sudah cerita sama ibu, pikirku. Memang &lt;br /&gt;mulut pariban ku ini kayak "ember" kalau menyangkut pacar ku. Cerita &lt;br /&gt;dari A hingga Z lengkap dengan titik komanya pasti sampai kepada ibu &lt;br /&gt;ku, namborunya. Aku tinggal menunggu waktu "pengadilan" kedua orang &lt;br /&gt;tua ku, runyam sudah. Semangat ku jatuh pada titik dibawah nol, &lt;br /&gt;minus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sinta, kau sudah cerita sama ibu.? Darimana kamu tahu hubungan ku &lt;br /&gt;dengan Susan," tanya ku pelan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku cuma cerita sedikit. Aku juga tahu dari Maya ( bukan nama &lt;br /&gt;sebenarnya ). Om dia dan Susan sama-sama dosen di kampus abang."&lt;br /&gt;" Ah...kalian bocor halus semua, kuping pakai antena bercabang &lt;br /&gt;seribu," keluh ku. (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles, October 29, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-8194629322623434967?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/8194629322623434967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-66.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8194629322623434967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8194629322623434967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-66.html' title='Dosenku Pacarku (66)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQ5PACdkr_I/AAAAAAAAAR0/T2p3GBlJ7_g/s72-c/cinta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5636128464071201676</id><published>2008-11-02T06:03:00.000+07:00</published><updated>2008-11-02T06:03:03.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (65)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVoTDvANqI/AAAAAAAAARs/b-1kHE_wB50/s1600-h/love2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 97px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVoTDvANqI/AAAAAAAAARs/b-1kHE_wB50/s200/love2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261726416281548450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Alone" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=jxfdDrKO8uM"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I hear the ticking of the clock/I'm lying here the room's pitch &lt;br /&gt;dark/I wonder where you are tonight&lt;br /&gt;No answer on the telephone/And the night goes by so very slow/Oh I &lt;br /&gt;hope that it won't end though/Alone&lt;br /&gt;[ Refrain: ] &lt;br /&gt;Till now I always got by on my own/I never really cared until I met &lt;br /&gt;you/And now it chills me to the bone&lt;br /&gt;How do I get you alone/How do I get you alone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You don't know how long I have wanted/to touch your lips and hold you &lt;br /&gt;tight,oh/You don't know how long I have waited&lt;br /&gt;and I was going to tell you tonight/But the secret is still my &lt;br /&gt;own/and my love for you is still unknown/Alone&lt;br /&gt;[ Refrain: ] &lt;br /&gt;Till now I always got by on my own/ I never really cared until I met &lt;br /&gt;you/And now it chills me to the bone&lt;br /&gt;How do I get you alone/How do I get you alone/How do I get you &lt;br /&gt;alone/How do I get you alone&lt;br /&gt;Alone, alone &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================== 64 =================&lt;br /&gt;" Nantilah bang, kita makan sore dulu. Sejak beberapa bulan lalu aku &lt;br /&gt;belajar memasak dari mami. Abang rasakah dulu masakan ku siang ini, &lt;br /&gt;tetapi abang bantuin aku." ujarnya. (Bersambung)&lt;br /&gt;========================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersikap biasa, tak ada lagi "gocekan bola", Magda telah memaku &lt;br /&gt;mati peringatan, " don't tell me anymore about love." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Magda menyuruhku mengiris bawang. Selama memasak, aku dan dia hanya &lt;br /&gt;berbicara seputar kampus, kadang kala bernostalgia ketika di es-em-a. &lt;br /&gt;Tetapi sikap kehangatannya membuat ku penasaran. Magda tak canggung &lt;br /&gt;mencium pipiku, juga marahnya sama seperti ketika kami masih pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zung, kok ngiris bawang saja ngga becus, tapi mau jadi bapak-&lt;br /&gt;bapak.!" tegurnya tertawa sambil menjewer kupingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah makan sore, Magda pergi kerumah kost Ira, kebetulan tidak &lt;br /&gt;jauh dari rumahnya. Sepeninggalan dia, aku memikirkan bagaimana &lt;br /&gt;caranya, agar dia merubah keputusan "tidak menikah selamanya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin, Mawar juga mempengaruhinya merubah keputusan pahit itu. &lt;br /&gt;Sementara Magda pergi kerumah Ira, aku menghubungi Mawar lewat &lt;br /&gt;telephon. Mawar meyambut percakapanku tidak sehangat biasanya, &lt;br /&gt;dingin. Ternyata Mawar tahu semua apa yang terjadi sejak tadi malam &lt;br /&gt;hingga pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apalagi bang...sudah puas? Lagi-lagi abang menyiksa Magda. Capek &lt;br /&gt;aku membujuknya agar mau menerima mu kembali, akhirnya semuanya sia-&lt;br /&gt;sia. Abang sok manusia jujur." ucapnya dengan nada kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku nggak tahu, kalau Mawar berbaik hati membujuknya agar aku dan &lt;br /&gt;Magda bersatu kembali." ujarku.&lt;br /&gt;" Aku kasihan melihat abang kembali menjadi manusia " kerdil" &lt;br /&gt;menghadapi kenyataan dengan mabuk-mabukan." ujar Mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Boleh aku ketemu dengan Mawar sebelum aku pulang ke kampung besok &lt;br /&gt;lusa.?" tanya ku.&lt;br /&gt;" Untuk apa lagi bang. Tadi malam dan pagi ini, Magda sudah &lt;br /&gt;menceritakan semuanya pembicaraan mu dengan Magda. Tak ada lagi yang &lt;br /&gt;perlu dibicarakan. Kebetulan aku dan mami sedang siap-siap mau &lt;br /&gt;berangkat ke Siantar." jawabnya diujung telephon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya Magda dari rumah Ira, mengakhiri pembicaraan ku dengan &lt;br /&gt;Mawar. Magda membawa buku pinajaman Ira dan menyerahkan sebuah &lt;br /&gt;envelope tertutup, dia menyerahkannya dengan wajah dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang kuantar pulang sekarang?"&lt;br /&gt;" Magda mau mengusir ku?"&lt;br /&gt;" Bukan bang, biar abang lebih enak dan bebas membaca surat Ira yang &lt;br /&gt;menurut abang teman biasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Benar, dia teman biasa, nggak ada yang khusus. Mungkin Magda &lt;br /&gt;menduga aku bohong karena suratnya ini. Nih, Magda kau buka dan baca &lt;br /&gt;sendiri isinya." ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tertawa renyah mendengar ucapanku. &lt;br /&gt;" Zung, setelah kau suruh aku menjemput buku mu dan juga surat Ira, &lt;br /&gt;kini abang suruh pula aku membuka dan mebaca suratnya.? Sejak kapan &lt;br /&gt;aku menjadi sekretaris mu...hah..?" ujarnya sambill mencubit lengan &lt;br /&gt;ku. Di rumah Ira pun aku harus menunggu dia menuliskan surat itu, &lt;br /&gt;imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sekretaris? Sejak lima tahun lalu." jawab ku.&lt;br /&gt;" Oalaa....abang...bolak balik berujung kesana lagi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku serius, aku tak punya hubungan khusus dengan Ira. Barangkali &lt;br /&gt;Ira mau "latihan" menulis." ujar ku bergurau sambil membuka &lt;br /&gt;envelopenya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membaca dengan bersuara isi suratnya dihadapan Magda. " Bang, &lt;br /&gt;terimakasih atas bantuannya selama ini. Aku sudah nggak kerja lagi di &lt;br /&gt;discotik karena sedang mempersiapkan skripsi kecil sarja muda." &lt;br /&gt;terimakasih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suratnya diakhiri dengan kalimat genit, dari: "Ira yang hampir pernah &lt;br /&gt;jatuh hati kepada abang." Magda senyum kecut mendengar suara ku &lt;br /&gt;semakin pelan dan tersendat membaca akhir tulisan Ira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Awalnya menjadi pengawal pribadi kemudian "penjaja cinta', &lt;br /&gt;terakhir "pejagal cinta" iya bang.!? ujarnya .&lt;br /&gt;" Magda! silahkan kau menyebut ku apa, asal itu membuat dendam mu &lt;br /&gt;terlampiaskan.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Magda memeluk diakhir kalimat ku. " Zung, maaf, aku hanya &lt;br /&gt;bergurau, kok abang sensitif sekali..hah..?!"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Magda mengantar ku pulang, segera namboru/bibi menemuiku ke kamar &lt;br /&gt;sepeinggal Magda. " Tadi siang ibu Susan datang nanyain bapak. Aku &lt;br /&gt;bilang, menginap di rumah temannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Namboru beritahu aku nginap dirumah Magda.?"&lt;br /&gt;" Iya..nggaklah, macam mananya bapa, mengertinya aku itu. Namboru &lt;br /&gt;juga pernah anak muda, tapi amangboru/om nya dulu nggak pernah nginap &lt;br /&gt;bergiliran." ujarnya sambil ngakak. &lt;br /&gt;Memang mestinya tadi malam bapak giliran tidur dirumahnya Susan ya? &lt;br /&gt;lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Namboru..! memang aku piala bergilir," ucap ku nyegir. Seperti &lt;br /&gt;biasanya namboru menyambut ucapanku dengan ketawa lepas, seraya &lt;br /&gt;menyerahkan satu envelope dari Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nih, titipan ibu Susan, bapak dapat rejeki dari kiri-kanan. Tetap &lt;br /&gt;hati-hati bapak, pilihan hanya satu." ujarnya mengingatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. October 23, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5636128464071201676?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5636128464071201676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-65.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5636128464071201676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5636128464071201676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-65.html' title='Dosenku Pacarku (65)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVoTDvANqI/AAAAAAAAARs/b-1kHE_wB50/s72-c/love2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4650041657669569133</id><published>2008-11-01T06:00:00.000+07:00</published><updated>2008-11-01T06:00:01.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (64)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Faithfully"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=OKorl7Ouht0"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Highway run/Into the midnight sun/Wheels go `round and `round/You're &lt;br /&gt;on my mind/Restless hearts/Sleep alone tonight/Sendin' all my &lt;br /&gt;love/Along the wire&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They say that the road/Ain't no place to start a family/Right down &lt;br /&gt;the line/It's been you and me&lt;br /&gt;Lovin' a music man/Ain't all it's supposed to be/Oh girl, you stand &lt;br /&gt;by me/I'm forever yours/Faithfully&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Circus life/Under the big top world/We all need the clowns/To make us &lt;br /&gt;smile/Through space and time/Always another show/Wondering where I &lt;br /&gt;am/Lost without you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And being apart ain't easy/On this love affair/ Two strangers &lt;br /&gt;learn/To fall in love again/I get the joy&lt;br /&gt;Of rediscovering you/Oh girl, you stand by me/ I'm forever yours/ &lt;br /&gt;Faithfully &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============== 63 =============&lt;br /&gt;Bang, aku masih mencintai mu sebagai teman. Abang tak usah mengaharap &lt;br /&gt;(lagi)lebih dari situ."&lt;br /&gt;"Magda, tangisan dan air matamu menyiksa ku akibat kecerobohan ku &lt;br /&gt;dulu.!"&lt;br /&gt;" Zung, bujuk rayumu tak mampu lagi meruntuhkan dan mencairkan &lt;br /&gt;kebekuan hati ku." ( Bersambung)&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baiklah Magda, jika cinta kita tidak dapat menyatu seperti dulu, &lt;br /&gt;tetapi keputusan mu tidak mau menikah dengan lelaki manapun adalah &lt;br /&gt;keputusan yang keliru. Seperti aku katakan tadi, keputusan mu itu &lt;br /&gt;akan menyiksa ku seumur hidup."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Zung, aku tak percaya kalau hal itu bisa terjadi dengan dirimu. &lt;br /&gt;Bukankah dalam waktu relatif singkat, abang telah bersenandung merdu &lt;br /&gt;dengan kekasih baru mu ditengah badai yang menggulung ku.!?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Itu hanya senandung fatamorgana mengiring kebuntuan jiwa akibat &lt;br /&gt;kecerobohan putusan ku terhadap dirimu.!" ucap ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Berbahagialah abang yang masih mampu besenandung, menghiraukan &lt;br /&gt;korban kecerobohan mu yang masih terkulai dengan airmata darah.!" &lt;br /&gt;Tiba-tiba suara Magda menghentak ditengah hati memelas mendengar &lt;br /&gt;jeritan hatinya. " Zung sudahlah...ah..kok kita malah larut masa-&lt;br /&gt;masa lalu yang menyakitkan. Hehhh..Zung bangun.!" ujarnya mengelus &lt;br /&gt;wajahku.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;" Zung, jangan terlalu lama dikampung. Kalau abang mau, nanti aku dan &lt;br /&gt;Mawar bersama abang mengulang sedikit mata kuliah serta pendalaman &lt;br /&gt;skripsi kita, terserah, disini atau dirumah Mawar." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum "siuman" mendengar jeritan hatinya yang tertumpah ruah &lt;br /&gt;menggenangi sukmaku. Kembali dia mengehentak ku, " Zung....bangun &lt;br /&gt;hari sudah siang..!" guraunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Belum, hari masih gelap gulita." ucap ku tak bergairah.&lt;br /&gt;" Abang sedang bermimpi" balasnya seraya mengulang pertanyaannya, &lt;br /&gt;berapa lama aku akan dikampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum jelas, mungkin selamanya, kalau aku "nyangkut" dengan bidadari &lt;br /&gt;disana." jawab ku seadanya.&lt;br /&gt;" Bang, jangan ada lagi bidadari "korban" mu di kampung," ujarnya &lt;br /&gt;tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Memang aku "pemangsa" perempuan? Perempuan yang selalu memburu ku." &lt;br /&gt;ujarku membalas sentilannya.&lt;br /&gt;Magda menyambut ucapanku dengan tawa, tak membalas dengan sepenggal &lt;br /&gt;kata, takut berkepanjangan dan "membelit" dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mengantarkan abang ke terminal?" tanyanya.&lt;br /&gt;" Belum tahu pasti, Ibu Susan mau mengantar tetapi aku sungkan." &lt;br /&gt;jawab ku.&lt;br /&gt;" Lho, kok sama calon isteri merasa sungkan.?"&lt;br /&gt;" Susan tahunya, aku pulang hari ini. Boleh Magda ngantar aku ke &lt;br /&gt;terminal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang nggak takut ketahuan dengan kakak itu?"&lt;br /&gt;" Siapa maksud mu?"&lt;br /&gt;" Kalau abang jadi nikah dengan Susan, kan aku panggil kakak. Bagus &lt;br /&gt;mana, panggil kakak atau eda.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak lagilah, tadi sudah ku katakan , aku telah berubah pikiran."&lt;br /&gt;" Oalah ...bang, tambah lagi korban siksaan mu." ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum mengakhir pembicaraan kami pagi itu, aku minta tolong kepada &lt;br /&gt;Magda pergi kerumah Ira, yang seharusnya aku Sabtu ini menemani dia &lt;br /&gt;pulang dari discotik. Magda heran mendengar nama Ira. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa Ira bang ? Ngapain aku kesana? Zung mau menunjukkan "koleksi" &lt;br /&gt;abang sama aku iya.?"&lt;br /&gt;" Bukan. Ira hanya teman biasa, dia pramuria di discotik dekan &lt;br /&gt;lapangan Merdeka itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bah, hebat kali abang ini, membakar asmara dengan seorang dosen &lt;br /&gt;dan pramuria, sekaligus."&lt;br /&gt;" Magda, aku hanya mau membantunya dari kebrutalan preman sekitar &lt;br /&gt;itu. Aku kasihan dengan dia, kerja keras tapi preman memerasnya &lt;br /&gt;setiap dia pulang. Ira seorang mahasiswi semester enam, jurusannya &lt;br /&gt;sama dengan kita, akuntansi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hebat ! Abang jadi pahlawan iya. Lalu, aku ngapain kesana?"&lt;br /&gt;" Hanya memberitahu, kalau aku Sabtu nanti nggak bisa menemaninya &lt;br /&gt;pulang. Sekaligus minta buku yang dia pinjam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya tuan paduka, aku akan melaksanakan perintahnya," ujarnya &lt;br /&gt;tertawa sambil menundukkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Antar aku dulu pulang atau atau menunggu mu disini?"&lt;br /&gt;" Nantilah bang, kita makan sore dulu. Sejak beberapa bulan lalu aku &lt;br /&gt;belajar memasak dari mami. Abang rasakah dulu masakan ku siang ini, &lt;br /&gt;tetapi abang bantuin aku." ujarnya. (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. October 23, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taz Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4650041657669569133?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4650041657669569133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-64.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4650041657669569133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4650041657669569133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/11/dosenku-pacarku-64.html' title='Dosenku Pacarku (64)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-6159500528364606264</id><published>2008-10-31T06:57:00.000+07:00</published><updated>2008-10-31T06:57:01.383+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (63)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVm3a37XwI/AAAAAAAAARk/yozIJ6gt6Rk/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 106px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVm3a37XwI/AAAAAAAAARk/yozIJ6gt6Rk/s200/love.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261724841945030402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Private Emotion"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Ohs7O8GTUic"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Every endless night has a dawning day/Every darkest sky has a shining &lt;br /&gt;ray/And it shines on you baby can't you see/You're the only one who &lt;br /&gt;can shine for me&lt;br /&gt;[ CHORUS: ] /It's a private emotion/that fills you tonight/And a &lt;br /&gt;silence falls between us&lt;br /&gt;As the shadows steal the light/And wherever you may find it&lt;br /&gt;Wherever it may lead/Let your private emotion come to me/Come to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When your soul is tired and your heart is weak/Do you think of love &lt;br /&gt;as one way street/Well it runs both ways, open up your eyes/Can't you &lt;br /&gt;see me here, how can you deny&lt;br /&gt;[ CHORUS ] &lt;br /&gt;Every endless night has a dawning day/Every darkest sky has a shining &lt;br /&gt;ray/ It takes a lot to laugh as your tears go by&lt;br /&gt;But you can find me here till your tears run dry&lt;br /&gt;[ CHORUS ]&lt;br /&gt;============================= 62 ==================&lt;br /&gt;" Magda, sungguh aku tak tahu sebelumnya.?"&lt;br /&gt;" Seperti aku katakan tadi, memang, abang tak mampu lagi melihat &lt;br /&gt;relung hatiku yang pernah bergelora menyatu dengan gelora cinta mu &lt;br /&gt;selama lima tahun.!" (Bersambung)&lt;br /&gt;===============================================&lt;br /&gt;" Magda, aku mengaku jujur terhadap mu perihal hubungan ku dengan &lt;br /&gt;Susan, karena aku masih merasakan keterpautan hati meski dalam sukma &lt;br /&gt;yang terluka."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Bang, mestinya dalam sukma yang terluka tidak lagi menorehkan luka &lt;br /&gt;baru. Zung, sempurna sudah luka dalam bingkai siksa yang abang &lt;br /&gt;ukirkan dalam tatanan hidupku. Aku tidak lagi menemukan ketulusan &lt;br /&gt;hati mu setelah mengikatkan diri dengan perempuan lain.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, untuk yang terakhir, aku mengharap, kaau akan memaafkan ku. &lt;br /&gt;Sungguh aku tak mengerti, ternyata masih ada "relung" yang tesisa &lt;br /&gt;diantara hatimu yang terluka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sejak abang menabur benih cinta dalam sudut-sudut sukma ku, tidak &lt;br /&gt;satu "akar ilalang" ku biarkan tumbuh meski benih cinta yang abang &lt;br /&gt;taburkan telah aku tuai dalam dera tak berkesudahan, hingga kini. &lt;br /&gt;Zung, aku terus memaafkan mu, mungkin, itu sebabnya abang menganggap &lt;br /&gt;rendah atas ku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, aku tak pernah menggangap rendah diri mu, hanya saja aku &lt;br /&gt;tidak dapat"membaca"dengan sempurna relung hatimu, karena aku selalu &lt;br /&gt;dihantui rasa bersalah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, kesalahan yang sama terulang dalam bentang waktu yang &lt;br /&gt;berbeda, bukan.!?"&lt;br /&gt;" Iya, mungkin ini kesempatan akhir menuju niat tulus --lima tahun-- &lt;br /&gt;yang tertunda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kesempatan apalagi yang abang harap. Apa mungkin dua matahari &lt;br /&gt;terbit dalam waktu bersamaan.?"&lt;br /&gt;" Iya, aku kan sudah katakan, mau membatalkan niat pernikahan ku &lt;br /&gt;dengan Susan. Kini aku sadar, janji menikahi Susan adalah keputusan &lt;br /&gt;emosional."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang, aku ini perempuan, masih punya hati dan perasan. Tadinya aku &lt;br /&gt;tak setuju hubungan mu dengan Susan, karena aku tak terpikir kalau &lt;br /&gt;abang dan Susan belum melangkah jauh. Bukankah abang juga pernah &lt;br /&gt;menjanjikan hal yang sama ( dulu) mau menikahi ku? Tetapi akhirnya &lt;br /&gt;berujung tanpa bayang dalam lorong gelap dan berliku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadinya aku masih mengharap, sepercik cahaya akan tersembul &lt;br /&gt;didalamnya, namun lolongan serigala menyambut ku diujung lorong &lt;br /&gt;kebinasaan itu. Zung, jangan biarkan lagi " serigala" itu mencabik-&lt;br /&gt;cabik korban baru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, aku juga korban kecerobohan ku. Tetapi aku harus membatalkan &lt;br /&gt;niat untuk menikahinya. Itu jalan terbaik untuk masa depan ku, meski &lt;br /&gt;Magda tidak lagi memaafkan ku. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung belajarlah dari masa lalu, bukankah abang kerap mengatakan &lt;br /&gt;masa lalu mengajar dan menghantarkan kita menyongsong mentari pagi? &lt;br /&gt;Ketika itu, aku sangat marah dan cemburu karena Sinta bersandar &lt;br /&gt;diatas dadamu sepulang dari kampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abang mengingatkan ku, akupun sadar. Sejak itulah aku belajar dan &lt;br /&gt;lebih-hati-hati dalam melangkah bersama dengan mu. Bukankah sejak &lt;br /&gt;kejadian itu abang telah melihat dan merasakan ketulusan hati serta &lt;br /&gt;dewasaanku ? Kemudian tanpa aku sadari badai maut menerpa diriku dari &lt;br /&gt;seseorang yang aku dambakan. !?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya...Magda aku mengerti itu," ucap ku tak bergairah. " Magda, &lt;br /&gt;kenapa tadi malam mencium pipiku dan menangis sesunggukan ketika &lt;br /&gt;meninggalkan kamar ku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku mencium mu pertanda aku masih mengasihi mu sebagai seorang &lt;br /&gt;teman, dan aku menangisi kenapa aku dan abang harus berjumpa dalam &lt;br /&gt;bentangan waktu yang cukup lama, kemudian kita akhirnya mengingkari &lt;br /&gt;keindahan itu hanya dalam sekejap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bang, aku masih mencintai mu sebagai teman. Abang tak usah mengaharap &lt;br /&gt;(lagi)lebih dari situ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Magda, tangisan dan air matamu menyiksa ku akibat kecerobohan ku &lt;br /&gt;dulu.!"&lt;br /&gt;" Zung, bujuk rayumu tak mampu lagi meruntuhkan dan mencairkan &lt;br /&gt;kebekuan hati ku." ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. October 23, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taz Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-6159500528364606264?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/6159500528364606264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-63.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/6159500528364606264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/6159500528364606264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-63.html' title='Dosenku Pacarku (63)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVm3a37XwI/AAAAAAAAARk/yozIJ6gt6Rk/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-1646558128067864907</id><published>2008-10-30T06:54:00.001+07:00</published><updated>2008-11-03T08:12:29.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (62)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVmNVKsSuI/AAAAAAAAARc/8J-gQ7FV6Ec/s1600-h/cinta2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 121px; height: 106px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVmNVKsSuI/AAAAAAAAARc/8J-gQ7FV6Ec/s200/cinta2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261724118858615522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;When A Man Loves A Woman" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=iPlXex4_KkQ"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a man loves a woman/Can't keep his mind on nothing else&lt;br /&gt;He'll trade the world/For the good thing he's found&lt;br /&gt;If she's bad he can't see it/She can do no wrong&lt;br /&gt;Turn his back on his best friend/If he put her down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When a man loves a woman/Spend his very last dime&lt;br /&gt;Tryin' to hold on to what he needs/He'd give up all his comfort&lt;br /&gt;Sleep out in the rain/If she said that's the way it ought to be&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, this man loves a woman/I gave you everything I had&lt;br /&gt;Tryin' to hold on to your precious love&lt;br /&gt;Baby, please don't treat me bad .............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================== 61 ====================&lt;br /&gt;Aku juga kangen dengan Sinta. Magda mau menyaksikan kebahagian &lt;br /&gt;mereka menerima berkat pendeta dan orang tua. Aku mau melihat Sinta &lt;br /&gt;disuap oleh suami didepan undangan, seperti yang abang janjikan, &lt;br /&gt;dulu, kepada ku." (Bersambung)&lt;br /&gt;===============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terhenyak dan berujar pelan, " Magda, tadi kamu bilang tak usah &lt;br /&gt;lagi mengungkit masa lalu. Tetapi kenapa Magda sendiri yang &lt;br /&gt;mengingkari ucapan mu?. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Magda meletakkan kembali kopi yang telah diseduhnya keatas meja, " &lt;br /&gt;Zung, aku tadi bilang, jangan mengingat kepahitan masa lalu." &lt;br /&gt;" Tetapi itu bagian dari kepahitan masa lalu. Nanti juga ada &lt;br /&gt;waktunya, Magda akan mengalaminya entah dengan siapa.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Justru itulah abang. aku ingin menyaksikan sahabat lama ku Sinta &lt;br /&gt;menikmati kebahagian itu. Karena bagi ku sendiri hal itu sesuatu &lt;br /&gt;yang mustahil akan terjadi.!" ucapnya serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jangan ngomong seperti itu. Tadi kamu katakan, telah melupakan &lt;br /&gt;kepahitan masa lalu, kok sekarang malah memendam."ujar ku lagi &lt;br /&gt;mengingatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, Magda tidak memendam apapun dan kepada siapapun. Kalau aku &lt;br /&gt;dendam, ngapain aku mau ikut abang ke kampung."&lt;br /&gt;" Jadi maksud mu, Magda tidak akan menikah selamanya.?"&lt;br /&gt;" Sebagaimana abang tanyakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kenapa...? Mengapa keputusan mu "sepahit" itu.?"&lt;br /&gt;" Itu adalah jawaban yang ku peroleh dalam kehingan jiwa dan hati &lt;br /&gt;yang bening. Entah kelak, mungkin ada malaikat yang mampu mengubah &lt;br /&gt;keputusan ku.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tidak, itu bukan keputusan dari hati yang bening. Itu hanya &lt;br /&gt;keputusasaan.!" suaraku menghentak.&lt;br /&gt;" Sejak kapan abang mampu melihat kebeningan hati seseorang.?"&lt;br /&gt;" Nah..lagi, Magda, ternyata kau masih menaruh dendam.!" ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku nggak dendam, sungguh.! Bang, lima tahun, lebih dari cukup aku &lt;br /&gt;dan abang merasakan kenikmatan cinta. Kemudian kenikmatan itu &lt;br /&gt;berakhir diujung pengharapan yang terluka. Aku telah menerima dengan &lt;br /&gt;ikhlas dan itu membuatkan semakin dewasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku salut melihat abang, dalam waktu relatif singkat dapat melupakan &lt;br /&gt;perjalanan panjang yang sangat indah itu, kini "mencicipi" madu &lt;br /&gt;segar, bahkan mau menikah. Abang mau mengundang ku nanti pada &lt;br /&gt;pernikahan mu dengan ibu Susan.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergegas meninggalkannya di dapur, tak tahan mendengar kalimat-&lt;br /&gt;kalimatnya menohok tajam. Magda menahan ku dengan memegang lenganku.&lt;br /&gt;" Kenapa abang ? Tersinggung? Ada yang salah dengan ucapan ku.? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak memperdulikan ucapannya, segera ku melepaskan gemgaman &lt;br /&gt;tangannya dan melangkah keruang makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tunggu, aku aku bawakan kopi ini ke depan, sebentar aku bantu abang &lt;br /&gt;jalan."&lt;br /&gt;Magda mendahului ku jalan ke ruang tamu, kemudian kembali menemui &lt;br /&gt;dan memapah setelah mencium pipi ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang nggak merasakan kehangatan jiwa ku sejak kemarin pagi.?. Abang &lt;br /&gt;tak mampu lagi melihat relung hatiku yang pernah bergelora menyatu &lt;br /&gt;dengan gelora cinta mu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, pernah abang mengingatkan ku, cinta tidak selalu berakhir &lt;br /&gt;dengan pernikahan, dulu aku menolak pandangan mu itu. Tetapi &lt;br /&gt;akhirnya aku menerima dan mengakui kebenarannya. Bang, duduklah, &lt;br /&gt;tampaknya abang kelelahan berdiri," ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku heran melihat Magda begitu dewasa saat berbicara dan menahan &lt;br /&gt;emosinya pagi itu. Apalagi setelah dia mengajak ku duduk bersama, &lt;br /&gt;sepertinya aku dan dia tidak pernah mengalami luka yang mendalam. &lt;br /&gt;Tetapi hatiku resah dengan keputusannya, tidak akan menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zung, aku juga salah mengharap, setelah pertemuan kita, aku, Mawar &lt;br /&gt;dan abang, di restauran minggu lalu. Aku merasakan ketersiksaan mu &lt;br /&gt;atas perpisahan kita, sehingga abang melampiaskannya mabuk-mabukan di &lt;br /&gt;discotik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak tega melihat abang membunuh dirimu secara perlahan-lahan. &lt;br /&gt;Sejak saat itu dan atas bujukan Mawar sahabat kita, kebencianku &lt;br /&gt;berubah terhadap abang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata aku dan Mawar salah menilai. Abang bukan lagi seperti yang &lt;br /&gt;kami kenal sebelumnya. Abang sudah terlalu jauh melangkah, dan &lt;br /&gt;pengakuan jujur mu tadi malam, mau menikah, membuat keputusan akhir, &lt;br /&gt;tak ada satupun lelaki yang aku dapat percayai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, sungguh aku tak tahu sebelumnya, karena selalu dihantui rasa &lt;br /&gt;besalah.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Seperti aku katakan tadi, memang, abang tak mampu lagi melihat &lt;br /&gt;relung hatiku yang pernah bergelora menyatu dengan gelora cinta mu &lt;br /&gt;selama lima tahun.!" (Bersambung)&lt;br /&gt;Los Angeles. October 22, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taz Zung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-1646558128067864907?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/1646558128067864907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-62.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1646558128067864907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/1646558128067864907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-62.html' title='Dosenku Pacarku (62)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVmNVKsSuI/AAAAAAAAARc/8J-gQ7FV6Ec/s72-c/cinta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2502218655744272080</id><published>2008-10-29T06:49:00.000+07:00</published><updated>2008-10-29T06:49:01.030+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (61)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVlYzoeQPI/AAAAAAAAARU/U1W0NhZXKus/s1600-h/cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVlYzoeQPI/AAAAAAAAARU/U1W0NhZXKus/s200/cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261723216503521522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" Every Little Thing You Do"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=CtRDKi7dRg0"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hello, let me know if you hear me/Hello, if you want to be near/Let &lt;br /&gt;me know/And I'll never let you go&lt;br /&gt;Hey love/When you ask what I feel, I say love/When you ask how I &lt;br /&gt;know/I say trust/And if that's not enough&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's every little thing you do/That makes me fall in love with &lt;br /&gt;you/There isn't a way that I can show you&lt;br /&gt;Ever since I've come to know you/It's every little thing you say/That &lt;br /&gt;makes me wanna feel this&lt;br /&gt;There's not a thing that I can point to/'Cause it's every little &lt;br /&gt;thing you do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Don't ask why/Let's just feel what we feel/'Cause sometimes/It's the &lt;br /&gt;secret that keeps it alive But if you need a reason why&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;Is it your smile or your laugh or your heart?/Does it really matter &lt;br /&gt;why I love you?/Anywhere there's a crowd, you stand out&lt;br /&gt;Can't you see why they can't ignore you/If you wanna know/Why I can't &lt;br /&gt;let go/Let me explain to you&lt;br /&gt;That every little dream comes true/With every little thing you do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's everything, everything you do/That makes me fall in love with &lt;br /&gt;you/It's everything, everything you say/That makes me feel this way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================== 60 ==========&lt;br /&gt;" Oya...ya..ya.. aku dibantu tapi dibawah tekanan, repressive." &lt;br /&gt;ucapku. Magda goyang-goyang kepala mendekatkan wajahnya ke wajah ku," &lt;br /&gt;sejak berteman dengan ibu Susan, otak abang dijejalin apa iya? Kok &lt;br /&gt;mengeluh melulu.!?.( Bersambung)&lt;br /&gt;=================================== &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Makan bersama siang itu diwarnai rasa ke keluargaan yang sangat &lt;br /&gt;kental. Inang uda ku, mami Magda, mengurai silsilah kekerabatan &lt;br /&gt;orangtua yang melahirkannya--kakek Magda--dengan aku punya kakek.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Magda menyimak serius, tidak seperti dulu ketika paman mengurai &lt;br /&gt;silsilah yang sama, Magda tidak perduli bahkan pernah marah ketika &lt;br /&gt;aku panggil ito, pada hal itu sesuai dengan urutan silsilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang Tan Zung, jadi pulang besok?" tanya Magda.&lt;br /&gt;" Tunggu pulih benarlah kakinya," usul mami Magda.&lt;br /&gt;" Mungkin hari Jumat, karena kebetulan besoknya Sinta putrinya paman &lt;br /&gt;akan nikah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Eh...inang uda hampir lupa. Tolong nanti sampaikan tumpak/kado ku &lt;br /&gt;sama Sinta. Sampaikan salam sama ito, ayahnya Sinta, katakan inang &lt;br /&gt;uda nggak bisa datang." &lt;br /&gt;" Magda mau ikut,?" tanyaku iseng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau mami kasih, aku mau, tetapi aku ajak Mawar. Boleh aku pergi &lt;br /&gt;mam.?" tanya Magda.&lt;br /&gt;" Terserah Magda tapi tanya dulu Mawar kalau dia punya waktu." ucap &lt;br /&gt;mami Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera Magda menghubungi Mawar melalui telephon setelah maminya &lt;br /&gt;memperbolehkannya dia ikut. Tidak begitu lama, Magda meletakkan &lt;br /&gt;gagang telephonnya, "Mawar nggak bisa mam, dia pergi ke Siantar &lt;br /&gt;dengan maminya.!" ujarnya kesal.&lt;br /&gt;" Iya sudahlah inang, lain kali saja." ujar maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Selesai makan siang, mami Magda meninggalkan kami berdua di dalam &lt;br /&gt;rumah. " Mami mau pergi ke kantor papi, ada yang mau ditandatangani. &lt;br /&gt;dari sana nanti mau kerumah om dokter. Magda jangan nakal kamu sama &lt;br /&gt;ito mu." ujar maminya sambil meninggalakn meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal inang uda, Magda memandangi ku dan bertanya, " sejak &lt;br /&gt;kemarin, kenapa kok mami ngebelaian abang terus? Heran.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, seharusnyalah orang yang terabaikan dan tertindas harus &lt;br /&gt;dibela, dan mami tahu itu.&lt;br /&gt;" Bang, aku serius. !" Aku nggak suka dengar lagi kata-kata &lt;br /&gt;terabaikan dan tertindas.Memang siapa yang mengabaikan dan menindas &lt;br /&gt;abang,!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda.!" Makanya, abang jangan dimarah dan dicaci maki lagi. Aku &lt;br /&gt;mau bermalam disini, karena aku menganggap mami dan Magda adalah &lt;br /&gt;keluarga. Dan aku salah mengharap, kalau Magda mau membantu &lt;br /&gt;dari "ketersesatan" ku, ternyata kata makian yang aku peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi nggak mengapa, abang juga tak dapat memaksa Magda untuk &lt;br /&gt;membantuku. Barangkali saja, Magda masih memendam kesalahan ku dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda tidak ada dendam kepada abang. Aku sudah mengubur masa-masa &lt;br /&gt;pahit yang menyakitkan itu. Kalau aku masih ada dendam, ngapain Magda &lt;br /&gt;mengajak abang kesini. Bang, memang kadang kala, masa indah kita dulu &lt;br /&gt;tak dapat kulupakan walaupn berakhir tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, percayalah, kepahitan masa lalu, aku tetap berusaha &lt;br /&gt;melupakannya.Seperti ucapan abang tadi malam, semuanya terjadi diluar &lt;br /&gt;kehendak kita, situasi saat itu belum berpihak pada ku , sehingga &lt;br /&gt;abang pun mengambil kesimpulan yang salah atas Magda." ujarnya lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terimakasih Magda, maaf, selama ini aku telah salah duga."&lt;br /&gt;" Sikap abang seperti itu kan membuat kita seperti ini. Abang saja &lt;br /&gt;yang tidak percaya pada Magda. Tapi, sudahlah bang, kok kita jadi &lt;br /&gt;ngomongin yang telah berlalu. Abang, sudah mau pulang atau mau &lt;br /&gt;kubuatkan teh atau kopi?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku mau "Manson" kalau ada," jawab ku bergurau.&lt;br /&gt;" Iya, aku ambilkan sebentar," balasnya, dia meninggalkan ku di meja &lt;br /&gt;makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, tunggu aku mau ikut."&lt;br /&gt;Magda membantuku berdiri dan memapah ku ke dapur. "Bang, "Manson" &lt;br /&gt;nggak ada, ini rumah bukan discotik, abang mau kopi atau &lt;br /&gt;teh."tanyanya dengan tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa saja aku mau. Tetapi aku juga akan seduh buat mu. Ito Magda mau &lt;br /&gt;kopi atau teh, "? gurau ku.&lt;br /&gt;" Nggak usah bang, aku nanti buatkan sendiri." jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku juga nggak usahlah, abang juga buat bisa buat sendiri." balasku.&lt;br /&gt;" Ini juga bentuk pemaksaan kehendak. Ini sendoknya, gulanya buat ku &lt;br /&gt;sedikit saja bang." ujarnya Magda tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ngomong-ngomong, Magda serius ikut kekampung kalau tadinya Mawar ada &lt;br /&gt;waktu.?"&lt;br /&gt;" Iya seriuslah, maka aku langung telephon Mawar. Aku kan tadi &lt;br /&gt;bilang, aku telah melupakan semua "kejahatan" abang. Aku juga kangen &lt;br /&gt;dengan Sinta. Magda mau menyaksikan kebahagian mereka menerima &lt;br /&gt;berkat pendeta dan orang tua. Aku ingin melihat Sinta sahabat ku, &lt;br /&gt;pariban mu, disuap oleh suaminya didepan para undangan, seperti yang &lt;br /&gt;pernah abang janjikan, dulu, kepada ku." (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. October 22, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taz Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2502218655744272080?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2502218655744272080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-61.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2502218655744272080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2502218655744272080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-61.html' title='Dosenku Pacarku (61)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SQVlYzoeQPI/AAAAAAAAARU/U1W0NhZXKus/s72-c/cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-8431359727918719062</id><published>2008-10-28T06:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-28T06:00:01.144+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Eksperimen Anak-anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_Y1PCS6MI/AAAAAAAAARM/aIiZ6_rshj0/s1600-h/katun-anak.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 122px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_Y1PCS6MI/AAAAAAAAARM/aIiZ6_rshj0/s200/katun-anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260161298872854722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eksperimen Anak-anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Mula Harahap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masih kecil Henry Ford--penemu produksi mobil dengan sistem ban berjalan itu--pernah membendung selokan yang mengalir di dekat rumahnya sehingga menimbulkan banjir besar. Entah apa yang ada di kepala Henry Ford waktu itu. Mungkin dia hanya sekedari ingin tahu apa akibatnya kalau selokan dibendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James Watt penemu mesin uap itu pernah merebus air di dalam ketel tanah liat dan menutup semua lubang pada ketel tersebut juga dengan tanah liat. Akibatnya tentu bisa dibayangkan: ketel itu meledak dan memporak-porandakan dapur ibunya..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Thomas Alva Edison pernah duduk mengerami sejumlah telur ayam. Tentu saja telur ayam itu tidak sempat menetas karena Thomas Alva Edison sudah keburu dianggap gila oleh ibu dan tetangganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memang selalu ingin mengetahui jawaban dari banyak hal. Kadang-kadang jawaban itu bisa diperoleh dari orang dewasa yang lebih mengetahui. Tapi tidak semua orang dewasa mau secara sabar menjawab pertanyaan anak-anak yang acapkali memang sepele, aneh atau menjengkelkan itu. Karena itu--di samping mengajukan pertanyaan--anak-anak juga suka melakukan eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah terkejut menemukan stoples berisi beberapa ikan mas koki di dalam freezer kulkas. Tentu saja air di dalam stoples itu telah menjadi es dan semua ikan mas koki “stucked” di dalam es tersebut. Ketika saya bertanya kepada anak laki-laki saya mengapa ia melakukannya, maka jawabannya hanyalah, "Saya hanya mau tahu, kalau ikan ditaruh di dalam kulkas, dia akan jadi apa?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih anak-anak maka salah satu eksperimen yang saya ingat pernah saya lakukan ialah yang berkaitan dengan kantor pos. Dulu saya kepingin tahu apakah tukang pos mau mengantarkan surat yang saya kirim ke nama dan alamat saya sendiri. Tapi karena saya takut dimarahi oleh tukang pos, maka pertama-tama saya mengirim surat ke nama dan alamat saya dengan menyertakan nama dan alamat rekaan. Eh, ternyata surat itu sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebehasilan dengan eksperimen pertama membuat saya menjadi lebih berani. Saya mengirim surat dengan nama dan alamat si penerima tercantum jelas, tapi nama dan alamat si pengirim dikosongkan. Eh, ternyata surat itu sampai juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya semakin berani. Saya mengirim surat dengan nama dan alamat si pengirim maupun si penerima sama dan tercantum jelas, yaitu nama dan alamat saya sendiri. Surat itu saya pos-kan disebuah kotak surat dekat sekolah. Selama dua atau tiga hari saya menunggu dengan harap-harap cemas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, bukan main gembiranya saya, ketika surat itu sampai juga dan ternyata tukang pos tidak marah. Tapi Ayah--yang ketika surat itu tiba sedang berada di rumah--justeru marah kepada saya, "Apakah kau tidak punya pekerjaan lain yang lebih penting selain mengirim surat kepada dirimu sendiri, hah?" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak memang memiliki "reasoning"-nya sendiri yang acapkali tidak bisa dipahami oleh orang dewasa. Karena itu pertanyaan Ayah tak pernah saya jawab. Tapi saya sangat berharap bahwa saat ini di alam baka sana Ayah juga sedang bermain "internet". Dan biarlah catatan ini menjadi jawaban atas pertanyaan yang diajukannya lebih dari 45 tahun yang lalu itu, yaitu bahwa anak lelakinya ini tidaklah se-iseng dan se-gila yang diduganya [.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-8431359727918719062?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/8431359727918719062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/eksperimen-anak-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8431359727918719062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8431359727918719062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/eksperimen-anak-anak.html' title='Eksperimen Anak-anak'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_Y1PCS6MI/AAAAAAAAARM/aIiZ6_rshj0/s72-c/katun-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-7131376586949418621</id><published>2008-10-27T06:00:00.001+07:00</published><updated>2008-10-27T06:00:00.343+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (60)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_VTO1oU7I/AAAAAAAAARE/ncSMPxnms9g/s1600-h/cinta9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 120px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_VTO1oU7I/AAAAAAAAARE/ncSMPxnms9g/s200/cinta9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260157416169296818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Please Forgive Me"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=_izOLbftmVo"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It still feels like our first night together/Feels like the first &lt;br /&gt;kiss and/It's gettin' better baby/No one can better this/I'm still &lt;br /&gt;holding on and you're still the one&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first time our eyes met it's/the same feelin' I get&lt;br /&gt;Only feels much stronger and I/wanna love ya longer/You still turn &lt;br /&gt;the fire on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So If you're feelin' lonely.. don't/You're the only one I'd ever want&lt;br /&gt;I only wanna make it good/So if I love ya a little more than I should&lt;br /&gt;Please forgive me I know not what I do/Please forgive me I can't stop &lt;br /&gt;lovin' you&lt;br /&gt;Don't deny me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This pain I'm going through/Please forgive me/If I need ya like I do&lt;br /&gt;Please believe me/Every word I say is true/Please forgive me I can't &lt;br /&gt;stop loving you&lt;br /&gt;Still feels like our best times are together/Feels like the first &lt;br /&gt;touch&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We're still gettin' closer baby/Can't get close enough I'm still &lt;br /&gt;holdin' on&lt;br /&gt;You're still number one I remember/the smell of your skin&lt;br /&gt;I remember everything/I remember all your moves&lt;br /&gt;I remember you/I remember the nights ya know I still do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One thing I'm sure of/Is the way we make love/And the one thing I &lt;br /&gt;depend on&lt;br /&gt;Is for us to stay strong/With every word and every breath I'm prayin'&lt;br /&gt;That's why I'm sayin'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================= 59 ============&lt;br /&gt;Magda tersenyum simpul, ketika aku keluar dari kamar mengenakan &lt;br /&gt;pakaian hampir sama seperti yang dia kenakan, jeans dan t-shirt &lt;br /&gt;warna, yang dia belikan waktu ulang tahun ku sebelum hubungan kami &lt;br /&gt;putus. ( Bersambung)&lt;br /&gt;===============================&lt;br /&gt;Tiba-tiba namboru berceloteh dari dapur ketika aku dan Magda hendak &lt;br /&gt;pergi, " Bah...pakaiannya sama, cantik sekali. Bapa nggak usah pakai &lt;br /&gt;tongkatlah biar kelihatan gagah. Apalagi bergandengan dengan inang ku &lt;br /&gt;itu." ujarnya cengengesan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Magda setuju usulnya, " Iya, bang nggak usah pakai tongkatlah, nanti &lt;br /&gt;aku bantuin kalau abang jalan."&lt;br /&gt;Dia ngoceh lagi, " Jalannya, pelan-pelan saja bapa, biar kayak &lt;br /&gt;pengantiiinnn...!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tersenyum mendengar ocehannya, sambil memegang lengan ku &lt;br /&gt;melangkah keluar rumah. Magda permisi kepada namboru, " Iya..iya &lt;br /&gt;inang, hati-hati di jalan, jaga bapa itu jangan sampai jatuh. Jangan &lt;br /&gt;biarkan bapa main bola lagi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tak kuasa menahan ketawa mendengar "jabir'nya tante &lt;br /&gt;ku, "Iya..iya namboru, aku jagain dia supaya nggak main bola dan &lt;br /&gt;nggak mandi lagi di sungai." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang cerita sama namboru, kalau kaki abang terkilir karena main &lt;br /&gt;bola?"&lt;br /&gt;" Iya, pengakuanku sama seperti kepada mami, hanya kepada Magda aku &lt;br /&gt;berkata jujur." jawabku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Magda, sepertinya kaki ku sudah agak baikan. Biarkan aku yang bawa &lt;br /&gt;motornya."&lt;br /&gt;" Nggak ah, nanti aku dimarahin mami. Abang malu dibonceng iya.?" &lt;br /&gt;tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak...iya sudah, tapi nanti aku bisa pegangan di tubuh mu?"&lt;br /&gt;" Terserah, tapi jangan salahkan aku kalau ibu Susan marah kepada &lt;br /&gt;abang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Boleh mampir sebentar ke kantor ibu Susan? Aku ada yang perlu." &lt;br /&gt;ujarku menguji hatinya.&lt;br /&gt;" Serius ini, aku antar abang kesana.?" &lt;br /&gt;" Magda berani?"&lt;br /&gt;" Demi sahabat, aku antar sekarang, tak peduli kalau Susan marah."&lt;br /&gt;Magda sungguhan, kami menuju kampus. Dia parkirkan motor agak jauh &lt;br /&gt;dari kantor Susan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ah...ternyata Magda takut juga, kok parkirnya jauh sekali, lagi, &lt;br /&gt;manalah aku tahan jalan sejauh itu."&lt;br /&gt;" Maaf bang, aku nggak sadar kalau kaki masih sakit. Aku bukan takut, &lt;br /&gt;aku juga mau pergi dengan abang menemuinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda parkir persis depan kantor Susan. Tak merasa canggung, Magda &lt;br /&gt;menuntunku ke depan ruangan Susan. Magda mengetuk ruangan Susan, tak &lt;br /&gt;ada jawaban. Sebenarnya, aku tahu, saat itu Susan nggak ada di &lt;br /&gt;ruangannya, hari ini dia masuk kantor pada siang hari. Aku hanya &lt;br /&gt;menguji keberaniannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kita pulang saja, mungkin dia masih dirumah," ujar ku.&lt;br /&gt;" Mau aku antar ke rumahnya,?" ucap Magda nantang.&lt;br /&gt;" Nggak usah, rumahnya terlalu jauh, kakiku teras pegal,"ujar ku &lt;br /&gt;berdalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bilang saja, abang ketakutan."&lt;br /&gt;"Iya, aku takut. Soalnya kita masih mahasiswanya. Kecuali sudah &lt;br /&gt;tamat, aku nggak perduli." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau abang takut, kenapa ngajak aku mengantarkan abang kesini.?"&lt;br /&gt;" Aku hanya menguji keberanian dan kesetiaan seorang sahabat."&lt;br /&gt;"Sesudah itu apa.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya itu, yang aku bilang tadi malam di " hall way" itu.!"&lt;br /&gt;"Nggak ada hal lain yang dibicarakan bang.?"&lt;br /&gt;" Nggak ada, selama aku bersama dengan mu, iya pembicaraan seputar &lt;br /&gt;disitu saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ayo bang, pulang, atau abang naik "sudako" (*) saja," ucapnya &lt;br /&gt;ketawa.&lt;br /&gt;" Nggak ah... sama saja kita , nanti kamu habisi ikan arsik ku." &lt;br /&gt;ucapku.Aku minta kunci motor dari Magda," Nanti kalau sudah diluar &lt;br /&gt;kampus, kamu yang bawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku malu dilihatin orang, kok lelaki dibonceng sama perempuan." &lt;br /&gt;ujarku. Magda menolak memberi kunci, karena kaki ku belum pulih &lt;br /&gt;sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membujuknya, akhirnya dia menyerahkan kunci motornya.&lt;br /&gt;Magda terus menyuruh ku berhenti setelah keluar dari kampus, "bang, &lt;br /&gt;akulah yang bawa," bujuknya.&lt;br /&gt;Aku meneruskannya, dia mencubit paha dan pingganku supaya aku &lt;br /&gt;berhenti, aku tak memperdulikan, hingga akhirnya dia diam sendiri. &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Maminya mengomel kepada Magda setelah melihat aku membawa &lt;br /&gt;motor, "Kenapa bukan kau inang yang bawa motornya, kaki ito mu masih &lt;br /&gt;sakit." ujarnya setelah kami tiba teras rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda bertolak pinggang sambil mengomel," Apa tadi aku bilang hah..!? &lt;br /&gt;Abang "jugul", senang kalau aku diomelin terus sama mami..!" ujarnya, &lt;br /&gt;sambil mencubit lenganku kuat, perih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang , jalan sendiri saja, aku nggak mau bantuin." katanya kesal &lt;br /&gt;sambil melepaskan tangannya dari lengan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya tertindas lagi, nggak cukup di cubit, sekarang dibiarkan jalan &lt;br /&gt;sendiri. Pada hal, Magda yang melarang ku membawa tongkat, kini tak &lt;br /&gt;aku tak diperdulikan.!" keluh ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tak tega mendengar keluhan ku, dia membantu ku tetapi berpura-&lt;br /&gt;pura marah, " makanya jangan bandal, dengar omongan orang biar jangan &lt;br /&gt;ditindas," ujarnya tersenyum sambil melingkarkan tanganku ke &lt;br /&gt;pinggangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oya...ya..ya.. aku dibantu tapi dibawah tekanan, repressive." &lt;br /&gt;ucapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda goyang-goyang kepala mendekatkan wajahnya ke wajah ku," sejak &lt;br /&gt;berteman dengan ibu Susan, otak abang dijejalin apa iya? Kok mengeluh &lt;br /&gt;melulu.!?.( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles, October 16,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(*) Sudako: sejenis mobil kecil yang berfungsi angkutan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-7131376586949418621?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/7131376586949418621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-60.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7131376586949418621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7131376586949418621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-60.html' title='Dosenku Pacarku (60)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_VTO1oU7I/AAAAAAAAARE/ncSMPxnms9g/s72-c/cinta9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-7469572931530852336</id><published>2008-10-26T06:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-26T06:00:02.288+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (59)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_UkctGwUI/AAAAAAAAAQ8/VrWny83_WjE/s1600-h/cinta1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 119px; height: 119px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_UkctGwUI/AAAAAAAAAQ8/VrWny83_WjE/s200/cinta1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260156612437786946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"You're in my heart"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=AaJpkup4IsI"&gt;&lt;br /&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I didn't know what day it was/When you walked into the room/I said &lt;br /&gt;hello unnoticed/You said goodbye too soon&lt;br /&gt;Breezing through the clientele/Spinning yarns that were so lyrical/I &lt;br /&gt;really must confess right here/The attraction was purely physical&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I took all those habits of yours/That in the beginning were hard to &lt;br /&gt;accept/ Your fashion sense, beardsly prints&lt;br /&gt;/I put down to experience&lt;br /&gt;The big bosomed lady with the dutch accent/Who tried to change my &lt;br /&gt;point of view&lt;br /&gt;Her ad lib lines were well rehearsed/But my heart cried out for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus:&lt;br /&gt;You're in my heart, you're in my soul/You'll be my breath should i &lt;br /&gt;grow old/You are my lover, you're my best friend&lt;br /&gt;You're in my soul&lt;br /&gt;My love for you is immeasurable/My respect for you immense/You're &lt;br /&gt;ageless, timeless, lace and fineness&lt;br /&gt;You're beauty and elegance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're a rhapsody, a comedy/You're a symphony and a play&lt;br /&gt;You're every love song ever written/But honey what do you see in me&lt;br /&gt;(chorus)&lt;br /&gt;You're an essay in glamour/Please pardon the grammar/But you're every &lt;br /&gt;schoolboy's dream&lt;br /&gt;You're celtic, united, but baby i've decided/You're the best team &lt;br /&gt;i've ever seen&lt;br /&gt;And there have been many affairs/Many times i've thought to leave&lt;br /&gt;But i bite my lip and turn around/'cause you're the warmest thing &lt;br /&gt;i've ever found&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;========================= 58 ===========&lt;br /&gt;" Abang boleh datang, terbang. Aku tungguin abang dikamar mandi.!" &lt;br /&gt;jawabnya membalas gurauanku.&lt;br /&gt;Ah....wajahnya kuyu, mata sembab, tapi hatinya masih berbunga-bunga. &lt;br /&gt;Aku semakin bingung "menterjemahkan" semua kejadian sejak tengah &lt;br /&gt;malam hingga pagi ini, ada apa diantara tangis dan tawa.?(Bersambung)&lt;br /&gt;=======================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Inang uda dari pasar membuyarkan "scenario" yang rencana &lt;br /&gt;akan aku mainkan pagi ini, " Sudah bangun kau amang. Sampai pukul &lt;br /&gt;berapa kalian tidur tadi malam.?" tanya mami Magda.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Agak malam inang uda, keasyikan cerita kampus," jawabku.&lt;br /&gt;"Sudah bangun itonya.?" tanyanya.&lt;br /&gt;" Sudah, ito sedang mandi.!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang uda mencegah, ketika aku mau membantu mengangkat barang &lt;br /&gt;belanjaannya dari beca. Dari teras, aku mendengar inang uda menegur &lt;br /&gt;Magda, " Kenapa nggak kau buatkan teh sama ito mu.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya mam, tadi aku mau buatkan, tapi abang bilang nanti dulu." &lt;br /&gt;Takut aku memprotes kebohongannya, Magda buru-buru keluar menemuiku, &lt;br /&gt;jari telunjuknya ditempel di depan bibirnya, pertanda, abang diam. &lt;br /&gt;Aku merasa geli melihat tingkahnya. Tidak lama kemudian, Madga &lt;br /&gt;membawa secangkir teh dengan dua potong roti . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Magda, kamu nggak pernah tawarkan teh sama ku sejak aku bangun, &lt;br /&gt;malah kamu membiarkan ku sendiri duduk bengong di teras ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang, sebagai sahabat, harus memaklumi situasi ketika sahabatnya &lt;br /&gt;kepepet." ujarnya menirukan "nasihat" ku memaknai sahabat, tadi &lt;br /&gt;malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memandangi kujur tubuhnya menegenakan sepasang pakaian yang aku &lt;br /&gt;pilihkan dulu ketika merayakan ulang tahunnya setahun sebelum pisah; &lt;br /&gt;jeans dan t-shirt dengan gambar setangkai bunga mawar didepan. &lt;br /&gt;" Kenapa memandangi ku seperti itu bang.?" ujarnya sambil mengambil &lt;br /&gt;tempat duduk disampingku, dia menghadapku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku hanya teringat seseorang. Ketika itu dia merajuk besar, bahkan &lt;br /&gt;hampir nggak jadi merayakan hari ulang tahunnya karena aku datang &lt;br /&gt;terlambat. Sahabatku itu terus diam selama perjalanan menuju &lt;br /&gt;Canton,Kesawan ketika ingin membeli sepasang pakaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya dia berujar padaku, mau merayakan ulang tahunnya secara &lt;br /&gt;sederhana dan pakaian sederhana. Aku mengusulkan, agar kami &lt;br /&gt;berpakaian yang sama; jeans dan t-shirt. Awalnya dia menolak, tetapi &lt;br /&gt;akhirnya dia setuju usulanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu aku memang berjanji akan datang pukul sembilan tepat, &lt;br /&gt;tetapi karena kemacetan di jalan, aku terlambat lima menit. Aku tiba, &lt;br /&gt;wajahnya cemberut, aku minta maaf ketika itu , tetapi dia diam terus &lt;br /&gt;hingga kami berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama dalam perjalanan dia tak mau memandang ku di dalam beca &lt;br /&gt;seperti biasanya. Karena kesal, aku ingin meloncat mau bunuh diri &lt;br /&gt;melihat tingkah teman ku itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tertawa lepas, " Kok mau bunuh diri, meloncat dari atas becak &lt;br /&gt;pula, itu namanya bunuh diri ecek-ecek bang.!"&lt;br /&gt;"Terserah dibilang ecek-ecek, yang pasti kan ada kata bunuh dirinya, &lt;br /&gt;pertanda rasa kesal." balasku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa dia itu bang, kok menjeng amat, terlambat lima menit langsung &lt;br /&gt;merajuk.?" tanyanya.&lt;br /&gt;" Magdalena Elisabeth, mantan kekasih Tan Zung yang kini sedang &lt;br /&gt;terabaikan." Jawab ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak ah.., abang mengada-ngada, ceritanya tidak seperti itu. &lt;br /&gt;Magdalena Elisabeth waktu itu marah, bukan merajuk, karena orang yang &lt;br /&gt;bernama Tan Zung itu matanya jelalatan melihat perempuan sedang &lt;br /&gt;berlalu di depan rumah, di depanku pulak lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya.. jelas marahlah si Magda Elisabeth itu. Di depannya saja sudah &lt;br /&gt;mata jelalatan, apalagi dibelakangnya." ujarnya serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Si Magda saat itu terlalu cemburuan, sebenarnya Tan Zung hanya &lt;br /&gt;melihat rambut perempuan itu, kebetulan panjangnya seperti rambutnya &lt;br /&gt;Magda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Memang, yang namanya Tan Zung itu paling bisa mencari-cari jawaban, &lt;br /&gt;mau menang sendiri." ujarnya mengukir senyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengoreksi cerita dulu, memang dia benar seratus persen. Aku &lt;br /&gt;sengaja poles ceritanya, memancing, kalau dia masih tertarik kisah &lt;br /&gt;lama kami. Aku mulai mencium wewangian semerbak bunga malam berkuncup &lt;br /&gt;pagi. Setelah menghabiskan serapan pagi, aku minta tolong kepada &lt;br /&gt;Magda untuk mengantarkan aku pulang kerumah, mandi dan tukar &lt;br /&gt;pakaian. &lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Seperti biasa, namboru menyambut ku "heboh" apalagi karena aku datang &lt;br /&gt;dengan perempuan, "bapa nginap lagi....?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa nginapnya bergiliran iya," ucapnya pelan diiringi tawa setelah &lt;br /&gt;Magda keluar dari kamar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Namboru...! Nanti kedengaran sama dia, nggak enak." tegur ku.&lt;br /&gt;" Makanya aku bicara pelan, supaya nggak kedengaran....eeehhh "bapa &lt;br /&gt;on nian," balasnya sambil ketawa ngakak meninggalkan kamar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda tersenyum simpul, ketika aku keluar dari kamar mengenakan &lt;br /&gt;pakaian hampir sama seperti yang dia kenakan, jeans dan t-shirt, yang &lt;br /&gt;dia belikan waktu ulang tahun ku sebelum hubungan kami putus. &lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles, October 16,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-7469572931530852336?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/7469572931530852336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-59.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7469572931530852336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7469572931530852336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-59.html' title='Dosenku Pacarku (59)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_UkctGwUI/AAAAAAAAAQ8/VrWny83_WjE/s72-c/cinta1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4773802181935805481</id><published>2008-10-25T06:00:00.000+07:00</published><updated>2008-10-25T06:00:05.718+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (58)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_Thq4WE8I/AAAAAAAAAQs/iv-fq3Ehy9M/s1600-h/cinta6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 106px; height: 122px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_Thq4WE8I/AAAAAAAAAQs/iv-fq3Ehy9M/s200/cinta6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260155465191789506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Please don't tell me how the story ends"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=us1MZ7kZdN0"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This could be our last goodnight together/We may never pass this way &lt;br /&gt;again/ Just let me enjoy `til it's over or forever/Please don't tell &lt;br /&gt;me how the story ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See the way our shadows come together/Softer than your fingers on my &lt;br /&gt;skin/ Someday this may be all that we'll remember of each &lt;br /&gt;other/Please don't tell me how the story ends&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 2 X) Never's just the echo of forever/Lonesome as the love that &lt;br /&gt;might have been&lt;br /&gt;Just let me go on loving and believing `til it's over/Please don't &lt;br /&gt;tell me how the story ends&lt;br /&gt;Please don't tell me how the story ends......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================= 57============&lt;br /&gt;Magda mengangkat wajahnya menatapku, dia menggelengkan kepalanya, " &lt;br /&gt;nggak bang, nggak lagi, biarlah kita tetap berhubungan sebagai teman &lt;br /&gt;biasa. Bang, ayo kita tidur, nanti mami bangun." ujarnya sambil &lt;br /&gt;melepaskan pelukannya.(Bersambung)&lt;br /&gt;=======================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menuntunku kekamar, semangat ku hilang setelah dia menolak &lt;br /&gt;niatku kembali merajut hubungan dengannya. Magda menghantarkan ku &lt;br /&gt;hingga ketempat tidur, aku merebah tanpa gairah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kembali Magda membuat aku bingung, sebelum meninggalkan kamar, dia &lt;br /&gt;mencium pipiku ku diiringi linangan air mata, kali ini tanpa &lt;br /&gt;sepenggal kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan getarangan tangannya ketika memegang wajah ku sambil &lt;br /&gt;mencium kening ku. Magda berlutut disisi tempat tidur, " bang maafkan &lt;br /&gt;aku iya.!" pintanya sendu. Tak lama kemudian dia bangkit, dia kembali &lt;br /&gt;mencium kening ku seraya berujar, " malam baik bang, selamat bermimpi &lt;br /&gt;indah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum meninggalkan ku, Magda menutupi seluruh tubuh ku dengan &lt;br /&gt;selimut di iringi senyuman, tangannya melap air mata yang aku tak &lt;br /&gt;sadari mengalir perlahan. Senyumannya berubah menjadi tangisan, &lt;br /&gt;ketika meninggalkan kamar ku, sepertinya ada cetusan perasaan yang &lt;br /&gt;tak dapat diungkapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..seandainya aku bisa berjalan sempurna, tak akan kubiarkan dia &lt;br /&gt;meninggalkan ku dengan linangan air mata. Magda menutup pintu kamar &lt;br /&gt;ku, mulutnya menahan isak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak habis pikir, apa yang dia tangisi. Ketika aku membujuknya &lt;br /&gt;merajut kembali hubungan kami, dia menggelengkan kepala dan berkata, &lt;br /&gt;tidak!. Ah..sebuah misteri cinta yang selalu muncul diantara suka dan &lt;br /&gt;luka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Aku tidak menemukan inang uda, mami Magda, ketika aku bangun dari &lt;br /&gt;peraduan malam. Kini aku merasa tersiksa, karena tongkat ku ditinggal &lt;br /&gt;di ruang teras. Aku meyusuri ruangan dengan tertatih-tatih, tangan ku &lt;br /&gt;topangkan ke dinding sambil berambat menuju ruangan teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, aku melihat Magda muncul di pintu kamarnya, &lt;br /&gt;wajahnya kuyu sementara matanya masih tampak sembab, pakaiannya masih &lt;br /&gt;sama seperti tadi malam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersikap ramah dan menyapanya, " Ito, nggak jadi ke pasar ?" &lt;br /&gt;tanyaku sambil melangkah menuju ruang teras. Segera Magda menyongsong &lt;br /&gt;dan membantu ku, dia langsung memeluk tubuh ku yang hampir &lt;br /&gt;sempoyongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini semua gara-gara kamu." ujarku ketika dia menahan tubuh ku. &lt;br /&gt;" Kenapa bang, kok pagi-pagi sudah marah?. &lt;br /&gt;" Iyalah, tadi malam, tongkat kau suruh tinggalkan diteras, akhirnya &lt;br /&gt;seperti ini, aku tersiksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa nggak abang bangunkan Magda.?"&lt;br /&gt;" Manalah aku tahu, jika Magda masih ada dikamar. Kalau aku tahu, &lt;br /&gt;nggak usah di ketuk, aku langsung tidur bersama mu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Enak saja, memang aku ibu Susan."&lt;br /&gt;" Memang bukan.! Tapi apa bedanya kamu dengan Susan, sama-sama &lt;br /&gt;perempuan yang jatuh cinta kepada ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, nanti aku benar-benar lepaskan pegangannya."&lt;br /&gt;" Terserah kamu, memang nasib orang lemah seperti ini, selalu &lt;br /&gt;tertindas!"&lt;br /&gt;" Oalah..bang, pagi-pagi kita sudah ribut. Kapan kita damainya &lt;br /&gt;bang.!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jika, hati ketemu hati, mata ketemu mata, mulut ketemu... " sebelum &lt;br /&gt;mengakihir kalimat ku, tiba-tiba tangannya membekap mulut ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nah kan ? Ini juga bentuk penindasan, bicarapun aku tak bebas, &lt;br /&gt;mulut ku di bungkam, ekspresi di berangus." ucapku, setelah Magda &lt;br /&gt;melepaskan tangannya dari mulutku. Aku mempererat peganganku di atas &lt;br /&gt;bahunya. Magda menatap, dia masih memapahku hingga ke ruang teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sudah selesai "pidato"nya bang? ucapnya setelah aku duduk. &lt;br /&gt;Magda permisi dan meninggalkan aku, "Aku mau mandi dulu bang." &lt;br /&gt;ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perlu ditemani ?" ujarku bergurau.&lt;br /&gt;" Boleh bang, tapi abang jangan pakai tongkat dan kaki.!"&lt;br /&gt;" Maksud mu apa.?"&lt;br /&gt;" Abang boleh datang, terbang. Aku tungguin abang dikamar mandi.!" &lt;br /&gt;jawabnya membalas gurauanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah....wajahnya kuyu, mata sembab, sepertinya hati masih berbunga-&lt;br /&gt;bunga. Aku semakin bingung "menterjemahkan" semua kejadian sejak &lt;br /&gt;tengah malam hingga pagi ini, ada apa diantara tangis dan tawa.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;Los angeles, October 16,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4773802181935805481?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4773802181935805481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-58.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4773802181935805481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4773802181935805481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-58.html' title='Dosenku Pacarku (58)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_Thq4WE8I/AAAAAAAAAQs/iv-fq3Ehy9M/s72-c/cinta6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-8936296213723652331</id><published>2008-10-24T06:00:00.001+07:00</published><updated>2008-10-24T06:00:01.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (57)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_UAVcYqGI/AAAAAAAAAQ0/7esAregy20U/s1600-h/love3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 111px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_UAVcYqGI/AAAAAAAAAQ0/7esAregy20U/s200/love3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260155992013318242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;" Way Back Into Love"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=5SFQ5nUMXk8"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've been living with a shadow overhead /I've been sleeping with a &lt;br /&gt;cloud above my bed /I've been lonely for so long /Trapped in the &lt;br /&gt;past /I just can't seem to move on &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've been hiding all my hopes and dreams away /Just in case I ever &lt;br /&gt;need them again someday /I've been setting aside time /To clear a &lt;br /&gt;little space in the corners of my mind &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All I want to do is find a way back into love /I can't make it &lt;br /&gt;through without a way back into love/Oh oh oh &lt;br /&gt;I've been watching but the stars refuse to shine /I've been searching &lt;br /&gt;but i just don't see the signs &lt;br /&gt;I know that it's out there /There's got to be something for my soul &lt;br /&gt;somewhere &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've been looking for someone to shed some light /Not somebody just &lt;br /&gt;to get me through the night &lt;br /&gt;I could use some direction /And I'm open to your suggestions &lt;br /&gt;All I want to do is find a way back into love /I can't make it &lt;br /&gt;through without a way back into love &lt;br /&gt;And if I open my heart again /I guess I'm hoping you'll be there for &lt;br /&gt;me in the end /Oh oh oh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are moments when I don't know if it's real /Or if anybody feels &lt;br /&gt;the way I feel /I need inspiration /Not just another negotiation &lt;br /&gt;All I want to do is find a way back into love /I can't make it &lt;br /&gt;through without a way back into love &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if I open my heart to you /I'm hoping you'll show me what to &lt;br /&gt;do /And if you help me to start again &lt;br /&gt;You know that I'll be there for you in the end/Oh oh oh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=============== 56 ===========&lt;br /&gt;Aku kembali menuju teras rumahnya dan meletakkan kertas yang berisi &lt;br /&gt;pemberitahuan itu diatas meja teras dibebani batu kecil. ( Bersambung)&lt;br /&gt;==============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuhku mengigil menahan dinginnya malam, aku lupa memakai jacket &lt;br /&gt;dari rumah. Aku melangkah meninggalkan teras menuju pinggir jalan &lt;br /&gt;menunggu becak. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali aku mengangkat tanganku memanggil becak, tetapi selalu &lt;br /&gt;gagal. Tubuh semakin gemetar menahan terpaan hembusan angin malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangkat tangan ku memberi aba-aba kepada tukang becak yang &lt;br /&gt;berlalu di jalan seberang. Tukang becak memutar kearahku. Saat &lt;br /&gt;bersamaan, aku mendengar suara Magda memanggil, ketika mau naik &lt;br /&gt;keatas becak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berlari cepat kearah ku," Abang, mau kemana?" tanyanya sambil &lt;br /&gt;menghalangi ku naik keatas beca. Magda menyuruh tukang beca pergi, " &lt;br /&gt;maaf pak , biar aku nanti yang antar" ujarnya kepada tukang becak. &lt;br /&gt;Magda membuka "sweater"nya, menutupi tubuhku yang sedang menggigil &lt;br /&gt;kedinginan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menolak ketika Magda membujuk kembali kerumah, aku bersikeras &lt;br /&gt;mau pulang. Tetapi hati ku luluh setelah melihat kedua matanya &lt;br /&gt;memerah di bawah redupnya sinar lampu jalan, tampaknya dia baru &lt;br /&gt;menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda membujuk ku lagi, " Ayo bang, nanti abang sakit, udaranya &lt;br /&gt;terlalu dingin, " ujarnya sambil menuntun ku kembali ke rumah. &lt;br /&gt;Magda memaksa masuk ke rumah ketika aku berhenti dan duduk di bangku &lt;br /&gt;teras, " Bang...kita kerumah saja, abang kedinginan, ayo bang," &lt;br /&gt;bujuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda meninggalkan ku, dia masuk kerumah tanpa sepatah kata. Sejenak &lt;br /&gt;dia muncul, membawa air hangat, " bang minum dulu, abang &lt;br /&gt;kedinginan, " ujarnya sambil mendekatkan kemulutku. Magda meletakkan &lt;br /&gt;gelas diatas meja, ketika aku tak mau menerima air hangat yang &lt;br /&gt;disuguhkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maaf bang, aku telah melukai hati mu. Aku sangat menyesal dengan &lt;br /&gt;ucapanku tadi." &lt;br /&gt;" Nggak ada yang perlu di maafkan, Magda benar, aku tidak lebih dari &lt;br /&gt;seekor buaya yang menjijikkan. Untuk bicara denganmu pun, ternyata &lt;br /&gt;aku tak layak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengira Magda adalah sahabat ku yang dulu, aku telah mengakui &lt;br /&gt;keteledoranku dengan jujur kepada mu, tetapi Magda malah memaki ku. &lt;br /&gt;Aku berpikir, tak ada lagi artinya aku bersahabat dengan mu. Itu &lt;br /&gt;makanya aku putuskan pulang malam ini. Entah kenapa pula Magda &lt;br /&gt;menemui aku ke pinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang, aku nggak bisa tidur, aku sangat menyesal dengan sikap dan &lt;br /&gt;ucapan ku. Tadi aku mendengar abang masuk kekamar adik Jonathan, aku &lt;br /&gt;pikir abang mau tidur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku datang ke kamar abang, tetapi aku tidak melihat di dalam kamar. &lt;br /&gt;Aku juga tidak melihat di teras, maka aku keluar mencari abang. Aku &lt;br /&gt;tahu, abang marah kepada ku, tapi jangan menyiksa diri seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apa kepentingan mu bila aku menyiksa diri bahkan bila mati &lt;br /&gt;sekalipun? Untuk apa kamu mencariku kekamar, mau memaki-maki lagi.?"&lt;br /&gt;"Nggak bang, aku mau minta maaf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya sudah, kamu sudah minta maaf, boleh aku pulang.?"&lt;br /&gt;" Jangan bang, besok pagi mami akan kecarian. Abang boleh marah sama &lt;br /&gt;Magda, terserah abang mau apakan, tetapi jangan sakiti hati mami. &lt;br /&gt;Kan, mami mau masak ikan arsik khusus untuk abang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ini akibat ulah mu sendiri."&lt;br /&gt;" Iya...iyaaa bang, aku sudah mengaku salah. Zung, kita tidur iya," &lt;br /&gt;bujuknya sambil mengangkat tubuhku dari kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana terasa teduh, aku mengikuti ajakannya, tidur. Aku bangkit &lt;br /&gt;dari kursi, "bang nggak usah bawa tongkatnya, tinggalkan saja &lt;br /&gt;disini." ujarnya. Magda menaruh tanganku berpegangan diatas bahunya. &lt;br /&gt;Magda, mau "menebus dosa" pikirku . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di "hall way" aku menghentikan langkah ku, dia diam menatapku. Aku &lt;br /&gt;beranikan menciumnya, Magda tidak menolak, aku menyandarkan tubuhku &lt;br /&gt;ke dinding menjaga keseimbangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda berbisik ditelingaku, "maafkan aku bang. Aku tidak mau lagi &lt;br /&gt;melukai hatimu, cukuplah aku yang terluka," ujarnya menahan isakan.&lt;br /&gt;Aku mengusap kepalanya dengan lembut dan berujar, " lupakanlah masa &lt;br /&gt;lalu yang menyakitkan itu, mari kita mulai lembaran baru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengangkat wajahnya menatapku, dia menggelengkan kepalanya, " &lt;br /&gt;nggak bang, nggak lagi, biarlah kita tetap berhubungan sebagai teman &lt;br /&gt;biasa. Bang, ayo kita tidur, nanti mami bangun." ujarnya sambil &lt;br /&gt;melepaskan pelukannya.(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles, October 16,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-8936296213723652331?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/8936296213723652331/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-57.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8936296213723652331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8936296213723652331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-57.html' title='Dosenku Pacarku (57)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_UAVcYqGI/AAAAAAAAAQ0/7esAregy20U/s72-c/love3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-3855820646930780387</id><published>2008-10-23T07:59:00.003+07:00</published><updated>2008-10-23T08:09:28.509+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (56)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_NEulaJ1I/AAAAAAAAAQU/T2bZe2g8vpc/s1600-h/love2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 97px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_NEulaJ1I/AAAAAAAAAQU/T2bZe2g8vpc/s200/love2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260148370900133714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"I knew I loved you"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=ilsNpZ3r6ac"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it's intuition/But some things you just don't question/Like in &lt;br /&gt;your eyes/I see my future in an instant&lt;br /&gt;And there it goes/I think I've found my best friend/I know that it &lt;br /&gt;might sound more than a little crazy/But I believe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I knew I loved you before I met you/I think I dreamed you into life/I &lt;br /&gt;knew I loved you before I met you/I have been waiting all my life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There's just no rhyme or reason/Only this sense of completion/And in &lt;br /&gt;your eyes/I see the missing pieces&lt;br /&gt;I'm searching for/I think I've found my way home/I know that it might &lt;br /&gt;sound more than a little crazy/But I believe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I knew I loved you before I met you/I think I dreamed you into life/I &lt;br /&gt;knew I loved you before I met you&lt;br /&gt;I have been waiting all my life/(add the whos here)&lt;br /&gt;A thousand angels dance around you/I am complete now that I've found &lt;br /&gt;you/(and the whos here)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I knew I loved you before I met you/I think I dreamed you into life/I &lt;br /&gt;knew I loved you before I met you&lt;br /&gt;I have been waiting all my life/(and the whos here)&lt;br /&gt;Repeat chorus 3x with chorus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================55 =================&lt;br /&gt;" Magda, kau keterlaluan, Aku bukan buaya dan Susan bukan bangkai. &lt;br /&gt;Aku dan dia manusia waras." kataku sengit&lt;br /&gt;" Nggak, kalian berdua manusia pesong." ucapnya tak kalah sengit.&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar suara gaduh di teras, mami Magda membuka jendela, &lt;br /&gt;menjulurkan kepalanya kearah kami, "apa yang kalian ributkan.!?" &lt;br /&gt;Magda diam, takut didamprat lagi, soalnya malam ini aku &lt;br /&gt;jadi "bintang" dirumah Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab inang uda, maminya Magda, " Aku tadi cerita buaya inang &lt;br /&gt;uda, Magda langsung berteriak ketakutan." ucapku, sementara kaki &lt;br /&gt;Magda menendang keras tumit ku dibawah meja, takut aku &lt;br /&gt;melaporkan "kenakalan" nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dimana , kenapa buayanya," tanya maminya.&lt;br /&gt;" Di Sungai Deli, kemarin sore ditangkap ramai-ramai oleh warga &lt;br /&gt;setelah diumpan dengan bangkai kucing." jawab ku. Kulihat wajah Magda &lt;br /&gt;lega diakhir ceritaku kepada maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, suara mu jangan terlalu keras, ini sudah larut malam," ingat &lt;br /&gt;maminya.&lt;br /&gt;Magda menundukkan kepalanya diatas meja sambil ketawa, setelah &lt;br /&gt;maminya menutup jendela. Tiba-tiba tangannya mencubit tanganku, " &lt;br /&gt;abang kok bisa secepat itu mengarang cerita," ucapnya masih tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Itu datang sendiri, apalagi kalau kepepet. Tadi aku melihat wajah &lt;br /&gt;mu ketakutan setelah mami menegur kita. Iya aku terpaksa "melindungi" &lt;br /&gt;mu, sebelum kamu kena damprat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar aku " buaya", masih punya hati, tak tega melihat sahabat &lt;br /&gt;ketakutan, itulah aku dan sebenarnya kamu tahu itu, dan itulah arti &lt;br /&gt;persahabatan, melindungi ketika sahabatnya dihantaui rasa takut." &lt;br /&gt;kataku sambil menahan tangannya dalam gemgaman ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda segera menarik tangannya, sambil berujar, " Sudah &lt;br /&gt;siap "khotbahnya" bang ? Aku mau tidur.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Magda, penyakitmu masih seperti dulu, cepat merajuk. Magda sendiri &lt;br /&gt;tak membantah apa yang aku katakan. Berarti aku benar, kan? Kenapa &lt;br /&gt;Magda jadi sewot sendiri?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kalau abang masih terus mengoceh, besok, aku nggak mau belanja ikan &lt;br /&gt;untuk arsik mu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Yang menyuruh mu mami, bukan aku. Manalah mungkin seperti &lt;br /&gt;aku "sanggup" menyuruhmu, apalagi untuk makanan kesenangan ku, &lt;br /&gt;ahh...mimpinya itu." ucapku. Magda mulai " kehilangan akal" &lt;br /&gt;menghadapi gocekan bola liar yang dilemparkan nya kepada ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baiklah Magda, sebelum kamu pergi tidur, apa jalan keluar yang &lt;br /&gt;harus aku perbuat. Sekali lagi aku katakan, aku mencintai ibu itu, &lt;br /&gt;bahkan kemarin malam aku berjanji mau menikahinya. Aku hanya terbawa &lt;br /&gt;perasaan atas "penderitaan"nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, berjanji menikahi isteri orang ? Taruh dimana hati mu bang? &lt;br /&gt;ujarnya sambil menggeleng-gelengkan kepala, kemudian meletakkannya &lt;br /&gt;diatas meja, aku mendengar nafasnya sengal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak tahulah, sejak aku jauh dari mu, otak dan hatiku mengembara &lt;br /&gt;kemana-mana dan semakin bego."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda masih tertunduk diatas meja. Aku diam, menunggu dia tenang &lt;br /&gt;mengendalikan perasaannya. Perlahan Magda mengangkat kepalanya dan &lt;br /&gt;bangkit dari kursi. Aku melihat kedua matanya memerah," abang salah &lt;br /&gt;sasaran, aku bukan orang yang pas untuk menjawabnya. Aku juga korban &lt;br /&gt;dari cintamu dalam perjalanan panjang yang kita rajut bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana aku mampu memberi mu jalan keluar.?" Abang mengalami &lt;br /&gt;kesulitan membuat suatu keputusan dengan seseorang yang baru &lt;br /&gt;berhubungan beberapa minggu.?" Bukankah abang dengan gampang telah &lt;br /&gt;memutuskan kisah cinta yang kita bina selama lima tahun.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, lupakanlah masa lalu, berulangkali aku telah minta maaf .!"&lt;br /&gt;" Iya, aku hanya mengingatkannya. Bang, aku tidak setuju abang &lt;br /&gt;berhubungan dengan dia, karena ibu Susan masih mempunyai suami, &lt;br /&gt;ternyata abang tidak hanya mencintainya. Maaf, aku tak mampu lagi, &lt;br /&gt;apalagi mendengar pengakuan abang akan menikahinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya abang jatuh cinta dengan perempuan yang belum mempunyai &lt;br /&gt;suami, bahkan nikah dengan perempuan itu, aku tak akan mencampurinya, &lt;br /&gt;itu mutlak hak abang. Cukup? Sudah bisa aku tidur bang.!?" tanyanya, &lt;br /&gt;suaranya tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengulang permohonannya untuk meninggalkan ku. Aku tetap diam, &lt;br /&gt;menatap hampa wajahnya. Magda juga menatapku, kemudian tertunduk, &lt;br /&gt;mengangkat wajahnya lagi menatapku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maaf bang, kalau aku tak dapat membantu mu malam ini, juga mohon &lt;br /&gt;maaf kalau Magda tadi bicara kasar kepada abang. Selamat malam bang, &lt;br /&gt;Magda mau tidur, " ucapnya sambil meninggalkan aku duduk diam membisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak lagi menghalanginya pergi, kecuali menghela nafas panjang. &lt;br /&gt;Aku duduk merenung cukup lama, sementara udara semakin dingin, &lt;br /&gt;arlojiku menunjukkan waktu tengah malam. Dibantu tongkat ku, aku &lt;br /&gt;masuk ke rumah setelah tak menemukan secarik kertas disekitar teras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke kamar Jonathan, adiknya Magda. Aku melihat kamarnya &lt;br /&gt;telah ditata rapih. Segera mengambil secarik kertas dan &lt;br /&gt;menuliskan "note' singkat , " Magda aku pulang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menuliskannya, kembali menuju teras rumahnya dan meletakkan &lt;br /&gt;kertas yang berisi pemberitahuan itu diatas meja teras dengan &lt;br /&gt;membebani batu kecil. ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles. October 15,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-3855820646930780387?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/3855820646930780387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-56.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3855820646930780387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3855820646930780387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-56.html' title='Dosenku Pacarku (56)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_NEulaJ1I/AAAAAAAAAQU/T2bZe2g8vpc/s72-c/love2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4865737943048526036</id><published>2008-10-22T06:27:00.001+07:00</published><updated>2008-10-23T08:11:32.653+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (55)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_PFGfMq9I/AAAAAAAAAQc/eM29D_u93Kk/s1600-h/cinta12.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 103px; height: 127px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_PFGfMq9I/AAAAAAAAAQc/eM29D_u93Kk/s200/cinta12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260150576339790802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"To Be With You"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Q_bX-LfVaOc&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hold on little girl/Show me what he's doone to you/Stand up little &lt;br /&gt;girl/A broken heart can't be that bad/When it's through, it's &lt;br /&gt;through /Fate will twist the both of you /So come on baby come on &lt;br /&gt;over /Let me be the one to show you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'm the one who wants to be with you/Deep inside I hope you feel it &lt;br /&gt;too/Waited on a line of greens and blues/Just to be the next to be &lt;br /&gt;with you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Build up your confidence/So you can be on top for once/wake up who &lt;br /&gt;cares about /Little boys that talk too much/I seen it all go &lt;br /&gt;down /Your game of love was all rained out/So come on baby, come on &lt;br /&gt;over/ Let me be the one to hold you&lt;br /&gt;[Chorus]&lt;br /&gt;Why be alone when we can be together baby/You can make my life worth &lt;br /&gt;while/And I can make you start to smile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================ 54 ===============&lt;br /&gt;Sebelum aku mengakhiri pengakuan ku, tiba-tiba Magda mempoloti ku dan &lt;br /&gt;berdiri mau meninggalkanku. Segera aku menahannya, Magda meronta, aku &lt;br /&gt;hampir terjatuh dari kursiku, untung Magda segera menahan tubuhku.&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;==================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara ku pelan membujuknya, "Magda, dengar dulu, aku belum selesai. &lt;br /&gt;Magda boleh pergi, setelah mendengar penjelasanku, duduk lah. Tolong &lt;br /&gt;bersabar sebentar, duduk lah Magda. Sebagai seorang sahabat harus &lt;br /&gt;rela membantu sahabat yang sedang menderita, seperti aku."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Abang menderita? Huh...abang telah "menikmati"nya, malah sekarang &lt;br /&gt;ngaku- ngaku menderita. Kemarin dulu, abang janji mau mmenjauhinya, &lt;br /&gt;bertemu seharian langsung menginap dirumahnya. Sekarang, baru saja &lt;br /&gt;berpisah dengannya, abang ngaku menderita. Ada apa dengan mu bang." &lt;br /&gt;tanyanya sambil duduk berhadapan dengan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entahlah, aku terbawa perasaan atas pengakuan kehidupan rumah &lt;br /&gt;tangganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ibu itu menceritakan mengenai rumah tangganya kepada abang.? Bah, &lt;br /&gt;hebat kalilah abang dimata ibu itu."&lt;br /&gt;" Magda, mau mendengar kisahnya nggak ? Sebenarnya aku sudah janji &lt;br /&gt;tak akan menceritakan kepada siapapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang, gimana nih.! Sudah janji nggak mau menceritakan kepada &lt;br /&gt;siapapun, kok malah cerita. Abang lama-lama kayak orang pesong." &lt;br /&gt;ujarnya dengan ketawa sinis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apa yang salah dengan kata-kataku. Aku berjanji kepada ibu itu, &lt;br /&gt;tidak akan menceritakan kepada siapapun, cukup dengan diriku. Magda &lt;br /&gt;tidak siapa-siapa, kau adalah diriku."&lt;br /&gt;" Bah, hebat kali abang, ulang lagi kalimatnya bang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kau adalah diriku, titik."&lt;br /&gt;" Nggak, aku adalah ito mu, titik." balasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Itu yang aku maksudkan, kita kan masih punya hubungan darah dari &lt;br /&gt;mami mu dan ibuku, mama tuamu." ucapku tak kalah.&lt;br /&gt;" Dasar abang tanjung katung, tak pernah mau kalah." katanya &lt;br /&gt;pelesetin namaku, sambil menendang kaki ku dibawah meja, pelan, &lt;br /&gt;kebiasaan lama kami "kambuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, ternyata ibu Susan itu menderita, sejak dia menikah dia tak &lt;br /&gt;pernah memperoleh nafkah batin dari suaminya. "&lt;br /&gt;"Ibu Susan mengaku kepada abang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya, kalau nggak darimana aku tahu."&lt;br /&gt;" Lalu apa hubungannya dengan "affair" abang dengan kisah ibu itu."&lt;br /&gt;"Aku merasa iba dengan penderitaannya. Selama ini, aku, Magda dan &lt;br /&gt;Mawar mengangap ibu itu binal, karena sudah mempunyai suami tetapi &lt;br /&gt;punya "affair"dengan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Lalu, abang mengambil kesempatan atas "kehausan" nya.?"&lt;br /&gt;" Nggak juga, aku hanya merasa iba dan merasa bersalah atas "stigma" &lt;br /&gt;binal yang kita lebelkan pada dirinya. Dia juga perempuan normal &lt;br /&gt;seperti Magda, butuh kasing sayang dari seorang pria normal.&lt;br /&gt;"Maksud abang, suaminya bukan pria normal.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, dia tak punya kemampuan memberi nafkah batin isterinya."&lt;br /&gt;" Ohhh... itu alasannya, kenapa abang sering menginap dirumah ibu &lt;br /&gt;itu. Dan setelah abang puas, kini mau meninggalkannya? Abang manusia &lt;br /&gt;kejam, tak punya perasaan. Cukup aku bang yang menjadi korban mu," &lt;br /&gt;ujarnya dengan bibir bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, terlalu sensitif. Aku tak pernah mengorbankan siapapun, &lt;br /&gt;termasuk kamu. Situasi yang membuat kita seperti itu. Maafkan aku, &lt;br /&gt;lupakanlah masa lalu." ucap ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulutkupun ikut bergetar mengenang "siksa" yang aku berikan &lt;br /&gt;kepadanya. Aku melanjutkan kalimatku yang terputus karena aku dan dia &lt;br /&gt;terhanyut masa lalu yang menyakitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, aku mengaku jujur, meski aku tidur bersama dengan Susan aku &lt;br /&gt;tak pernah mencemari tubuhnya, aku hanya mencintainya, wajar kan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Wajar kata abang?. Wajar berselingkuh dengan perempuan yang telah &lt;br /&gt;bersuami? Abang tidak mencemari tubuhnya, tetapi abang telah &lt;br /&gt;mencemari ikatan pernikahannya, tahu.!?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pikir, abang punya kelainan. Dulu waktu ke Jakarta, tidur dengan &lt;br /&gt;biduan band kapal, sekarang tidur dengan isteri orang, abang masih &lt;br /&gt;mengatakan wajar. Aku bilang itu kurang ajar.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda..! Tetapi aku tidak mencemarinya, " ucap ku dengan suara agak &lt;br /&gt;meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengimbangi suara ku, " kali pertama aku mendengar, buaya &lt;br /&gt;menolak bangkai."&lt;br /&gt;" Magda, kau keterlaluan, Aku bukan buaya dan Susan bukan bangkai. &lt;br /&gt;Aku dan dia manusia normal." kataku sengit&lt;br /&gt;" Nggak, kalian berdua manusia pesong." ucapnya tak kalah sengit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. October 15,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4865737943048526036?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4865737943048526036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-55.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4865737943048526036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4865737943048526036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-55.html' title='Dosenku Pacarku (55)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SP_PFGfMq9I/AAAAAAAAAQc/eM29D_u93Kk/s72-c/cinta12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2025110080833841655</id><published>2008-10-21T06:24:00.000+07:00</published><updated>2008-10-21T06:24:00.208+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (54)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPhaSBEne2I/AAAAAAAAAQM/mUwf7Gd37kQ/s1600-h/love1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPhaSBEne2I/AAAAAAAAAQM/mUwf7Gd37kQ/s200/love1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258051830526999394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Answer" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=jBk1Wr8IH4o"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I will be the answer/At the end of the line/I will be there for you&lt;br /&gt;Why take the time/In the burning of uncertainty/I will be your solid &lt;br /&gt;ground&lt;br /&gt;I will hold the balance/If you can't look down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it takes my whole life/I won't break, I won't bend/It will all be &lt;br /&gt;worth it&lt;br /&gt;Worth it in the end/Because I can only tell you that I know&lt;br /&gt;That I need you in my life/When the stars have all gone out&lt;br /&gt;You'll still be burning so bright&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cast me gently/Into morning/For the night has been unkind/Take me to a&lt;br /&gt;Place so holy/That I can wash this from my mind/And break choosing &lt;br /&gt;not to fight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If it takes my whole life/I won't break, I won't bend/It will all be &lt;br /&gt;worth it&lt;br /&gt;Worth it in the end/Because I can only tell you that I know&lt;br /&gt;That I need you in my life/When the stars have all gone out/You'll &lt;br /&gt;still be burning so bright&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cast me gently/Into morning/For the night has been unkind&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================ 53 ==============&lt;br /&gt;Aku hanya mau memainkan "bola"yang sudah diumpannya melambung. &lt;br /&gt;Tinggal bagaimana aku memainkannya, yang pasti aku harus melibatkan &lt;br /&gt;dia malam ini. ( Bersambung)&lt;br /&gt;===============================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, merokok lagi? Sejak kapan lagi abang berbuat bodoh? Sejak &lt;br /&gt;pacaran dengan ibu Susan!? Nggak, aku tak mau menolong abang jalan ke &lt;br /&gt;teras. Nggak.., aku nggak mau.!" teriaknya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejenak mami Magda menghentikan percakapannya, setelah mendengar &lt;br /&gt;teriakan putrinya, " Magda, kenapa harus teriak, bantu dulu itonya," &lt;br /&gt;bujuk maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak, mami saja yang bantuin si abang, aku nggak," ujarnya &lt;br /&gt;meninggalkan aku sendiri dimeja makan. Maminya hanya geleng-geleng &lt;br /&gt;kepala melihat tingkah putrinya Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pikirkan jurus baru, malam ini Magda yang melambungkan bola dan &lt;br /&gt;dia harus ikut bermain dengan ku, pasti. Aku hafal mati karakter &lt;br /&gt;mantan pacarku ini, tidak tegaan. Aku bangkit dari kursi meja makan, &lt;br /&gt;melangkah pelan ditopang tongkat ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang uda ku, maminya Magda, memperhatikan ku melangkah pelan, &lt;br /&gt;terseok. Kembali dia menghentikan percakapan dalam telephon dan &lt;br /&gt;memanggil Magda. Magda keluar dari"persembunyian". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didepan maminya, dia membantuku, tetapi setelah di "hall way" menuju &lt;br /&gt;pitu teras dia melepaskan tangannya, Magda kembali meninggalkan ku &lt;br /&gt;menapak sendiri menuju teras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sengaja aku terhempas ke pintu hampir jatuh. Magda berlari &lt;br /&gt;mendapatkan ku, juga maminya. Magda didamprat maminya, " Kenapa kau &lt;br /&gt;nggak mau bantu ito mu. Bagaimana tadi kalu ito mu jatuh," tegur &lt;br /&gt;mamanya dengan suara tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menatap ku dengan rasa bersalah, dia meraih tangan ku, &lt;br /&gt;dilingkarkan ke atas bahunya. Magda menuntunku sambil mengomel, " &lt;br /&gt;huh...gara-gara rokok abang, aku kena damprat. Apalagi maunya bang, &lt;br /&gt;mau nyalain rokoknya ...hah?" ucapnya ketus sebelum dia meninggalkan &lt;br /&gt;ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera ku tahan tangannya, dia meronta. Aku tidak mau &lt;br /&gt;melepaskannya, " tunggu Magda, kau nggak boleh pergi, kau tunggu &lt;br /&gt;abang disini, " ucapku dengan suara menahan teriak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang, aku nggak tahan bau rokok." ucapnya, suaranya pelan, dia &lt;br /&gt;tidak meronta lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kau boleh periksa seluruh kantong ku, kalau Magda menemui sebatang &lt;br /&gt;rokok, kau boleh membantingkan kursi ini di kepala ku," ucapku.&lt;br /&gt;" Serius, abang nggak merokok ? Kenapa tadi bilang mau merokok ?" &lt;br /&gt;tanyanya sambil mengusap kepala ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tadinya aku bergurau, kamu langsung tanggapin serius, akhirnya kamu &lt;br /&gt;terima ganjarannya, didamparat sama "queen"," jawabku.&lt;br /&gt;" Abang puas aku kena damprat.?"&lt;br /&gt;" Puaslah, sudah lama pula aku nggak melihat wajah mu "kerucut" &lt;br /&gt;seperti itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda meninggalkan ku, dia merasa kesal "di asapin" kata-kata. Segera &lt;br /&gt;aku pukulkan tongkat ke pinggangnya, " jangan pergi dulu, aku mau &lt;br /&gt;bicara serius mengenai Susan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda merampas tongkat ku, dia mengetukkan ke pundak ku, pelan, " &lt;br /&gt;Sejak dari dulu abang selalu " trouble maker " nggak berubah." &lt;br /&gt;ujarnya sambil menjewer kuping ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sejak kapan ? Maksudmu sejak lima tahun lalu?" tanyaku. Magda tidak &lt;br /&gt;sadar, aku mulai mengumpan bola kearahnya.&lt;br /&gt;Magda diam, berdiri di dekatku. Ku raih tangannya dan memberanikan &lt;br /&gt;mencium tangannya, " Magda, duduklah, aku mau "share" dengan mu &lt;br /&gt;tentang ibu Susan. Seperti aku katakan didalam kamar ku tadi pagi, &lt;br /&gt;bantu aku dari ketersesatan ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kini terperosok dalam "game" yang tadinya aku tak duga. Aku hanya &lt;br /&gt;mengukuti kata hatiku tanpa pertimbangan moral, seperti Magda tuding &lt;br /&gt;atas ku. Magda, aku mengatakan jujur, aku sudah beberapa malam tidur &lt;br /&gt;dirumahnya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum aku mengakhiri pengakuan ku, tiba-tiba Magda mempoloti ku dan &lt;br /&gt;berdiri mau meninggalkanku. Segera aku menahannya, Magda meronta, aku &lt;br /&gt;hampir terjatuh dari kursiku, untung Magda segera menahan tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;br /&gt;Los angeles, October 15,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2025110080833841655?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2025110080833841655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-54.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2025110080833841655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2025110080833841655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-54.html' title='Dosenku Pacarku (54)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPhaSBEne2I/AAAAAAAAAQM/mUwf7Gd37kQ/s72-c/love1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-4708988165285239059</id><published>2008-10-20T06:22:00.001+07:00</published><updated>2008-10-20T06:22:00.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (53)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPhZtGa_BiI/AAAAAAAAAQE/H31oG2BPAFY/s1600-h/love.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPhZtGa_BiI/AAAAAAAAAQE/H31oG2BPAFY/s200/love.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258051196307834402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;More than words&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=kt7L4X4li_k"&gt;&lt;br /&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saying I love you/Is not the words I want to hear from you/It's not &lt;br /&gt;that I want you not to say/But if you only knew/How easy /it would be &lt;br /&gt;to show me how you feel/ More than words/Is all you have to do to &lt;br /&gt;make it real/Then you wouldn't have to say&lt;br /&gt;That you love me, yeah/Cause I'd already know.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What would you do (what would you do)/If my heart was torn in &lt;br /&gt;two /More than words to show you feel&lt;br /&gt;That your love for me is real/What would you say/If I took those &lt;br /&gt;words away/Then you couldn't make things new/Just by saying I Love You&lt;br /&gt;(Just saying I love you, saying I love you)/More than words/(Just &lt;br /&gt;saying I love you, saying I love you)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Now that I've tried to (now that I've tried to)/Talk to you and make &lt;br /&gt;you understand/All you have to do is&lt;br /&gt;Close your eyes and just reach out your hand/And touch me/Hold me &lt;br /&gt;close don't ever let me go/More than words/Is all you ever needed me &lt;br /&gt;to show/Then you wouldn't have to say/That you love me, yeah/Cause I &lt;br /&gt;already know/(Just saying I love you, saying I love you)/More than &lt;br /&gt;words/[Repeat till fade]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==================== 52 ===================&lt;br /&gt;Tetapi syukurlah, maminya tidak menyimak apa kata putrinya, Magda. &lt;br /&gt;Hmm... dalam hatiku, tambah satu " peluru" selain tongkat, untuk &lt;br /&gt;membayar utang "ketegaan" ku, dulu.(Bersambung)&lt;br /&gt;================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mami Magda menanyakan kenapa lagi kaki ku. Aku menjawab dengan &lt;br /&gt;berbohong sambil memelototin Magda, " Terpelintir ketika main bola &lt;br /&gt;inang uda."&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawabanku, Magda berlari berjingkat-jingkat masuk kerumah &lt;br /&gt;sambil tertawa menutup mulutnya. Maminya membantu ku masuk kedalam &lt;br /&gt;rumah, " Magda, bantu dulu ito/abang nya." seru mami Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda segera kembali menemui aku dan maminya, wajahnya memerah &lt;br /&gt;menahan tawa karena bohong ku. Kenapa Magda tertawa, ada yang lucu? " &lt;br /&gt;tanya maminya sambil menuntunku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak mam, aku tertawa karena tadi abang bilang kakinya terpelintir &lt;br /&gt;karena main bola." jawabnya, Magda ikut menuntunku dari sisi kiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku "gemetaran" juga menunggu lanjutan jawabannya, jangan-jangan &lt;br /&gt;Magda membuka tabir kebohonganku lagi, sekaligus membalaskan rasa &lt;br /&gt;sakit hati dan dendamnya.? Tapi, apa iya dia tega "mencabik-cabik" ku &lt;br /&gt;dihadapan maminya.?" Aku cubit pinggulnya pelan, isyarat, tolong &lt;br /&gt;jangan permalukan aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kenapa ketawa kau inang, itonya sedang sakit malah ketawa?"&lt;br /&gt;" Aku tertawa, karena abang "nggak tahu diri" mam." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apanya mulut kau itu, sama ito kok ngomongnya sembarangan,!" tegur &lt;br /&gt;maminya.&lt;br /&gt;" Iyalah mam, abang kan belum lama mengalami kecelakaan, kaki abang &lt;br /&gt;belum pulih benar, kok malah main bola.!?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhhh...hati ku lega, aku mengira, Magda akan mengahabisi ku dengan &lt;br /&gt;membuka tabir kebohongan ku, "good job" Magda dalam hatiku. Kalau &lt;br /&gt;saja inang uda, maminya Magda, tak disampingku, sudah pasti aku &lt;br /&gt;hadiahi dia satu ciuman di pipinya, sebagai ucapan terimakasih.&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Magda menyediakan makan malam kami bertiga- inang uda, aku dan &lt;br /&gt;Magda. "Adik mu Jontahan sudah dua hari dirumah om dokter," ucap &lt;br /&gt;inang uda ketika kami duduk di meja makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mencoba "mengungkit" kenangan lama ketika almarhum ayah Magda &lt;br /&gt;mengajak ku makan malam dimeja yang sama, "inang uda nggak ada &lt;br /&gt;arsik," tanyaku sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Oala si abang, nyari yang ngga ada. Memang masaknya gampang, " &lt;br /&gt;selah Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Besoklah amang iya, aku masak arsik. Magda, besok pagi kau belanja, &lt;br /&gt;itonya mau makan arsik."&lt;br /&gt;" Nggak ah, aku banyak kerjaan, kok abang ngerepotin.?"&lt;br /&gt;" Magda, kau keterlaluan. Kan ito mu baru sekali ini minta." ucapnya &lt;br /&gt;marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Inag uda, aku cuma bercanda, lain kali saja, lagi, aku lusa mau &lt;br /&gt;pulang, ibu ku pintar masak arsik kok." ujar ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Idihh... langsung merajuk. Iya..iya ito eh..abang aku besok &lt;br /&gt;belanja, aku akan beli ikan mas segudang.!" ucap Magda sambil &lt;br /&gt;mendekatkan wajahnya ke arahku, disambut tawa &lt;br /&gt;maminya,"eeehh...borungkon/putriku" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Malam ini, disini saja tidur amang, adik mu Jonathan baru pulang &lt;br /&gt;besok lusa," ujar mami Magda.&lt;br /&gt;" Bang, tempat tidur Jonathan berantakan, abang rapihkan sendiri." &lt;br /&gt;sela Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak usah dengarin dia amang, banyak kali "cengkunek" ito mu itu." &lt;br /&gt;ucap maminya.&lt;br /&gt;" Mam, lihat abang itu, makannya nggak selera, pikirannya melayang &lt;br /&gt;entah keman-mana. Benar kan bang?" ucapnya centil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesekali marahin ito mu itu, kalau keterlaluan." ujar maminya &lt;br /&gt;dengan mimik serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Manalah aku berani"macam-macam" kepada abang itu kalau mam nggak &lt;br /&gt;ada disini, ditimpuknya pula aku." ucapnya diiringi tawa berderai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya tersenyum menikmati percikan air dan aliran sungai yang &lt;br /&gt;baru saja meliuk "membelah" jantungku, sejuk, sepertinya juga dengan &lt;br /&gt;Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara kami menikmati makan malam diselingi percakapan ringan,aku &lt;br /&gt;ingin segera kami bubar dari meja makan. Aku sedang berpikir &lt;br /&gt;bagaimana aku mengajak Magda ke teras, berbicara sekaligus"memarahi" &lt;br /&gt;karena ulahnya mengungkap kisah kasih ku dengan Susan kepada maminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dering telephon mengakhiri percakapan sekaligus makan malam kami. &lt;br /&gt;Mami Magda meninggalkan kami menjawab telephon. Aku memohon Magda &lt;br /&gt;memapah ku ke teras, meski sebenarnya aku bisa berjalan sendiri &lt;br /&gt;dibantu dengan tongkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda tolong bantu aku ke teras, mau merokok sebelum tidur," &lt;br /&gt;ujarku. Sebenarnya aku nggak pernah menyentuh rokok lagi sejak dia &lt;br /&gt;melarangku beberapa tahun sebelum hubungan kami putus. Aku hanya mau &lt;br /&gt;memainkan "bola"yang sudah diumpannya melambung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles, October 14,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-4708988165285239059?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/4708988165285239059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-53.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4708988165285239059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/4708988165285239059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-53.html' title='Dosenku Pacarku (53)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPhZtGa_BiI/AAAAAAAAAQE/H31oG2BPAFY/s72-c/love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-8091902865002759458</id><published>2008-10-19T15:09:00.000+07:00</published><updated>2008-10-19T15:09:00.942+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (52)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPb3Qh8ui9I/AAAAAAAAAP8/_iDITKCQN4k/s1600-h/cinta2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPb3Qh8ui9I/AAAAAAAAAP8/_iDITKCQN4k/s200/cinta2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257661478364679122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"All Coming Back To Me"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Ju39MUwprbw"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There were nights when the wind was so cold/That my body froze in &lt;br /&gt;bed/If I just listened to it/Right outside the window &lt;br /&gt;There were days when the sun was so cruel/That all the tears turned &lt;br /&gt;to dust/And I just knew my eyes were/Drying up forever /I finished &lt;br /&gt;crying in the instant that you left/And I can't remember where/or &lt;br /&gt;when or how/And I banished every memory/you and I had ever made &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But when you touch me like this/And you hold me like that/I just have &lt;br /&gt;to admit/That it's all coming back to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When I touch you like this/And I hold you like that/It's so hard to &lt;br /&gt;believe but/It's all coming back to me/(It's all coming back, it's &lt;br /&gt;all coming back to me now) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There were moments of gold/And there were flashes of light/There were &lt;br /&gt;things I'd never do again&lt;br /&gt;But then they'd always seemed right/There were nights of endless &lt;br /&gt;pleasure/It was more than any laws allow&lt;br /&gt;Baby Baby &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I kiss you like this/And you whisper like that/It was lost long &lt;br /&gt;ago/But it's all coming back to me/If you want me like this/And if &lt;br /&gt;you need me like that/It was dead long ago/But it's all coming back &lt;br /&gt;to me/It's so hard to resist&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And it's all coming back to me/I can barely recall/But it's all &lt;br /&gt;coming back to me now/But it's all coming back &lt;br /&gt;There were those empty threats and/hollow lies/And whenever you tried &lt;br /&gt;to hurt me................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;======================== 51 ================&lt;br /&gt;Semangatku pulih seketika mendengar ajakannya, tak percuma mandi &lt;br /&gt;disungai meski medatangkan malapetaka, dari sana inspirasi ku &lt;br /&gt;muncul "melumpuhkan" hati mantan kekasihku. Oh...sungai....(selesai)&lt;br /&gt;==========================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak apa-apa, kayaknya kaki ku langsung sembuh, tapi tolong aku &lt;br /&gt;bantu bangkit dari tempat tidur ini" ucapku ku bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;" Lho, katanya nggak apa-apa, kok malah minta tolong. Gaya abang dari &lt;br /&gt;dulu tak berubah, sok menjeng, padahal sudah berteman dengan ibu-&lt;br /&gt;ibu," ujarnya sambil meraih pergelangan tanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Manalah bisa langsung berubah, dari lima tahun dengan mu ke tiga &lt;br /&gt;minggu dengan ibu Susan," ujar ku menggoda.&lt;br /&gt;" Bang....yang sudah..sudahlah, nggak usah diingat lagi."&lt;br /&gt;" Hanya itu yang aku ingat sekarang, entahlah nanti masih ada yang &lt;br /&gt;tersisa dala sel otak ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Semua serba salah sama abang, di diamin dibilang aku masih marah, &lt;br /&gt;disahutin, malah ngelantur kemana-mana." ujarnya, tangannya memegang &lt;br /&gt;tubuhku pada posisi berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ngelantur? Nggak juga, aku masih dalam jalur. Aku hanya &lt;br /&gt;mengingatkan saja. Magda mersa risih atau malu diingatkan? tokh nggak &lt;br /&gt;ada yang dengar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ada bang."&lt;br /&gt;" Siapa ?"&lt;br /&gt;"Tongkat ini." jawabnya ketawa sambil menyerahkan tongkat penyanggah &lt;br /&gt;kaki ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hei tongkat, kaulah jadi saksi apa yang aku dan Magda bicarakan, &lt;br /&gt;dikamar ini. Cukup simpan dalam hatimu, tak usah berbicara kepada &lt;br /&gt;siapapun, kecuali kepada teman perempuan ku yang masih ada disini, &lt;br /&gt;itupun kalau diminta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski aku dan kau tongkat baru bersahabat puluhan jam, engkau tahu &lt;br /&gt;apa dalam hatiku sejak siang tadi bukan?. Kau mendampingi ku ditempat &lt;br /&gt;tidur ini dan kau menjadi saksi ketika aku memeluk bingkisan dari &lt;br /&gt;seseorang yang pernah aku kasihi dan sakiti, kepada mama tuanya yang &lt;br /&gt;adalah ibu ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat, kau pastilah melihat ku, merenung dan mengeluarkan air mata &lt;br /&gt;hingga membasahi bantal ku, aku yakin itu, kau melihat ku menitikkan &lt;br /&gt;air mata meski tidak diringi sedu-sedan, bukan.?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda terduduk dipingir tempat tidur, setelah mendengar "pat gulipat &lt;br /&gt;ku", ternyata masih manjur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang, maunya apa ?" tanyanya lembut sambil duduk disisi tempat &lt;br /&gt;tidurku.&lt;br /&gt;" Nggak apa-apa, aku cuma bicara kepada "sahabat" setia yang baru &lt;br /&gt;terjalin puluhan jam, tongkat ini. Dia tak pernah berontak dan marah &lt;br /&gt;apalagi dendam, meski aku antukkan ke benda keras, padahal dia telah &lt;br /&gt;banyak membantu ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, aku nggak mengerti maunya abang apa !?" Kok bicaranya harus &lt;br /&gt;melalui tongkat itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tanyalah tongkat ini, dia akan bercerita banyak terhadap mu.!" &lt;br /&gt;jawabku hampir memeluknya. Tapi aku takut dia langsung pulang &lt;br /&gt;meninggalkan ku dan tongkat " media" baru bagi ku. Bak kata "bandit &lt;br /&gt;Siantar men", kapas pun bisa jadi duit untuk bayar utang, apalagi &lt;br /&gt;tongkat.????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Zung, jadi ikut kerumah nggak.?" tanyanya sambil berdiri memegang &lt;br /&gt;lengan ku.&lt;br /&gt;" Ayolah, dari tadi aku dan tongkat ku sudah siap, Magda malah duduk, &lt;br /&gt;kayak menungggu sesuatu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Halah..abang ngaco. Abang, permisi dulu sama ibu itu." usulnya &lt;br /&gt;sambil membantu langkah ku keluar dari kamar.&lt;br /&gt;Tante/Bibi menghantarkan aku dan Magda ke halaman rumah diiringi &lt;br /&gt;senyuman "usil". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hati-hati bapa dijalan, nanti bapa nginap? Jangan lupa bawa &lt;br /&gt;tongkatnya pulang," ujarnya iseng, entah apa pula maksudnya.&lt;br /&gt;Magda setuju usulanku, aku duduk diatas boncengan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan menuju rumahnya,aku tak berani &lt;br /&gt;memegang "gonting"nya, aku serba kikuk, pegang sisi pahanya aku belum &lt;br /&gt;berani, terpaksalah aku duduk kaku di atas boncengan motornya. &lt;br /&gt;Aku menundukkan kepala, lebih tepatnya , menyembunyikan kepala &lt;br /&gt;dibelakang tengkuknya, malu dilihatin orang, sepertinya aku baru &lt;br /&gt;merasakan naik motor, kaku.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Inang uda, maminya Magda, menyambutku diteras samping rumahnya. " &lt;br /&gt;Kenapa lagi kau amang/nak" tanyanya sambil memelukku. Aku terharu &lt;br /&gt;atas sambutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apa khabar angkang/kakak dikampung. Bagaimana skripsi mu, sudah &lt;br /&gt;selesai?"&lt;br /&gt;Magda langsung menyambar pertanyaan maminya, " Sudah pasti selesailah &lt;br /&gt;mam, sekarang abang bersahabat akrab dengan ibu dosen kami, ibu itu &lt;br /&gt;juga dosen pembimbingnya si abang.!" ucapnya sambil menatap ku &lt;br /&gt;diiringi senyuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terdiam, kaget luar biasa. Magda membuka aib ku kepada maminya. &lt;br /&gt;Tetapi syukurlah, maminya tidak menyimak apa kata putrinya, Magda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... dalam hatiku, tambah satu " peluru" selain tongkat, untuk &lt;br /&gt;menebus "dosa"ku, dulu.(Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los angeles, October 14,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-8091902865002759458?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/8091902865002759458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-52.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8091902865002759458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8091902865002759458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-52.html' title='Dosenku Pacarku (52)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPb3Qh8ui9I/AAAAAAAAAP8/_iDITKCQN4k/s72-c/cinta2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-129020284253827893</id><published>2008-10-18T06:00:00.002+07:00</published><updated>2008-10-23T08:13:07.950+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (51)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaWvu5usrI/AAAAAAAAAPs/XBFEThCsLhs/s1600-h/cinta-merah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaWvu5usrI/AAAAAAAAAPs/XBFEThCsLhs/s200/cinta-merah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257555361789817522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Boasa dung Saonari&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;(Dewi Marpaung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=3WVj3GHkOQI&amp;NR=1"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditonga ni borngin i, hundul ma sasada ahu/Hu ida bulan i tung mansai &lt;br /&gt;uli..ho. hooo( Ditengah malam, aku duduk sendirian/Aku melihat &lt;br /&gt;rembulan indah nian ..hoo)&lt;br /&gt;Tung tompu mai muse naso panagaman ki/Huida rupami dibulan i da hasian&lt;br /&gt;( Begitu tiba-tiba tanpa kuduga/ Aku melihat wajahmu di rembulan &lt;br /&gt;oh..kasihku)&lt;br /&gt;Hape najolo tung denggan didok ho tu ahu/Holong ni rohami, alai ndang &lt;br /&gt;hujakhon i( Padahal dulu engkau berkata jujur padaku/Akan cinta &lt;br /&gt;kasihmu, namun aku tak berterima)&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;Boasa ma dung saonari ito dung sirang ma au sian ho/Tubu holong di &lt;br /&gt;rohangki tu ho ito haholongan&lt;br /&gt;(Mengapa kini, setelah aku berpisah denganmu/tumbuh rasa cintaku pada &lt;br /&gt;mu kekasih ku)&lt;br /&gt;Aut boi ma nian ulahan ta i muse/Masihol au ito, malungun ahu tu ho&lt;br /&gt;(Andaikan kita dapat mengulang kembali/Aku rindu pada mu, sangat &lt;br /&gt;merindukan mu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tung tompu mai muse naso panagaman ki/Huida rupami dibulan i da hasian&lt;br /&gt;( Begitu tiba-tiba tanpa kuduga/ Aku melihat wajahmu di rembulan &lt;br /&gt;oh..kasihku)&lt;br /&gt;Hape najolo tung denggan didok ho tu ahu/Holong ni rohami, alai ndang &lt;br /&gt;hujakhon i ho..wooo( Pada hal dulu engkau berkata jujur padaku/ Akan &lt;br /&gt;cinta kasihmu, namun aku tak berterima)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================ 50 ==================&lt;br /&gt;Magdalena menemuiku sore hari. Dia datang sendirian tanpa Mawar &lt;br /&gt;sebagaimana sering dilakukan setelah"perceraian" aku dan dia. ( &lt;br /&gt;Bersambung)&lt;br /&gt;=========================================&lt;br /&gt;Bibi mendatangiku ke kamar, memberitahukan kalau Magdalena ada &lt;br /&gt;diruang tamu. Segera aku bergegas, melompat dari tempat tidur. Aku &lt;br /&gt;lupa bahwa kaki ku belum dapat berdiri sempurna. Aku membekap mulut &lt;br /&gt;ku menahan suara teriakan karena rasa sakit. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali merebahkan tubuh ku keatas tempat tidur, sementara bibi &lt;br /&gt;berdiri kebingungan melihat penderitaan ku. Bibi segera keluar dari &lt;br /&gt;kamar untuk mengambil air minum, setelah melihat peluh mulai &lt;br /&gt;membasahi wajah ku. " sebentar bapa, aku mengambilkan air," ujarnya &lt;br /&gt;meninggalkan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayup, aku mendengar suara Magda," kenapa si abang, bu,? tanyanya.&lt;br /&gt;Bibi terus melangkah ke dapur, tanpa menjawab pertanyaannya. Aku &lt;br /&gt;melihat bayangan Magda di pintu kamar, tetapi dia enggan masuk ke &lt;br /&gt;kamar menemuiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertanya ulang kepada bibi ketika membawa secangkir air putih. &lt;br /&gt;Magda mengikuti bibi dari belakang, kemudian berlutut disi tempat &lt;br /&gt;tidur ku. Magda mengambil cangkir dari tangan bibi, menyodorkan &lt;br /&gt;perlahan ke dalam mulut ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bibi segera meninggalkan kami berdua dan menutup pintu kamar. Aku &lt;br /&gt;melihat wajah Magda sedikit kuyu, sementara tubuhnya dibungkus dengan &lt;br /&gt;pakaian sederhana. Diatas tempat tidurku, terbata-bata aku &lt;br /&gt;menyampaikan terimakasih atas bingkisannya kepada ibu ku, mama &lt;br /&gt;tuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda diam tak menyahuti ku, kecuali menatapku sendu. Aku mengulangi &lt;br /&gt;ucapan terimakasih ku sambil memberanikan diri memegang tangannya di &lt;br /&gt;sisi pembaringanku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menyambut tangan ku, tangannya dingin sedikit bergetar dan &lt;br /&gt;berujar, " Bang, aku tadi ketemu dengan ibu Ginting di pasar &lt;br /&gt;Peringgan. Ibu itu cerita kalau abang mengalami kecelakaan. Siapa &lt;br /&gt;perempuan teman mu kesana bang? Ibu Susan ya?. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda mengulang pertanyaan yang sama, ketika mulutku diam membisu. &lt;br /&gt;Pertanyaannya menohok jantung ku, tak ada lagi alasan untuk " make up &lt;br /&gt;story". Magda mendapat sumber dari orang pertama, selesailah aku &lt;br /&gt;sudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenapa Magda menaruh perhatian atas hubunganku dengan Susan?. &lt;br /&gt;Terganggukah dia atas jalinan kasih ku dengan Susan. Kalu iya, &lt;br /&gt;mengapa ? Aku akan mengaku jujur, ingin melihat reaksinya dan &lt;br /&gt;barangkali disitu jawabannya, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, aku dan ibu itu ke kebunnya. Ketika Aku dan Susan mandi di &lt;br /&gt;sungai, tak senganja kaki ku terbentur dengan batu kermudian &lt;br /&gt;terpelintir sebelum aku jatuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Abang dan Ibu Susan mandi bersama di sungai? Sungai mana bang?" &lt;br /&gt;tanyanya seraya mengeritkan keningnya.&lt;br /&gt;" Sungai tempat kita dulu pergi beramai-ramai dengan kawan-kawan &lt;br /&gt;kelompok belajar .!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magdalena menghela nafas panjang mendengar pengakuan"jujur" dari &lt;br /&gt;mulut ku. Mata ku tetap menatapnya, ingin melihat reaksi lanjutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baru beberapa hari lalu, abang mengatakan mau meninggalkan ibu itu, &lt;br /&gt;kok malah abang semakin nggak karuan. Memang abang serius dengan ibu &lt;br /&gt;itu? Abang nggak takut di tuduh perusak rumah tangga orang.?" ujarnya &lt;br /&gt;dengan wajah serius sembari memperbaiki posisi ke palaku diatas &lt;br /&gt;bantal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, untuk yang terakhir kali dari "kekonyolan ini", tolonglah &lt;br /&gt;aku. Aku jujur, aku mencintainya setelah pengakuan ibu Susan kemarin &lt;br /&gt;malam.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang tidur dirumah ibu Susan.?" tanyanya dengan suara tertahan.&lt;br /&gt;" Iya, aku akan ceritakan nanti, kenapa pikiranku berubah sejak &lt;br /&gt;pertemuan aku, Mawar dan Magda beberapa hari lalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda, aku lapar, boleh aku minta tolong beli makanan atau kita pergi &lt;br /&gt;bersama, kalau Magda nggak keberatan. Segera dia memotong &lt;br /&gt;percakapanku, " Ibu Susan yang keberatan," jawabnya nyinyir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Dia kan nggak tahu,?" &lt;br /&gt;" Jadi abang ketakutan sama ibu Susan jika kita jalan bersama.?"&lt;br /&gt;" Nggak tahulah, belum pernah ketangkap basah pergi dengan perempuan &lt;br /&gt;lain,!" jawabku seadanya sambil terus melihat reaksi di rawat &lt;br /&gt;wajahnya.&lt;br /&gt;" Iya sudah, abang pergi saja dengan dia, kenapa ngajak aku.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat, Magda mulai menunjukkan ketidak senangannya mendengar &lt;br /&gt;atau "bersentuhan" dengan nama Susan. "Pengalaman" ku dan Susan di &lt;br /&gt;sungai yang mendatangkan "malapetaka" di kakiku, menimbulkan &lt;br /&gt;inspirasi menghadapi Magda, setidaknya saat dia dalam kamarku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapaun derasnya arus sungai menerjang batu, tak pernah &lt;br /&gt;mendatangkan " api atau panas", aliran sungai meliuk, tetap dingin &lt;br /&gt;setelah berbenturan dengan batu. Aku mainkan jurus itu. Aku melihat &lt;br /&gt;Magda mulai "membatu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Magda, sudah lama sekali aku tak pernah ketemu inang uda dan &lt;br /&gt;Jonathan, aku merindukan mereka. Masihkan aku boleh berkunjung &lt;br /&gt;kerumah mu.? tanyaku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magda menolehku, tatapan dan wajahnya kini berubah drastis, tak lagi &lt;br /&gt;seperti beberapa menit yang lalu, wajahnya kembali kepada "warna &lt;br /&gt;asli", lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sejak kepergian papi, mami dan Jonathan selalu menanyakan abang."&lt;br /&gt;"Kenapa Magda nggak pernah bilang sama aku ? Lalu apa jawabmu sama &lt;br /&gt;mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku bilang , abang sibuk mempersiapkan skripsi mu.!"&lt;br /&gt;Ah..masuk nih...pikirku. "Kok, kamu tega benar. Magda harus bisa &lt;br /&gt;membedakan urusan kita dengan keluarga mu. Betapapun tersiksanya &lt;br /&gt;Magda karena "kekejaman ku", semestinya Magda harus &lt;br /&gt;menyampaikan "kerinduan" mereka. Aku tahu, Magda masih membenci ku &lt;br /&gt;hingga kini. Tapi tidak dengan inang uda dan Jonatahn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, maaf bang. Kalau mau, sekarang kita kerumah, tetapi bagaimana &lt;br /&gt;dengan kaki abang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangatku pulih seketika mendengar ajakannya, tak percuma mandi &lt;br /&gt;disungai meski medatangkan malapetaka, dari sana inspirasi ku &lt;br /&gt;muncul "melumpuhkan" hati mantan kekasihku. Oh...sungai. selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles, October 9, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-129020284253827893?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/129020284253827893/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-51.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/129020284253827893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/129020284253827893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-51.html' title='Dosenku Pacarku (51)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaWvu5usrI/AAAAAAAAAPs/XBFEThCsLhs/s72-c/cinta-merah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-3985471727245447229</id><published>2008-10-17T07:49:00.001+07:00</published><updated>2008-10-17T07:49:00.702+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (50)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaQUxcmOrI/AAAAAAAAAPU/TCzUUyNFvcA/s1600-h/cinta6.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaQUxcmOrI/AAAAAAAAAPU/TCzUUyNFvcA/s200/cinta6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257548301546699442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"My Girl"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=GCRcra2o964&amp;NR=18"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've got sunshine on a cloudy day. /When it's cold outside I've got &lt;br /&gt;the month of May. /I guess you'd say &lt;br /&gt;What can make me feel this way? /My girl (my girl, my &lt;br /&gt;girl) /Talkin' `bout my girl (my girl). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I've got so much honey the bees envy me. /I've got a sweeter song &lt;br /&gt;than the birds in the trees. &lt;br /&gt;I guess you'd say /What can make me feel this way? /My girl (my girl, &lt;br /&gt;my girl) /Talkin' `bout my girl (my girl). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hey hey hey /Hey hey hey /Ooooh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don't need no money, fortune, or fame. /I've got all the riches &lt;br /&gt;baby one man can claim. &lt;br /&gt;I guess you'd say /What can make me feel this way? /My girl (my girl, &lt;br /&gt;my girl) /Talkin' `bout my girl (my girl).&lt;br /&gt;===============49 ==========&lt;br /&gt;Sebelum meninggalkan "klinik", Susan berbisik menanyakan ku berapa &lt;br /&gt;yang harus dibayar sebagai balas jasa pak Ginting. Susan menyalamkan &lt;br /&gt;ketangan pak Ginting, duakali lipat dari jumlah yang aku sebutkan. ( &lt;br /&gt;Bersambung)&lt;br /&gt;=============================&lt;br /&gt;Aku membujuk Susan, supaya aku diantar langsung pulang kerumah, &lt;br /&gt;tetapi dia menolak, " Nggak bang, malam ini abang tidur dirumah ku. &lt;br /&gt;Besok pagi aku antar pulang sekalian aku ke kantor." &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semalaman Susan mendampingi ku tidur, sebelum aku dan Susan tidur &lt;br /&gt;terlelap, aku mengutarakan rencana pulang ke kampung sebelum maju ke &lt;br /&gt;meja hijau. Susan menolak rencanaku dengan dalih, persiapan meja &lt;br /&gt;hijau, " kenapa nggak setelah wisuda saja pulang kampung.?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku sangat rindu kepada orangtua dan adik-adik ku."&lt;br /&gt;" Kapan ? Rencana berapa lama dikampung.?"&lt;br /&gt;" Besok lusa. Hanya dua minggu, " jawabku.&lt;br /&gt;" Zung, itu terlalu lama. Abang harus benar-benar persiapkan diri, &lt;br /&gt;lagi, kaki abang belum pulih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bilang saja, Susan nggak tahan menanggung rindu. Dua minggu serasa &lt;br /&gt;dua tahun..."&lt;br /&gt;" Iya..., abang sudah tahu, kenapa masih tega pergi terlalu lama. &lt;br /&gt;Memang seminggu rindunya belum puas kepada orangtua.?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kenapa nggak ikut saja Susan, seharian bisa "lengket" terus," ujar &lt;br /&gt;ku bergurau.&lt;br /&gt;" Zung, aku mau, tetapi aku nggak bisa meninggalkan pekerjaanku. &lt;br /&gt;Abang sendiri dulu kali ini, tetapi janganlah dua minggu, seminggu &lt;br /&gt;saja iya bang, " bujuknya sambil memeluk ku dalam pembaringan.&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;Susan menghantarkan ku pulang kerumah setelah mampir ke ruangannya di &lt;br /&gt;kampus. " Telephon aku, pukul berapa abang berangkat, nanti aku antar &lt;br /&gt;ke terminal," ujarnya sebelum meninggalkan ku dipintu rumah kost. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu kost yang adalah bibi/namboru jauh, heran melihat tongkat &lt;br /&gt;menopang kakiku yang sedang dalam proses perawatan. Bibi mengelus &lt;br /&gt;kepala dan pipiku, " Kenapa kakinya ? Bapa kecelakaan.?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bukan, kaki ku keseleo waktu main bola," jawabku berbohong.&lt;br /&gt;" Siapa tadi yang ngantar.?"&lt;br /&gt;" Ibu Susan," jawabku singkat sambil memasuki kamar ku.&lt;br /&gt;" Bah, bapa main boila dengan ibu Susan,..hahaha..!?" ucapnya &lt;br /&gt;diiringi tawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oalah...kalau bukan bibiku sudah aku maki dia, sok tahunya, aku nggak &lt;br /&gt;tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru aku menutup pintu kamar, bibi menemuiku, " bapa, perempuan yang &lt;br /&gt;datang minggu lalu itu, membawa bungkusan , katanya oleh-oleh untuk &lt;br /&gt;eda/ kakak dikampung. Kok bapa mau pulang nggak beritahu bibi.? Kapan &lt;br /&gt;mau pulang? tanyanya sambil memberikan bungkusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terkesima membaca tulisan yang tertera diatas kertas bingkisan &lt;br /&gt;tertulis: " Untuk mama tua". Pengirim," Magdalena". Aku menghempaskan &lt;br /&gt;tubuh ku diatas tempat tidur. Dalam pembaringan aku merenung &lt;br /&gt;ulang "kekejamanku" terhadap Magda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingkisannya menimbulkan tanya yang tak dapat aku jawab. Gerangan apa &lt;br /&gt;yang mendorong hati Magda menitipkan bungkusan kepada ibu ku? Sama &lt;br /&gt;seperti dia lakukan ketika aku masih "terikat" cinta dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu dia menitipkan bingkisan ke ibuku tanpa ada tulisan, polos. &lt;br /&gt;Magda hanya menitipkan melalui ku melalui pesan "verbal". Kenapa &lt;br /&gt;sekarang, dia menyebutkan ibuku, mama tua.? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku segera mengalihkan pikiran ku dari sejumlah rekaan; diataranya, &lt;br /&gt;kemungkinan aku dan dia akan bersatu kembali. Sejak aku tiba, hingga &lt;br /&gt;sore aku tergeletak diatas tempat tidur. Aku tak bergairah keluar &lt;br /&gt;kamar, meski bibi berulangkali memanggilku untuk makan siang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saja rumahku dekat dengan perhentian angkutan umum, ingin &lt;br /&gt;segera menemui Magdalena kerumahnya. Aku ingin mencium keningnya, tak &lt;br /&gt;peduli kalau dia akan menolak bahkan menampari ku sepuasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati semakin tersiksa mengenang jalinan kasih yang kami jalani kurang &lt;br /&gt;lebih lima tahun. Aku mengenang kebaikan hati inang uda - maminya &lt;br /&gt;Magda- dan Jonathan, adik satu-satunya yang sangat simpatik kepada &lt;br /&gt;ku. Aku sangat merindukan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belum pernah berkunjung kerumah Magda sepeninggal ayahnya, hal &lt;br /&gt;ini yang selalu membayang-banyangi rasa bersalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pucuk dicita ulam tiba. Sepertinya, semilir udara siang menyampaikan &lt;br /&gt;relung renung hati kepada mantan kekasihku, Magdalena. Magdalena &lt;br /&gt;menemuiku sore hari. Dia datang sendirian tanpa Mawar sebagaimana &lt;br /&gt;sering dilakukan setelah"perceraian" aku dan dia. ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. Oct 9,2008&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-3985471727245447229?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/3985471727245447229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-50.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3985471727245447229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/3985471727245447229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-50.html' title='Dosenku Pacarku (50)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaQUxcmOrI/AAAAAAAAAPU/TCzUUyNFvcA/s72-c/cinta6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-2775583386272319045</id><published>2008-10-16T08:12:00.002+07:00</published><updated>2008-10-16T08:22:58.508+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (49)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaVTG53tGI/AAAAAAAAAPk/m44rLMK1Ai8/s1600-h/cinta8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaVTG53tGI/AAAAAAAAAPk/m44rLMK1Ai8/s200/cinta8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257553770505024610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Every Little Thing You Do"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=CtRDKi7dRg0"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hello, let me know if you hear me /Hello, if you want to be near /Let &lt;br /&gt;me know /And I'll never let you go &lt;br /&gt;Hey love /When you ask what I feel, I say love /When you ask how I &lt;br /&gt;know /I say trust /And if that's not enough &lt;br /&gt;[ Chorus ] &lt;br /&gt;It's every little thing you do /That makes me fall in love with &lt;br /&gt;you /There isn't a way that I can show you /Ever since I've come to &lt;br /&gt;know you &lt;br /&gt;It's every little thing you say /That makes me wanna feel this &lt;br /&gt;way /There's not a thing that I can point to /'Cause it's every &lt;br /&gt;little thing you do &lt;br /&gt;Don't ask why /Let's just feel what we feel /'Cause sometimes /It's &lt;br /&gt;the secret that keeps it alive /But if you need a reason why &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is it your smile or your /laugh or your heart? /Does it really matter &lt;br /&gt;why I love you? /Anywhere there's a crowd, you stand out &lt;br /&gt;Can't you see why they can't ignore you /If you wanna know /Why I &lt;br /&gt;can't let go /Let me explain to you &lt;br /&gt;That every little dream comes true /With every little thing you do &lt;br /&gt;[ Chorus X2 ] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=========================== 48 =====================&lt;br /&gt;Kembali suara ibu Rukiah memanggil Susan dan memberitahu jika air &lt;br /&gt;panasnya telah tersedia. " Bang sebentar aku persiapkan permandian &lt;br /&gt;mu." ucapnya sambil meninggalkan ku.( Bersambung)&lt;br /&gt;============================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan dan Rukiah memapah ku ke kamar mandi. Aku menolak ketika Susan &lt;br /&gt;menanyakan bila aku perlu dibantu, meski sebenarnya aku membutuhkan &lt;br /&gt;bantuannya, " Zung, perlu dibantu?" tanya Susan setelah Rukiah &lt;br /&gt;meninggalkan kami.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Susan menggedor pintu setelah beberapa lama dia tidak mendengar &lt;br /&gt;percikan air dikamar mandi. Entah kenapa tanganku kurang kuat &lt;br /&gt;mengangkat gayung membasahi tubuh. Aku terduduk di kursi yang di &lt;br /&gt;sediakan Susan, mengerang kesakitan. Dia menggedor ulang seraya &lt;br /&gt;menyuruh ku membuka pintunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buru-buru ku membasahi wajah "menutupi" kelopak mata yang &lt;br /&gt;mengeluarkan cairan menahan sakit. Susan segera menahan tubuh ku yang &lt;br /&gt;hampir terjatuh setelah pintu ku bukakan. " Aku tadi tanya kalau mau &lt;br /&gt;dibantu, abang menolak," ujarnya kesal sambil mendudukan ku diatas &lt;br /&gt;kursi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Susan, aku kedinginan," ujarku, menolak secara halus "uluran &lt;br /&gt;tangannya" memandikan ku.Susan memapahku ke kamar tidur setelah melap &lt;br /&gt;sebahagian tubuh ku. Susan tidak keberatan ketika aku mengajak pulang &lt;br /&gt;dan mampir di"klinik" pak Ginting yang merawatku beberapa bulan lalu &lt;br /&gt;ketika aku mengalami kecelakaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan heran dan enggan turun dari mobil ketika kami tiba di depan &lt;br /&gt;rumah pak Ginting, " bang, kita kerumah sakit saja," ajaknya. Aku &lt;br /&gt;jelaskan, bahwa pemilik rumah ini adalah " dokter spesial tulang" &lt;br /&gt;yang telah merawat ku ketika mengalami dua kali kecelakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ginting dan isterinya menyongsong ku ke halaman rumah sambil &lt;br /&gt;membawa tongkat penyanggah. "Kenapa lagi kau nak?" tanya ibu Ginting &lt;br /&gt;dengan wajah prihatin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyuruh Susan meninggalkan ku setelah melihat rasa enggannya &lt;br /&gt;masuk ke rumah pak Ginting, " Susan pulang saja, aku nanti diantar &lt;br /&gt;pulang sama mereka," ujarku pelan ketika pak Ginting mengemasi &lt;br /&gt;ramuannya di dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Pukul berapa abang aku jemput.?"&lt;br /&gt;" Tidak usah dijemput, nanti aku ditemani sama pak Ginting, mungkin &lt;br /&gt;aku sampai besok disini," ujarku kesal, suara ku agak meninggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tidak usah menginap nak, nanti malam juga sudah bisa pulang," &lt;br /&gt;sahut pak Ginting dari dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan merasakan rasa dongkol ku, "abang kok marah,?" tanyanya pelan.&lt;br /&gt;Pak Ginting menyela percakapan kami, sebelum aku menjawab Susan, " &lt;br /&gt;Yang ini yang ke berapa nak ku," tanyanya ketawa dalam bahasa daerah, &lt;br /&gt;sambil membawa obat ramuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tellu/tiga pak," jawab ku ketawa. Aku teringat pertanyaan yang sama &lt;br /&gt;diajukan pak Ginting, ketika Magdalena dan Mawar bergantian merawat &lt;br /&gt;ku dirumahnya,dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Ginting yang mendengar percakapan kami, menasehati ku ketika aku &lt;br /&gt;mengatakan, Susan adalah "serap". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa daerah, segera aku minta maaf kepada ibu atas &lt;br /&gt;kelancangan ku meski itu hanya gurauan, sementara pak Ginting &lt;br /&gt;tersenyum seraya mengurut kaki ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjerit kesakitan ketika pak Ginting mengurut kaki ku, &lt;br /&gt;sementara Ibu terus mengajak ku ngobrol untuk mengalihkan rasa sakit. &lt;br /&gt;Aku melihat wajah Susan meringis, manik-manik bening menetes dari &lt;br /&gt;kedua matanya, tangannya melap peluh di wajahku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan duduk diatas dipan setelah minta ijin dari pak Ginting. Dia &lt;br /&gt;mengangkat kepalaku ke atas kedua pahanya sambil mengusap kening dan &lt;br /&gt;wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan memegang erat tanganku ketika aku berteriak menahan pijatan &lt;br /&gt;tangan pak Ginting. Sepertinya aku kehabisan nafas menahan rasa &lt;br /&gt;sakit; "ini yang terakhir," ujar pak Ginting mengakhiri pijatannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pijatan terakhir ini menguras habis tenaga ku. Aku terkulai lemah &lt;br /&gt;diatas pangkuan Susan; dia tidak merasa sungkan menciumi ku seraya &lt;br /&gt;menahan isak, dihadapan pak Ginting dan isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia nggak apa-apa nak. Sakitnya hanya sebentar, biarkan dulu dia &lt;br /&gt;tidur sejenak, " ujar pak Ginting kepada Susan yang masih terus &lt;br /&gt;mengelus-elus kening dan pipi ku.&lt;br /&gt;" Zung, kita pulang, tidur dirumah ya bang," bisiknya ke telingaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ginting kembali kedapur, dia menyeduh jamu, " nak, minum ini &lt;br /&gt;untuk mengembalikan tenaga mu," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejam kemudian, pak Ginting mengijinkan aku pulang. Sebelum &lt;br /&gt;meninggalkan "klinik", Susan berbisik menanyakan ku berapa yang harus &lt;br /&gt;dibayar sebagai balas jasa pak Ginting. Susan menyalamkan ketangan &lt;br /&gt;pak Ginting, duakali lipat dari jumlah yang aku sebutkan.( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. Oct 9,2008&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-2775583386272319045?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/2775583386272319045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-49.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2775583386272319045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/2775583386272319045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-49.html' title='Dosenku Pacarku (49)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaVTG53tGI/AAAAAAAAAPk/m44rLMK1Ai8/s72-c/cinta8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-7873797717244630624</id><published>2008-10-16T08:00:00.001+07:00</published><updated>2008-10-16T08:23:54.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (48)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaStf5mzZI/AAAAAAAAAPc/etv7aborGgw/s1600-h/cinta7.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaStf5mzZI/AAAAAAAAAPc/etv7aborGgw/s200/cinta7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257550925356518802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"When you look me in the eyes"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="ttp://www.youtube.com/watch?v=aNnEKQkeQ5k"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If the heart is always searching/Can you ever find your home/I have &lt;br /&gt;been looking for that someone&lt;br /&gt;I'll never make it on my own /Dreams can't take the place and loving &lt;br /&gt;you/There's gotta be a million reasons why it's true &lt;br /&gt;(Chorus) &lt;br /&gt;When you look me in the eyes/Tell me that you love me/Everything's &lt;br /&gt;alright, /When you're right here by my side.&lt;br /&gt;When you look me in the eyes/I catch a glimpse of heaven/I find my &lt;br /&gt;paradise/When you look me in the eyes&lt;br /&gt;(Verse 2) &lt;br /&gt;How long will I be waiting/To be with you again/I'm gonna tell you &lt;br /&gt;that I love you/In the best way that I can&lt;br /&gt;I can't take a day without you here/You're the light that makes my &lt;br /&gt;darkness disappear &lt;br /&gt;(Chorus) &lt;br /&gt;When you look me in the eyes/Tell me the you love me/Everything's &lt;br /&gt;alright, /When you're right here by my side.&lt;br /&gt;When you look me in the eyes/I catch a glimpse of heaven/I find my &lt;br /&gt;paradise/When you look me in the eyes &lt;br /&gt;(Bridge) &lt;br /&gt;Moving on, I start to realize/I can reach my tomorrow /I can hold my &lt;br /&gt;head up high/It's all because you're by my side&lt;br /&gt;(Chorus) .........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;================== 47 ===============&lt;br /&gt;Dia mengusap kelopak mataku yang berurai airmata dengan kedua telapak &lt;br /&gt;tangannya. Susan meluruskan kakiku di atas kedua pahanya sembari &lt;br /&gt;mengurut telapak dan jari kaki ku. (Bersambung)&lt;br /&gt;===================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan bergegas ke tepian sungai, " sebentar, aku mau mengambil &lt;br /&gt;handuk, abang kedinganan," ujarnya.&lt;br /&gt;Susan melap seluruh tubuhku setelah dia membuka t-shirt yang aku &lt;br /&gt;kenakan. Kembali Susan mengangkat kaki ku keatas pahanya sambil &lt;br /&gt;mengurutnya. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ini akibat kenakalan abang," ujarnya menggoda sekaligus mengalihkan &lt;br /&gt;rasa sakit ku.&lt;br /&gt;Aku tertawa sambil meringis menahan rasa sakit, perih."Sebenarnya aku &lt;br /&gt;bukan nakal, hanya Susan saja nggak dapat mengimbangi "permainanku". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mestinya, ketika aku meninggalkanmu, Susan memanggilku dengan &lt;br /&gt;nyanyian sambil memutar-mutar tubuhmu mengitari pohon, menengadahkan &lt;br /&gt;tanganmu kearahku sambil menggoyangkan kepalamu dengan lirikan ekor &lt;br /&gt;mata mu," gurauku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hahaha....maksud abang seperti film India? Ughhh...aku paling nggak &lt;br /&gt;suka, film itu yang aku paling nggak suka, cengeng," balasnya&lt;br /&gt;" Iya..inilah korban atas ke tidak sukaan mu itu, kaki terpelintir. &lt;br /&gt;Bagaimana kalau sekarang Susan bernyanyi sambil mengurut kakiku, &lt;br /&gt;supaya cepat pulih." ucapku tertawa.&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;Susan mengangkat tubuh dari atas batu tempat aku duduk dan memapah ku &lt;br /&gt;ke tepi sungai. Ibu Rukiah melihat ku berjalan tertatih-tatih &lt;br /&gt;membelah aliran sungai, segera berlari menuju ke arah kami. Dia &lt;br /&gt;membatu Susan memapah ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukiah berlari menuju rumahnya setelah membaringkanku di pinggir &lt;br /&gt;sungai, " Susan, sebentar aku mau mengambil minyak urut kerumah," &lt;br /&gt;ucapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susan, jangan biarkan Rukiah mengurut kaki ku, dia mengira kalau &lt;br /&gt;kaki aku baru saja terkilir. Lebih baik Susan sendiri mengurutku, &lt;br /&gt;sepertinya tangan mu " jodoh "dengan kakiku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oalaah..bang, sudah kesakitan masih genit,"&lt;br /&gt;" Biarkanlah aku genit dengan pacar ku. Susan setuju kalau aku genit &lt;br /&gt;ke pada Rukiah.?"&lt;br /&gt;Tanpa merasa risih, Susan mendekapku yang sedang terbaring dipinggir &lt;br /&gt;kali, sambil menunggu ibu membawa minyak urut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Nggak bang, aku hanya bergurau, aku tak melarang apapun yang abang &lt;br /&gt;perbuat, kecuali...."&lt;br /&gt;" Susan, jangan kau umpan darah kemulut "singa lapar".&lt;br /&gt;`Iya..bang, aku nggak akan mengumpan darah ke mulut singa. Aku &lt;br /&gt;hanya "mengurbankan darah" kepada abang, juga jiwaku, semua aku &lt;br /&gt;persembahkan hanya kepada abang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ahh..Susan, sepertinya, bagi insan sedang jatuh cinta, tulang &lt;br /&gt;lidah, lumat remuk di bakar api asmara."&lt;br /&gt;" Andaikan tidak, manalah aku dan abang sampai kesini," ujarnya &lt;br /&gt;sambil menindih tubuhku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susan, awas orang sekitar. Apa kamu nggak malu ditonton orang &lt;br /&gt;banyak.?&lt;br /&gt;" Nggak, aku nggak peduli, aku nggak berbuat apa-apa kok. Masya aku &lt;br /&gt;tak boleh mencium dan tidur-tiduran dengan calon suamiku.!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tapi bukan disini tempatnya, lagi, aku sedang kesakitan."&lt;br /&gt;"Bang, jangan cengeng, yang sakit kakinya bukan yang ini ," ucapnya &lt;br /&gt;seraya memukulkan tangannya ke atas dada ku pelan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rukiah tiba dengan membawa satu botol kecil berisi minyak urut. &lt;br /&gt;Susan, tidak membiarkan Rukiah mengoleskan minyak ke pergelangan &lt;br /&gt;kakiku yang sedang"sekarat". "Biar aku yang mengoleskannya," ujar &lt;br /&gt;Susan sambil meraih minyak dari tangan Rukiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan dan Rukiah memapahku ke rumah setelah mengoleskan minyak urut. &lt;br /&gt;Mereka membaringkanku ke atas tempat tidur. " Ibu, tolong rebus air &lt;br /&gt;untuk permandian abang," pinta Susan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan Susan kembali mengoleskan minyak sambil mengurut pergelangan &lt;br /&gt;kaki ku. Rasa sakit terasa berkurang, Susan membiarkan ku tidur &lt;br /&gt;beberapa saat, sementara dia tertidur dikursi disisi tempat tidur &lt;br /&gt;dengan meletakkan wajahnya diatas telapak tangan kanan ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan tidak mendengar suara Rukiah memanggil dari luar kamar. Dia &lt;br /&gt;terbangun ketika aku mengusap-usap wajahnya, " bangun, ibu Rukiah &lt;br /&gt;memanggil mu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan enggan bergerak dari kursi, kembali dia meletakkan wajahnya &lt;br /&gt;diatas telapak tangan ku sembari menciuminya. Kembali suara ibu &lt;br /&gt;Rukiah memanggil Susan dan memberitahu jika air panasnya telah &lt;br /&gt;tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bang sebentar aku persiapkan permandian mu." ucapnya meninggalkan &lt;br /&gt;ku.( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Los Angeles. Oct 9,2008&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-7873797717244630624?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/7873797717244630624/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-48.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7873797717244630624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/7873797717244630624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-48.html' title='Dosenku Pacarku (48)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SPaStf5mzZI/AAAAAAAAAPc/etv7aborGgw/s72-c/cinta7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-8148771253040883872</id><published>2008-10-10T08:12:00.000+07:00</published><updated>2008-10-10T08:15:31.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (47)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SO6snhOJCqI/AAAAAAAAAPE/sOzBjk5jt1s/s1600-h/cinta12.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SO6snhOJCqI/AAAAAAAAAPE/sOzBjk5jt1s/s200/cinta12.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255327610120506018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;All You Need Is Love - Movie Mix&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=mmDJVh7QNb4"&gt;&lt;br /&gt;Mau dengar lagunya, klik disini...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love, love, love./Love, love, love./Love, love, love.&lt;br /&gt;There's nothing you can do that can't be done./Nothing you can sing &lt;br /&gt;that can't be sung./Nothing you can say but you can learn how to play &lt;br /&gt;the game./It's easy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing you can make that can't be made./No one you can save that &lt;br /&gt;can't be saved./Nothing you can do but you can learn how to be you in &lt;br /&gt;time./It's easy.&lt;br /&gt;All you need is love./All you need is love./All you need is love, &lt;br /&gt;love./Love is all you need.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All you need is love./All you need is love./All you need is love, &lt;br /&gt;love./Love is all you need.&lt;br /&gt;Nothing you can know that isn't known./Nothing you can see that isn't &lt;br /&gt;shown.&lt;br /&gt;Nowhere you can be that isn't where you're meant to be./It's easy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All you need is love./All you need is love./All you need is love, &lt;br /&gt;love./Love is all you need.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;All you need is love (all together, now!)/All you need is love. &lt;br /&gt;(everybody!)/All you need is love, love.&lt;br /&gt;Love is all you need (love is all you need).&lt;br /&gt;Yee-hai!/Oh yeah!/She loves you, yeah yeah yeah./She loves you, yeah &lt;br /&gt;yeah yeah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=================== 46 =============&lt;br /&gt;Mendengar aku berkata"mertua" Susan langsung berdiri dari kursinya &lt;br /&gt;dan mendekap ku seraya memutar wajah ku menghadap wajahnya mata &lt;br /&gt;berbinar, mulutnya berujar, " Zung, sayang, abang belum sempat &lt;br /&gt;mengenal ayahku," ucapnya dengan bibir bergetar. ( Bersambung)&lt;br /&gt;=====================================&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai makan, Susan meninggalkanku sendirian di meja makan. Tidak &lt;br /&gt;lama kemudian Susan keluar dari kamar dengan pakaian celana pendek &lt;br /&gt;dan t-shirt. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama Susan berani "mempertontonkan" kemolekan tubuhnya di &lt;br /&gt;hadapanku dengan pakaian minim. Tanpa sepengetahuanku, Susan juga &lt;br /&gt;sudah menyiapkan pakaian yang sama seperti yang dia kenakan, "Zung, &lt;br /&gt;ganti pakaianya, aku sudah siapkan dikamar," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami menelusuri jalan kecil menuju sungai bening yang terbentang luas &lt;br /&gt;mengalir membentur batu-batu besar, meliuk diantara akar pohon besar &lt;br /&gt;yang tumbuh dipinggir sungai. Sambil berlari kecil, Susan meraih &lt;br /&gt;tanganku dan melingkarkan di atas pinggulnya. Sesekali dai menatapku &lt;br /&gt;dan mendaratkan bibirnya di pipiku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan menghentikan langkahnya di tepi sungai, kembali menatapku, &lt;br /&gt;tangannya diletakkan diatas pundakku. Meski baru dalam hitungan &lt;br /&gt;minggu bersahabat dengannya, sedikit, aku telah paham "body &lt;br /&gt;langguage"nya. Segera aku angkat tubuhnya dalam pelukanku sembari &lt;br /&gt;melangkah menuju ke dalam sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pasang mata memperhatikan tingkah anak manusia yang sedang &lt;br /&gt;merajut kasih, aku dan Susan. Ibu Rukiah tersenyum menatap kami dari &lt;br /&gt;seberang sungai sambil menuntun bocahnya meninggalkan kami yang &lt;br /&gt;sedang "menenun" kasih di tengah dinginnya sungai mengalir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan masih dalam pangkuanku, aku memilih tempat diatas akar kokoh &lt;br /&gt;yang menopang pohon besar. Susan enggan melepaskan tanggannya dari &lt;br /&gt;atas pundakku. Aku duduk diatas akar pohon sementara Susan masih &lt;br /&gt;bergelayut manja dalam pelukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susan, kamu nggak malu dilihatin banyak orang dari seberang sana,?" &lt;br /&gt;tanyaku. Susan hanya menggelengkan kepala perlahan kemudian memagut &lt;br /&gt;daguku. Aku akhiri "sesi" ini dengan melepaskan tanganku, tubuhnya &lt;br /&gt;tercebur kesungai. Aku segera melompat kearahnya sebelum dia &lt;br /&gt;mengumpat, marah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara dia gelegapan dalam sungai, aku mengangkat tubuhnya ke atas &lt;br /&gt;pelukanku. Wajahnya merengut, tangannya memukul-mukul dadaku, "Zung &lt;br /&gt;nakal," ujarnya. Kembali aku benamkan tubuhnya kedalam sungai, aku &lt;br /&gt;melepaskan tanganku sembari meninggalkan Susan, berenang menjauhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan berteriak ditingkahi batuk karena kerongkongannya keselak air &lt;br /&gt;masuk melalui mulutnya, " Bang aku kedinginan," teriaknya sambil &lt;br /&gt;mengangkat kedua tangannya minta tolong. Aku biarkan dia sendirian, &lt;br /&gt;aku duduk diatas batu besar ditengah sungai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan terus berteriak meminta tolong keluar dari sungai. Aku balas &lt;br /&gt;teriak, " berusahalah sendiri, hidup harus ada perjuangan," jawabku &lt;br /&gt;dalam gurauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan mengomel sambil melangkah keluar menuju akar pohon, dia duduk &lt;br /&gt;kedinginan mengibas-ngibaskan rambutnya tanpa menolehku. Aku merasa &lt;br /&gt;puas "mempermainkan" nya, aku juga merasa geli melihat tingkah Susan &lt;br /&gt;yang sehariannya adalah dosen ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bangkit dari batu besar tempatku duduk berjalan menuju pinggir &lt;br /&gt;sungai meninggalkan Susan masih duduk di atas akar pohon. Susan terus &lt;br /&gt;berteriak memanggil, aku terus melangkah tanpa menolehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan menyusul, berlari terseok-seok tertahan arus sungai. Kali ini &lt;br /&gt;Susan berteriak agak keras memanggil, " Zung, tunggu, abang mau &lt;br /&gt;kemana? Tunggu Susan bang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terus melangkah meninggalkannya dengan perasaan geli, dalam &lt;br /&gt;hatiku, Susan memang benar-benar "jatuh menggelepar" pada diri ku. &lt;br /&gt;Aku tak tega mendengar teriakannya berulang memanggil ku. Aku &lt;br /&gt;menghentikan langkah sambil memutar tubuh menoleh kearahnya yang &lt;br /&gt;sedang berlari kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku melangkah hendak menyongsongnya, kaki kananku terbentur &lt;br /&gt;dengan batu kecil, aku jatuh terjerembab kedalam air. Aku berteriak &lt;br /&gt;menahan rasa sakit di pergelangan kaki, bekas korban kecelakaan &lt;br /&gt;lalulintas, dulu. Akh....aku menyesal"mempermainkan" Susan. Hanya &lt;br /&gt;sesaat, aku telah menerima "karma", kataku dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mendengar gemercik air mengiringi langkah Susan yang semakin &lt;br /&gt;cepat menemuiku yang masih mengaduh menahan rasa sakit. Aku menggapai &lt;br /&gt;batu dengan kedua tanganku dibantu dorongan kaki kiri ku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan segera mengangkat tubuh ku dari dalam sungai, meliingkarkan &lt;br /&gt;tangan ku keatas bahunya. Susan meringis mendengar jeritanku menahan &lt;br /&gt;rasa sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan Susan mendudukan ku ke atas batu tempat duduk ku sebelumnya, &lt;br /&gt;sementara Susan duduk diatas batu kecil menghadap ku. Dia mengusap &lt;br /&gt;kelopak mataku yang berurai airmata dengan kedua telapak tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan meluruskan kakiku di atas kedua pahanya sembari mengurut &lt;br /&gt;telapak dan jari kaki ku. (Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laughlin, Nevada. Oct 8,2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-8148771253040883872?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/8148771253040883872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-47.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8148771253040883872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/8148771253040883872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-47.html' title='Dosenku Pacarku (47)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SO6snhOJCqI/AAAAAAAAAPE/sOzBjk5jt1s/s72-c/cinta12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-5199345947638823390</id><published>2008-10-09T11:35:00.000+07:00</published><updated>2008-10-09T11:40:33.530+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Dosenku Pacarku (46)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SO2LNSr17fI/AAAAAAAAAO8/ZWM2SScQSkI/s1600-h/cinta4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SO2LNSr17fI/AAAAAAAAAO8/ZWM2SScQSkI/s200/cinta4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5255009400681524722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Better In Time &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=Skc5bnKj-50"&gt;Mau dengar lagunya, klik disini....&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It's been the longest winter without you/ I didn't know where to turn &lt;br /&gt;to /See somehow I can't forget you&lt;br /&gt;After all that we've been through/Going coming thought I heard a &lt;br /&gt;knock/Who's there no one/Thinking that I deserve it &lt;br /&gt;Now I realize that I really didn't know/If you didn't notice you mean &lt;br /&gt;everything /Quickly I'm learning to love again/All I know is I'ma be &lt;br /&gt;ok&lt;br /&gt;[Chorus:]&lt;br /&gt;Thought I couldn't live without you/It's gonna hurt when it heals &lt;br /&gt;too/It'll all get better in time&lt;br /&gt;And even though I really love you/I'm gonna smile cause I deserve &lt;br /&gt;to /It'll all get better in time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I couldn't turn on the TV/Without something there to remind me /Was &lt;br /&gt;it all that easy/To just put aside your feelings&lt;br /&gt;If I'm dreaming don't wanna laugh/Hurt my feelings but that's the &lt;br /&gt;past/I believe it/And I know that time will heal it&lt;br /&gt;If you didn't notice boy you meant everything/Quickly I'm learning to &lt;br /&gt;love again/All I know is I'ma be ok&lt;br /&gt;[Chorus:]&lt;br /&gt;Thought I couldn't live without you/It's gonna hurt when it heals &lt;br /&gt;too/It'll all get better in time&lt;br /&gt;And even though I really love you/I'm gonna smile cause I deserve &lt;br /&gt;to /It'll all get better in time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Since there's no more you and me/It's time I let you go /So I can be &lt;br /&gt;free/ And live my life how it should be /No matter how hard it is &lt;br /&gt;I'll be fine without you/Yes I will&lt;br /&gt;[Chorus: x2]&lt;br /&gt;Thought I couldn't live without you/It's gonna hurt when it heals &lt;br /&gt;too/It'll all get better in time/And even though I really love &lt;br /&gt;you/I'm gonna smile cause I deserve to /It'll all get better in time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============45 ======================&lt;br /&gt;Segera dia memutar tubuhnya menghadapku, suaranya manja, " bang &lt;br /&gt;belum sekarang." Susan merangkul ku erat sekali, dan mengulang &lt;br /&gt;ucapannya, " belum sekarang bang." Waduuh, aku cuma bercanda, kok &lt;br /&gt;ditanggapi serius? Mati aku. &lt;br /&gt;" Kok, Susan serius, aku hanya bercanda." ujarku.&lt;br /&gt;" Aku serius bang.!" jawabnya belum melepaskan pelukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;=======================================&lt;br /&gt;" Zung, kita pakai mobil suamiku saja, jalan menuju kesana banyak &lt;br /&gt;kubangan,"ujarnya seraya menyerahkan kunci mobil "Land Cruiser". &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kami tiba, Susan menyuruhku menghentikan mobil disisi bahu &lt;br /&gt;jalan,"tunggu sebentar bang, aku mau mengambil kunci rumah," ujarnya.&lt;br /&gt;Aku dan Susan menuju rumah sederhana, disambut seorang perempuan usia &lt;br /&gt;paruh baya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selama ini, mereka sudah bertahun-tahun mengurus kebun dan rumah &lt;br /&gt;peninggalan ayah. Entah mengapa suamiku tak pernah mau diajak &lt;br /&gt;ketempat ini." ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kapan Susan terakhir kesini,? tanyaku, sementara Susan membuka &lt;br /&gt;pintu.&lt;br /&gt;" Sejak ayah meninggal, ini kali pertama aku berkunjung kesini, &lt;br /&gt;kecuali ibu sekali dua minggu masih tetap berkunjung."ujarnya dengan &lt;br /&gt;suara tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Susan kita kisini mau melanjutkan semaian kasih yang sedang &lt;br /&gt;bergelora, bukan untuk menukil masa lalu."&lt;br /&gt;" Iya Zung, maaf aku terbawa perasaan, " ujarnya, bibirnya menyapu &lt;br /&gt;suara tersendat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan menuntunku ke sebuah kamar, tampaknya tempat tidur dan "bed &lt;br /&gt;cover" baru terpasang, semerbak wangi menyembul dari dalam kamar. &lt;br /&gt;Susan merebahkan tubuhnya diatas kasur tempat tidur, membiarkan aku &lt;br /&gt;berdiri menatap sekeliling ruangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Puluhan tahun lalu, kamar ini , tempat aku, ayah dan ibu melepaskan &lt;br /&gt;lelah setelah kami selesai "menjelajahi" kebun dan mandi bersama di &lt;br /&gt;sungai yang baru saja kita lewati. Zung, kesini rebahan, abang &lt;br /&gt;tampaknya letih."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana rumah mungil dan kamar hampir melupakan "pesan moral ibuku". &lt;br /&gt;Susan mengingatkanku ketika berahi melampaui akalku. " Zung, jangan.! &lt;br /&gt;Bukan sekarang bang. Aku akan memberi segalanya pada waktunya." &lt;br /&gt;ujarnya, sambil memelukku dan menciumku penuh kehangatan. Kali ini &lt;br /&gt;aku hampir "kalah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu Rukiah,yang merawat rumah dan kebun, datang menyusul membawa &lt;br /&gt;sejumlah bungkusan, " Neng Susan, aku sudah siapkan makanan dimeja." &lt;br /&gt;teriaknya dari ruang makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bergegas bangkit dari tempat tidur, tetapi Susan menahanku seraya &lt;br /&gt;bertanya , " Zung, aku mencintaimu dengan sepenuh hati ku. Apakah &lt;br /&gt;abang mencintaiku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya Susan, aku mencintaimu, tetapi aku bingung kenapa aku mencintai &lt;br /&gt;seorang perempuan yang telah mempunyai suami.?"&lt;br /&gt;" Zung, aku telah mengutarakan semua kisah pernikahanku dengan &lt;br /&gt;suamiku ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, tetapi Susan masih terikat pernikahan dengannya. Bagaimanapun &lt;br /&gt;aku harus menghargai ikatan itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan diam, matanya menatap hampa langit-langit kamar, tangannya &lt;br /&gt;melepaskan pelukannya dari tubuhku. Aku segera mengakhiri kekakuan &lt;br /&gt;dengan membalikkan tubuhku menghadapnya seraya berbisik di &lt;br /&gt;telinganya, " Susan, aku akan segera menikahimu setelah Susan resmi &lt;br /&gt;bercerai dengan suamimu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susan membalas dekapan ku erat seakan tak mau melepaskan. " Zung, aku &lt;br /&gt;akan meminta cerai setelah dia kembali dari London. Seperti aku &lt;br /&gt;ceritakan sebelumnya, suamiku ( dulu) ingin memulangkan aku kerumah &lt;br /&gt;ibu, tetapi ketika itu aku masih menolak, aku tidak tega. Bang, nanti &lt;br /&gt;setelah kita menikah, kita akan berbulan madu ke California, mau kan &lt;br /&gt;abang.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangankan ke California, ke bulanpun aku mau." jawab ku bergurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ibu Rukiah mengingatkan kami, jika makanannya telah sedia. &lt;br /&gt;Susan melepaskan dekapannya turun dari tempat tidur mendahului ku, &lt;br /&gt;dia berlagak mengangkat tubuh ku dari tempat tidur," bang ayo makan," &lt;br /&gt;ujarnya sembari ketawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, Susan mengisi piring dan gelasku, dia duduk persis &lt;br /&gt;di sebelah ku. Sembari menikmati makanan siang dia mengutarakan &lt;br /&gt;rencana kedepan bila nanti kami menikah, mulai dari jumlah anak &lt;br /&gt;hingga pekerjaan setelah aku di wisuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tuturan rencananya, dia bertanya, " bagaimana bang, setuju &lt;br /&gt;kita cukup punya anak dua? Zung, mau kan bekerja ditempat ayah &lt;br /&gt;bekerja di masa hidupnya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya mengangguk-anggukan kepala. Susan mencubit pahaku minta &lt;br /&gt;jawaban pasti, " Zung, aku nggak suka cara abang menjawab pertanyaan &lt;br /&gt;ku. Ayo bang, jawablah, kita cukup punya dua anak, dan abang mau &lt;br /&gt;bekerja ditempat alamarhum ayah bekerja.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Iya, dua belas anakpun aku setuju dan mau bekerja di perusahaan &lt;br /&gt;tempat ayahmu-mertuaku- bekerja."&lt;br /&gt;Mendengar aku berkata"mertua" Susan langsung berdiri dari kursinya &lt;br /&gt;dan mendekap ku seraya memutar wajah ku menghadap wajahnya matanya &lt;br /&gt;binar, mulutnya berujar, " Zung, sayang, abang belum sempat mengenal &lt;br /&gt;ayahku," ucapnya dengan bibir bergetar. ( Bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laughlin, Nevada. Oct 8,2008&lt;br /&gt;Tan Zung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/703956740814881454-5199345947638823390?l=simsontampubolon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/feeds/5199345947638823390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-46.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5199345947638823390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/703956740814881454/posts/default/5199345947638823390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://simsontampubolon.blogspot.com/2008/10/dosenku-pacarku-46.html' title='Dosenku Pacarku (46)'/><author><name>simson</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07791483788134981581</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SKvjXm44JmI/AAAAAAAAADE/BViMvKUrmKY/S220/DSC04856.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_K3_1UBmKR0s/SO2LNSr17fI/AAAAAAAAAO8/ZWM2SScQSkI/s72-c/cinta4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-703956740814881454.post-7874245460814349274</id><published>2008-10-07T11:54:00.000+07:00</published><updated>2008-10-07T15:28:54.092+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Lagu'/><title type='text'>Syair Lagu Batak</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. AEK SIBUNDONG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Aek Sibundong…Aek Sibundong… da nauli&lt;br /&gt;parharsap mi massai uli, tudos hapas Palembang i&lt;br /&gt;madabu tu sampuran i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Aek Sibundong, Aek Sibundong da nauli&lt;br /&gt;Lao tudia na maho, tolong pasahat tonakkon&lt;br /&gt;tu siboru pargaulan ki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ilu maraburan sian simalolongki&lt;br /&gt;alai boha roham tu au dahasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo masihol ho tu au, baen ma aek tu tangan mi&lt;br /&gt;disi targombar bohikki, disi do au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lao ma ho tu aek i, ima aek sibundong i&lt;br /&gt;di dolok sanggul na uli…disi do au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. AHA MA NATAU SI INGOTONKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahama natau si ingotonku da sian ho ito...dahasian&lt;br /&gt;Arian borngin sai tuma tangis au, lao mamikkiri...pangalahom&lt;br /&gt;Ido na mambaen au gabe mandele, da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo songoni ma ujungna, tumagonanma hita marsirang&lt;br /&gt;Nangpe didokkon ho holong roham tuau, &lt;br /&gt;ai dang tu ahai...dahasian&lt;br /&gt;Anggo rohakki ito ai dang be muba...tu ho ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Boasa dung saonari gabe muba,&lt;br /&gt;dungkon malala rohakki dibaen ho&lt;br /&gt;Sai hubilang bilangi dirohakku, &lt;br /&gt;tumagonan ma au dao au sian ho&lt;br /&gt;Dang rokkap ni tondi, naikkon marsirang hita nadua.&lt;br /&gt;Musik.......&lt;br /&gt;Molo songoni ma ujungna, tumagonanma hita marsirang&lt;br /&gt;Nangpe didokkon ho holong roham tuau, &lt;br /&gt;ai dang tu ahai...dahasian&lt;br /&gt;Anggo rohakki ito ai dang be muba...tu ho ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boasa dung saonari gabe muba, &lt;br /&gt;dungkon malala rohakki dibaen ho&lt;br /&gt;Sai hubilang bilangi dirohakku, &lt;br /&gt;tumagonan ma au dao sian ho&lt;br /&gt;Dang rokkap ni tondi, naikkon marsirang hita nadua.&lt;br /&gt;Dang rokkap ni tondi, naikkon marsirang hita nadua.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. ALANI PARENDEON HI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alani parendeon hi ma&lt;br /&gt;Matua daging sonihilala dainang&lt;br /&gt;Tung godang luat hudalani&lt;br /&gt;Da rohakki holan namarsak dainang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ditonga borngin au tarsunggul&lt;br /&gt;Margitar au huhut marende&lt;br /&gt;Tangis tarilu au disi&lt;br /&gt;Lungun nai di borngini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alani parendeon hi ma&lt;br /&gt;Matua daging so nihilala dainang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. ALANI SARJANA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boasa ma undukkonon mu&lt;br /&gt;Anggo na lao marsirang&lt;br /&gt;Tung so hurippu,tung so huboto do&lt;br /&gt;Da gotaponmu hasian, Harapan hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manat manat majo pikkiri&lt;br /&gt;Jala nenget rimang rimangi&lt;br /&gt;Alani arta ma hasian&lt;br /&gt;Ikkon tinggal ma au hape, napogos on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff&lt;br /&gt;Hape ro sidoli na jogi&lt;br /&gt;Na ro manopot ho ito&lt;br /&gt;Jala huhut naung sarjana&lt;br /&gt;Jala anak ni namora I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga gabe di gali ho be&lt;br /&gt;Lombang naso boi timbungon hi&lt;br /&gt;Jala nungnga di gorgai ho be&lt;br /&gt;Dalan mu pasidinghon au&lt;br /&gt;Da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. ALE INANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ale inang pangintubu&lt;br /&gt;Huingot ho dinadao&lt;br /&gt;Andigan pe tarbalos au&lt;br /&gt;Lagum tu au na sai laon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang pe nuaeng au dao&lt;br /&gt;Lao dao sian jolom&lt;br /&gt;Tangiang mi ma baen inang&lt;br /&gt;Mandongani au di nadao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sai anju ma au ale inang&lt;br /&gt;Di sasude na nahubaen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;6. ALE INANG NI SI USSOK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ale ni inang ni si ussok, Boasa kejam&lt;br /&gt;Tarbukka jolo pittuon, Asi ma roham&lt;br /&gt;Massai ngali huhilala&lt;br /&gt;Tarbukka majolo pittuon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ale inang ni si ussok, Boasa kejam&lt;br /&gt;Ai molo naeng ho mokmok&lt;br /&gt;Pauba roham, Mitu do hasomalakku&lt;br /&gt;Tarbukka majolo pittuon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Dung leleng sai dituktuhi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. ANAK HON HU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakkon hu hasian, burju burju ma ho sikkola&lt;br /&gt;sotung marisuang gogokki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bereng dainang mi, naung bukkuk nang so matua&lt;br /&gt;holan pasari sari ho amang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Dang na mora au amang&lt;br /&gt;manang par hauma na bidang&lt;br /&gt;sotung laos marisuang&lt;br /&gt;sasusena halojaonki&lt;br /&gt;o amang..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Martaon ombun, didadang ari&lt;br /&gt;ditinggang udan do hami da amang&lt;br /&gt;di balian i.....&lt;br /&gt;holan asa boi pasikkolahon ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakkon hu hasian&lt;br /&gt;tangihon pangidoan kon&lt;br /&gt;sotung marisuang gogokki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. ANAK  MEDAN &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(penyanyi: Trio Lamtama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak medan, Anak medan, Anak medan do au, kawan &lt;br /&gt;Modal pergaulan boido mangolu  au,&lt;br /&gt;Tarlobi dipenampilan main cantik do au, kawan&lt;br /&gt;Sonang manang susah happy do diau,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;371 Songon digontinghi,&lt;br /&gt;Siap bela kawan berpartisipasi,&lt;br /&gt;378 Sattabi majo disi,&lt;br /&gt;Ada harga diri mengantisipasi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Horas......Pohon pinang tumbuh sendiri,&lt;br /&gt;Horas......Tumbuhlah menantang awan,.&lt;br /&gt;Horas......Biar kambing di kampung sendiri,&lt;br /&gt;Horas......Tapi banteng di perantauan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak medan, Anak medan, Anak medan do au, kawan &lt;br /&gt;Susah didonganku soboi tarbereng au,&lt;br /&gt;Titik darah penghabisan ai rela do au , kawan&lt;br /&gt;Hansur demi kawan, ido au kawan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. ANAK NA BURJU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku naburju anak hasianku, anakku nalagu&lt;br /&gt;ingot do ho amang di akka podani, natua tua mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dung hupaborhat ho namarsikkola i, tu luat na dao i...amang&lt;br /&gt;benget do ho amang, benget do ho, manaon na dangol i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo hu ingot do sude tahe amang, pangalohom na salpu i...&lt;br /&gt;sipata longos do natua-tua mon disi habunian i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutangiangkon do, mansai gomos amang, anggiat muba rohami&lt;br /&gt;dijalo do amang, dijalo do tangiang hi amang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ipe amang, hasian ku anakku naburju&lt;br /&gt;Pagomos ma tangiang mi, tu mula jadi nabolon i&lt;br /&gt;Anggiat ma ture, sude hamu pinoppar hi amang&lt;br /&gt;marsiamin-aminan, marsitukkol-tukkolan&lt;br /&gt;songon suhat di robean i..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik........................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dung lam dao amang, pangarantoan mi,  anak hasianku&lt;br /&gt;Dihaburjuhonho doi sude amang, ditano sileban i&lt;br /&gt;Mauliate ma tadok tu Tuhan i, dinaung nijalomi amang&lt;br /&gt;Jumpang mu do amang, jumpangmu do najinalahanmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to reff&lt;br /&gt;marsiamin-aminan, marsitukkol-tukkolan&lt;br /&gt;songon suhat di robean i..&lt;br /&gt;anak na burjuuuuuuuuuuuuuuu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;10. ANAK NA HOLSOAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jot jot do tumatangis, damang dainang i&lt;br /&gt;binaen ni sasude na pangalahokki&lt;br /&gt;disuru au sikkola, lalap do au diparedang edang an&lt;br /&gt;tois do au inong tois do au among diakka podami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hape dungkon marujung, damang dainang i&lt;br /&gt;sai manolsoli ma au dipangalahokki&lt;br /&gt;ai nang pe holan arsak, na hubaen ditikki ngolumi&lt;br /&gt;tung huhilala do panarihon mi, di au gelleng mon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Inang pangintubu amang parsinuan&lt;br /&gt;tung gok pe nahusari dainang&lt;br /&gt;dang tuk pasonang rohami&lt;br /&gt;Inang pangintubu amang parsinuan&lt;br /&gt;tu pahompu mi memehonokku sude na podami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis au inang tangis disihabunian&lt;br /&gt;marsak au amang dang binaen ni nasoada&lt;br /&gt;alai ala sosanga hubaen na denggan&lt;br /&gt;ditikki ngolumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;11. ANAKKON HI DO HAMORAON DI AU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.... Anakkon hi do hamoraon di au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhoi hoi pe au inang da tu dolok tu toruan&lt;br /&gt;mangalului ngolu-ngolu naboi parbodarian&lt;br /&gt;asal ma sahat gelleng hi da sai sahat tu tujuan&lt;br /&gt;anakkon hi do hamoraon di au.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang so tarihut hon au pe angka dongan&lt;br /&gt;ndada pola marsak au disi&lt;br /&gt;marsedan marberlian, marcincin nang margolang&lt;br /&gt;ndada pola marsak au disi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huhoho pe massari arian nang bodari&lt;br /&gt;lao pasikkolahon gellekki&lt;br /&gt;naikkon marsikkola satimbo timbona&lt;br /&gt;sikkap ni natolap gogokki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;12. ANAK TADING TADINGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga magodang au anak mon&lt;br /&gt;Namagodang di parhassitan on&lt;br /&gt;Anak natinoisson mon, Naso tumanda bohimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tung ro ma ho among tu nipikki, Asa haru hutanda bohimi&lt;br /&gt;Pasombu sihol hi among, Patolhas na dirohakkon&lt;br /&gt;Natading disahaethon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Husukkun ma among dainangi&lt;br /&gt;Manang adong tading tading ni gombar mi&lt;br /&gt;Soganda holan ilu do among&lt;br /&gt;Dibahen dainang I lao mangalusi au&lt;br /&gt;Au on ma jolma namali ali on. Naso tumanda bohimi among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;13. ANDIGAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andigan sai andigan ma nian&lt;br /&gt;boi mulak tu bonani pasogit i&lt;br /&gt;malungun sai malungun rohakki &lt;br /&gt;lao mandulo tano hagodangan ki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aut boi aut boi manian, tarsongon lali habang au inang&lt;br /&gt;mamittor tokkin on do au ro&lt;br /&gt;lao mandulo damang dainang i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;O... ale alogo, boan jolo tonakkon&lt;br /&gt;tu damang dohot dainang i, paboa namalungun rohakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;14. ANDILO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andilo sai andilo na hian ale amang&lt;br /&gt;Hadang hadangan, hadang hadangan saonari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian sai bagian da inang ale amang&lt;br /&gt;Ikkon jaloon ikkon jaloon saonari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ue da bagian lapung, Sibaran lapa lapa&lt;br /&gt;Boasa ma ikkon saonari, Jaloon ku songonon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sude sai sude halak lobian da inang&lt;br /&gt;Da muba au da muba au da hahurangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;15. ANDUNG NI ANAK SIAMPUDAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dang begeonku inong...soara mi dainong hu&lt;br /&gt;Turi turian nama diau dainong, dipaninggalhon mi diau&lt;br /&gt;Pussu ni si ubeon mi dainong, au inong simagoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dung hubege baritami dainong, Naung jumolo ho inong&lt;br /&gt;Mangangguk bobar maau inong, Lungun nai di au on&lt;br /&gt;Di au siampudan mi dainong, Da siampudan lapungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsali ma au dainong, Da tu hombar ni jabui&lt;br /&gt;Asa adong da ongkos hi dainong&lt;br /&gt;Manggeahi udean mi, Inganan na saoboi be haulahani dainong&lt;br /&gt;Tois nai ho inong hu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dung sahat au dainong, Diharbaganni hutai&lt;br /&gt;Hubereng ma da ruma mi dainong&lt;br /&gt;Nungnga balik balatuk mi, Marduhut ma alaman mi dainong&lt;br /&gt;Nungnga tudos tu natarulangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hei….. hei…. Hei…. Hei… hei …. Hei…&lt;br /&gt;Inong…. Inong….ingong….inong…inonggg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husukkun ma dongan sahuta dainong, Didia do hudean mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipatuduhon ma tu au dainong, Da dipudini jabui&lt;br /&gt;Dihambirang ni damangi dainong, Ditoruni harambir mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukkap potimi dainong...Inganan ni salendang mi&lt;br /&gt;Hape ditongos do tu au dainong&lt;br /&gt;Gabe tinggal ma orbuki, &lt;br /&gt;Sian rapu rapu turere dainong, Ias ias ni jabumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;16. ANJU AU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anju au sai anju au ale anggi&lt;br /&gt;Di namuruk manang marsak rohakki&lt;br /&gt;Nang so hupaboa arsak nadiroha&lt;br /&gt;Holong ni rohakku sa hot do i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anju au sai anju ai ale anggi&lt;br /&gt;Ekkel mi mambaen pasonang rohakki&lt;br /&gt;Tung saleleng au di lambung mi&lt;br /&gt;Anju au sai anju au ale anggi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. ASOM NA DIDOLOK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trio Maduma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asom na didolok I, Dekke na di tao i&lt;br /&gt;Mardomu do muse ito, Mardomu di susuban tano&lt;br /&gt;Asing daina I, Tonggi jala tabo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alai tung boasa ma, Hita da hasian&lt;br /&gt;Nalao patua hata ma, Laos gabe tata di baekko o ito&lt;br /&gt;Boasa songoni, Boasa hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Sai huingot dope, Hata naung ni undukmi&lt;br /&gt;Hita na dua do, Naumbotoi sude&lt;br /&gt;Alai tung boasa ma, Gabe tadikonon mu au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa tung rimangi ma, Di bagas roha mi&lt;br /&gt;Sotung sumolsol ho muse, Sumolsol di pudi ni ari&lt;br /&gt;Boasa songoni, Boasa hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;18. ATIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atik....Atik na on ma pajumpang, dihita on namarsihaholongan&lt;br /&gt;Jalang ma au jalang ma au...Da hasian&lt;br /&gt;Molo....Molo masihol ho di au, Tu bulan i tu bulan i tatap ma au&lt;br /&gt;Pasombu sihol ni roham...Da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Atik naon nama, Hita pajumpang muse&lt;br /&gt;Jalang ma au ito, Jalang ma au da hasian&lt;br /&gt;Unang sai tangis ho ito, Paborhat au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggiat, Sai anggiat ma nian&lt;br /&gt;Pittor hatop pittor hamu mangihut&lt;br /&gt;Anggiat ma tibu hamu, Dapotan rokkap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;19. ATTAR DIDOKHON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Attar didok hon, Attar didok hon, Na lao parhallethon au&lt;br /&gt;Attar didok hon, Attar didok hon, Holong ni rohanai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang be ito parmeam meam, Au boru ni napogos on&lt;br /&gt;Nungnga be huboto rohami, Dang adong be laba ni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga be huboto rohami, Ale ito dapargabus&lt;br /&gt;Lao ma ho ito, Lao ma ho ito, Pakke ma sipatumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Mulak ma jo ho, Mulak ma jo ho ale ito&lt;br /&gt;Sotung sanga muruk, Sotung sanga muruk au annon&lt;br /&gt;Attar didokkon ho ma, Songoni ito&lt;br /&gt;Holan hata hata do di ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;20. BARINGIN  SABATOLA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Baringin saba tola, Da tolu ratting sakkam bona&lt;br /&gt;Sanga ise na matobang, Naikkon do marhasolhotan&lt;br /&gt;Damuba ma sipirok, Sada bagas tolu bukkulan&lt;br /&gt;Mata pe sora tarpodom, Moloni ingot paruntungan&lt;br /&gt;Jambatan ni sipidoli, Muara i, muara mais&lt;br /&gt;Janjita na salobi, Molo nipikir marhabis habis&lt;br /&gt;Timbo dolok martimbang, Toru nai dalan sibolga&lt;br /&gt;Nang so marsipakulingan, Asalma marsipanotnotan&lt;br /&gt;yiahulehi…lehi,,yiahulehi…yiahulehi…lehi,,yiahulehi&lt;br /&gt;Sai horas ma,, sai horas ma…horas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;21. BEHA PANDUNGDUNG BULUNG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beha pandung-dung bulung dainang&lt;br /&gt;Dasongonon...dasongon dumao dao&lt;br /&gt;Beha pasombu lungun dainang&lt;br /&gt;Dasongonon....dasongonon padao dao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hassit  jala dangol do namarsirang&lt;br /&gt;Arian nang botari sai tangis inang....a.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beha roham di au haholongan&lt;br /&gt;Pasombuon....mu au ito lungun lungunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik.......................................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassit  jala dangol do namarsirang&lt;br /&gt;Arian nang botari sai tangis inang....a.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beha roham di au haholongan&lt;br /&gt;Pasombuon....mu au ito lungun lungunan&lt;br /&gt;Pasombuon....mu au ito lungun lungunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;22. BIRING MANGGIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perban sangkutna ukurku bandu&lt;br /&gt;Bagi lau mbelin mbura ku pusuhku&lt;br /&gt;Em dalanna ku lambiar-mbiar&lt;br /&gt;Nuriken kata surang-surangku&lt;br /&gt;O mbirin manggisku..&lt;br /&gt;[**]&lt;br /&gt;O turang…. o mbiring manggis ku… ooo…&lt;br /&gt;Mbiring-mbiring seh kel tebunaa…&lt;br /&gt;Mbiring-mbiring tambah jilena&lt;br /&gt;Mbiring menggoda cirem tambah ngenana&lt;br /&gt;O mbiring manggisku…&lt;br /&gt;Mbiring-mbiring tambah jilena&lt;br /&gt;Mbiring menggoda cirem tambah ngenana&lt;br /&gt;O mbiring manggisku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke [**]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;23. BOANOKKU DO HO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sian dia ma mulaionku&lt;br /&gt;Lao mandok tu ho holong ni roha&lt;br /&gt;Horas ma ito....horas hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga tung leleng marsitandaan&lt;br /&gt;Dang adong dope lao siingoton&lt;br /&gt;Ro do au ito....ro do au tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Molo dung hon saut hita mardongan&lt;br /&gt;Naeng tong-tong nian marsihaholongan&lt;br /&gt;Unang ma diparalang-alangan&lt;br /&gt;Asa unang gabe si hataon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haholongan ku do ho, saleleng au mangolu&lt;br /&gt;Nang rodi dinalao mate pe 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingotonku doho...ingotonku doho&lt;br /&gt;Ingotonku ingontonku...ingotonku do ho&lt;br /&gt;Boanoku do ho....boanoku do ho&lt;br /&gt;Boanuku boanku...boanoku do ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;24. BOAN SAI BOAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boan sai boan togihon au ito, Rap hita lao tu na dao&lt;br /&gt;Damang da inang, Hutinggal hon ito, Boan ma au&lt;br /&gt;Unang sai unang tinggalhon au ito, Rap hita lao tu na dao&lt;br /&gt;Ikkon di lambung mu do au hasian, Boan ma au&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Torop pe bintang na dilangit, Sigara ni api sada do&lt;br /&gt;Torop pe si boru na uli&lt;br /&gt;Tinodo ni rohakku holan hodo ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang sai unang tinggal hon au ito&lt;br /&gt;Rap hita lao tu nadao&lt;br /&gt;Tung maccai haccit do namarsirang hasian…Boan ma au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;25. BOASA  IA  DUNG  BOTARI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adong huida sada bunga, Rupana tung massai uli&lt;br /&gt;Sai marhabang akka loba, Naeng songgop tu bunga nai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dina laho au naeng mambuat, Huida dang disi bei&lt;br /&gt;Mulak boti au jala marsak, Pasari sari bungai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sai huranapi humaliang, Mangalului si songoni&lt;br /&gt;Hape dinaso pakkiriman, Huida ho di lambuki&lt;br /&gt;Boasa ia dung botari, Pajuppang au dohot ho&lt;br /&gt;Sian na sogot sai hulului, Rokkap ni tondi da ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;26. BOASA DOHONONMU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boasa dohononmu tu au, dihaholongi ho&lt;br /&gt;Gabe pakkilalaan di au, Tung massai dao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amang hassit nai diau Dung lao maho dao&lt;br /&gt;Gabe marsahit lungun do au, Holan alani ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Alai anggo au tahe, Soada be diau&lt;br /&gt;Marabur ilukki hasian, Holan alani ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggiat ma sai gabe maho, Tumuttun lomomi&lt;br /&gt;Maranak nang marboru maho, Torop sopiga gelleng mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;27. BOASA GABUSANMU AHU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trio Ambisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutaon do tahe, marsikor tondingku&lt;br /&gt;mangalangi gulamo naditutung i&lt;br /&gt;Anggiat tung bolas so sahat mamboan goarhi amang&lt;br /&gt;Asa adaong tahe da upa ni lojaki humongkop i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurippu do tahe di ingot ho sude amang,&lt;br /&gt;Da lojaki laho paborhathon ho&lt;br /&gt;Holi-holi ku mapukpuk hasian na lagu&lt;br /&gt;Hurippu do burju na marsingkola i da tondingku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Boasa ma tung songon i ho tondingku&lt;br /&gt;Nungga tung lupa ho hape dipodaki&lt;br /&gt;Maredang-edang do diula ho o tondiku&lt;br /&gt;Rap marjambulan naganjang ho among o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boasa ma tung gabusan mu ahu amang&lt;br /&gt;Sarihon ma tung bereng ahu o tondingku&lt;br /&gt;Nungga suman tu dolok na marsursur ahu amang&lt;br /&gt;Dagingku nungga maheu humongkop ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Music…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakibung do tahe tappuk ni pusu2 ki&lt;br /&gt;Mandele ahu marningot pangalahomi&lt;br /&gt;Sarihon  ma ahu da amang hasian na lagu&lt;br /&gt;Unang manolsol ho molo mate marsak ahu o tondiukku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;28. BOASA IKKON PAJUMPANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borngin soada donganki&lt;br /&gt;Tading sasada au disi&lt;br /&gt;Dilage-lage podomanki&lt;br /&gt;Tung dao...dao ho sian au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rurus tarsongon bulung&lt;br /&gt;Russur gulang tu toru&lt;br /&gt;Songon i ma nang rohangku&lt;br /&gt;Bereng au ito da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Boasa ikkon pajumpang&lt;br /&gt;Hape ikkon marsirang&lt;br /&gt;Boasa ma ho hu tanda&lt;br /&gt;Ndang tardok au sude na hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ndang boi huhalupahon&lt;br /&gt;Ndang boi mago sian rohakki&lt;br /&gt;Holan ho do di ngolukku&lt;br /&gt;Nang pe tung dao ho sian au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;29. BOHA MA PANGANDUNGHU AMONG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bohama pangandung hu da amang&lt;br /&gt;Di amang na hu adui&lt;br /&gt;Da parroha simulak ulak ho among&lt;br /&gt;Parsiturian naso hatanoipan&lt;br /&gt;Molo huparningothon ma among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Nunnga pinaginjang ni nadangol au&lt;br /&gt;Pi nabolon ni nahassiti&lt;br /&gt;Among among….&lt;br /&gt;Hei hei hei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huandung ma damang, Amang rabi rabi&lt;br /&gt;Amang hopa ropa, Babiat di huta&lt;br /&gt;Songon hoda si bolaon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boha ma pangandung hu da amang&lt;br /&gt;Di damang na hu adui&lt;br /&gt;Aut binaen ni ginjang hu au&lt;br /&gt;Na boi do paunduhon hi&lt;br /&gt;Aut binaen ni bolon hu ma among&lt;br /&gt;Na boi do parjorbingon hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;30. BORHAT MA DAINANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Borhat ma dainang, Tubuan laklak ho inang tubu sikkoru&lt;br /&gt;Horas ma dainang, Tubuan anak ho inang tubuan boru&lt;br /&gt;Horas ma dainang, Ronghapmu gabe helanghi dongan matua&lt;br /&gt;Horas ma dainang, Ditongan dalan nang dung sahat ro di huta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Unang pola tangisho, Ai tibu do ahu ro&lt;br /&gt;Sirang pe ahu sian ho, Tondinghi gumonggom ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengkel ma dainang, Sai unang tangis ho inang martuk tukian&lt;br /&gt;Ingot martangiang, Asa horas hamu nalaho nang na tinggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;31. BORU HASIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga robot be bornign, Boru dahasian&lt;br /&gt;Unang sai tumatangis be ho&lt;br /&gt;Burju ma ho sinuan beukku&lt;br /&gt;Unang diboto halak da borukku&lt;br /&gt;Na songonon parngoluon ta dahasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang pe di parsoada&lt;br /&gt;Daparsinuan mi&lt;br /&gt;Didok na so sinuanna ho&lt;br /&gt;Dung tolu bulan di bortian hi&lt;br /&gt;Lao do marbuni buni tu nadao&lt;br /&gt;Manadikkon au naung denggan pamatangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hulului sai hujalahi&lt;br /&gt;Didia do amang mi&lt;br /&gt;Hape sojumpang borukku hasian&lt;br /&gt;Marsiak do au lungun lungunan&lt;br /&gt;Dihuta habalian hi&lt;br /&gt;Paima amang mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holan patunda ni&lt;br /&gt;Pambaenan ni daamang mi boru&lt;br /&gt;Taonon mu songonon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma hombar ni jabu&lt;br /&gt;Manukkun inang mon&lt;br /&gt;Hudok ma naung jumolo boru&lt;br /&gt;Marujung ngoluni daamang mi&lt;br /&gt;Unang diboto halak daborukku&lt;br /&gt;Na songonon parngoluon ta dahasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;32. BORU PANGGOARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tribute to Naomi &amp; Echa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ho do borukku, tappuk ni ate atekki&lt;br /&gt;Ho do borukku, tappuk ni pusu pusukki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(**)&lt;br /&gt;Burju burju maho, namarsikkola i&lt;br /&gt;Asa dapot ho, na sinitta ni rohami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo matua sogot ahu, Ho do manarihon ahu&lt;br /&gt;Molo matinggang ahu inang, Ho do namanogu-nogu ahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff .....&lt;br /&gt;Ai ho do borukku, boru panggoaranhi&lt;br /&gt;Sai sahat ma da na di rohami.&lt;br /&gt;Ai ho do borukku, boru panggoaranhi&lt;br /&gt;Sai sahatma da na di rohami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Music……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang dari (***) sampai habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;33. BORU  NABASA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tribute to Naomi &amp; Echa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boru hasianku boru sinuan beukku...nabasa&lt;br /&gt;Nungga magodang ho, naingkon muli na ma ho,&lt;br /&gt;borukku da hasian...&lt;br /&gt;Nuaeng pe inang ai nungga ro be rongkap mi....helaki &lt;br /&gt;Dimangajanaon jangkon ma pasu-pasu ni natorop i....&lt;br /&gt;pir ma tondim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burju ma ho o borukku pature siadopanmi &lt;br /&gt;Sai unang lupa ho inang manubut simatuami &lt;br /&gt;asa tanda boru ni raja ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuan laklak nang sikkoru, na didolok ni purba tua&lt;br /&gt;Tubuma anak dohot boru jala sahat saur matua&lt;br /&gt;Tangiangki ma boruku na mandongani ho dinadao&lt;br /&gt;Masiamin-aminan, masianju-anjuan....dainang dohot helaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musik...................&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuaeng pe inang, ai nungga ro be rongkap mi....helaki &lt;br /&gt;Dimangajanaon jangkon ma pasu-pasu ni natorop i, &lt;br /&gt;pir ma tondim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingot ma padan naung ni unduk mi di jolo ni pandita i&lt;br /&gt;Tung na so jadi ho marsirang, &lt;br /&gt;so nisirang ni hamatean...ido hatani Tuhan i&lt;br /&gt; Tung na so jadi ho marsirang, &lt;br /&gt;so nisirang ni hamatean...ido hatani Tuhan i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;34. BOTO LUNGUN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boto lungun anakku, di masa haleon on&lt;br /&gt;unang be si todo hasian, naso tolap gogoki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bereng anggi ibotomi, na torop sopigai&lt;br /&gt;sotung sumolsol bagi I, malo so marsikkolai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Burjuhon damang namar sikkolai&lt;br /&gt;ido naboi tarbahen au nalao pauseang mi&lt;br /&gt;Ai soada hauma hasian nalao panjaean mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff II:&lt;br /&gt;Burjuhon ma pahaseang ma hinorus ni hodokki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;35. BULANI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulani… bulani...Pardomuan ni simalolong dainang&lt;br /&gt;Beha bahenon dainang, Bagiani do si jaloon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O inang… o amang...Tinggal ma ho borhat ma au tu na dao&lt;br /&gt;Beha bahenon dainang, Bagiani do si jaloon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Andigan pe, Boi au pajumpang&lt;br /&gt;Dohot dainang dapangintubu&lt;br /&gt;Dohot tu damang daparsinuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;36. BUNGA NABOTTAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujalo doi suratmi ito da na tuau&lt;br /&gt;Tarsonggot do au manjahai&lt;br /&gt;Didokkon ho lupahononmu sude&lt;br /&gt;Janjimi da natuau di borngini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manetek ilu sian simalolong ki&lt;br /&gt;Marningot sude janji tai&lt;br /&gt;Hape dinalao muli namaho&lt;br /&gt;Didokkon ho ma tua sirang ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Parrrohahon mai bunga ki baen mai dilambung mi&lt;br /&gt;Bunga nabottar na hulehon tu ho&lt;br /&gt;Ianggo au ndang naro tu pesta mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dang na tartuppahi au be ho&lt;br /&gt;Simpan mai bungaki&lt;br /&gt;Ima tuppakku tu ho&lt;br /&gt;Ianggo au dang naro tu pesta mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;37. BUNI DI ATE-ATE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Trio Lamtama (Ciptaan : Dakka Hutagalung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naeng do ho sai hupasiding&lt;br /&gt;Alai maniak ate-ate&lt;br /&gt;Nunga tung balga jala tung bagas&lt;br /&gt;Holong ni rohaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;Naeng do ho sai hulupahon&lt;br /&gt;Siholhi so boi hutaon&lt;br /&gt;Lam dao ahu laho,  manadinghon ho&lt;br /&gt;Lam ganda sitaonon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Bereng ma dison buni di ate-atekhon&lt;br /&gt;Simpan dope goarmu&lt;br /&gt;Bereng ma dison peak di pusu-pusukhon&lt;br /&gt;Simpan dope gambarmu&lt;br /&gt;Ndang tarbahen ahu dope, mangalupahon ho&lt;br /&gt;Ndang tarbahen ahu, ndang tarbahen ahu&lt;br /&gt;Laho pasidinghon ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang sian (***) sampai habis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;38. CINTAKI  HOLAN TU HO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Trio Lamtama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha do…haccit ni rohami hubahen,&lt;br /&gt;Paboama tu ahu ito dihahurangangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;Unang be, unang be sai ingot be sude&lt;br /&gt;Ro ma ho, mulak ma ho tu ahu&lt;br /&gt;Ai holan ho dirohangki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Unang tinggalhon ahu, unang pasombu ahu&lt;br /&gt;Sasada ahu lungun-lungunan, ai holan ho do hasian&lt;br /&gt;Na boi pasonang rohangki&lt;br /&gt;Cintaki holan tu ho, ito…hasian….nalagu&lt;br /&gt;Holongki holan tu ho, ito…hasian….nabasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;music…………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff …………….  (2x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;39. DAINANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalan na rahis, mabukkuk dilaosi ho&lt;br /&gt;Loja ho inang, dinalao mangulai&lt;br /&gt;So sanga tahe didai ho na sonang i&lt;br /&gt;Holan lau pature-ture au….dainang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;Roham tung lambok, nang pe loja ho inang&lt;br /&gt;Ingkon do sonang bahenonku ho nian&lt;br /&gt;Sosanga didai ho, lojani  da tanganmi&lt;br /&gt;Hape dang di paima ho……………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Aha ma bahenonku…dia ma tarbahen au&lt;br /&gt;Mambalos burjumi&lt;br /&gt;Ia dung dapot au, na lao pasonang roham&lt;br /&gt;Hape nungga jumolo ho inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mulai dari (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ondo na hudok, tu hamu ale dongan&lt;br /&gt;Ingot natorasmu, debatam di tanoon&lt;br /&gt;Unang dung mate, tortoranmu bangke i&lt;br /&gt;Dang adong be laba ni…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha ma bahenonku…dia ma taebahen au&lt;br /&gt;Mambalos burjumi&lt;br /&gt;Inang na uli lagu, inang nauli basa&lt;br /&gt;Holan dangol nai do bagianmu&lt;br /&gt;Holan dangol nai…do………….bagianmu…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;40. DAMANG DAINANG I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damang dainangi, Natua tua hi&lt;br /&gt;Jot jot doi tarilu ilu, Alani hapogosoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natangis di sihabunian, Namekkel di sihapataran&lt;br /&gt;Alani pogos na tarlobi, Da manghatai so diroha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Didok dainang ma tu au, Sikkola damang anak hu&lt;br /&gt;Alai hudok ma mangalusi, Aha hepeng ta lao tusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggo na hepeng do nahurang amang&lt;br /&gt;Tautang utang anak hu&lt;br /&gt;Asalma saut sikkola amang&lt;br /&gt;Tasukka sukka anakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;41. DANG HAULAHAN BE MULAK POSO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aut sura hutangihon poda ni damang dainangi&lt;br /&gt;Namangorai au namarboru silebani&lt;br /&gt;Hape dung nuaeng sumolsol bagi&lt;br /&gt;Alai dang haulahan sude nai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Aha ma hulaning sidohonon hu tu ho&lt;br /&gt;Leleng hupaima didia do ho&lt;br /&gt;Dang haulahan be mulak poso&lt;br /&gt;Horas ma ho horas nang au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;42. DANG NA UJUI BE HO&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Trio Ambisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagas sabulan on, so hea be ho ro, lao mandulo au&lt;br /&gt;Naung muba do ho, naung mose do ho, tu au da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;Naso sayang be ho, na so cinta be ho, tu au hasian&lt;br /&gt;Hulila do i sian pambahenanmi dang na ujui be ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Molo naung  bosan ho tu au ito, &lt;br /&gt;ala naung moru hagantengonki&lt;br /&gt;Hatahonma…hatahonma tu ahu asa huboto mamikiri i&lt;br /&gt;Manang naung adong gantiku ito, &lt;br /&gt;umbahen na muba rohami tu au&lt;br /&gt;Hatahon ma…hatahon ma tu ahu, unang gantung holongki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Music&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to (***) &amp; Reff……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatahon ma…hatahon ma  tu ahu, unang gantung holongki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;43. DANG TURPUKTA HAMORAON&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Cipt. Dakka Hutagalung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang be sai marsak ho amang, Molo tung gotap sikkola mi&lt;br /&gt;Aut tarbaen gogokku ma nian, Taon tonokku do humokkop ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dang na mora hita da amang, Manang par hauma na bidang&lt;br /&gt;Aut na boi marsali au nian, Ndada na manjua au tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Aut dilambukku damang parsinuan mi&lt;br /&gt;Ra tolap au dope pasingholahon ho&lt;br /&gt;Alai sosorang dope ho hasian hu&lt;br /&gt;Dang dipaima be haroro mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar ma damang pabulus roham&lt;br /&gt;Digomgom tondikki do ho sari matua&lt;br /&gt;Sabar madang pabulus ma roham&lt;br /&gt;Digomgom tondikki do ho sarimatua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O amang… o amang&lt;br /&gt;O amang amang amang dahasian&lt;br /&gt;O amang… o amang&lt;br /&gt;Amang amang hasian hu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mate amang mi somartinading da amang&lt;br /&gt;Ganda hauma sisattopaki amang&lt;br /&gt;Au hon damanag ma sude na lungun&lt;br /&gt;Dang na turpukta hamoraon hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;44. DIDIA JUMPANG AU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didia jumpang au, Hasudungan hi&lt;br /&gt;Loja loja do au, Manjalahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husunghun do sude, Akka parjalangi&lt;br /&gt;Soada naumbotosa, Didia ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Boasa so martona ho ito&lt;br /&gt;Boassa tung tadinghonnon mu au&lt;br /&gt;Di nadao, Hassit nai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masihol do au, Sai naeng jonok tu ho&lt;br /&gt;Mulak mulak ma ho, Sian nadao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;45. DIDIA HO AMONG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didia ho among….didia ho among&lt;br /&gt;Didia ho among….didia ho among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dolok simanabun i, na soboi nangkohanki&lt;br /&gt;Ta..o silumallan i, na soboi langeangki &lt;br /&gt;Tutu hujururi do among, tutu hulangei do tusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bonang pardomuan i, hararat ni baritai&lt;br /&gt;Sude ris umboto i, sahat tu desanawalu i&lt;br /&gt;Nungga turi-turian ho among&lt;br /&gt;Among da umbalas ahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naponjot so nabolon ahu, umbege barita i&lt;br /&gt;Huhut marnipi jongjong ahu, songon na tarsongot i&lt;br /&gt;Mangangguk gobar ahu, umbege barita i&lt;br /&gt;Harbang ni tondi ahu, alana tarsongot i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didia ho among….didia ho among&lt;br /&gt;Didia ho among….didia ho among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musik……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naponjot so nabolon ahu, umbege barita i&lt;br /&gt;Huhut marnipi jongjong ahu, songon na tarsongot i&lt;br /&gt;Mangangguk gobar ahu, umbege barita i&lt;br /&gt;Harbang ni tondi ahu, alana tarsongot i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didia ho among….didia ho among&lt;br /&gt;Didia ho among….didia ho among&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;46. DIDIA ROKKAP HI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha.....namarsigorgor di roham,  ale inang pangintubu&lt;br /&gt;Umbaen sai marsak ho, umbaen sai tangis ho&lt;br /&gt;Ganup ari ho dinabuni, &lt;br /&gt;Paboa ma jolo, tu au anak hon mon&lt;br /&gt;Pos roham, naoloanku do sude&lt;br /&gt;Tung manang aha didok ho&lt;br /&gt;Unang sai marsak ho, unang sai tangis ho&lt;br /&gt;Tung aha do ulaning alana&lt;br /&gt;Paboa ma jolo, tu au anak hon mon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Mangoli damang nimmu tu au, Dang na so olo au inang &lt;br /&gt;Alai didia rokkap hi, Didia rokkap hi&lt;br /&gt;Nungnga tung loja au Mangalului i&lt;br /&gt;Dang jumpang au na hot di au&lt;br /&gt;So pambahenan na humurang&lt;br /&gt;Alai boasa ikkon sirang...Ooooooo&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;Molo tung sapatama na sorop&lt;br /&gt;Mambaen bogas hi gabe tarborot&lt;br /&gt;Sapata nise on oppung, O mula jadi nabolon&lt;br /&gt;Paboa ma tu au, Paboa ma tu au&lt;br /&gt;Didia rokkap hi, Didia rokkap hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang dari (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;47. DIINGOT HO DOPE&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diingot ho dope ito da, ditikki rap hita nadua&lt;br /&gt;Diborngini padua-dua, Maccai sonang do rohakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diingot ho dope ito da, Diparborhat mu ujui&lt;br /&gt;Tadingma au tading dihuta, Maccai lungun do rohakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga didia ho, Ale ito dahasian&lt;br /&gt;Nungnga masihol au, Nungnga masihol au tu ho&lt;br /&gt;Aut sura boi nian, Tarsongon lalihabang au&lt;br /&gt;Stokkinon do au ro, Lao mandapotton ho ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;48. DINAMARSIRANG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamarsirang, hita nadua da ito&lt;br /&gt;Arsak ni rohakki, Arian borngin sai ro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boha bahenon, Nungnga bagian songon on&lt;br /&gt;Naikkon sirang au, Naikkon sirang sian ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Tung so hurippu do, Tung so huboto do&lt;br /&gt;Naingkon sirang au, Naikkon sirang sian ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manetek ilu, Sopanagaman da ito&lt;br /&gt;Arsak ni rohakki, Arian borngin sai ro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husungkun ma aha do namasai&lt;br /&gt;Tarsonggot au naung marujung ngolumi&lt;br /&gt;Lungun nai di au ito, Sidoli nasundat marbogasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;49. DINALAO BORHAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinalao borhat ho amang&lt;br /&gt;Na tu jakartai namarsikkolai&lt;br /&gt;Husindorhon do sude amang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hape dang na marsikkola ho, Na di jakarta&lt;br /&gt;Gabe didongani ho ma, Silaosi podai&lt;br /&gt;Sega ni pikkiran ki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maradu so sikkola, Anggi dohot ibotomi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. DINARO SIMATUAKKU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinaro simatuakku, mandulo boru nai&lt;br /&gt;Diboan do dekke jahir na sai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekkel suping ma attong da, inang ni dakdanak i&lt;br /&gt;mida dekke binoan ni inantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;ai di naro.....simatuakku.... o mandulo......borunai.....&lt;br /&gt;ai diboan..... do dekke jahir....diboan do...dekke jahir nasai.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang rohakku pe tarhirim, jala mekkel mida i&lt;br /&gt;ima dekke binoanni inantai, dohot do dongan sahuta&lt;br /&gt;gabe mekkel mida I, ima dekke binoan ni inantai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. DIPARSOBANAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai diingot ho do dinajolo, rap dakdanak uju i&lt;br /&gt;Rap marmeam meam di hauma manang di balian i&lt;br /&gt;Ho marlojong lojong di batangi laos hu adu sian pudi&lt;br /&gt;Laos tinggang do ho ditikki i sap gambo bohimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai diingot hodope ito nadiparsobanan i&lt;br /&gt;Ima naso tarlupahon au tikki roma rimbus i&lt;br /&gt;laos hubukka ma dabajukki asa adong saong-saong mu&lt;br /&gt;tung massai gomos do ho huhaol asa tung las ma daging mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hape dung saonari nungnga leleng dang pajumpang dohot ho hasian,&lt;br /&gt;nungnga adong sappulu taon atik naung muli do ho&lt;br /&gt;Molo tung namuli pe taho dang na pola sala i hasian&lt;br /&gt;asal ma huida bohimi asa tung sonang rohakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggo ala rokkap do itu si juttak do umboto i.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. DIRONDANG NI BULAN I&lt;br /&gt;oleh Trio Ambisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirondang ni bulan i, tung sonang do huhilala&lt;br /&gt;Ai mago do sude nasidangolangki&lt;br /&gt;Hape dun g ro naholom i sai marsak do huhilala&lt;br /&gt;Gabe tarsunggul do sude sitaonnoki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(****)&lt;br /&gt;Tung ise be naboi, mangapul ahu disi&lt;br /&gt;Ia so ho ale ito, haholongan, Sai ingot ahu ito,,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antong sai ingot ma sude janji ta i, diborngin i&lt;br /&gt;Ai holan ho na boi pasonang  rohangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musik......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(****)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antong sai ingot ma sude janji ta i, diborngin i&lt;br /&gt;Ai holan ho do pasonang da rohangki&lt;br /&gt;Ai holan ho do pasonang da rohangki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. DISI HUJAHA  SURATMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disi hujaha mai surat mi, Massai ngot ngot rohakki&lt;br /&gt;Muli nimmu ho tu anak ni namorai&lt;br /&gt;So sanga dope mulak tandakki&lt;br /&gt;Sai tumatangis ma au alanii, Alani pambahenan mi&lt;br /&gt;Tinggal nama au anak ni napogos on&lt;br /&gt;Jalo ma ito sapatakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hassit nai bernit nai, Pambaenan mon ito tu au&lt;br /&gt;Kawin nimmu ho, Tusidoli namorai&lt;br /&gt;Marsapata tu ho ma tandakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. GAREJA BOLON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ingot ho do, tingki dakdanak najolo i&lt;br /&gt;Uju na rap dope, au dohot ho tahe di huta&lt;br /&gt;mansai sonang, mansai uli do tung aha pe&lt;br /&gt;so adong na hurang, sude do jumpang di hita be&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ingot ho do gareja bolon di dolok i&lt;br /&gt;porlak na i ma parmeamanta na dua&lt;br /&gt;mansai sonang, mansai uli do tung aha pe&lt;br /&gt;dang jumpang mara, dang jumpang bada di hita be&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff: &lt;br /&gt;hape asing do, ngolungki muse&lt;br /&gt;dungkon matua au, tung gok do mara,&lt;br /&gt;tunggok do bada, na ro tu auuuuu&lt;br /&gt;gabe masihol au tu huta i muse dohot tuho&lt;br /&gt;Masihol au, tu huta i dohot tuho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. GOKHON DOHOT JOU-JOU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hata ni damang do ito, siporiban&lt;br /&gt;Nahuoloi, umbaen taronjar rohangki laho mangoli&lt;br /&gt;Tu ho ito maen na tinodo na i&lt;br /&gt;Dang na so ada da ito da bogashi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dunghon tarunduk ho boru ni nantulang hata ni damang i&lt;br /&gt;Marpungu ma raja parhata, dongan tubu,&lt;br /&gt;Laho mangkatai sinamot pangolionhi&lt;br /&gt;Dohot do tulang, angka hula-hula i&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hape dunghon mardalan gokhon jou-jou i&lt;br /&gt;Tu angka tondong sisolhot dongan sahuta i&lt;br /&gt;Hape tompu munggil roham tu sidoli na mora i&lt;br /&gt;Sadari nai nama pamasu-masuonta i&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dapot ma ari naung tarsurat di undangan i&lt;br /&gt;Marroan ma angka na torop mangadopi pesta i&lt;br /&gt;Tung longang jala tarhatotong ma sude loloan i&lt;br /&gt;Ala so ada ho ito di lambunghi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gabe maila, maila, maila ahu ito&lt;br /&gt;Dang taralusi ahu be sungkun-sungkun ni jolma i&lt;br /&gt;Margabus ma damang dainang tu angka na torop i&lt;br /&gt;Unang tarboto da ito sude siak ni bagingki&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ai tung so boi do tarhatahon na hansit na binahenmi&lt;br /&gt;Tung na so jadi tarlupahon saleleng ahu di ngolungki&lt;br /&gt;Huhuhuhuhuhuhhuuuuu uuu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. HABANG BIRRIT BIRRIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai di usehon do mudarni da bangsoi&lt;br /&gt;Habang birrit...Habang birrit....Sattabi loloan on&lt;br /&gt;Dipatakkas dipatilik....Dipatakkas dipatilik, Bohi nagurapon on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sik sing sibatubmaikkam ni surle surle&lt;br /&gt;Boha parhoda boban damarsipatu da huling huling&lt;br /&gt;Boha pogos ni damanag ikkon alusan do namakkuling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On dope huboto ito da, Turi turi pakko pakko&lt;br /&gt;Pangeol ni napulang maho....Pweeeeeeeee&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwaktu malam teraang bulan, Kau ada duduk disamping ku&lt;br /&gt;Siapa suka suka itoda, Diambar kami banyak limbat&lt;br /&gt;Ulu ni limbat didoltuk...Ulu ni pisang dibondut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalalala....Lalalalala...Lalalalalala....Lalalalalalala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diwaktu malam bulan purnama&lt;br /&gt;Cincin kuterima, Tanda nya cinta 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulak cincin hi da ito, Paulak cincin hi da ito&lt;br /&gt;Hutekken namai da ito, Disuka relai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redi koman da ito, Sipussu ni hotang&lt;br /&gt;Roma ho tuson da ito, Si boru ni tulang&lt;br /&gt;Ai molo olo ho di au, Ikkon do ripe sonang&lt;br /&gt;Sian dia dalan ni au on ripe sonang&lt;br /&gt;Kopi susu manogot, Sikkola potang potang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layang layang sursar inang, were uerre&lt;br /&gt;Mangakkat si assimun inang were uerre&lt;br /&gt;Targantung di siboga, Sitolu halaki&lt;br /&gt;Dua do mandur jawa, Sada do sinai,&lt;br /&gt;Sude siboga julu, Sude marnidai&lt;br /&gt;Ai disusehon do mudarni bangsoi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hella   hella la...Mauli… mauli hella la&lt;br /&gt;Suri kadongdong ponggol loting&lt;br /&gt;Suri kadongdong tonga borngin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sursar inang talipolang inang&lt;br /&gt;Manjua inang tu na sonang inang&lt;br /&gt;Magodang magodang magodang&lt;br /&gt;O inang baju, Di akkat biang tarallalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tano suksuk tano kanan, Timbaho mi timbahon bakkal&lt;br /&gt;Dialsiphon doi lae sangalsip be, Sangalsip be asa risbe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. HUBOTO DO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huboto do, Nang di najolo, Naung adong manopot ho ito&lt;br /&gt;Namora nang. angka parpangkati, Dijua ho lao mangihuthon au&lt;br /&gt;O ito…. Hasian, Boasa dung saonari ho sumolsol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Diboto ho do ito, Jolma na susa do au&lt;br /&gt;Jala na putus sikkola, Diboto ho do ito&lt;br /&gt;Hapogoson ni damang, Dainang I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hape tung manarita ho ito, Di naung ni unduk mi&lt;br /&gt;Tu jolma na lobiani, Au on patudoson mu, Dangol nai&lt;br /&gt;Hape tung manarita ho ito, Dinaung niundukmi&lt;br /&gt;Maila ho maila, tu au siadopan mu na pogos on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. HO DO TINODO NI ROHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hodo tinodo ni roha, Hodo tinonggom ni mata&lt;br /&gt;Sadari pe so ni ida, Masssai lungun do huhilala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinasopagaman hu, Borhat ho lao tu bariba&lt;br /&gt;Pos do rohakku di ho ito, Dang lupa ho dipadanta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff&lt;br /&gt;Molo huingot naung salpu, Tikki au rap dilambung mu&lt;br /&gt;Dang tardok au manang aha, Ala ni holong ni roha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di na tarsingot rohakku, Tikki rap hita nadua&lt;br /&gt;Tung na sotarhalupahon, Sahat tu ari matua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang sai unang tinggalhon, Boan sai boan togihon&lt;br /&gt;Ingot sai unang ho lupa, Ai hodo na huparsitta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. HUTONGOS SURAT HU TUHO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutongos surat hu tu ho, disi hutonahon do ho&lt;br /&gt;Porlu situtu ikkon ro, porlu situtu ikkon ro ho ito&lt;br /&gt;Isini surathu tu ho, Disi hupaboa tu ho&lt;br /&gt;Molo tung so boi ho ro, Suratmu ma baen laos paboa baritam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Kabar angin na hubege ito, adong na can dapot ho dinadao&lt;br /&gt;Uli situtu gabe tata roham, tu au daito anak ni napogos on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar angina na hubege ito&lt;br /&gt;Adong na can dapot ho di nadao&lt;br /&gt;Uli situtu gabe hambar roham&lt;br /&gt;Tata roham tu au da ito, Anak ni na pogos on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo na tutu do ito, Adong dapot ho di nadao&lt;br /&gt;Takkas ma paboa ito, Asa borhat au mangalua tu nadao&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. HUNDUL AHU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hundul au sasada au, Ditonga ni borngini&lt;br /&gt;Tarsunggul ma tu rohakku, Sitaonokki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ale inang pangittubu, Ale amang parsinuan&lt;br /&gt;Ai tung beha do partubukku, Nahinan&lt;br /&gt;Umbaen hutaon na hassiton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;O inang pangintubu, Didia ho dapottonon hu&lt;br /&gt;Tu ise ma mangalu alu, &lt;br /&gt;Ai so adong be ho inang, Dilambung hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. IDEM IDEM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangan do botohon da inang&lt;br /&gt;ujung na i ma jari jari da inang&lt;br /&gt;jong jong hami dison ale inang&lt;br /&gt;jumolo tangan marsantabi da inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Tar idem idem idem&lt;br /&gt;tar idem idem idem&lt;br /&gt;tar idem idem idem&lt;br /&gt;tar idem idem idem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hu danggur attarau da inang&lt;br /&gt;marpior pior tu bonana da inang&lt;br /&gt;huririt na marbaju da inang&lt;br /&gt;mangalu alu tu inang na da inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lao au tu dolok da ito&lt;br /&gt;sai pajumpang dohot rusa da ito&lt;br /&gt;sayang ni rupami ale ito&lt;br /&gt;matua so marna muli da ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadia leleng nai da inang&lt;br /&gt;dasianon tu pansur batu da inang&lt;br /&gt;sadia leleng nai da inang&lt;br /&gt;dataonokku namarbaju da inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napuran tano tano da inang&lt;br /&gt;marsirangging marsiranggongan da inang&lt;br /&gt;badan padao dao da inang&lt;br /&gt;tonditta i marsigonggoman da inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. &lt;br /&gt;69. INANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang boasama tangishonon mu, Sude sitaonokki&lt;br /&gt;Inang boasa ma sai solsolan mu&lt;br /&gt;Sude sidangolonhi sude halungunon hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Arian nang bodari ale inang, Ilu sai maraburan&lt;br /&gt;Sibaran lapa lapa ale inang, Unang be sai solsoli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang sai tangiang hon au inang da&lt;br /&gt;Anak mu nadangol on&lt;br /&gt;Inang pabulus ma roham inang da&lt;br /&gt;Sude hutaon doi, Pasonang ma roham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. INANG PANGINTUBU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inang pangintubu, Husukkun ma dainang&lt;br /&gt;Godang ni parsorion, Diau anak mon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha ma hangalanmu, Uju au dibortian&lt;br /&gt;Gabe sai loja au, Mangalului parbodarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Tangis do au dinabuni inang, Mekkel do au dinapatar&lt;br /&gt;O mula jadi nabolon, Tangihon au nasai marhoi hoi on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paboa ma inang, Aha hangalan mi&lt;br /&gt;Margogo ijur bari, Daluluan ku namai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. INA NAMABALU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adong ma di sada huta, sahalak ina-ina&lt;br /&gt;na pogos jala na matua, dang tar (.........lupa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tibu do lao anak nai, poso do inanta i&lt;br /&gt;mangaranto tu luat sileban i&lt;br /&gt;paujungkon singkolana i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;marganti bulan marganti ma taon&lt;br /&gt;matua ma inanta i&lt;br /&gt;anak na i anak sasada I, dang marna mulak dope&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manetek ma ilungki, marnida inantai&lt;br /&gt;boha ma bahenonku paboahon i&lt;br /&gt;naung mate do anak na i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. ISEDO NASALA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga tung takkas ito, Hupaboa hasian&lt;br /&gt;Tu damang dainangi, Parbogason tai&lt;br /&gt;Ala naung sanga tarunduk au&lt;br /&gt;Tu damangi, Tu au ito napogos on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alai sasude nai, Sakkap ni rohattai&lt;br /&gt;Gabe songon nipi do, Tihos ni arii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Rauli…..Paima mau dinipi mi&lt;br /&gt;Paboanku do tuho&lt;br /&gt;Ise do nasala....Ise do nasala....Dihita nadua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. ISE DO DA INDADUDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ise ise indadu da, Na ditongan dalan an&lt;br /&gt;Baju kurung do bajuna, Tung massai uli&lt;br /&gt;Ulos batak di uluna, Tung massai tongam&lt;br /&gt;Ise ise indaduda natingan dalan an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff. &lt;br /&gt;Ue… ue… ibototta do hape&lt;br /&gt;Ue ue ibototta do hape&lt;br /&gt;Ue ue ibototta do hape&lt;br /&gt;Ibototta do nasida....Naditongan dalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;74. ITO NABASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ito nabasa, Ito nabasa, hasian&lt;br /&gt;Didia ho..didia ho dapottonokku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikkir ito,marbilang bilang ma ho...hasian&lt;br /&gt;Beha roham dokma hatam, alusi au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref..&lt;br /&gt;Aut na diboto ho ma ilukku, nasai maraburan&lt;br /&gt;Aut na diboto ho, ate-atekku malala dibagasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;75. ITO NAUNG LELENG HINAHOLONGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ito naung leleng hinaholongan&lt;br /&gt;ala ho manoppang di jabu ni damang&lt;br /&gt;dang tarbayar ho be uang makkan&lt;br /&gt;ala so tuk be nimmu na tua-tuam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamu tu damang i marparjanjian&lt;br /&gt;saut ma ho helana molo monang&lt;br /&gt;ido baenna hita martunangan&lt;br /&gt;parsikkolaan mi pe dipaujung damang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manang aha di dok ho, huoloi do&lt;br /&gt;aha na pinangidom husarihon do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asa unang tarambat ma sikkolam&lt;br /&gt;gabe pangambati tu sitta sittam&lt;br /&gt;hape ia dukkon tammat ho sian sikkolam&lt;br /&gt;janjimi di ose ho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marpungu ma sude natua tua&lt;br /&gt;dohot tondong asa udur rap tu gareja&lt;br /&gt;hape gabe muba roham tu au&lt;br /&gt;gabe muba roham asing dohot hata hatam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ai tung aha do namasa ito da hasian&lt;br /&gt;gabe muba roham ito siporiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beha ma pangandukku di ho amang&lt;br /&gt;ai so tarsuhatan be sude hinailam&lt;br /&gt;holan ala panundani na naeng helam&lt;br /&gt;o amang parsinuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;76. &lt;br /&gt;77. JAMILA&lt;br /&gt;Trio Lamtama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(***)&lt;br /&gt;Oh da Jamila Jamila, da bintang film India&lt;br /&gt;Boru ni Kalibat, Parumaen ni Pandita&lt;br /&gt;Ai tung godang do halak sega di bahen ho da Jamila&lt;br /&gt;Di rippu anak boru hape naung ina ina..&lt;br /&gt;Ooo..Jamila..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsambilu-sambilu, Manang marsambola-bola&lt;br /&gt;Hamu dongan naposo, Bege hamu ma angka poda&lt;br /&gt;Poda-poda na uli, Tarlumobi sian natorasna&lt;br /&gt;Di gogoi do mangula, Pasikkolahon anakonna&lt;br /&gt;Sai songon solu bolon, Marsiadu tu Portean&lt;br /&gt;Songoni ma natorasna, Patimbohon pangkat ni gelleng na&lt;br /&gt;Ooo..Jamila..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minyak manumbak lobu, Dalan lao tu Porsea&lt;br /&gt;Godang do anak boru, Godangan na so hasea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Margabus do di ula, Maradopon Natorasna&lt;br /&gt;Holan mangido hepeng, Di dok lao parsibukkuna&lt;br /&gt;Di halung ma bukkuna di dok lao tu sikkola&lt;br /&gt;Di dayung ma sepeda, hape mandapothon hallet na..&lt;br /&gt;Ooo..Jamila..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taon anam pulu pitu tu taon anam puluh walu&lt;br /&gt;Maju ni jaman on tarlumobi namarbaju&lt;br /&gt;Gabe ma celana jengky rio rio nang baju-baju&lt;br /&gt;Huhut markassa reben timbo muse dohot sipatu&lt;br /&gt;Ai ndang di pardulion inantai tinggal di jabu&lt;br /&gt;Soaha be di dok soadong laba na mangalu alu&lt;br /&gt;Ooo..Jamila..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to (***)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;78. JEMBATAN BATANG TORU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan batang toru, Hau nai maranti batu&lt;br /&gt;Sai sundat mambuat boru dainang&lt;br /&gt;Ala terlibat di gestapu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dison ma ho inang, Ai nungnga ro surat manjou&lt;br /&gt;Baritama pabege bege dainang&lt;br /&gt;Aut na lao mate nama au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo dung habisi, Boras satangkar nasaotiki&lt;br /&gt;Boan dainang ma sude gellengtai&lt;br /&gt;Tu jabu ni oppung nai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;79. LISSOI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dongan sapartinaonan...O parmitu&lt;br /&gt;Dongan sapanghilalaan...O lo tutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsak rap manghalupahon....O parmitu&lt;br /&gt;Tole ma rap taendehon...Olo tutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sirup ma sirup ma...Dorguk dorgukma&lt;br /&gt;Handit ma galas mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;80. LOAS AU TU SILOMO NI ROHAKKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh bulan na di ginjang&lt;br /&gt;Sondangi au bulan&lt;br /&gt;Dohot sondang nauli jala torang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh inang pangitubu, Da inang na uli lagu&lt;br /&gt;Loas au tusilomo ni rohakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Sirang mahape, Au sian ho ale inang&lt;br /&gt;Tinggal hononku maha pe, Sude sidongan magodang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh inang pangintubu, Da inang nauli lagu&lt;br /&gt;Loas au tusilomo ni rohakki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;81. LOBI SAPPULU TAON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lobi sappulu taon da amang&lt;br /&gt;naung borhat ho amang&lt;br /&gt;tu parjalangan mi&lt;br /&gt;surat mu pe soro, paboa baritam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marulak sai husukkun da amang&lt;br /&gt;akka parjalangi&lt;br /&gt;dongan sahuta i&lt;br /&gt;soada umbotosa, didia ho amang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sai tumatangis au amang&lt;br /&gt;manaon sitaonokki&lt;br /&gt;molo naung mate ho amang&lt;br /&gt;paboa ma dinipikki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asa sae mai amang sian rohakkon&lt;br /&gt;unang tar paima-ima au diharorom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;song 3.&lt;br /&gt;Oppung o mula jadi nabolon&lt;br /&gt;patudu ma di au dalan natigor i&lt;br /&gt;unang targogop au&lt;br /&gt;disitaonokki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;82. LUAT PAHAE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luat pahae tano hatubuan ku&lt;br /&gt;laos disi do tano hagodangan ku&lt;br /&gt;nungnga leleng i dung hutinggalhon&lt;br /&gt;hutakki sai huingot doi tong tong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tung godang pe luat na hudalani&lt;br /&gt;sian asia sahat ro di junani&lt;br /&gt;austaralia pe nungnga hudege&lt;br /&gt;hutakki sai huingot doi tong tong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;O luat pahae sai tuho do lao pikkiranku&lt;br /&gt;ro di nalao mate tung so boi trahalupahon au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aek godang gabe aek na mampar&lt;br /&gt;dolok dolok di siamun hambirang&lt;br /&gt;sian i do mual pancarian&lt;br /&gt;dipangisi nai sian na hinan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hapeanna kopi hamijonna&lt;br /&gt;eme usang gok do di sopona&lt;br /&gt;baritana sahat rodi dia&lt;br /&gt;ingot i ingoti "apmapa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;83. LUPA DO HO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marudur do sude, Akka dongan sahuta da&lt;br /&gt;Ditopi pari di hutai, Na di toru ni bului&lt;br /&gt;Nang ilu ilu pe huhut, Sai maraburani&lt;br /&gt;Lao paborhathon ho, Naujui tuparjalangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makkirim do sude, Haha anggi iboto mi&lt;br /&gt;Anggiat sahat ho hasian, Tu tinodo ni rohami&lt;br /&gt;Anak siparbagaon tahe, Sian na dihutai&lt;br /&gt;Ai tung makkirim do, Sude amang digogo mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ai dung tarida ma, Dagoarmi amang&lt;br /&gt;Sahat tu ujung ni portibion, Ai gabe lupa do&lt;br /&gt;Ho di lage lage, Podoman mi naung maribaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang didalan na margamboi amang&lt;br /&gt;Manang ditopi ni sappilpili&lt;br /&gt;Ima tano ha tubuan mi amang, Lupa doho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manimbung au amang Da tualamani&lt;br /&gt;Sian balatukni jabuttai &lt;br /&gt;Hurippu do amang Ho ro mulak I&lt;br /&gt;Manduloi hutam nabunii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Holan uap na, So marippolai&lt;br /&gt;Namarbagahon hapistaran mi&lt;br /&gt;Ima upani namaranakkoni o amonge&lt;br /&gt;Ima upani namanubuhoni dangol nai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;84. LUPA PE ANGKA NA LUPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupa pe akka na lupa, Lupa sude sian roha&lt;br /&gt;Anggo tungi tung so lupa doi&lt;br /&gt;Pargaulanta si na ujui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uju dihaposoonta&lt;br /&gt;Uju denggan hubungan ta&lt;br /&gt;Anggo tungi tung so lupa doi&lt;br /&gt;Masihol au sai naeng mulak tusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Molo mataua hape danging on&lt;br /&gt;Salpu sude na haposoon on&lt;br /&gt;Bungkuk tanggurung sap uban sude&lt;br /&gt;Nungnga matua hape&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nipi nama sukkunon ta&lt;br /&gt;Manang beha dirohatta&lt;br /&gt;Anggo tungi tung so lupa doi&lt;br /&gt;Tu pahompu ta siampudani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;85. MADEKDEK MA GAMBIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madekdek magambiri dahasian &lt;br /&gt;sai madekdek tu alaman dahasian &lt;br /&gt;molo dung hu be ge soara mi dahasian&lt;br /&gt;dina modom au marnipi dahasian &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;86. MALALA ROHAKKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ale inang pangintubu, Ale amang parsinuan,&lt;br /&gt;Laos so dibotoho, Da namarsahit lungun do au,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai nungnga sega situtu, Ianggo rohakki dainang,&lt;br /&gt;Dukkon so diloas ho, Da hasudunganki ro tu au,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Malala rohakki, Da marsalaon ate-ateki,&lt;br /&gt;Binahenni arsak mi, tudia nama au lao (2x)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ale inang sotung salpu, Nungnga tung massai pasa,&lt;br /&gt;Ikkon do sumolsol ho, Molo tung mate marsak ma au,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;87. MANDUDA BAION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rap hita nadua hasian manduda baioni&lt;br /&gt;Rap hita nadua hasian tu parmahanan i&lt;br /&gt;Laos hugalmit ma ito da hurum mi&lt;br /&gt;Mekkel suping ho tu au&lt;br /&gt;Holan ho na ma ito, holan ho do hasian&lt;br /&gt;Bunga ni ate-ateki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pos do rohami tu au ito, songoni nang au tu ho&lt;br /&gt;Songon aek tu na mauas i sihol hi tu ho ito&lt;br /&gt;Molo so pajumpang au dohot ho marsahali sadari&lt;br /&gt;Sai busisaon au, sae busisaon au &lt;br /&gt;Ala ni holong hi tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ias do holong mi tu au ito &lt;br /&gt;Songon bottar ni bajumi&lt;br /&gt;Ndang marhaulahan burjumi lagumi tu au ito&lt;br /&gt;Ikkon ho nama ito, ikkon ho do hasian&lt;br /&gt;Parumaen ni dainang i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;88. MODOM MA DAMANG USSOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modom ma damang ussok, Modom ma damang&lt;br /&gt;Modom ma damang ussok hasian ni ina mu&lt;br /&gt;Dison do au da ussok manjaga ho&lt;br /&gt;Da modom ma damang ussok modom maho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbur magodang maho, Simbur magodang&lt;br /&gt;Asa adong muse ho pangalua aluakku&lt;br /&gt;Ai anggo amang mu tung so diingot be ho&lt;br /&gt;Da modom ma damanag ussok modom maho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Tappuk ni pusu pusu kku do daman gda ussok&lt;br /&gt;Urat ni ate atekku do damang da ussok&lt;br /&gt;Dam modom ma damang ussok hasian ku&lt;br /&gt;Damodom ma damang ussok o tondikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;89. MAKKULING GIRING GIRING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makkuling giring giring, diparsirang anni taon&lt;br /&gt;Halak martaon baru, Ianggo au lao do tu hudean mi&lt;br /&gt;Dohot haha anggi iboto hi, sai tumatangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsingang humaliang, ditopini udean mi&lt;br /&gt;Songon anak ni manuk, nasai siok siok&lt;br /&gt;Ai so adong indung na, lao mangulosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hape damang na sumuan, dohot namanoronii&lt;br /&gt;Lao do maredang edang, so adong na hurang ni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tondong ni dainangi, nang tondongni damang pe&lt;br /&gt;Tung mandao do sude, dung marujung ho inong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sude dongan magodang, marpahean na imbaru&lt;br /&gt;Dang tarihuthoni inong, Udean mi ma pinaias dainong&lt;br /&gt;Marpodoman naimbaru ho inong, hami sai mali ali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;90. MARIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nung pe naung muli ho ito hasian&lt;br /&gt;Nang pe dao ho sian au&lt;br /&gt;Anggo rohaku, sai hot do i tuho&lt;br /&gt;Sahat ro di na lao mate au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangkirim au diharorom hasian&lt;br /&gt;Mangkirim au dijanjimi&lt;br /&gt;Nungga martaon au paimaima ho&lt;br /&gt;Surat sampipil so ro&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sai….. holan na marsak au ito&lt;br /&gt;Sipata sai ro do tu nipiku bohimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria….. taringot au naung salpu i&lt;br /&gt;Maria….. sega nai pikkiranhi marningotho&lt;br /&gt;Maria didia ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;91. MARSADA SADA BULUNG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga pasigat sigat bulung gaol&lt;br /&gt;Manang mangarukkari sidingolon&lt;br /&gt;Ma ho nian ale daborukku&lt;br /&gt;Boru da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga massai leleng naung marsirang&lt;br /&gt;Jala sinirang ni da hamatean&lt;br /&gt;Alai ikkon saonari ma tarsunggul&lt;br /&gt;Diparmulian mon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Alai di ida ho ma au inang&lt;br /&gt;Marsada sada bulung inang mon&lt;br /&gt;Lao mangadopi pesta mi boru&lt;br /&gt;Dipesta pamasu masuon mon&lt;br /&gt;Unang pola sai tangis ho inang&lt;br /&gt;Boru hasian ku&lt;br /&gt;Unang pola sai tangis ho inang&lt;br /&gt;Apusi ilumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;92. MARSAHIT LUNGUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga tung sega rohakku ito&lt;br /&gt;Marsahit lungun do au tu ho&lt;br /&gt;Sasadari… lao rohakki sai tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha hulaning dibaen ho ito&lt;br /&gt;Umbahen tunduk rohakku tu ho&lt;br /&gt;Sai songoni lao rohakki sai tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Denggan ni lagumi, Denggan ni basami&lt;br /&gt;Namambaen rohakku, Sai masihol tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nang torop nauli, Hutadinghon doi&lt;br /&gt;Nadipangan rohakku, Holan holan ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Tung so tartaon do sihol hu tu ho&lt;br /&gt;Molo dao au sian ho&lt;br /&gt;Tangis do au.. marsak do au&lt;br /&gt;Ikkon huida do ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ipe dok ma hatam, Patuduhon roham&lt;br /&gt;Molo ra molo olo ho, Sautan ku ma ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;93. MARSIRANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marsirang hita dongan, Mulai saborngin on&lt;br /&gt;Ho lao tu hatuaon, Au tinggal dihaposoon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hundul au sasada au, Ditonga ni borngini&lt;br /&gt;Tarsunggul ma tu rohakku, Sasude sitaonon hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sura pe masihol ho, Dang na boi tibu au ro&lt;br /&gt;Bereng ma di bulani, Disi targombar bohikki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;94. MITU DO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitu do hasomalakku mitu do&lt;br /&gt;Tuak do palambok ate ate tuak do&lt;br /&gt;Molo so masuk nanggo sagalas petaho&lt;br /&gt;Sai luluanku do tu lapo nise pe taho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Na minum tuak marende ende pokki do&lt;br /&gt;Rap hon naposo natua tua pe taho&lt;br /&gt;Naminum tuak satonga oyong pe taho&lt;br /&gt;Sude nai da tahe holan padao holso do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ipe inang …….&lt;br /&gt;Ale inang ni si uccok&lt;br /&gt;Manganju maho ditonga borngin petaho&lt;br /&gt;Ai nang dimulana&lt;br /&gt;Hudok hian do mandok ho&lt;br /&gt;Parminum do au&lt;br /&gt;Ai tung manganju maho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggo gelleng tai da&lt;br /&gt;Tung na so jadi rapat da&lt;br /&gt;Maradu sian dia&lt;br /&gt;Sai naukkiton hu do&lt;br /&gt;Boras satakkar&lt;br /&gt;Imajo loppa dainang da&lt;br /&gt;Paima dapot hepeng&lt;br /&gt;Sian rude rude dainang&lt;br /&gt;Paima dapot hepeng&lt;br /&gt;Sian parrombengan dainang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;95. MOLO MARGITAR AU ITO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo margitar au ito, Bege ma soarana i&lt;br /&gt;Di gitar i do au ro, Di si do au mandok tu ho...Ue alusi au ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo marende au ito, Bege ma nang hata na i&lt;br /&gt;Di ende i do au ro, Di si do au mandok tu ho, Ue alusi au ito&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Molo hubaen marlogu sada, Ihuthon au marlogu dua&lt;br /&gt;Ai molo ho sai dilambung hu, Saleleng ni tung sonang do&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;96. MOTOR BATANG GADIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor batang gadis supirna natua tua&lt;br /&gt;Lao tu sibolga mamolus batu lubang&lt;br /&gt;Sahat ma disi minum tuak tolu poting&lt;br /&gt;huida boru tobing rohakki humosing-hosing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bollo bollo hi hi, bollo bollo ha ha, pauba roha mi, o halak hita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ro motor silangit supirna doli doli, &lt;br /&gt;lao tu tarutung mamolus aek rangat&lt;br /&gt;sahat ma disi minum vigor ma sabotol&lt;br /&gt;hu ida na marbaju rohakki humosing hosing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bollo bollo hi hi, bollo bollo ha ha, pauba roha mi, o halak hita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sai selamat ma sineger negeri, agen ni sibual buali &lt;br /&gt;tu siantar tu sipirok, padang panjang pardekko&lt;br /&gt;sai selamat ma sineger negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97. MULAK TU JAKARTA&lt;br /&gt;Cipt. The Loyds&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat na hea hutongos tu ho ale ito&lt;br /&gt;Hupaboa do disi&lt;br /&gt;Dibagasan surat hi&lt;br /&gt;Mulak nama au tu huta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leleng tung sopola leleng nian ale ito&lt;br /&gt;Sataoan au di jakarta&lt;br /&gt;Satokkin au di surabaya&lt;br /&gt;Mulak nama au tu toba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Na malulak au sian pangarantoan&lt;br /&gt;Ro dongan sahuta paboahon&lt;br /&gt;Naung saut marbagas ho ito&lt;br /&gt;Tu anak ni namboru mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boasa so marboa boa ho ale ito&lt;br /&gt;Gabe hutaon nahassit on&lt;br /&gt;Gabe hutaon na dangol on&lt;br /&gt;Mulak nama au tu jakarta&lt;br /&gt;Saut nama au marboru jawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;98. NAHINALI BAKKUDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahinali bakkudu dainang bona ni bagot&lt;br /&gt;Boha ma ho doli songon boni agan sodapot&lt;br /&gt;Ue amang doli o among e&lt;br /&gt;Boni agan sodapot lakku dope masa onan&lt;br /&gt;Boha ma ho doli tarloppong ho parsombaonan&lt;br /&gt;Ale amang doli  o amonge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atik parsombaonan lakku dope na pinele&lt;br /&gt;Boha am ho doli&lt;br /&gt;Songojn buruk2 ni rere&lt;br /&gt;Ue amang doli o among e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Mate ma ho amang doli&lt;br /&gt;Mate diparalang2 an da amang&lt;br /&gt;Mate diparaung aungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;99. NAMASSAM MANA DO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai ai ai namassam mana do, Dibikkin kau nona&lt;br /&gt;Mambuat buat rohani saya, Holan tu yu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Begitu banyak ledis ledis yang kukenal&lt;br /&gt;Sian eropa nang dohot sian australia&lt;br /&gt;Namassam mana do&lt;br /&gt;Namassam mana do dibikkin kau nona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;100. NA PANGKAT DO NA KAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Napangkat do nakaya da boto&lt;br /&gt;narosuh ni uhur mai&lt;br /&gt;natinggi sikkolana da boto&lt;br /&gt;sonai nang pangalaho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahama anggo au daboto&lt;br /&gt;tading do haganupan&lt;br /&gt;tading do bani rupa daboto&lt;br /&gt;sonai nang pangalaho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Sogot patar haduan boto sijengesan&lt;br /&gt;ise ma hasoman muda&lt;br /&gt;molo marsirang huta boto sijengesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirangkon manirangkon daboto&lt;br /&gt;ase bulus uhurmu&lt;br /&gt;martonggor sijengesan daboto&lt;br /&gt;naso bai uhurmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;101. NAPURAN SAKKABABA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha be inang sidohonon ku&lt;br /&gt;Dia be inang sisolsolan hu&lt;br /&gt;Naung dibahen ho do dainang, Nasa tolap mu&lt;br /&gt;Pasikkolahon au inang anggiat maju&lt;br /&gt;Hape sibaran hi do dainang gabe alokku&lt;br /&gt;Putus ditonga dalan do anggo sita sitakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sipata ma inang mandele au&lt;br /&gt;Molo sai hurimangi pambaenan mu&lt;br /&gt;Sipata do inang dihorting ho siubeon mu&lt;br /&gt;Asa adong ma ganup bulan tongoson mu&lt;br /&gt;Hape marisuang doi sude pambaenan mi&lt;br /&gt;Parjalang naso dapot tuppal au inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Tung aha be inang na hujambari&lt;br /&gt;Marsak rohakki sai marpikkiri&lt;br /&gt;Bulan marsalpuan&lt;br /&gt;Taon marsibolusan&lt;br /&gt;Goar nama anak mu adong diparrattoan&lt;br /&gt;Napuran sakkababa pe inang dang tartongosson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan nadi ginjang pardomuan ni simalolong&lt;br /&gt;Paboa ma bulan bagian hon da tudainang&lt;br /&gt;Unang dainangi&lt;br /&gt;Mago mago dipakkiriman&lt;br /&gt;Paboa ma bulan au nasai diparalangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;102. NASONANG DO HITA NADUA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasonang do hita nauda, Saleleng au rap dohot ho&lt;br /&gt;Nang rodi nasari matua, Sai tong ingoton hu do ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hupeop sude denggan ni basam, Huboto tu au do roham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasonang do hita nadua, Saleleng au rap dohot ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;103. NUNGNGA DIBOTO HO HIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nungnga diboto ho hian&lt;br /&gt;Manang na boha au ito&lt;br /&gt;Naso tupa manolsoli ho ito&lt;br /&gt;Tu au bagian lapung on&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hape marune do nian&lt;br /&gt;Sahat do napinarsittai&lt;br /&gt;Sude nungnga dipasahat ho tu au&lt;br /&gt;Nasa holong ni rohami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Borngini ditogihon ho do au&lt;br /&gt;Pasahathon naung taulahoni&lt;br /&gt;Hape dung sahat ho didalani&lt;br /&gt;Pittor ro tulang mangambati ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang be sai solsoli au&lt;br /&gt;Manang na boha ho ito&lt;br /&gt;Sai marsapata tu amang mi maho&lt;br /&gt;Tung manang na beha pe ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INANG NABASA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O inang na basa unang au paksa&lt;br /&gt;Tu anak ni namboru na so lomo mi rohakki&lt;br /&gt;Molo au paksa on mu&lt;br /&gt;Nungnga hupiu tali siudoron&lt;br /&gt;Lao panikkotan hi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hutaon akka udan, Lao mandapothoni&lt;br /&gt;Husuruk akka ombun, Lao mandapothoni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;104. O TANO BATAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O tano Batak haholonganku&lt;br /&gt;Sai na masihol do au tu ho&lt;br /&gt;Dang olo modom dang nop matakku&lt;br /&gt;Sai namalungun do au, sai naeng tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo dung bissar mataniari, lao manondangi hauma i&lt;br /&gt;godang do ngolu siganup ari, mambahen masihol do au&lt;br /&gt;sai naeng tu ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;O tano batak andigan sahat&lt;br /&gt;dapothononku tano hagodangan ki&lt;br /&gt;O tano batak sai naeng hutatap&lt;br /&gt;au on naeng mian di ho sambulon ki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;105. O PIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;O piooooo.....o piooooo&lt;br /&gt;Lao tudia nama ho... opio o piooooo&lt;br /&gt;bege au dahasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mardalam inang da, sikobol kobol inang da&lt;br /&gt;damulbak ulbak inang da, dabutuhana,&lt;br /&gt;damulbak ulbak inang da dabutuhana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lange inang da, manang so langge inangda&lt;br /&gt;dabuaton ku inang da, da langgekki&lt;br /&gt;dabuatonku inang da, da langgekki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aek inang da, tumuttun dalanna inangda&lt;br /&gt;da akka pulha inang da, da gadu gadu&lt;br /&gt;da akka pulha inang da, da gadu gadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halak inang da, tumuntun lomona inangda&lt;br /&gt;tung so taruli inang da ,dipasu pasu&lt;br /&gt;tung so taruli inang da, dipasu pasu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;106. PARSIRANGAN&lt;br /&gt;107. &lt;br /&gt;Di endeku ho hutonahon&lt;br /&gt;Bohimi sai hot di rohangki&lt;br /&gt;Tung so boi be ho huhalupahon&lt;br /&gt;Sai jotjot ho ro tu nipiki&lt;br /&gt;Rap na jolo hita sian huta&lt;br /&gt;Tolu ari tolu borngin ndang ni hilala&lt;br /&gt;Martata huhut martolha tolha&lt;br /&gt;Laos disi do tubu holong ni roha&lt;br /&gt;Jumpang ma ujung ni pardalanan&lt;br /&gt;Tangis ahu ito di ari parsirangan&lt;br /&gt;Tung gomos tangan mi marsijalangan&lt;br /&gt;Sude na i tahe ndang tarlupahon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Di endeku ho hutonahon&lt;br /&gt;Bohimi sai hot di rohangki&lt;br /&gt;Tung so boi be ho huhalupahon&lt;br /&gt;Sai jotjot ho ro tu nipiki&lt;br /&gt;Tu dia ho luluanhu&lt;br /&gt;Tolu taon sai tarpaima ahu&lt;br /&gt;Sai andigan ma hita pajumpang&lt;br /&gt;Naeng pajumpang pasombu siholhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;108. PARSOBANAN&lt;br /&gt;Oleh : Victor Hutabarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai diingot ho dope ito rap dakdanak uju i&lt;br /&gt;Rap marmeam meam di hauma manang di balian i&lt;br /&gt;ho marlojong lojong di batangi laos hu adu sian pudi&lt;br /&gt;laos tinggang do ho ditikki i sap gambo bohimi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ai diingot hodope ito nadiparsobanan i&lt;br /&gt;ima naso tarlupahon au tikki roma rimbus i&lt;br /&gt;laos hubukka ma dabajukki asa adong saong-saong mu&lt;br /&gt;tung massai gomos do ho huhaol asa tung las ma daging mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Hape dung saonari nungnga leleng &lt;br /&gt;dang pajumpang dohot ho hasian,&lt;br /&gt;nungnga adong sappulu taon atik naung muli do ho&lt;br /&gt;Molo tung namuli pe taho dang na pola sala i hasian&lt;br /&gt;asal ma huida bohimi asa tung sonang rohakki&lt;br /&gt;Anggo ala rokkap do ito Tuhan ta do umboto i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;109. PARSONDUK BOLON NABURJU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan desember i ujung ni taon i&lt;br /&gt;Tona ni dainang i mulak tu huta i&lt;br /&gt;Lao pasahathon adat ni parbogasonhi&lt;br /&gt;Manjalo pasupasu sian huria i&lt;br /&gt;Tung na so jadi ho marsirang&lt;br /&gt;padan na so boi oseon i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marpungu ma sude raja ni bius i&lt;br /&gt;Dohot na torop i di pogu ni alaman i&lt;br /&gt;Manjalo mangalehon hombar tu adat i&lt;br /&gt;Sai horas jala gabe olop-olopna i&lt;br /&gt;Tubu ma anak sipartahi boru pangulaseang i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff&lt;br /&gt;Basa do Tuhan i parsonduk bolonku&lt;br /&gt;Hinorhon i tangiang mi&lt;br /&gt;Jumpang na jinalahan i&lt;br /&gt;Nang sipata tarjollung lakkahi&lt;br /&gt;Na sai mangarsak roha mi&lt;br /&gt;Alai manganju do ho inang boru ni rajaku&lt;br /&gt;Parsonduk bolon na burju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parsaripeonta i parsonduk bolonhu&lt;br /&gt;Marture do sude jala mansai dame&lt;br /&gt;Marsiamin aminan marsianjuan be&lt;br /&gt;Nang marsihaholongan na ikkon gabe&lt;br /&gt;Roha na marsipaoloan na mian di rohanta be&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;110. PATIK PALIMAHON &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha do among sibahenonku tu ho&lt;br /&gt;Na boi palas roham, di hatuaon ni umur mi&lt;br /&gt;Tung tao na bagas pe langeanhu do&lt;br /&gt;Mandiori pinarsinta ni roham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia be inang pangidoan ni roham&lt;br /&gt;Bahenon ni anak mon&lt;br /&gt;Asa tung las nang roham i&lt;br /&gt;Nang aha pe inang sai luluanhu do&lt;br /&gt;Na sa natolap gogohi&lt;br /&gt;Asa boi pasonang roham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Sude parsatongkinan do&lt;br /&gt;Nasa na di hasiangan on&lt;br /&gt;Ndang arta ni portibion na naeng sipasahatonhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalo ma sombanghon inong&lt;br /&gt;Jalo ma sombanghon among&lt;br /&gt;Ni dok ni patik palimahon i&lt;br /&gt;Pasangaponhu natorashu&lt;br /&gt;Indo nang siulahanhu&lt;br /&gt;Tu ari na naeng ro&lt;br /&gt;Ido nang sisombahonhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tu ho among inong&lt;br /&gt;Marsomba ujung ahu&lt;br /&gt;Tu ho among, tu ho inong&lt;br /&gt;Sai pasu-pasu ma hami pinomparmon&lt;br /&gt;Memehonhu ma atong, tu sude pahompumon&lt;br /&gt;Asa tung diantusi be muse, pasangaphon natorasna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;111. PEGANG GONTING ABANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hali gotilon do nian&lt;br /&gt;Dibagasan si sataoni&lt;br /&gt;Tung so hutagam do, boi hita on inang&lt;br /&gt;Manuhor Honda, lao dalan dalanta&lt;br /&gt;Tung so hutagam do, boi hita on inang&lt;br /&gt;Manuhor Honda bebek, lao dalan dalanta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok&lt;br /&gt;Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutu maho na malo dainang&lt;br /&gt;Mangholitho di parhepengoni&lt;br /&gt;Naotik I inang, dipahippu ho do&lt;br /&gt;Sangap do au inang, dibahenho&lt;br /&gt;Naotik I inang, dipahippu ho do&lt;br /&gt;Sangap do au inang, dibehanko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok&lt;br /&gt;Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solu ni sabulan, mangaliati tao toba&lt;br /&gt;Tutu ma ho inang, tutu ma ho boru ni raja&lt;br /&gt;Ingot do ho inang, di poda ni natua tua&lt;br /&gt;Malo do ho inang, malo do ho manuhut roha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sude pangalahom, sitiruon do inang&lt;br /&gt;Sude pangalahom, siingoton do inang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok&lt;br /&gt;Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;112. PENGUSAHA MUDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aha ma sidohonkku, dia ma hatahonokku&lt;br /&gt;ujung ni pargaulanta, o ito da hasian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damang nang dainang mi do, manjujui ho asa muli&lt;br /&gt;tu si doli namamora, pengusaha muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Oooooo.. tinggal ma hape sidoli&lt;br /&gt;sidoli nasomarhepeng, jala pengangguran&lt;br /&gt;Oooooo.. sirang ma hita nadua&lt;br /&gt;ala boi do ho targoda, tu parmobil mewah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sai horas ma jala gabe, ho ito da hasian&lt;br /&gt;tu si doli namamora, pengusaha muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;113. &lt;br /&gt;114. PODA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angur do goarmi anakkon hu&lt;br /&gt;Songon bunga bungai nahussusi&lt;br /&gt;Molo marparange na denggan doho, &lt;br /&gt;diluat nadaoi&lt;br /&gt;Jala ikkon ingot doho tangiang mi &lt;br /&gt;do parhitean mi, dingolumi da tondikku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unang sai mian jat ni rohai&lt;br /&gt;Dibagasan rohami&lt;br /&gt;Ai ido mulani sikka mabarbar da hasian&lt;br /&gt;Ikkon benget do ho marroha&lt;br /&gt;Jala pattun maradophon natua tua&lt;br /&gt;Ai ido arta na ummarga i, dingolumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Ai damang do sijujung baringin, di au amang mon&lt;br /&gt;Jala ho do amang silehon dalan, dianggi ibotomi&lt;br /&gt;Ipe ingot maho amang, dihata podakki&lt;br /&gt;Asa taruli ho amang, disihadaoani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo dung sahat ho tu tano parjalangan mi&lt;br /&gt;Marbarita ho amang&lt;br /&gt;Asa tung pos rohani damang nang dainang mon&lt;br /&gt;Ditano hatubuan mi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;115. PODA NI DAINANG&lt;br /&gt;116. &lt;br /&gt;Marsinggang ho inang, Di lage podomanki,&lt;br /&gt;Manangiangkon manangiangkon,&lt;br /&gt;Manangiangkon hami gellengmon,&lt;br /&gt;Sai dimemehon ho, Angka na denggani,&lt;br /&gt;Na gabe sulu gabe sulu, Gabe sulu dingolu nami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Sabar do ho inang paanju-anju, Hami gellengmon,&lt;br /&gt;Sian na menek, sian na menek sian na menek,&lt;br /&gt;Sahat rodi magodang,&lt;br /&gt;Ai gabe sulu podami, Diparngolu-ngoluon ki,&lt;br /&gt;Anggiat dapot au inang, Songon burjum parsondukki,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;117. POS NI UHUR MAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff&lt;br /&gt;Pos ni uhur mai daboto&lt;br /&gt;Manadingkon au sononda&lt;br /&gt;rugih iluhku mambur&lt;br /&gt;mardingan janji na dung salpu, otene boto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;song 1&lt;br /&gt;Nasuan ma timbaho, duda sagantang eme, otene boto&lt;br /&gt;naubah ma parlaho, ulang songon siapari, otene boto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;song 2&lt;br /&gt;Dalan tu harang gaol, bohat bulung ni pisang, otene boto&lt;br /&gt;pal pala na margaul, ulang be lamin sirang, otene boto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;118. PULO SAMOSIR&lt;br /&gt;119. &lt;br /&gt;Pulo Samosir do haroroanku Samosir do&lt;br /&gt;Ido asalhu sai tong ingotonhu |&lt;br /&gt;Saleleng ngolungku hupuji ho | 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disi do pusokhi pardengkeanhu haumangki&lt;br /&gt;Gok disi hansang nang eme nang bawang |&lt;br /&gt;Rarak do pinahan di dolok i | 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref : &lt;br /&gt;Laope au marhuta sada&lt;br /&gt;Tung sopola leleng nga mulak au&lt;br /&gt;Di parjalangan ndang sonang au&lt;br /&gt;Sai tu Pulo Samosir ma sihol au&lt;br /&gt;Molo marujung ma, muse ngolungku sai ingot ma&lt;br /&gt;Anggo bangkeku disi tanomonmu |&lt;br /&gt;disi udeanku sarihon ma |2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molo masihol ho, di natinombur masihol ho&lt;br /&gt;manang niura dohot na margota&lt;br /&gt;Di Pulo Samosir do dapot ho, manang niura&lt;br /&gt;dohot namargota di Pulo Samosir do dapot ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;120. PUTUS  SIKKOLA&lt;br /&gt;121. &lt;br /&gt;Unang marsak ho, Amang sinuan tunas,&lt;br /&gt;Lammu suda gogo au, Putus sikkola ho..hasian nalagu&lt;br /&gt;Laho maho amang, Marjalang tu nadao,&lt;br /&gt;Da laho maho tondikku,&lt;br /&gt;Borhat ma damang, tu luat naleban&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Tangiangki ma amang, Na mandonganni ho di luat nadao,&lt;br /&gt;Anggiat horas ho, Dapotho niluluanmu amang,  &lt;br /&gt;Molo tung nasahat ho, amang&lt;br /&gt;Tu na sinitasita ni roham,&lt;br /&gt;Tongos surat paboa baritam,&lt;br /&gt;Laho paposhon rohakki amang,&lt;br /&gt;Back to Reff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;122. RAPHON ILUKKI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rap hon ilukki ito, Ro au mandapothon ho&lt;br /&gt;Sude na hutinggalhon do, Alani ni ho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dukkon ho hutanda, Manolsoli ma nang au&lt;br /&gt;Boasa ma gabe soada, Alus mu tu au&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff.&lt;br /&gt;Marsiak bagi au, Holan mangoloi hatam&lt;br /&gt;Molo gabe inama, Aha be diau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sapata ni iluki, Alusi ma au disi&l
